ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Maaf Aku Tidak Bisa


__ADS_3

Tiga minggu kemudian Adriana benar-benar disibukkan oleh pekerjaan, selama seminggu terakhir waktu dan tenaganya tercurah kepada relasi dari luar negeri. Yang dari jam kerja sampai untuk jalan-jalan bebas menjadi tanggung jawab Adriana selama di Indonesia.


"Thank you Adri" kata David di hari Senin pagi, ketika Adriana melaporkan semua kegiatannya di ruangan kantor bossnya itu


"Sama-sama pak"


"Apa kamu bertemu dengan seseorang? Raut mukamu sekarang lebih bersinar" ujar David sembari menurunkan kacamata minus berbingkai hitam merk tom ford


"Ini jam kantor loh pak" kilah Adriana


"Aku tidak peduli" kekeh David melihat muka Adriana sedikit cemberut "siapa dia?" Lanjutnya bertanya


"Gak ada" sanggah Adriana menatap lurus direkturnya


"Kamu tidak bisa membohongiku" cecar David


"Ya ya ya...." Adriana menyunggingkan senyumnya yang membuat David tertawa


"Lunch bareng?" Tanya David


"Aku sudah janjian ma anak-anakku" balas Adriana sambil mengecek handphonenya


Keanu mereply status instagramnya "happy working, bling-bling" yang membuatnya tersenyum


Adriana kemudian membalas dengan "you too"


Selama tiga minggu komunikasi mereka hanya sebatas pesan atau reply status, itu pun sesekali saja mungkin Keanu melihat story dan feed sosial medianya tentang pekerjaannya yang sangat padat.


"Ehemm.... Ini masih jam kantor Adri" protes David dengan tersenyum menyeringai


"Ya sudah aku kembali ke ruanganku pak" ujar Adriana sembari berdiri


...


"Aku sakit, gak ke kantor" balasan Keanu di baca Adriana sesaat di ruangannya.


Keanu sakit? Badan segar, sehat dan besar itu bisa sakit. Adriana seperti tidak mempercayai pesan pria itu.


"Sakit apa?"


"Cuma demam dan masuk angin"


"Minum obat?"


"Sudah, hanya butuh istirahat"


"Cepat sembuh"


"Thank you" balas Keanu mengakhiri percakapan mereka


...


Langkah Adriana menjadi ringan setelah mengganti heelsnya ke sneaker putih yang diambilnya dari bagasi mobil. Ia kemudian mengambil bungkusan plastik berisi soto jakarta yang di beli di rumah makan langganannya. Makanan berkuah paling cocok untuk orang demam, dan itu berlaku ketika ia juga terserang flu demam. Dengan senyum tipis Adriana melangkah masuk ke dalam lift dan menekan angka 8, lantai tempat Keanu tinggal.


Langkahnya terhenti sepintas melihat sosok wanita berpakaian kantor keluar dari pintu apartemen Keanu. Dengan menarik napas panjang, Adriana terus berjalan dan wanita itu acuh ketika mereka berpapasan.


"Another sexy ladies" gumam Adriana melewati pintu apartemen Keanu lalu berhenti di ujung hall dengan tangan yang gemetar


...


Tian tidak sia-sia dengan ijin cutinya kali ini, dengan bekal janji Adriana beberapa bulan lalu mengiyakan untuk makan siang bersama membuatnya menagih janji tersebut ketika ia menginjakkan kaki di Jakarta pagi tadi. Alih-alih makan siang malah makan malam yang lebih terkesan intim yang didapatkan seorang Tian Nugroho. Dan hal yang paling mengejutkan adalah pribadi Adriana yang lebih hangat dibanding sejarah pertemuan mereka selama ini.


"Mas nginap di mana?" Tanya Adriana melirik pria di sampingnya yang menggunakan t-shirt putih dengan celana chino berwarna biru.


Dia juga sekarang memanggilku mas bukan pak batin Tian


"Rumah om saya, bu eh mbak di Tebet" jawab Tian gelalapan dan lalu tertawa


Adriana menarik senyum simpul melihat respon Tian, pria ini menarik batinnya


"Sebenarnya saya mau di hotel, tapi mereka tidak mengijinkan, mama yang menyuruh untuk bertemu dengan om dan sekeluarga, saya seperti anak sekolahan yang lagi liburan di ibukota" kata Tian dengan meringis

__ADS_1


"Jangan bilang mas mau ke Ancol?"


