Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan
Bab. 30


__ADS_3

Tuan Fadly masuk ke dalam kamar Talita. Talita tak menyangka akan bertemu mantan majikan dia dan Ayahnya.


"Tuan, untuk apa tuan datang ke tempat seperti ini"


"Aku hanya ingin bertemu dengan adek Talita, hasil kebunnya telah saya panen. Aku sudah mencari kamu kemana-mana"


"Sewaktu pikiran saya pusing mencari adek Talita, aku singgah di tempat ini untuk menghilangkan penatku"


"Ketika aku sedang minum, aku mendengar seseorang membicarakan primadona club ini bernama Talita"


"Awal mula aku ragu jika itu kamu, anaknya pak kusuma. Tapi temanmu bernama Karin memperlihatkan fotomu kepadaku" ujar pak Fadly mantan majikan Talita dan Ayahnya


"Lalu, apa bapak juga tertarik dengan tubuhku?"


"Aku telah kotor pak, aku telah di jual ayah tiriku"


"Dan inilah aku yang sekarang"


"Tidak Nak, bapak hanya ingin memberikan hak bagianmu, dan mengenai ayah tirimu. Ayah tirimu telah mendapat ganjarannya"


"Ganjaran?" tanya balik Talita.


"Iya ganjaran, dia di temukan sudah tak bernyawa di sungai dengan hanya tinggal tulang belulang dan pakaiannya masih di kenal oleh masyarakat yang tinggal di tempatmu dulu"


"Innalillahi wainna ilahi roji'un, aku memang benci terhadapnya tapi aku juga prihatin"


"Nak, ini cek uang 50 juta, hasil dari penjualan tanah yang kau tempati dulu dan hasil panen yang kau tanam dulu, kamu bisa mencairkannya kapan saja"


"Tapi Tuan..."


"Jangan menolak, jika kamu sudah berhasil keluar dari tempat ini, cek ini bisa kau jadikan sebagai modal usahamu"


"Trima kasih tuan, trima kasih" ucap Talita dengan berderai air matanya.


Masih ada orang baik seperti Tuan Fadly.


"Aku sudah menyewamu semalaman, jadi jangan pernah buka pintu lagi. Aku pergi dulu"


"Jaga dirimu baik-baik,"


Talita memeluk Tuan Fadly, dan Tuan Fadly membelai rambutnya. Dia sudah menganggap Talita seperti keluarganya.


Tuan Fadly sebenarnya sudah mengajukan untuk membawa Talita keluar dari Club Cinta ini, tapi tak berhasil.


Madam Ira meminta uang mahar sebesar 3 M, Tuan Fadly tak sanggup jika harus mengeluarkan uang sebanyak itu.


Dia hanya menyewanya semalaman dengan harga yang cukup tinggi.


Madam Ira meminta uang sebesar 30 juta untuk menyewa Talita semalan.


"Tuan, salam untuk Nyonya dan Bi Nory dan jika Tuan bertemu dengan Ibu Mey dan Pak Sobri sampaikan salamku untuk mereka ya"


"Iya nak, ingatlah! Simpanlah cek itu dengan baik"

__ADS_1


"Iya Tuan, trima kasih"


Tuan Fadly bergegas keluar kamarnya Talita. Perasaannya telah lega, kewajibannya telah dia penuhi.


Talita bahagia, sekarang dia mempunyai uang pegangan jika dia telah keluar dari club cinta ini.


Talita berfikir mau menyimpan ceknya di mana, agar tak ketauan Madam Ira.


Talita pun mendapat ide, dia akan menyimpannya di loteng kamar mandinya.


Talita mengambil kursi dan memanjat di dinding kamar mandi. Tubuhnya yang kecil memudahkannya untuk mmbergelantungan di atas loteng.


Dia melihat bagaimana situasi di atas loteng kamar mandinya.


Talita berfikir, takutnya tikus akan memakan kertas kecil jika di simpan di atas loteng.


Talita mengurungkan niatnya.


Biarlah di simpan di tempat make upnya saja, agar lebih aman.


Setelah membuang bedak padat, Talita meletakkan secarik kertas itu di tempat itu.


Talita berharap Madam Ira tak akan menemukan cek yang di sembunyikannya.


Malam ini Talita tidur tenang tanpa ada gangguan dari siapapun.


Dia pun membaringkan tubuhnya sambil mengucapkan syukur karena hari ini dia bisa bertemu dengan Tuan Fadly yang begitu baik.


