ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
First Love Never Dies


__ADS_3

Adriana sesekali melirik telepon genggamnya di sela-sela rapat yang telah berjalan selama 2 jam di ruang meeting PT Xander Mining. Ia sedang menunggu balasan pesan dari tunangannya, harusnya dengan perbedaan waktu Keanu saat ini telah bangun dari tidurnya. Tunangannya sudah 3 hari berada di luar negeri tepatnya di Perancis. Adriana lupa dalam rangka apa, yang jelas pekerjaanlah yang membuat Keanu ke sana.


Empat bulan berlalu sejak Keanu melamarnya, namun mereka belum ada pembicaraan lagi mengenai tepatnya kapan mereka akan menikah. Keduanya terlalu sibuk dengan pekerjaan yang begitu padat. Adriana yang hampir tiap bulan ke Sumatera dan Kalimantan, saat ia kembali giliran Keanu yang sangat sibuk dengan berbagai rapat yang membuatnya pulang hampir tiap malam dan banyaknya dinas ke luar kota dan sekarang keluar negeri.


Mata Adriana berbinar melihat layar telepon genggamnya menyala, notifikasi di layar menunjukkan pesan masuk dari tunangannya.


Sebuah foto dengan pemandangan kota yang sangat indah dan menawan



Lyon...Wish you were here My Love...


Adriana membalas pesan tunangannya


Take me.. dengan ikon sedih


Keanu : Rindu yah?


Adriana : Sangat


Keanu : Minggu depan aku akan memelukmu.. Tunggu


Adriana kembali meletakkan telepon genggamnya dengan senyum manis menghias wajahnya. Ia sangat merindukan semua hal tentang Keanu, tempat tidurnya mendingin tanpa pelukan hangat dari tunangannya itu.


"Ada tambahan lagi?" Tanya David Sumargono


"Tidak ada pak.." balas kompak para peserta rapat yang seperti biasa berisi para manager perusahaan tambang terbesar di Indonesia, PT Xander Mining


"Baiklah sekian untuk hari ini" ujar David meluruskan punggungnya ke belakang, mendengar perkataan David semua orang merapikan barang-barangnya dan meninggalkan ruang rapat dengan suara yang riuh ramai melepaskan ketegangan rapat yang tadinya bos mereka tak lain David sedikit emosi karena kesalahan dari tim finance.


"Adri, makan siang dengan aku!" kata David beranjak berdiri dari kursi direksinya, harga kursi itu puluhan juta terbuat dari kulit terbaik yang kadang beberapa karyawan suka mencoba mendudukinya saat ruangan itu tidak di pakai


"Baik pak...." sahut Adriana


"Sekarang yah.. kantin kantor saja. Karena jam 1 aku ada meeting di luar"


Adriana melirik jam tangannya kurang 30 menit menuju pukul 12 siang, ia juga nanti akan rapat kecil dengan teamnya membahas tentang beberapa event yang akan mereka sponsori.


"Kapan aku terima undangan pernikahan kalian?" Tanya David saat mereka bersisian mengambil makanan. Kantin kantor masih sangat lengang hanya mereka berdua dan para pelayan yang sebentar lagi akan di penuhi para karyawan makan siang


"Belum... Kami belum membicarakannya" jawab Adriana mengambil sapi lada hitam sebagai makanan utama menu makan siangnya


"Aku ingin bilang jangan kelamaan tapi aku tidak mau juga kamu menikah cepat. Aku takut jika setelah menikah kamu akan resign, meninggalkan aku di tempat ini tanpa teman curhat sekaligus adik"


"Aku akan tetap bekerja di sini pak, selama dibutuhkan" ujar Adriana sedikit ragu, sejak Keanu melamarnya ia sudah memikirkan untuk resign dan fokus menjadi milik Keanu. Sesuatu paling di hindarinya dulu, namun sekarang dia menginginkan sebuah rumah tangga yang hangat bersama pria yang mengisi hatinya


"Aku berharapnya seperti itu Adri" sahut David terdengar sendu


...


Adriana memerhatikan Maureen dan Rafa saling berbisik saat dirinya meminta keputusan tentang sponsorship pada event di sebuah kampus ternama. Sebenarnya ia sudah punya jawaban sendiri tapi Adriana ingin melihat keputusan teamnya, dia ingin Maureen dan Rafa mengeluarkan pendapat sendiri.