Tian sejenak menatap lurus ke Adriana


"Besok... Kami sekeluarga akan ke Ancol" kata Tian dengan jujur


"Hahahaha..." Meledaklah tawa Adriana sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya "maafkan saya mas"


Tian benar-benar terpukau melihat Adriana yang tertawa lepas seperti ini


"Mbak Riana mau ikut? bareng? Mumpung besok weekend" kata Tian dengan senyum lebar


"Tidak oh tidak" kekeh Adriana sambil menggelengkan kepalanya "terakhir saya ke Ancol saat kuliah, kami bolos ke Jakarta dan ke Ancol bermain seharian"


"Pasti seru" gumam Tian "eh mbak Riana kenal dengan pria yang arah jam 2 depan balenc*aga sedari tadi melihat kita"


"Mana?" Sambil mengarahkan pandangan ke kanan, Keanu dengan kemeja hitam tergulung di tangan sedang bersedekap menatapnya, Adriana hanya membungkukkan badan seolah menyapa yang tak lama kemudian pria itu ditarik seorang gadis untuk kembali masuk ke dalam toko


"Hmmm another sexy ladies" batin Adriana


"Kenal..., tapi tidak akrab" kata Adriana sembari menatap Tian "nanti saya antar pulang yah mas, rumah saya juga di Tebet"


Tian tersenyum lebar mendengar kata Adriana barusan, mungkin pindah kerja ke Jakarta lebih cepat menaklukkan hati wanita ini.


Tian Nugroho



Sesampainya Adriana di rumah, dia membuka telepon genggamnya, ada pesan dari Keanu


"Permintaan kedua! Besok aku jemput jam 11 pagi, temani aku ke Bandung menghadiri pesta pernikahan. Menginap"


...


Adriana terpana melihat mobil Mercedes S-class berwarna hitam keluaran terbaru mendekat dengan pelan ke tempatnya berdiri, Keanu turun dan membukakan pintu untuknya lalu menaruh tas pakaian Adriana di bagasi mobil


"Sesuai titik, bu olahraga?" Kata Keanu tersenyum jahil melihat tampilan Adriana yang memakai sweater pasangan celana joger berwarna abu-abu dan sneaker hitam, rambutnya dikuncir ke atas


"Nice car" gumam Adriana dengan pelan mendudukkan bokongnya ke kursi penumpang


"Kamu juga tidak akan ke pesta dengan tampilan seperti itu kan?" Balas ledek Adriana melirik Keanu yang memakai t-shirt hitam dan celana jeans hitam, kulit putihnya memancar dengan pakaian berwarna gelap


Keanu tertawa lepas sembari menggelengkan kepala


"Aku hanya heran, ketika bertemu denganmu stylenya tomboy, tapi pas kemarin malah seksi dengan rok sependek itu. Tahu tidak kamu bisa membunuh pria dengan tampilan seperti itu" protes Keanu mengingat Adriana dengan rok pencil sejengkal di atas lutut, blus satin berwarna soft pink dan stiletto berwarna hitam


"This is the real me" ucap Adriana menyapukan tangannya dari atas ke bawah " badanku gampang dingin kalau perjalanan luar kota" lanjutnya bergumam


"Aku akan menghangatkanmu jika kamu kedinginan" kata Keanu dengan senyum menyeringai yang dibalas delikan tajam oleh Adriana


...


Keanu seolah tidak mempercayai penglihatannya setelah pintu kamar Adriana terbuka, gadis cantik yang sangat memukau dengan balutan gaun maxi berwarna light blue dengan rambut dibiarkan terurai, tint berwarna merah terpulas di bibir penuh Adriana membuat Keanu ingin mendaratkan bibirnya.


"Something wrong?" Tanya Adriana


"Stunning, kamu sangat cantik" puji Keanu dengan senyum lebar sembari memberikan ruang di lengannya


Adriana menatap lengan kokoh yang terbalut jas berwarna navy


"Kamu ingin kita bergandengan? Bukankah aturannya tidak ada kontak fisik?"


"Adri, tolong... Mana mungkin kita ke pernikahan berjalan tanpa saling bergandengan, kamu ingin kita dibilangin pasangan yang sedang bertengkar?" Protes balik Keanu dengan sorot mata dalam mengintimidasi Adriana


"Baiklah.... Tapi nanti saat di tempat pesta, ini kita masih di hotel" kilah Adriana


"Latihan, kita harus latihan menyamakan langkah" kata Keanu menarik tangan Adriana dan menggamitnya "ini tempat seharusnya kamu berada" lanjutnya tanpa mempedulikan tatapan Adriana dan mulai melangkahkan kaki menuju pintu lift


style Adriana


__ADS_1


...


