Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan
Bab. 50


__ADS_3

Di dalam kamar lantai 2, Talita dan Tuan Adi sedang berbincang setelah beristirahat sebelumnya.


"Sayang, setelah pengajian Nenek Saroh selama 7 hari, kita pulang ke Surabaya ya, aku punya rencana akan mengadakan 4 bulanan untuk anak kita, bagaimana?" tanya Tuan Adi menghampiri Talita.


"Aku sebenarnya berat meninggalkan ruko ini mas, tapi aku juga tak boleh egios. kamu mempunya pekerjaan di Surabaya" imbah Talita.


"Soal pekerjaan aku sudah 5 bulan ini aku serahkan kepada Setno. Aku hanya ingin secepatnya ikut terapi agar aku secepatnya bisa berjalan. Untuk itu aku ingin kembali ke Surabaya.


Lama Talita merenung memikirkan apa kata Tuan Adi. Tuan Adi melihat Talita ragu untuk kembali dengannya. Tuan Adi menjadi sedih.


"Apa kamu keberatan untuk kembali kesana lagi, sayang" tanya lagi Tuan Adi.


"Aku sebenarnya tak keberatan mas, baiklah kalau itu yang terbaik, aku akan pulang ke Surabaya"


"Alhamdulillah, sayang yuck kita makan siang, kasian anak kita kelaparan"


"Baiklah mas, sebaiknya mas panggil Setno untuk membantumu turun ke lantai bawah"


"Baiklah, aku sms dulu"


Talita hanya mengangguk.


๐Ÿ“จ "Setno, bantu aku turun ke lantai bawah lagi, aku dan istriku ingin makan siang bersama"


๐Ÿ“ฉ "Baik, Tuan. Aku akan segera ke atas"


Tak berapa lama Setno mengetuk pintu dan terdengar dari dalam tuan Adi mempersilakan Setno membuka pintunya.


Setno pun masuk ke dalam kamar dan membantu Tuan Adi.


"Endi dan Agung di mana?" tanya Setno.


"Mereka lagi beristirahat Tuan"


"Oh, baiklah. Setno. Hari ini kamu pulanglah ke Surabaya dan biarkan Endi dan Agung mengurusku, perusahaan membutuhkan kamu untuk berkembang. Jika kamu lama tak hadir di sana, malah akan membuat perusahaan menjadi lambat perkembangannya" ucap Tuan Adi sambil di dorong Setno.


"Baik Tuan, aku percaya kepada Endi dan Agung pasti bisa menjaga Tuan dan Nyonya Talita"


Setelah sampai di tangga, Setno menggendong Tuan Adi dan di ikuti Talita dari belakang. Talita sudah tak menggunakan kursi roda lagi,karena tubuhnya telah pulih karena sebelumnya sudah beristirahat yang cukup.


Tak lama Endi dan Agung datang membawakan makanan untuk mereka semua.


Agung, Endi dan Setno memilih makan di depan ruko sedangkan Talita dan Adi di dalam rumah.


"Sayang, yang banyak makannya ya?"


"Mas juga makan yang banyak"


"Iya, ingat kesehatanmu"


"Iya mas, trima kasih sudah perhatian sama saya"

__ADS_1


"Aku tau aku belum menjadi suami sempurna, namun aku berusaha menjadi lebih baik untukmu, kamu jangan sedih lagi ya" bujuk Tuan Adi.


"Iya mas, ini makannya enak banget. pasti yang di pojokan jalan Endi membelinya" imbuh Talita.


"Kamu sering makan di situ sayang?" tanya Tuan Adi kepada Talita.


"Biasanya Nenek Saroh yang membelikannya untukku, tapi sekarang... "


"Sudah, sekarang apapun yang kamu minta, aku yang akan menurutinya, jangan sedih lagi yank"


Talita langsung menghapus air matanya yang sempat menetes.


"Aku suapin ya" tawar Tuan Adi.


"Nggak usah mas, mas juga harus makan sekarang, mas juga jaga kesehatan ya, maaf jika aku hanya untuk membuatmu repot"


"Stt..."


Tuan Adi meletakkan jari telunjuk di bibir Talita.


"Aku ikhlas kamu buat repot sayang, dengan kamu membuat aku repot aku menjadi orang yang paling semangat untuk sembuh nantinya"


Talita pun langsung memeluk suaminya yang ada di kursi roda.


