Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan
Bab. 36


__ADS_3

Setelah sampai di rumahnya, Tuan Adi segera mencari Talita.


Tuan Adi melihat Talita duduk di atas ranjangnya dengan membaca buku.


"Mas, sudah pulang"


"Iya, bagaimana keadaanmu"


"Sudah lebih baik mas"


"Bahkan lebamnya sudah tak sakit" boong Talita.


"Syukurlah"


Tuan Adi segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Talita menyiapkan handuk dan pakaian gantinya.


"Mas, ini handuknya. Di dalam kamar mandi sepertinya tak ada handuk" teriak Talita dari luar kamar mandi.


kreett..


Pintu kamar mandi terbuka, seketika Talita melihat seluruh tubuh Tuan Adi yang putih bersih.


Deg.. deg.. deg...


Jantung Talita langsung berdegub kencang, tapi bagi Tuan Adi itu biasa.


Orang yang menderita masokis itu hanya bisa merangsang jika pasangannya tersakiti.


Itulah bagi Tuan Adi, dia seperti biasa saja.


Lain halnya dengan Talita, penampakan seperti Tuan Adi membuatnya gugup bahkan menjadi salah tingkah.


"Mana handuknya" celah Tuan Adi.


Suara Tuan Adi membuat Talita gugup, dia pun segera menyerahkan handuk di tangan Tuan Adi.


"Ini Mas"


Setelah itu Talita segera menjauh dari pintu kamar mandi karena tak ingin melihat penampilannya Tuan Adi yang tanpa sehelai benang pun.


Talita perlahan duduk di sofa kamar, menunggu Tuan Adi selesai membersihkan dirinya.


Tuan Adi menghampiri Talita dan mengecup dahi Talita.


Talita tersentak kaget atas perlakuan Tuan Adi.


"Aku besok akan ke dokter"


"Apa aku boleh ikut, mas?"


"Tapi,,, bagaimana dengan lebam di tubuhmu"


"Hmm.. " Talita agak ragu untuk menyampaikan keinginannya.


Talita takut jika Tuan Adi malah marah dengan permintaannya.


"Katakan saja apa kemauanmu, jika aku bisa menurutinya akan aku lakukan"


"Izinkan aku... izinkan aku... hmmm"


"Apa sayang"


"Aku ingin memakai cadar saja, agar tak ada yang melihat lebam di wajahku"


"Cadar?"


"Ya.. cadar. Aku tak ingin mereka berprasangka buruk kepada mas"


"Baiklah, besok kamu ikut denganku. pakailah apa yang ingin kamu pakai"


"Apa aku boleh membelinya"


"Ini, pakailah kartu ini"


Tuan Adi mengeluarkan kartu berwarna hitam yang entah berapa Isinya.


Setelah keluar dari kamarnya, Tuan Adi segera menelpon Setno.


Kringg...

__ADS_1


"Hallo bos,"


"Setno, kamu ke butik-butik yang ada di kota ini,suruh bawakan gamis sekalian cadarnya,suruh orang toko bawa ke rumah, bawa juga model yang macam-macam, SEKARANG!!"


"Baik bos,"


Tanpa menunggu lama, karyawan butik-butik terkenal sudah sampai di rumahnya Tuan Adi.


Talita kaget dengan perlakuan Tuan Adi lagi.


"Ya ampun, apa dia memborong seluruh isi butik-butik di kota ini" Batin Talita.


Talita pun mulai memilah memilih yang pas dengan badannya.


"Setno, langsung sekalian selesaikan pembayarannya ya?"


"Iya Tuan"


Talita pun mulai mengeluarkan baju-bajunya yang pendek di gantikan dengan baju gamis.


Semua orang-orang memperhatikan lebam yang ada di tubuh Talita tapi tak ada yang sanggup untuk membuka suara.


Akhirnya satu lemari penuh dengan gamis untuk di pakai Talita.


Talita pun memanggil Nanny untuk supaya baju-baju yang tak di pakainya boleh di bagikan kepada orang yang membutuhkan.


Nanny pun mengambil baju pendek dan di masukkan ke dalam karung.


Dia akan membagikan kepada ART sekaligus cucunya nanti.


Talita pun menyerahkan kartu berwarna hitam kepada karyawan butik.


