
Mungkin Adrien berada di ruangan meeting dengan para petinggi perusahaan yang bekerja sama dengan Bleuette Corporation tapi pikirannya sedang terbang kepada gadis belianya yang sudah seminggu tak ditemui karena dia harus terbang ke Asia. Dalam sebulan pekerjaan Adrien hanyalah mengunjungi rutin tiap-tiap cabang perusahaan Bleuette Corporation. Misalnya seperti saat ini , setelah 3 hari berada di Singapura berikutnya Adrien harus terbang ke Jepang. Di Tokyo dia dijadwalkan untuk bertemu para petinggi perusahaan terkait kontrak kerjasama yang akan diperbaharui.
Adrien kembali menfokuskan perhatiannya kepada penuturan salah satu pimpinan perusahaan, yang Adrien sangat hapal jika Mr. Tanaka lulusan dari Australia hingga Bahasa Inggrisnya sangat bagus tentu saja diikuti dengan logat khas Aussie.
Sejam berikutnya pria bersuit biru itu menghempaskan bokongnya pada kursi kulit berwarna hitam di dalam ruangan kantornya. Sebelumnya Adrien telah menitipkan pesan pada sekretaris untuk tidak menganggunya hingga jam kantor berakhir. Sebenarnya bisa saja dia langsung pulang kembali ke hotel tempatnya menginap, namun entah kenapa hari ini Adrien memilih untuk berdiam diri di dalam ruangannya.
Mata Adrien terpaku pada ponsel pintarnya, batinnya bertanya akan pesan yang dikirimkan kepada Isla tidak terbalas sejak kemarin. Hal itu pula yang membuyarkan konsentrasinya sejak pagi.
Adrien tidak bisa menahan tangannya untuk tidak mengirimkan pesan kepada gadis yang menyesaki dada sekaligus membuatnya berdebar kencang.
Kuliah ?
Sembari menunggu balasan Adrien membuka foto profil Isla yang hampir setiap saat dilihatnya. Walau bukan foto terbaru melainkan foto ketika Isla kecil dan itu pun bersama dengan Hugo, tapi setidaknya mengobati sedikit kerinduannya terhadap gadis belia itu.
Pedofil ? Tidak lazim ? Kadang pertanyaan itu muncul di pikirannya. Kadang logikanya bertanya "Bagaimana bisa dirinya menyukai dan tergila-gila pada gadis yang berusia jauh di bawah umur, terlebih Isla adalah anak dari Aurora."
Bahkan Isla yang baru lahir dengan kulit memerah Adrien telah menggendongnya, dan 18 tahun kemudian dia mendapati dirinya jatuh cinta kepada gadis itu.
Apakah ini dosa ? Namun sepengetahuan Adrien tidak ada hukum yang bisa menjeratnya. Keanu dan Adriana pun menyetujui dengan keputusannya mendekati Isla, dengan restu tersebut membuat Adrien sangat yakin jika tidak ada yang salah akan perasaannya.
Hai kak, maaf Isla baru jawab. Tidak kuliah, karena Isla semalam baru tiba di Bali. Oh yah, lupa kasih kabar jika Isla mendadak harus ke Indonesia. Donasi kakak yang membuat Isla harus ke Bali, kami akan mulai mengerjakan proyek pengembangan pada Bohemian House. Uang yang kakak kasih sangat membantu kami, terlebih pada adik-adik Isla. Thank you Kak Adrien.
Sangat formal, celetuk Adrien dalam hati. Gadis berusia hampir 19 tahun, namun dia seperti membaca pesan dari relasi kerjanya.
Adrien : Bisakah aku meneleponmu? Sekarang?
Isla : Tentu saja kak
Tanpa babibu Adrien langsung menekan tombol menghubungi Isla.
Halo kak
Seruan riang terdengar di telinga Adrien yang serta merta membuatnya tersenyum lebar
"Isla, gimana kabarmu?"
Adrien memilih kata tanya umum itu, padahal dia sungguh ingin mengatakan "aku merindukanmu"
"Sangat baik, kakak apa kabar? Masih di Tokyo?"
