
Adrien membuka mata dan mendapati kotak persegi di sampingnya, hanya benda itu, tak ada tubuh indah yang telah menemaninya tidur selama 7 minggu terakhir. Ya tubuh indah miliknya dari wanita belia bernama Isla Bohemia yang tak lain adalah istrinya.
Adrien tersenyum simpul setelah mendapati Isla sedang berendam di kolam air panas kamar hotel mereka. Setelah berada di Kuba selama 10 hari, kemudian Spanyol, kali ini Adrien membawa wanitanya ke Islandia. Negara yang
terkenal dengan fenomena auroranya, yakni cahaya menyala di langit malam yang indah.
Pria yang bertelanjang dada lalu menaikkan tubuhnya dan bersandar pada headboard tempat tidur, ia tertarik pada kotak berwarna hitam dengan pita berwarna biru. Perlahan Adrien membuka kotak tersebut “Happy Birthday ke 20 lebih banyak” tulisan Isla membuatnya tergelak tawa. Ia kembali menyingkap kertas terpotong-potong kecil, tangannya
mendadak gemetar ketikameraih benda berwarna putih dan panjang.
Dua garis merah ! Walau Adrien seorang pria, ia sangat tahu jika benda dipegangnya adalah alat test pack. Garis merah dua berarti istrinya positif hamil.
Adrien melompat dari tempat tidur, menggeser pintu dengan keras, mata birunya menjatuhkan cairan bening.
“Chérie !” pekik Adrien melompat ke kolam, wanita berbikini hitam berbalik dengan senyuman khasnya.
Pria berambut keemasan langsung memeluk erat tubuh istrinya, Adrien terharu bahagia sambil menciumi puncak kepala Isla.
“Selamat ulang tahun, kak. Selamat Kak Adrien akan jadi seorang ayah.” Ucap Isla tertawa riang sembari menepuk punggung terbuka milik suaminya. Pemilik tubuh kekar yang bertingkah seperti anak kecil.
Adrien pun lalu membopong tubuh istrinya keluar dari kolam, Isla mengalunkan tangan di leher suaminya.
“Sebaiknya kau tidak mandi air hangat dulu, Chérie.” Ucap Adrien protektif, pria tampan yang kemudian membuka bikini istrinya lalu memakaikan bathrobe berwarna putih sambil menelan saliva. Tentu ia tergoda, namun gairah harus Adrien redam.
Isla tersenyum geli dengan perubahan sikap Adrien, ia hanya mengikuti dirinya yang kemudian di tarik naik keatas tempat tidur.
“Apakah ini benar, Nyonya Adrien ?” tanya Adrien menatap alat test pack ketika keduanya telah terbaring di tempat tidur.
Isla yang sedang menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya mengangguk “Tentu saja itu benar, Kak Adrien. Kita bisa tes ulang jika belum yakin, namun Isla sudah terlambat 2 minggu dari jadwal bulananku.”
Pria yang hari itu genap menginjak usia 44 tahun mendekap tubuh Isla. Adrien terisak bahagia.
“Seumur hidup ini adalah ulang tahunku yang paling membahagiakan, Chérie. Dari puluhan pesta gila yang pernah aku gelar, pertambahan umur kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Ada kamu dan bakal anak kita.” Ucap Adrien serak, ia lalu mengecup perut rata istrinya.
Isla mengusap rambut keemasan Adrien, suaminya yang betah di bawah sana yang terus mengelus perutnya.
“Biar Isla tebak, ulang tahun ke 43 Kak Adrien pasti bekerja.” ucapnya mengalihkan kesedihan suaminya, walau Isla menikmati namun ia menjadi sendu melihat ekspresi Adrien
“Aku sedang di Dubai, tidak ada perayaan. Cuma bekerja dan para staff memberikan ucapan selamat dan kue ulang tahun. Tidak ada yang spesial, sayang. Sejak terfokus dengan pekerjaan, aku sudah tidak mengingat hari jadiku sendiri. Tapi sejak mengenalmu, aku jadi ingat ulang tahun wanita yang sedang hamil ini, 28 Maret.”
Isla tertawa kecil mengingat momen ulang tahunnya 9 bulan yang lalu “Isla tidak menyangka akan menikahi pria yang memberiku boneka teddy bear.”
Adrien menaikkan badannya dan menatap Isla “Omong-omong, boneka itu kemana? Jangan-jangan sudah kau buang, Chérie ? Butuh percaya diri tinggi loh membawa boneka sebesar itu dari toko dan apartemen.”
Isla mendengus ringan lalu tertawa manis “Mana Isla buang, awalnya diambil Iyo, berhubung Iyo sibuk dengan bandnya, sekarang boneka itu ada di kamar Kai.”
