Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan
Bab. 59


__ADS_3

Keesokan harinya mungkin efek ramuan belum terasa, tapi di rasakan Tuan Adi tubuhnya menjadi fit.


Bahkan biasanya Tuan Adi ketika bangun tidur pasti merasakan sakit di sekitar punggung, namun kali ini tak ada yang di rasakannya.


"Alhamdulillah, ternyata ada reaksi juga ramuan kemarin" batin Tuan Adi di dalam hati.


"Mas, maaf semalam aku ketiduran setelah di pijit"


"Nggak apa-apa sayang,ayo gih bersiap, kita sholat bareng dulu, setelah itu kita ke rumah sakit lagi"


"Iya mas"


Setelah sholat bareng, seperti biasa Talita memandikan Tuan Adi dan bersiap untuk ke rumah sakit.


Tok! tok! tok!


Talita membukakan pintu, ternyata Endi yang mengetuknya dan dia telah siap mengantarkan Tuan Adi ke Rumah Sakit.


Setelah itu mereka menuju ke Rumah Sakit.


****


Saat ini Talita dan Tuan Adi sedang mendengarkan apa kata Dokter, karena baru melakukan MRI akhirnya Dokter menyarankan untuk lakukan CT-Scan lagi.


" Ya Allah, ternyata perjuangannya masih panjang dan harus melakukam tes lagi" bathin Tuan Adi.


Setelah melakukan CT-scan ternyata hasilnya harus menunggu penjelasan dokter 3 hari lagi.


Seperti biasa, karena Talita sedang hamil maka yang menemani Tuan Adi hanyalah Endi.


Setelah selesai melakukan prosedur CT-Scan, Mereka berencana melihat pekerjaan yang di kerjakan Agung dan teman-temannya.


Agung sengaja mengajak temannya, dia ingin berbagi rezeki dengan sesama temannya.


Ternyata telah selesai kamar yang di bangunnya.


"Trima kasih Agung, ternyata pekerjaanmu cukup memuaskan, dan cepat selesai"


Tuan Adi pun membagikan upah mereka setelah Endi mengambil uang di ATM milik Tuan Adi.


Endi pun langsung menuju hotel, dia mengembalikan kunci hotel dan meminta nomor handphone Om Sardi agar bisa melakukan terapi ramuan untuk Tuan Adi.


***

__ADS_1


Seperti biasa Om Sardi akan datang di Ruko melakukan titik-titik akupuntur dan memberikan ramuan.


Sudah 3 hari ini Om Sardi akan datang di Ruko milik Talita.


Hari ini juga mereka berencana mendatangi kembali Rumah Sakit.


***


"Alhamdulillah Pak Adi, ternyata kita tak harus lakukan operasi, Pak Adi boleh lakukan fisioterapy saja.dan jika berencana fisioterapy di Surabaya pun tidak apa-apa" Dokter Danu menjelaskan kepada Tuan Adi.


"Alhamdulillah dokter, jika begitu kami ucapkan terima kasih"


"Baiklah, saya akan beri resep agar proses fisioterapynya lebih bereakai"


"Aamiin, trima kasih dokter. kami pergi dulu dan terima kasih sebelumnya"


"Iya sama-sama pak, semoga cepat sembuh"


"Aamiin"


Tuan Adi dan Talita bersyukur, tidak di lakukan operasi di bagian kaki Tuan Adi.


Setelah menebus obat dan mereka kembali lagi ke ruko Talita.


"Sayang, karena kau tak jadi operasi dan tinggal fisioterapy saja, bagaimana kalau kita balik ke Surabaya" tanya Tuan Adi.


"Tapi bagaimana dengan terapy pijit dan ramuan kamu yang"


"Aku akan menanyakan perihal kebaikan kaliq


Talita pun akhirnya tak keberatan mereka kembali, akhirnya Tuan Adi memutuskan besok mereka akan kembali ke Suraya agar bisa melaksanakan acara 4 bulanan kehamilan Talita.


"Endi, Agung, aku sudah memutuskan kembali ke Surabaya, karena aku tak jadi di operasi, dan Agung, lebih baik ajak keluargamu untuk tinggal di sini. terserah kamu mau ikut kami ke Surabaya atau kamu mau di sini saja. Kalau Endi tetap aku ajak ke Surabaya lagi" tanya Tuan Adi, mengingat Agung sudah berjasa kepadanya, untuk itu Ruko milik Talita di berikan kepada Agung.