Keesokan harinya Talita sudah berdandan dengan cantik setelah selesai sholat shubuh. Bagi Talita walau tubuhnya kotor, tapi jika dia bisa sholat maka dia percaya dosanya sedikit-sedikit akan terhapus dengan dia sholat jika memang ada waktu untuk sholat.


Biasanya hanya bisa tidur jika telah selesai melayani tamu, semalam dia menggunakan waktunya dengan baik memohon ampun atas segala dosa-dosanya.


Talita berdo'a semoga ada jalan keluar agar dia bisa keluar dari lembah nista seperti saat ini.


Wajah Talita sangat cerah berseri, Madam Ira mendekatinya.


"Wow, sepertinya ada yang berubah setelah semalam dapat barang bagus"


"Ya... ya ... ya .. Madam bener sekali, pelanggan semalam memang luar biasa."


"Ntar malam ada lagi yang baru, pasti kamu tak akan menyesal"


"Oh, ya. Bolehlah Madam asal bayaranku di tambah dong"


"Tenang saja, tip kamu sudah saya sendirikan"


"Asek, madam terbaik deh"


Pinkan yang mendengarnya sangat jengkel, kenapa setiap ada pelanggan yang memberi bayaran lebih, pasti ujungnya ke Talita terus.


Pinkan mendekati Madam Ira, dan berdiri di sebelah Talita.


Dia hanya melirik Talita dengan sebelah matanya, setelah itu dia berbicara dengan Madam Ira.

__ADS_1


"Madam, biasanya aku dapat barang yang bagus. Kok sekarang Talita terus"


"Kamu itu sudah tua Pinkan, banyak pelanggan yang minta yang masih umur pucuk,"


"Umurku masih 30 tahun Madam, masa iya sudah tua"


"Aku sudah memperlihatkan fotomu kepada pelanggan, tapi mereka menolak dan meminta Talita yang melayani mereka"


"Terima saja siapa yang saya kasih, banyak bacotmu saja terus"


"Makanya kamu itu servis yang bagus, agar mereka puas dengan pelayananmu. Pasti mereka minta kamu terus"


"Aku sudah melayani mereka dengan baik Madam, apa mau mereka telah aku turuti" sarkas Pinkan.


"Tapi buktinya mereka setelah kamu layani mereka komplain, beceklah, nggak menggigitlah, ada saja kekecewaan mereka setelah kamu layani"


"Kamu itu harus menjaga bagian intimmu itu, jangan lupa sering gurah ******, kamu Paham!"


"Baiklah Madam,"


"Nah, begitu dong"


Pinkan meninggalkan mereka berdua dengan hati jengkel.


Bisa-bisanya Madam Ira membeberkan kekurangannya melayani tamunya.


Memang Pinkan malas merawat bagian intimnya, baginya di pakai terus kok, untuk apa di rawat lagi.


Padahal dalam dunia malam seperti mereka, hanya kepuasan pelanggan yang di utamakan. Memang layaknya seperti bisnis, siapa yang bagus bisa bertahan dengan baik.


"Baiklah Madam aku sarapan dulu, laper" ucap Talita dengan tersenyum.


"Ya, sarapan denganku saja. Ayo kita ke ruang makan,"


Mereka pun melangkah ke ruang makan dan mengambil sarapan mereka.


Dalam hati Talita, pekerjaan seperti mereka juga banyak persaingan ya. Siapa yang bagus pasti akan selalu di atas.


Memang dari mereka semua, hanya Talita yang berumur 16 tahun, dan yang lainnya ada yang berumur 20 tahun dan yang paling tertua pasti umurnya 35 tahun.


Talita tidak pernah berteman dengan mereka, karena mereka banyak yang iri terhadap Talita.


Tapi tidak seperti Pinkan yang sampai saat ini sangat membenci Talita.


Memang dulu Pinkan primadona di club cinta ini, tapi sejak ada Talita, semuanya berubah.


Dulu sering memesan Pinkan, sekarang beralih kepada Talita.


Sebenarnya Talita tak ingin bersaing, pekerjaan kotor seperti mereka saja untuk apa di banggakan itu pemikiran Talita.


Dulu Talita sudah memohon agar Talita menjadi clining servis saja, dari pada menjadi pemuas nafsu hidung belang. Permintaannya di tolak mentah-mentah Madam Ira.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2