Manik biru Adrien membulat indah “Apa ?” ucapnya penuh keheranan
Isla tergelak tawa sambil menganggukkan kepala “Coba cek sosial media Kai, ada kok fotonya tidur peluk boneka itu, kak.”
“Harusnya Sky sebagai cewek, kok malah Kai.” Ucap Adrien sembari meraih ponselnya di atas meja nakas “Sudah jam 10 pagi, Chérie. Kita belum sarapan, anakku nanti lemas jika mamanya belum makan. Kita juga harus ke dokter,
__ADS_1
untuk lebih jelasnya.”
Adrien kemudian beringsut dari tempat tidur tak lupa ia menarik tangan istrinya “Kita mandi bersama tapi tenang saja calon papa ini tidak akan berbuat aneh-aneh. Janji.” ucapnya lalu tergelak tawa mengerling kekasih hatinya
Isla menuruti tuntunan suaminya masuk ke dalam kamar mandi, ia mendongak melihat raut wajah Adrien. Bahkan menginjak 44 tahun pun pria itu tidak menampakkan usia selayaknya orang kebanyakan, satu-satunya membuat Adrien terlihat lebih dewasa yaitu bulu maskulin di atas bibir dan dagu yang belum di cukur selama 3 hari.
…
“Kondisi istri anda sangat sehat, Mr. Adrien.” Ucap Dokter Jon sembari mengulas senyuman simpul. Adrien sangat bersyukur receipsionist hotel turut andil dalam memberikan saran dokter kandungan terbaik di kota itu. Jujur tadi ia sempat kebingungan ketika sarapan di restoran hotel, tentu saja dalam menentukan ahli kandungan untuk istrinya. Alih-alih Adrien mempercayai hasil pencarian di ponselnya, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya ke beberapa orang. Syukurnya wanita berambut pirang pucat,sang receipsionis hotel memberinya informasi tentang Dokter Jon.
Isla mengenggam jemari gemetar milik suaminya, pandangan pria yang sedang terpaku pada layar USG.
“Mr. Adrien bisa melihat bundaran itu ?” tanya Dokter Jon dengan berbinar
Adrien yang menggigit bibirnya menahan tangis pun menganggukkan kepala dengan kuat.
“Selamat Mr. Adrien, sepertinya kalian akan mendapatkan bayi kembar.”
“Tuhan !” pekik pria bermanik biru itu akhirnya menjatuhkan air mata, Adrien menggenggam erat jemari Isla sambil menciuminya.
“Triplet.” Singkat Dokter Jon
Bibir Adrien menukik ke bawah menatap wajah sang dokter “Apa ?” ucapnya tidak percaya hal yang di dengarnya, Adrien seolah bermimpi di siang bolong.
Dokter Jon menganggukkan kepala “Tiga bundaran, berarti kembar tiga. Masih terlalu dini mengiyakan, namun jika melihat kondisi kesehatan istri anda, saya bisa menjamin 8 bulan kemudian keluarga Mr. Adrien akan bertambah
banyak.”
“Dokter ! Terima kasih.” Seru Adrien mengalihkan genggaman tangannya kepada Dokter Jon, pria berambut coklat kemerahan tersebut tertawa kecil.
Isla memandang suaminya yang sedang mengusap air mata, hatinya penuh rasa sukacita bisa memberikan kado terindah di ulang tahun pria tampan itu.
“Kau malaikat kecil yang dikirim Tuhan untukku, Isla Bohemia.” Ucap Adrien berdiri dan memeluk istrinya.
“Kakak sudah terlalu banyak menangis, malu kak dilihat orang.” Gumam Isla mengingatkan suaminya jika tindakan pria itu mengundang tawa kecil Dokter Jon dan kedua asisten perawatnya.
“Kami sudah terbiasa melihat adegan seperti ini.” Ucap sang dokter mengulum senyuman
Adrien mengurai pelukan dan kembali mendudukkan tubuh di kursi, tentu saja Isla telah dipersilahkan terlebih dulu.
“Dokter tahu jika kami sedang berbulan madu di Islandia, kami tinggal di Lyon, France. Apakah aman jika istri saya melakukan penerbangan jarak jauh?.” Adrien mengakhiri ucapannya dengan helaan napas panjang.
Dokter Jon yang sedang menuliskan resep vitamin menaikkan kepala lalu menatap Adrien “Sebenarnya tidak masalah jika istri anda terbang, tapi saya sarankan ketika kandungan menginjak usia 14 -23 minggu sudah kuat untuk bepergian jarak jauh, terlebih dengan janin 3.”