"Kamu sangat formal bicara denganku, lagi kesambet yah? Aku baik, dan ya masih di Tokyo"
Isla tertawa kecil mendengar perkataannya.
"Karena masih jam kantor kak, pasti sekarang kakak mengenakan pakaian kerja. Jadi yah, Isla hanya menyesuaikan saja." Ucap Isla renyah, suara gadis itu membuat Adrien mengembuskan napas panjang. Dia rindu !
"Isla, kalau aku ke Bali... Kamu mau kan bertemu denganku ?"
"Yakin ? Kakak mau ke Bali? Kapan ? Pasti, Isla temuin kakak"
Pertanyaan beruntun membuat pria tampan itu terkekeh ringan. Oh sial ! Adrien ingat jika besok pagi penandatanganan kontrak kerjasama.
"Aku pegang yah kata-katamu Isla. Nanti aku telepon lagi, ada yang harus kakak kerjakan."
"Iya iya kak, baik. Sampai nanti Kak Adrien"
Setelah percakapan mereka berakhir, Adrien berjalan keluar dari ruangannya. Para sekretaris berjas navy pun langsung berdiri menyambut sang CEO tampan mereka.
"Saya minta kalian menghubungi para pemimpin perusahaan tadi yang meeting denganku untuk membawa kontrak kerjasamanya 2 jam... " Adrien melirik jam di tangannya yang menunjukkan pukul 4 sore "oh tidak.. aku tunggu mereka jam 7 malam. Katakan jika meeting yang harusnya besok dimajukan karena saya akan terbang ke Indonesia malam ini juga"
"Dan oh yah Miss Nari, tolong bookingkan saya hotel di Bali Indonesia." Sambungnya kepada wanita berusia 28 tahun yang lebih lama bekerja di Bleuette dibandingkan 2 sekretaris lainnya.
Adrien berbalik dan Mr. Hoshimi telah berdiri tak jauh darinya. Pimpinan cabang Bleuette Corporation itu terlihat serius, yang pastinya mendengarkan perintah dadakan Adrien.
"Sesuatu terjadi Mr. Adrien ?" Tanya Hoshimi sedikit tegang, CEOnya tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya
"Ya.. sangat penting. Tolong diatur meetingnya Mr. Hoshimi. Saya akan menunggu di ruangan, mungkin sekalian bisa memesankan bento untuk makan malam." Ucap Adrien ramah
Pria yang berusia 3 tahun di bawah Adrien pun membungkukkan badan khas orang Jepang disertai ucapan "haik" sebagai tanda penghormatan dan siap melaksanakan perintahnya.
"Hei Isla, sampai ketemu besok"
...
Mata indah itu mengerjap indah memandang lekat kepada Adrien, Isla sangat cantik dalam gaun hitam memamerkan pundaknya dan leher yang jenjang, seksi. Suasana semakin romantis oleh alunan orkestra memainkan musik klasik lagu dari Akira Kosemura yang berjudul "I Love You"
"Berdansalah denganku" ucap Adrien menarik pinggang Isla mendekat pada tubuhnya. Gadis belia itu hanya mengembangkan senyuman indah kemudian menerima tangannya di tangkup oleh Adrien.
"Kamu sangat cantik Isla." Adrien memuji, kembali kejap mata indah didapatnya sebagai balasan. Perlahan raut wajah Isla berubah, dari rambut yang hitam menjadi memutih, mata hitam lebar bulu mata lentik berubah menjadi coklat dan sipit tajam.
"Hugo !" Pekik Adrien mendorong tubuh yang di peluknya, hal itu pula yang menyentak raganya kasar. Adrien terbangun dengan perasaan yang jauh dari kata nyaman, malah ngos-ngosan seolah dikejar sesuatu.
Syukur hanya mimpi !
__ADS_1
Musik klasik seperti dalam mimpinya masih mengalun, dia pun melirik ponsel di atas meja nakas.
Isla memanggil
Adrien ingat saat menyimpan nomer ponsel gadis belia itu dia mengatur kontaknya akan berdering jika melakukan panggilan, bahkan Keanu dan Adriana pun dibiarkan dalam mode diam.