Agung mempunyai keluarga sederhana, Dia sudah anak yatim.


Ayahnya meninggal karena sakit komplikasi karena terbentur biaya berobat sehingga mereka hanya berobat sederhana saja.


Hingga Setahun yang lalu, Ayahnya Agung meregang nyawa.


Selain anak yatim Agung juga harus menyekolahkan Adik-adiknya yang dua orang, setelah Ayahnya meninggal. Agung tulang punggung keluarganya.


"Aku di sini saja tuan, kasian ibuku tak ada yang membantunya. Apalagi Ibuku sering sakit-sakitan. Adik-adikku baru berumur 10 dan 5 tahun, jadi sangat berat meninggalkan keluargaku. Jika suatu saat Tuan butuh pertolongan, maka aku siap membantumu Tuan" jawab Agung dengan berat hati untuk berpisah dengan majikan yang sangat baik.

__ADS_1


"Baiklah, aku rasa keputusanmu itu tepat, persiapkan dirimu Endi.kita akan berangkat besok. Tiketnya sudah di pesan Setno,"


"Bai, Tuan" Endi pun bergegas ke kamarnya.


"Sayang, apa kamu tak keberatan jika ruko ini di berikan kepada Agung" Netra milik Tuan Adi menatap wajah cantik istrinya.


"Tidak mas, aku malah senang ada yang biaa merawat ruko ini yang banyak kenangan dengan Nenek Saroh"


"Alhamdulillah, ayo kita persiapankan barang-barang yang akan kita bawa besok" Ajak Tuan Adi demgan hati-hati, Tuan Adi takut jika Talita tidak bisa berangkat besok karena berubah pikiran.


"Iya mas, aku ke kamar dulu menyiapkan barang-barang yang akan kita bawa besok.kamu ngobrol saja dengan Endi dan Agung" saran Talita.


Tanpa menunggu jawaban Tuan Adi, Talita bersemangat menyiapkan segala sesuatu untuk mereka bawa besok. Hanya butuh setengah jam, akhirnya Talita telah selesai paking barang-barangnya.


Ketika di depan nakas, Talita melihat catatan cara membuat ramuan herbal untuk Tuan Adi. Talita dan Tuan Adi sudah mencatat dari Om Sardi, apa saja bahan-bahan untuk ramuan Tuan Adi.


"Aku buatkan minuman ini dulu untuknya."


Talita pun menuju dapur dan langsung membuat ramuan untuk Tuan Adi.


Hanya butuh 30 menit, setelah selesai dia pun menyiapkan cemilan dan teh untuk Endi dan Agung.


"Minumlah ini mas, Endi, Agung minum dulu"


"Terima kasih nyonya, nyonya tak usah repot-repot membuakan minum untuk kami. Kami malah tak enak hati dengan Tuan Adi" ucap Agung yang merasa tak pantas di perlakukan seperti tamu, seharusnya merekalah yang melayani majikannya, bukan majikan yang harus menyiapkannya.


"Aku sudah terbiasa seperti ini Agung, Endi, kalian sudah baik kepada kami. Jadi hanya teh ini sebagai ucapan kami" jelas Talita.


Akhirnya mereka pun bercerita dan bercengkrama di ruang tamu ruko.


"Tuan, apa boleh besok orang tua saya dan adik-adik saya langsung tinggal di sini?" Tanya Agung.


"Ruko ini milikmu, kapan saja kamu boleh mengajak siapa saja untuk datang tinggal di sini" jawab Talita dengan mantap.


"Trima kasih Nyonya, aku akan selalu menjaga pemberian Nyonya dan Tuan" imbuh Agung dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.


Agung bersyukur bisa mengenal majikan yang baik hati seperti Talita dan Tuan Adi.


"Berterima kasihlah kamu kepada Endi, jika Endi tak mengajakmu maka kamu tak akan mengenal kami sebagai majikanmu"


"Benar Tuan, terima kasih kamu sudah mengajakku"


"Sama-sama Agung"

__ADS_1


Akhirnya Azan maghrib berkumandang, mereka pun mengakhiri obrolan mereka dan melaksanakan sholat berjamaah.


TBC....


__ADS_2