"Menurut kami bagusnya jika kita menjadi sponsor utama mengingat kampus itu tempat kuliah Pak David dan beberapa pegawai di sini. Walau biaya yang akan kita keluarkan cukup tinggi namun event tersebut juga terbilang bonafit dan band yang menghibur adalah Kahitna. Band lama sebenarnya tapi mempunyai penggemar dari usia muda hingga tua" jelas Rafa kepada Adriana


"Hmmmmm...." Gumam Adriana, ternyata mereka sepemikiran "aku setuju, untuk fasilitas promosi yang kita dapat susah OK, namun untuk tiket nonton VVIPnya kalian perlu nego kembali. Aku lihat di sini masih kurang untuk para petinggi kantor kita, apalagi mereka pastinya akan membawa pasangan masing-masing" lanjutnya sembari menunjuk kertas putih di depan mereka


"Yessss !" Pekik girang Maureen dan Rafael disertai genggaman tangan keduanya


"Yang dua ini pending dulu, aku akan memilih salah satunya saja. Dan itu pun mungkin kita akan ambil sponsor paling bawah"

__ADS_1


"Baik bu" jawab kompak dari Maureen dan Rafael dengan wajah berseri-seri


"Dan besok kita meeting dengan panitia acara kampus itu. Jika mereka ingin Pak David tampil ke atas panggung memberikan sambutan pastinya bisa karena saya yang akan langsung meminta kepada boss kita" kata Adriana sedikit jumawa dengan kedekatannya dengan David Sumargono. Pria yang menganggapnya adik itu takkan menolak apapun yang dimintanya


"Baik bu..."


Adriana kembali meraih ponselnya setelah melihat layarnya menyala dan pesan dari Keanu, lagi tunangannya mengirimkan foto landscape yang indah. Ia memerhatikan tiap gambar dengan seksama, hatinya seolah tertanam kepada kota yang belum pernah didatanginya. Adriana jatuh cinta pada Kota Lyon yang seperti memanggilnya untuk datang




...


"Bu Riana, ada yang menunggu di lobby. Seorang pria tampan yang tidak ingin memberi tahu namanya" kata Nita di telepon sesaat Adriana membalas sapaan gadis itu


"Baik, sebentar lagi saya ke sana" jawab Adriana menutup telepon dan langsung membereskan mejanya. Sudah lewat dua menit dari jam 5 sore, jam pulang kantor.


Langkah wanita cantik itu terhenti sebelum mencapai pertengahan lobby kantor, matanya telah mengerahkan pandangan sebelum itu. Matanya langsung menangkap dengan jelas tubuh pria yang sedang duduk menatap layar ponselnya. Ia sangat mengenal pria itu, candaan, tawa, pelukan bahkan ciuman pertama malu-malu mereka, Adriana masih ingat dengan sempurna. Kehadiran pria itu membuat tubuhnya bergetar hebat. Andre Mahardika, pria yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kali dan yang membuatnya patah hati dengan pernikahan pria tersebut.


Andre langsung berdiri dan menghampiri Adriana dengan senyuman khasnya.


Andre Mahardika πŸ‘‡πŸ»



Dewasa, semakin tampan, tapi masih dengan pesona urakan sekaligus seksi. Tipikal anak teknik, pikiran itu yang muncul di benak Adriana melihat langkah tegap dan begitu manly dari seorang Andre Mahardika.


"Heii.. apa kabar?" Seru Andre ramah menjulurkan tangannya untuk menyalaminya, Adriana pernah mendengar bahwa pembawaan seseorang bisa merubah suasana suatu ruangan atau seseorang dari kesan pertama. Sama halnya sekarang hatinya spontan menghangat dengan sapaan ramah dari Andre


"Baik.. kamu sendiri terlihat sangat bugar" jawab Adriana datar menahan diri untuk tidak menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan mantan kekasihnya itu


Adriana membalas respon Andre dengan tersenyum tipis


"Maaf jika aku datang dengan tiba-tiba ke kantormu, aku tidak tahu nomer ponselmu dan aku dapat informasi kalau kamu kerja di sini dari teman kampus"


"Ohh Ok. Tidak apa-apa. Lagian ini sudah jam pulang kantor" ucap Adriana


"Kalau begitu bagaimana jika kita makan malam bersama, sebagai teman__ sesama alumni jurusan. Jawab Ya, karena aku menunggu lama untuk bertemu denganmu Adri"


Adriana ingin menolak tapi entah mengapa kepalanya mengangguk menyetujui permintaan mantan pacarnya yang terlalu bersemangat setiap mengeluarkan suara dari bibir penuhnya itu.


"Kamu bawa kendaraan?" Tanya Adriana


"Oh tidak, aku menggunakan grab car dari hotel tempatku menginap untuk sampai ke sini. Adri, kamu tidak tahu jika aku tidak tinggal di Indonesia?"