"Aku janji mas, akan berusaha mendampingi mas selama menjalankan terapi jalan"


"Alhamdulillah, aku sangat bahagia sayang"


Tuan Adi melabuhkan kecupan di atas pucuk kepala Talita yang tertutup hijab.


Di Gorontalo jika ada yang meninggal, maka akan di adakan Aruwah untuk Almarhum.


Agung dan Endi yang tahu memanahu tentang proses itu, di beri tanggung jawab oleh Setno.


Setno hari ini harus kembali lagi ke Surabaya, sudah 2 hari Setno tak mengerjakan pekerjaan perusahaan.


Untuk itu hari ini dia harus kembali, agar besok bisa bekerja lagi.


Tadi pagi Setno sudah booking tiketnya, tinggal sore ini dia akan berangkat ke Surabaya.


"Endi, Agung jaga Tuan Adi dengan baik ya, Aku akan berangkat sore jam 3 nanti"


"Baik Bos,"


"Bonusmu sekalian besok akan saya .kirimkan, lebih baik kamu mengurus Tuan Adi sekarang ini"


"Siap Bos, aku dan agung berterima kasih kepasa Bos, sehingga kami tidak jadi pengangguran"


"Iya, sama-sama Endi"


Setelah pukul 16:00 Wita Setno akan menuju bandara di antar oleh Endi.

__ADS_1


"Tuan, Nyonya, aku berangkat dulu"


"Ya, semoga kamu selamat sampe di tujuan" ucap Talita.


"Trima kasih Nyonya".


Setelah itu Endi mengantarkan Setno menuju bandara.


"Bagaimana persiapan pengajian Nenek Saroh, gung?" tanya Talita.


Sudah Nyonya, selepas magrib orang-orang akan datang di sini"


"Terus pesanan nasi kotaknya juga sudah ya?"


"Sudah, selepas magrib pun akan datang Nyonya"


"Alhamdulillah,"


Talita badannya sudah kembali fit, dia sudah tak menggunakan kursi roda lagi.


Dia pun menuju ke lantai atas untuk melihat suaminya.


"Mas, kamu mau mandi?" ujar Talita yang wajahnya yang merah merona.


Hari ini pertama kali dia akan merawat suaminya, wajarlah Talita begitu malu mengungkapkannya.


"Apa kamu tak keberatan memandikan aku?"


Tuan Adi menetap lekat mata coklat milik Talita, dia ingin mencari tau ketulusan Talita dari sorot matanya.


DEG.


Talita mantap menyatakan apa yang di hatinya, walau ada rasa gugup tapi dia berusaha untuk mengatasinya.


Talita menggenggam tangan suaminya.


"Mas, aku sudah berjanji, aku akan selalu mengabdikan diriku pada suamiku. Aku akan tulus merawatmu"


Seketika air mata Tuan Adi luruh juga, dia yang begitu lemah duduk di kursi roda, langsung mencium tangan istrinya.


"Trima kasih sayang, aku bodoh telah menyia-nyiakanmu selama ini bahkan sempat menyakitimu" ujar Tuan Adi dengan deru nafas memburu, dia begitu tersentuh dengan perlakuan istrinya hingga tetes demi tetes air mata terus membasahi pipinya


"Kita sudah berjanji untuk melupakan masa lalu dan sekarang adalah masa depan kita berdua, asal mas sabar atas cobaan yang Allah beri, in syaa Allah kita akan kuat menjalani cobaanNya" imbuh Talita.


"Mas, jangan putus asa untuk sembuh. Aku akan selalu mendampingi mas dalam masa sekarang sampai maut memisahkan kita"


"Trima kasih sayang, terima kasih telah hadir di hidupku, kau adalah berlian yang terjebak dalam lumpur dan aku sangat beruntung bisa memilikimu. Kita akan sama-sama memberi kekuatan satu sama lain. Aku akan berusaha untuk sembuh dan kita bangun keluarga utuh yang sakinah mawaddah warahmah"


"Aamiin, ayo. Aku antar ya?"


Tuan Adi hanya menganggukkan kepalanya. Talita pun mendorong kursi roda menuju ke kamar mandi. Seketika Talita meneteskan air mata mengingat perjuangan dirinya ketika ibunya sakit dahulu.

__ADS_1


"Yaa Raab, aku harus kuaat seperti dahulu, jangan kau rapuhkan hatiku." batin Talita di dalam hati..


TBC...


__ADS_2