"Halo..." suara Adrien terdengar serak, dia pun berdeham sembari mengumpulkan nyawanya
"Halo kak, pasti baru bangun !" Suara Isla terdengar riang.
"Iya, maaf... Kamu di mana?"
"Wajar Isla telepon dari tadi baru diangkat sekarang. Saya di lobby kak !"
Mata Adrien sepenuhnya terbuka total mendengar perkataan Isla,
"Hei.. naik saja. Katakan ke bagian receipsionis kalau tamu Mr. Adrien Dierja Pranaja"
"Bolehkah?"
"Iya ! Aku tunggu" seru Adrien dengan senang.
Semalam setelah menyelesaikan penandatanganan kontrak kerjasama, Adrien meninggalkan Tokyo sekitar jam 9 malam dan tiba di Ngurah Rai jam 4 subuh, sesampainya di hotel dia pun langsung beristirahat. Sebelumnya telah mengatakan pada Isla untuk datang ke hotel untuk menemuinya.
"Kakak ternyata di suite tidurnya !" Seru Isla berdecak kagum saat dibukakan pintu kamar, gadis belia berpenampilan santai kaos putih dan jeans denim beserta sneaker tak lupa backpack leather hitam.
"Ini sekretaris yang pesanin." Sahut Adrien melap sisa air yang menetes di wajah dari rambutnya, dia hanya sempat mencuci muka dan bersikat gigi.
Isla berhenti menatap Adrien lalu gadis itu memajukan bibirnya
"Pantes ! Kakak tahu kan rumah di mana, kenapa nginapnya di Ubud, Isla harus menempuh 40 kilometer untuk sampai ke sini. Hotelnya memang bagus, tapi jauhhhhh kak. Stay di Kuta kek gitu." Sungut Isla mengeluarkan uneg-unegnya. Dia lupa jika sedang berbicara dengan Adrien yang lebih dewasa darinya.
Adrien tergelak tawa mendekat ke arah Isla, pria yang mengenakan t-shirt tidur dan celana kerja yang dipakainya kemarin , tadi dia terburu-buru mengganti boxernya demi menjaga kesopanan.
Pria terkaya kelima dunia itu pun memeluk si gadis belia
"Maaf, nanti ganti hotel saja. Kamu yang pilih yah.... Sudah makan ?" Tanya Adrien menundukkan kepalanya memandang Isla yang menggelengkan kepala
"Di rumah tadi sarapan kue dan jus, makan siang belum ini baru mau jam 12 kan kak."
Adrien menarik senyumnya keatas lalu mengecup puncak kepala Isla lembut, menyalurkan rindu yang membuncah di dada.
Mungkinkah gadis belia itu mempunyai perasaan yang sama dengannya?
...
"Kakak mau kemana?" Tanya Isla heran melihat tampilan Adrien yang mengenakan kemeja putih, celana bahan lengkap dengan sepatu leathernya.
"Pergi denganmu ." Sahut Adrien yang keluar dari kamar tidur
Isla tersenyum geli melihat tampilan Adrien yang sangat formal.
"Kak, ini Bali. Bisa ganti yang lebih santai pakaiannya?" Gadis belia itu sekarang terbahak tawa
"Tidak punya,di koper isinya semacam ini semua kecuali baju tidur." Ungkap Adrien jujur, dia tidak pernah menyangka jika perjalanan bisnisnya akan berakhir ke Indonesia
Isla pun menggelengkan kepalanya tetap dengan senyuman geli di bibir
"Ya sudah.. mau gimana lagi. Nanti Isla temani belanja kalau begitu. Kakak mau berapa lama di sini ?"
"Kamu berapa di sini ?" Tanya balik pria berbadan kekar dengan wangi cendana menguar indera
"4 hari,.. setelah semua urusan proyek Bohemian House beres kak" sahut Isla pasrah menerima perlakuan Adrien yang merangkul bahunya sembari melangkahkan kaki mereka keluar dari kamar hotel
"Berarti aku 3 hari juga di sini, pulangnya kita bareng ke Berlin."