"Sudah di bayar bu,"


"Haa, siapa yang sudah membayarnya"


"Aku, kartu itu simpanlah untuk dirimu sendiri"


"Trima kasih ya," ucap Talita sambil bergelayut manja di lengan Tuan Adi.


****


Talita sedang berjalan di samping tuan Adi.


Mereka sudah janjian dengan Dokter Donny jadi tidak mengantri lagi.


"Assalamu"alaikum Dokter"


"Waalaikum salam, silahkan duduk" ucap Dokter Donny.


"Trima kasih Dokter"


"Begini Dokter, saya dan suami saya ingin berkonsultasi dengan dokter perihal kelainan yang ada pada suami saya"


"Silahkan"


"Suami saya ini mempunyai kelainan, dia tak akan merangsang jika belum menyakiti pasangannya, bahkan walaupun saya sudah membuat sesuatu tapi dia tak bisa meresponnya. Kecuali Suami saya menyakiti saya barulah dia akan bersemangat untuk menggauli saya"


Akhirnya Dokter Donny menjelaskan apa yang di alami Tuan Adi.


Apa Itu Masokis?


Masokis adalah kelainan seksual di mana seseorang akan merasa puas atau gairahnya memuncak jika disakiti atau direndahkan. Istilah ini diambil dari nama Chevalier Leopold von Sacher-Masoch, seorang Austria yang banyak menulis tentang kepuasan yang diperoleh dengan dipukul dan ditindas.


Masokis merupakan bagian dari parafilia, kelainan parafilia sendiri terkait dengan dorongan, perilaku, dan keinginan untuk membangkitkan gairah seksual yang kuat lewat perilaku **** yang menyimpang.


Biasanya pelaku kelainan seksual ini kerap dikaitkan dengan perilaku sadisme karena kebanyakan pelaku sadisme berhubungan dengan masokis untuk mendapatkan kepuasan seksual secara timbal balik. Pelaku sadisme bisa mendapatkan kepuasan dengan menyakiti pasangannya sedangkan seorang penderitanya bisa merasa puas saat dirinya disakiti atau direndahkan.


Aktivitas masokisme yang paling berbahaya adalah hipoksifilia, di mana penderita terangsang secara seksual dengan dikurangi konsumsi oksigennya, misalnya dengan menggunakan jerat, kantong plastik, bahan kimia, atau tekanan pada dada. Aktivitas ini tak jarang menimbulkan kematian.


Gejala Masokis


Berikut ini adalah beberapa gejala yang ditimbulkan dari seorang pengidap masokis:


Memiliki gairah seksual berulang dan intens seperti dipukul, diikat, dihina, atau dari bentuk penyiksaan lainnya.Memiliki fantasi seksual yang intens dan berulang, dorongan seksual, perilaku dari tindakan dihina, dipukuli, diikat, atau dibuat menderita, perilaku tersebut setidaknya selama enam bulan.Kelainan seksual ini secara signifikan mengakibatkan masalah dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya dalam kehidupan sehari-hari.


Penyebab Masokis


Tidak ada teori yang secara universal yang menjelaskan apa penyebab penyimpangan seksual ini. Namun, ada beberapa teori berusaha menjelaskan keberadaan paraphilia seksual pada umumnya.


Berikut beberapa teori yang mungkin menjadi penyebab masokis:

__ADS_1



Trauma



Menurut teori yang berasal dari psikoanalisis menunjukkan bahwa trauma masa kanak-kanak seperti pelecehan seksual atau pengalaman masa kecil yang signifikan, dapat memicu penyimpangan seksual ini.


Seiring waktu, pengalaman tersebut dapat mengindikasikan untuk memiliki kecenderungan penyimpangan seksual yang justru menikmati kesakitan dari trauma atau pelecehan seksual.



Pelarian



Teori lain menunjukkan bahwa perilaku sadomasokistik (aktivitas seksual yang menyiksa pasangan) adalah bentuk pelarian. Melalui fantasi seksualnya, pengidap akan merasa baru dan berbeda.



