Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan
Bab. 76


__ADS_3

Hari ini Tuan Adi dan Talita kembali ke rumahnya. Dokter Adam sudah mengizinkan Tuan Adi di rawat jalan saja, karena melihat kondisi Tuan Adi yang kian membaik.


"Alhamdulillah sayang, akhirnya aku bisa keluar dari rumah sakit ini"


"Iya mas, rasanya tidur di sofa, badanku sakit semua"


"Maafkan aku ya sayang, gara-gara aku kamu tersiksa seperti Ini" Tuan Adi membelai pucuk kepala Talita yang masih terbungkus hijab.


Talita hanya tersenyum dan mengangguk.


"Apa Setno sudah Datang?" tanya Tuan Adi.


"Sepertinya belum mas, mungkin sebentar lagi." jawab Talita sambil memasukkan baju Tuan Adi di tas.


Setelah Talita menyiapkan barang-barang yang akan di bawa pulang, akhirnya Setno datang bersama Eci.


Eci dan Setno membantu mengangkat barang yang akan di bawa, sedangkan Talita mendorong kursi roda Tuan Adi.


Sebenarnya Tuan Adi sudah dapat berjalan, namun karena Talita masih khawatir dengan kondisi Tuan Adi, sehingga Talita meminta Tuan Adi sementara memakai kursi roda walau dengan drama yang panjang.


Fashback On....


"Sayang, aku sudah bisa berjalan" rengek Tuan Adi.


"No, mas. Kondisi mas masih lemah, aku takut jika luka mas akan sobek karena memaksa berjalan"


"Tapi sayang,,,, "


"Pokoknya tak ada tapi-tapian, sekarang juga pakai kursi roda!!!" perintah Talita.


Mau tak mau Tuan Adi menaiki kursi roda walau sebetulnya di dalam hatinya tak ingin naik kursi roda lagi.


"Nah, gitu dong." Imbuh Talita dengan senyum merekahnya.


Fashblack Off....


Mereka pun naik ke mobil Setno. Eci duduk di sebelahnya Setno di bagian depan sedangkan Tuan Adi dan Talita duduk di bangku belakang.


Di tengah perjalanan, tanpa di duga kecupan kilat Tuan Adi mendarat di bibir Talita. sontak hal itu langsung membuat mata Talita terbuka lebar.


Apalagi di depannya ada Setno dan Eci. Setno memberi isyarat agar Eci menutup matanya, dan Setno tetep fokus membawa mobil sambil sesekali melirik Eci.


Ingin rasanya Talita menghentikan ciuman panasnya, namun Tuan Adi menekan tengkuk leher Talita, hingga membuat ciuman mereka lebih dalam lagi.

__ADS_1


Dada Talita bergemuruh penuh degub, begitu Tuan Adi mengulum lembut benda pink cerry nan kenyal dan tebal itu.


Seluruh tubuh Talita menegang, nafasnya tercegat saat tangan lembut Tuan Adi membelai daerah punggungnya.


Sebuah sensasi menegang menyeluruk seluruh hati dan tubuhnya ketika Tuan Adi terlihat Agresif. Ia ******* bibir Talita dengan membabi buta serta tangannya yang melilit di pinggang Talita. Talita hanya bisa pasrah, matanya memejam, nikmat. Mereka saling bertukar saliva, hingga oksigen mulai menipis.


Hhmmttpphh...


Hah.. Hah... Hah...


Tuan Adi melepaskan ciumannya, dia tersadar jika masih berada di dalam mobil.


Jika tidak, ingin rasanya dia memakan Talita saat ini.


"Maaf sayang, kebablasan" tawa Tuan Adi karena melihat Wajah Talita yang merah merona karena menahan malu.


"Mas ini, malu dong sama mereka, kasian kan mereka belum nikah"


"Setno, apa kau melihatnya" tanya Tuan Adi.


"Tidak Tuan, aku fokus menyetir" jawab Setno sambil menahan tawanya.


"Eci, kamu melihatnya" tanya lagi Tuan Adi.


"Tuh, denger. Mereka tak melihatnya tenang saja" cuek Tuan Adi.