Adrien menoleh menatap kekasih hatinya yang selalu cantik di setiap saat “Chérie, sepertinya kita akan tinggal lebih lama di negara ini. Apakah itu tidak masalah bagimu ?” tanyanya sembari mengusap punggung jemari mungil istrinya
Isla menyunggingkan senyuman manis, ia memadu manik hitam miliknya dengan manik biru indah Adrien “Kakak sudah tahu jawabannya, kenapa juga bertanya. Bagiku cuma satu syarat untuk membuatku betah di suatu tempat.”
Adrien menahan diri tidak mencium istrinya di ruang praktek Dokter Jon, ia memilih untuk tertawa dengan meremas jemari Isla. Kekasih hatinya yang telah memberi kado terbaik sepanjang usianya di muka bumi.
Triplet ! Sungguh Adrien tidak menyangka Tuhan masih memberinya kepercayaan seindah itu. Kembali mengingat masa ia mulai terjun di dunia **** aktif. Saat itu Adrien adalah pria remaja yang sangat hati-hati dalam berhubungan. Ia mengakui dirinya pria normal, diberikan kejayaan di usia yang terbilang sangat muda tentu saja lawan jenis dengan gampang jatuh di tempat tidurnya. Partner sex Adrien adalah wanita yang telah mempunyai pengalaman, ia tidak pernah mau menyentuh seorang yang suci. Itu sangat dihindarinya. Adrien tidak menginginkan dikejar sebuah tanggung jawab sebesar itu karena perbuatan tidak senonoh dari wanita yang ia tidak cintai.
Puluhan tahun Adrien hanya mengagumi satu wanita, kemudian dalam sekali perjumpaan dengan malaikat kecilnya, sosok Kila lenyap tak berbekas. Malaikat kecil yang sekarang bergelayut manja dalam gamitan tangan.
“Kak.”
__ADS_1
“Ya.”
Isla terkekeh menengadah dalam langkah kaki mereka yang seirama menuju pintu keluar klinik Dokter Jon.
“Sudah siap jadi ayah ?”
“Jangan membuatku menangis di sini, Cherie. Nanti di hotel jika ingin melanjutkan pembahasan ini.” Sahut Adrien dengan suaranya yang kembali serak.
…
Adrien menarik napas panjang kemudian menekan nomer kontak telepn yang hendak dihubunginya,
“Halo” suara berat nan bijaksana terdengar di telinga Adrien, pria yag sedang berdiri di depan jendela kemudian berdeham melancarkan salivanya
“Mama dimana pa? Jika di dekat papa, tolong loudspeakernya diaktifkan.”
Terdengar suara Keanu memanggil Adriana
“Ada apa, Rien ? Adriana menyapa
“Tunggu, baiknya kita video call saja” Adrien seketika melupakan teknologi canggih satu itu, ia mungkin terlalu bahagia hingga otak jeniusnya tidak berfungsi. Sejenak ia menoleh melihat istrinya yang sedang terkekeh di sofa berwarna coklat susu.
Adrien kemudian menyambungkan panggilan video, tak lama ia kemudian bisa melihat wajah kedua orang tuanya yang duduk di sofa ruang tengah kediaman mereka.
“Pa, ma… Isla hamil, sebentar lagi papa dan mama jadi grandpa grandma tua” canda Adrien tertawa dengan mata memburam
Pekikan Adriana yang spontan meremas lengan suaminya “Rien, kamu tidak mengerjai kami ,bukan ? ucap wanita cantik yang tak pernah lelah memberinya kasih sayang
Adrien menaikkan foto hasil USG ke layar ponselnya “Sejak kapan Rien mengerjai papa dan mama. Ya, aku akan jadi seorang papa tua” ucapnya mengembangkan senyuman lebar
Pria berambut keemasan melihat dengan jelas papa dan mamanya yang larut dalam suka cita “Tiga cucu sekaligus, jika semua berjalan lancar, Pa Ma” pamer Adrien menambah histeris bahagia kedua orang tuanya.
Isla membiarkan momen intim suami dan kedua orang tuanya, ia pun harus mengabari papa dan mamanya.
Gadis pemilik surai hitam melangkahkan kaki menuju tempat tidur, ia lebih memilih mengirimkan pesan dengan gambar USG kepada Hugo, papanya.
Pa, Isla akan jadi ibu dari bayi kembar. Hebat bukan ?
Semenit kemudian sebuah panggilan telepon masuk di ponsel Isla. Sambil tertawa kecil ia lalu menjawab panggilan suara Hugo.
Ibo ! ini mama, kami akan ke Islandia sekarang juga !
###
alo kesayangan 😄,
kalian belum bosan dengan kisah pasangan pengantin baru ini ??
hmmm ? 😌
tetap strong semua, jangan suka galau tak berkesudahan 😁
love,
__ADS_1
D😘