Fantasi Seksual



Penyimpangan seksual awalnya mungkin karena memiliki fantasi seksual terlarang, gairahnya akan menjadi lebih kuat ketika ditekan. Ketika mempraktikannya, seseorang dalam keadaan tertekan akan semakin terangsang. Dalam kasus masokisme seksual, perilaku masokistik menjadi terkait erat dengan perilaku seksual.



Kekerasan Seksual



Meskipun sepenuhnya tidak dapat dipastikan, memiliki pengalaman buruk terhadap kekerasan seksual dapat menjadi penyebab seseorang mengidap masokis. Selain kekerasan seksual, pengalaman yang menjadi pemicunya juga bisa dikarenakan kekerasan fisik hingga kesedihan yang mendalam.



Faktor Lingkungan



Kelainan seksual ini dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang memengaruhi pola pikir, perilaku, kecenderungan seksual dan gaya hidup. Faktor lingkungan ini bisa didapat karea masalah keluarga, kekerasan, atau masalah lainnya yang memicu seseorang menjadi masokis.


Seberapa Umum Gangguan Masokis?


Prevalensi gangguan masokis pada umumnya tidak diketahui. Namun, sebuah penelitian di Australia memperkirakan bahwa sekitar 2,2% pria dan 1,3% wanita telah terlibat dalam perbudakan dan disiplin (BDSM), setidaknya selama 12 bulan.


Mereka yang mengidap masokis adalah di usia rata-rata 19,3 tahun, meskipun mungkin juga terjadi pada usia yang lebih dini. Sampai saat ini tidak banyak yang diketahui tentang kelainan seksual ini, tetapi seiring waktu ada kemungkinan bahwa gangguannya berbeda-beda terkait usia dan mungkin perilaku meyimpang ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.


Cara Seorang Masokis Mendapatkan Kepuasan Seksual


Kegiatan masokis adalah cara yang disukai atau secara khusus untuk menghasilkan kesenangan seksual. Biasanya, orang-orang yang mengidap kelainan ini akan mendapatkan kepuasan seksual dengan cara berikut:


Mengikat diri sendiriMenusuk kulitMenerapkan kejutan listrikMembakar diri sendiri


Selain itu, seorang masokis akan mencari pasangan yang mungkin sadis secara seksual, dengan cara berikut:


DiikatDipukulDitutup matanyaDipermalukan dengan dikencingi atau buang air besarPemerkosaan yang disimulasikan


Cara Mengatasi Masokis


Perawatan gangguan mental ini biasanya melibatkan psikoterapi dan pengobatan. Tujuannya adalah untuk mengungkap melalui penyebab perilaku yang menyebabkan stres.


Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi masokis:


Obat-Obatan


Obat penurun kadar testosteron akan berguna mengurangi frekuensi ereksi. Selain itu, obat antidepresan juga bisa diberikan untuk mengurangi gairah seksual. Namun pemberian obat-obatan medis ini harus berdasarkan pertimbangan dokter.


Psikoterapi


Cara mengatasi masokis berikutnya dengan psikoterapi yang bertujuan untuk mengungkap dan mengatasi penyebab perilaku penyimpangan masokis. Psikoterapi umumnya dalam bentuk terapi kognitif yang meliputi perbaikan gangguan pola pikir dan latihan empati.


Perbaikan gangguan pola pikir yang dimaksud adalah terapi untuk memperbaiki keyakinan pasien yang dapat memicu tindakan dan pemikiran yang negatif atau berbahaya.


Sedangkan latihan empati adalah latihan untuk membantu penderita mengambil sudut pandang dari para korban. Hal ini bertujuan agar penderita dapat memahami potensi bahaya yang dapat terjadi.


Pencegahan Masokis


Pencegahan perilaku menyimpang ini bisa dimulai dari anak-anak, mengajarkan mereka mengenali perilaku orang dewasa yang tidak pantas untuk dilakukan, cara menolak bujukan dan berani melaporkan perilaku tercela pada orang tua.


Penting juga untuk mengajarkan anak-anak bersikap tegas untuk mengatakan ‘tidak’ jika ada orang dewasa yang berbicara atau menyentuhnya–sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.

__ADS_1


Sementara intervensi untuk orang dewasa di titik beratnya adalah pada pemaparan terhadap ingatan atas trauma tersebut melalui diskusi atmosfer terapeutik yang aman dan suportif"


TBC....


__ADS_2