Pesta pernikahan malam itu berkonsep garden party, mempelai pria adalah teman dekat Keanu, tampan dan istrinya pun sangat cantik. Adriana tadi sempat melirik ke perut mempelai wanita yang sepertinya sudah berisi dengan malaikat kecil. Pergeseran budaya memang terjadi di negara ini, hal umum terjadi di negara berkembang.


Sepanjang malam Keanu sama sekali tidak melepaskan gandengan tangannya, Adriana bisa mendengar semua pembicaraan pria itu dengan teman-temannya yang sebagian besar bertanya tentang siapa dirinya dan menatap lekat-lekat seolah ada yang salah dengan tampilan Adriana malam ini.


"Keanu, bisa gak aku kesana untuk duduk sebentar?" Tanya Adriana menunjuk kursi taman berapa meter depan mereka


"Kamu capek?" Tanya Keanu dengan sorot mata dalam


Adriana mengangguk pelan membalas tatapan Keanu


"Aku antar"


"Tidak usah, kamu dengan temanmu saja dulu... Tapi kalau sudah selesai, aku minta dibawain minuman yang berwarna merah itu" ucap Adriana melepaskan tangannya dari lengan Keanu lalu berjalan ke depan tanpa berbalik


Sembari bersedekap dan menggosokkan tangannya ke lengan telanjang Adriana yang mulai kedinginan hanya beberapa saat setelah ia duduk di kursi kayu taman itu. Dari sini pun ia bisa mendengar musik pengiring pesta mulai berganti genre dari slow musik ke party.


"Ini winenya" kata Keanu yang kedatangannya tanpa disadari oleh Adriana menyodorkan segelas minuman berwarna merah


"Kamu tidak dengan temanmu?"


Keanu membuka jasnya lalu memasangkan di tubuh Adriana


"Thank's" gumam Adriana sambil menarik jas menutupi bagian depannya


"Pasanganku di sini, aku harus bersamanya" timpal Keanu mendudukkan dirinya di samping Adriana


Mendengar kata Keanu, Adriana berdegup lebih kencang, degup jantung yang berusaha diredamnya sejak pertama kali bertemu pagi tadi. Ia lalu menenggak habis red wine dalam satu kali tegukan


"Haus?" Kekeh Keanu melihat Adriana


"Mungkin" balasnya menatap pria itu yang kemudian tangan kokoh itu mengusap sudut bibir membersihkan sisa wine


Keanu tak melepaskan tangannya, ibu jarinya membelai pipi Adriana yang sekarang bersemu merah, ia lalu mencondongkan kepalanya mendekat, tanpa jarak Keanu sudah merasakan hembusan napas wangi gadis itu namun Adriana kemudian tertunduk dengan tangan kiri menahan dada Keanu


"Maaf aku tidak bisa" gumam lirih Adriana yang kemudian berdiri


"Adri...." Kata Keanu agak sedikit kaget dengan penolakan wanita itu


"Kenapa?" Tanya Keanu, ia butuh penjelasan atas sikap yang baru pertama kali didapatkan dengan posisi seperti tadi


Sosok wanita-wanita yang digandeng Keanu bermunculan di pikiran Adriana sesaat pria itu hendak melabuhkan ciumannya, aku bukan mereka, batin Adriana


"Nothing" jawab Adriana datar


"Apa karena pria kemarin? Kalian sudah berpacaran?" Tanya Keanu dengan cemburu membabi buta


"Tian?" Tanya balik Adriana kaget sambil mengerjapkan kedua matanya tidak percaya "dia hanya teman kerja, maksudku... kami berada dalam satu perusahaan" tambahnya menjelaskan


"Tapi tatapannya kepadamu tidak seperti teman sekantor, dia terlihat sangat menyukaimu"


"Aku tidak bisa mengontrol perasaan dan pandangan orang terhadapku" balas Adriana dengan tenang


Keanu mendekat dan meraih tangan Adriana


"Adri, jujur... Apa kamu tidak menyukaiku?" Tanya Keanu menatap Adriana dengan sangat dalam


"Iya, aku tidak menyukaimu Bapak Keanu Pranaja Aswatama, aku tidak menyukaimu dan tidak perlu ada penjelasan atas ketidaksukaanku kepadamu" kata Adriana membalas tatapan Keanu sembari membuka genggaman tangan pria itu


"Ayo kita pulang" gumam Adriana kemudian berbalik meninggalkan Keanu dengan perasaan yang baru ia dirasakan sepanjang usianya.


Patah hati.


###


alo kesayangan ๐Ÿ˜


jangan ada yang bilang author lagi kesambet karena dua novel isinya kek gini semua โœŒ๐Ÿป


drama membuat kita lebih hidup

__ADS_1


love,


D ๐Ÿ˜˜


__ADS_2