Talita hanya terdiam malu, dia lalu menyembunyikan wajahnya di balik lengan Tuan Adi, dia bukan anak kecil lagi yang bisa di bohongi. Ia pasti tau jika Setno dan Eci pasti melihatnya namun tak bisa berbuat apa-apa.


'Ada apa dengan suamiku, setelah sadar dari koma kok tingkahnya aneh" batin Talita sambil meletakkan wajahnya di lengan Tuan Adi.


'Tuan Adi setelah koma, malah tambah bucin, dasar Tuan tak ada akhlak' batin Setno sambil melirik sang pacar begitu juga Eci melirik Setno sambil tersenyum kecut.


****


Tiga hari kemudian.


Hari ini akan di adakan acara empat bulanan Talita.


Talita mengundang Bu Mey, Pak Sobry dan keluarga Pak Fadly.


Flasback On.


Sebelum mengadakan acara empat bulanan, Talita dan Tuan Adi pergi mengunjungi makam kedua Orang Tuanya Talita, sekaligus mengundang orang-orang yang dulu pernah membantunya.

__ADS_1


Ketika di makam kedua Orang Tuanya, Talita memperkenalkan suaminya yang sangat mencintainya.


"Ayah, Ibu, maaf Talita, Talita baru datang mengunjungi kalian setelah dua tahun, maafkan Talita ya, bukan Talita melupakan kalian, namun Talita harus menjalani cobaan tanpa adanya kalian di sisiku"


Tuan Adi menguatkan Talita sambil memeluknya.


"Ayah, Ibu, Talita datang tidak sendiri, ada suami Talita dan calon baby Talita karena sekarang Talita sudah berkeluarga dan saat ini Talita akan mengadakan acara empat bulanan, do'akan Talita di lancarkan melahirkan nanti ya, ayah ibu" ujar Talita lagi.


Tuan Adi pun menimpali.


"Ayah, Ibu, Perkenalkan aku Adi Setyawan, saat ini aku adalah suami anaknya ibu yang sangat cantik dan aku sangat bangga bisa memilih seorang berlian seperti Talita. Aku memang tidak pernah bertemu dengan kalian, namun aku tau jika kalian orang tua yang sangat baik hingga mempunyai anak seperti Talita. Tenanglah di alam sana Ayah, Ibu. Aku berjanji akan selalu berusaha membahagiakan putri kalian, Aku juga berjanji akan selalu menjaga putri kalian walau taruhannya nyawaku. Kami saat ini sedang menunggu kelahiran calon buah hati kami, Do'akan kami agar selalu bahagia"


"Ayah, Ibu, Talita pamit dulu, Talita akan mengundang Keluarga Tuan Fadly, Bu Mey dan Pak Sobri dan yang lainnya di sini"


Setelah itu Tuan Adi yang memimpin do'anya.


Tuan Adi membaca istigfar.


"Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi"


Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."


Setelah itu Tuan Adi membaca Al-fatihah, dilanjutkan dengan 3 qul( Al-ikhlas, Al-falaq dan An-nas) dan di lanjutkan dengan Tahlil "Laailaha Ilaallah"


Setelah selesai membaca tahlil, maka yang terakhir adalah Tuan Adi membaca doa jenazah


“Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.”


"Aamiin Yaa Rabbal'alamiin" ucap Talita.


Setelah itu mereka menaburi bunga yang telah di beli mereka sebelum datang ke kuburan.


"Ayah, Ibu, Talita nanti akan datang kembali, semoga ayah dan ibu di lapangkan kuburannya ya dan terhindar dari siksa kubur" ujar Talita.


"Talita pergi dulu ya ayah, ibu " Talita melabuhkan kecupan di tiang nisan kuburan ayah dan ibunya.


Setelah itu, dia mengunjungi rumah Bu Mey dan Pak Sobry karena kuburan ayah dan ibunya lebih dekat, setelah itu mereka berlanjut mengunjungi rumah Pak Fadly.


Fashback Off...


TBC...


Jangan lupa tinggalkan jejak komentar, like dan vote ya, biar author semangat Upnya🙏

__ADS_1


__ADS_2