"Tidak..." Ucap jujur Adriana. Ia tidak berteman dengan Andre di sosial media, saat reuni kampus tidak ada yang membicarakan tentang Andre sekalipun, teman-teman alumni lebih suka menggoda Adriana dengan menjodoh-jodohkannya siapa pun di pertemuan itu yang belum menikah. Hanya sebagai lelucuan karena faktanya tidak ada yang berani menghubungi Adriana, walaupun mereka tahu jika ia sangat single


"Dubai... Aku tinggal di sana, hanya dua tahun aku Papua kemudian menerima panggilan kerja di Timur Tengah"


"..."


...


"Kamu sangat cantik Adri dan feminim" ucap Andre setelah mereka duduk dengan nyaman di sebuah restoran makanan khas Indonesia, pilihan Andre karena dia rindu dengan cita rasa makanan agak sulit ditemuinya selama di luar negeri


"Aku hanya feminim saat di kantor, selebihnya masih seperti dahulu saat kita berkuliah" kata Adriana sembari mengaduk jus avocadonya


"Dan kamu sudah bertunangan__" imbuh Andre memperhatikan hal paling berkilau di tangan Adriana

__ADS_1


"Yah, 4 bulan yang lalu"


"Betulkah?"


Adriana mengangguk dengan melayangkan senyuman simpul ke arah Andre. Ia tidak tersenyum sepenuhnya kepada pria di depannya, melainkan Adriana mengingat moment Keanu melamarnya. Sangat indah dan selalu berhasil membuat jantungnya berpacu lebih cepat.


"Aku sendiri telah bercerai" ujar Andre dengan suara yang pelan


Gadis bermata hazel di depannya hanya bisa membulat dengan sempurna, kaget tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"1 tahun 3 bulan yang lalu. Mantan istriku jatuh cinta kepada pria yang berusia 5 tahun di bawah umur kami"


"Aku sedih mendengarnya" sahut Adriana penuh penyesalan, padahal bukan kesalahan dirinya. Entah kenapa dia tidak suka dengan yang namanya perceraian yang melibatkan anak yang masih kecil


"Gak papa, waktu menyembuhkan bukan? Yang aku pikirkan cuma anak-anakku. Mereka ikut mamanya ke Malaysia, negara suami barunya. Dan sejak kami berpisah dia menutup semua akses untuk sekadar untuk menyapa lewat telepon. Ryan dan Riana nama anak-anakku"


"Oh Tuhan" pekik Adriana tertahan, bahkan nama anak Andre diambil dari namanya "kembar?"


"Tidak... Ryan sudah masuk sekolah dasar dan Riana baru berusia 4 tahun. Kamu mau melihat fotonya?"


Adriana kembali mengangguk penasaran


"Dia mirip ayahnya, mata dan hidungnya" sahut Adriana tersenyum merekah begitu melihat foto-foto di ponsel Andre. Sungguh kasihan jika anak-anak tersebut kehilangan kontak dengan ayah kandungnya, karena sebuah perceraian yang menjadi korban adalah buah hati atas keegoisan kedua orang tua.


"Selebihnya dari mama mereka" ujar Andre meletakkan kembali telepon genggamnya setelah Adriana menarik diri kembali duduk tegak setelah mencondongkan tubuhnya ke depan hingga aroma parfum maskulin pria itu mengisi indera penciumannya


Adriana bisa membaca kesedihan yang mendalam dari Andre, dia begitu merindukan anak-anaknya. Terlihat raut wajah Andre yang berubah menjadi sendu dan mata meredup dengan senyum tipis yang dipaksakannya.


"Heii Adri__ walau aku tahu kamu sudah bertunangan, apakah boleh aku kembali berusaha untuk mendapatkanmu?" Ucap Andre tiba-tiba


"Huh?"


"Kamu belum menikah, jadi aku masih peluang besar Adri. Bahkan jika kamu menikah pun, aku akan menunggumu"


"...."


"Jujur__ perasaanku tidak pernah berubah kepadamu" kata Andre terus membombardir perasaan wanita yang sekarang duduk dengan wajah gelalapan


Adriana tidak tahu saat itu juga Keanu sedang meneleponnya, layar ponselnya menyala di dalam tas. Mereka sudah berjanji untuk melakukan panggilan video sejak tadi siang. Ia lupa, atau mungkin terpesona oleh kehadiran mantan terindahnya.


###


yang kangen ma abang Keanu 😊



alo kesayangan 😁,


maaf gak update-update


keasyikan ma Hugo sih


duhhh sorry yahhhhhhh..


gak hiatus tapi hmmmm...


tapi lagi buntu πŸ€­πŸ˜‚


love,

__ADS_1


D 😘


__ADS_2