"Memangnya kakak tidak kerja?"
"Memangnya kamu tidak kuliah ?" Balas Adrien tak mau kalah, Isla terbahak tawa dengan ucapan pria yang mempunyai iris biru berkabut putih.
"Sedang libur kak, tengah semester. Kakak pasti sudah lupa jadwal perkuliahan."
"Kamu mengejek aku yah? Dosa tahu sama orang lebih dewasa." Adrien mencubit pipi Isla sesaat mereka telah berada di depan hotel
"Lebih tua maksud kakak ? Hahaha... "Derai tawa Isla melepaskan diri dari Adrien lalu berlari ke arah parkiran, hanya berapa meter kemudian tangan mungilnya telah di tangkap oleh sang CEO tampan
"Mau kemana ?" Tanya Adrien heran karena Isla ke parkiran motor, bukan ke bagian mobil-mobil terparkir
Isla menarik tangan Adrien ke arah sebuah motor matic yang terparkir berwarna hitam pabrikan Jepang.
"Pakai kak." Isla tertawa geli mengangsurkan helm kepada pria yang mematung tak percaya jika selama 43 tahun umurnya ini kali pertama dia harus menaiki kendaraan roda dua
__ADS_1
"Kakak akan belikan kamu mobil !" Seru Adrien menerima helm dan langsung memakainya
"Bukan tidak punya mobil kak, cuma di sini sangat macet. Lebih cepat jika pakai motor. Kakak yang bonceng atau saya ?"
Adrien menurunkan kepalanya mensejajarkan pandangan dengan gadis belianya.
"Naik motor saja ini pertama kali. Menurutmu aku bisa bawa motor ? Punya SIM motor ? Jangan bercanda donk Isla " gerutu Adrien membenturkan helmnya dengan helm Isla. Gadis cantik itu kembali tertawa keras walau badannya agak tersentak ke belakang namun Adrien dengan sigap menahannya.
"Pegangan kalau begitu kak, karena Isla akan balap-balap."
Tanpa kamu suruh pun aku akan memelukmu Gadisku.
Adrien melingkarkan kedua tangannya di pinggang Isla, dan gadis itu pun mulai menjalankan kendaraannya membelah jalanan padat Pulau Dewata.
...
Setelah makan siang bersama, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke Bohemian House yang mana telah Isla jadwalkan sebelumnya. Semua atas permintaan Adrien juga, karena dia ingin melihat tempat yang membuatnya sadar untuk lebih berempati kepada orang-orang. Sebelumnya Adrien pikir sudah cukup dengan donasi rutin perusahaannya ke orang yang membutuhkan, namun ternyata semua akan lebih bermakna jika melakukan hal yang Isla selami.
Sungguh Isla mukjizat Tuhan yang dikirim kepadanya.
"Isla di mana bu?" Tanya Adrien sopan kepada Ibu Kadek, seorang ibu berusia 50 tahun yang mendampinginya selama dia memberikan kelas khusus pelajaran Bahasa Perancis dadakan kepada anak-anak Bohemian House. Adrien pun semakin tersentuh dengan antusias yang besar dari anak-anak yang mengikuti sesinya.
Ibu Kadek melirik jam tangannya, kemudian wanita paruh baya itu pun menyunggingkan senyuman lebar
"Kak Isla kalau jam segini ada di belakang Mister... di pantai. Mari saya antar."
Adrien pun mengikuti Ibu Kadek melewati jalanan berbatu yang telah di semen. Setelah melewati luasnya pekarangan belakang, keduanya berdiri pada pintu besi yang mana merupakan salah satu akses keluar dari tingginya tembok yang mengelilingi Bohemian House.
"Mister, ikuti saja jalanan setapak ini.. 200 meter akan sampai ke bibir pantai. Kak Isla pasti ada di sana. Kebiasaannya melihat sunset."
Betul apa yang dikatakan Ibu Kadek, gadis belianya terlihat berdiri memandang pada laut dan matahari yang sebentar lagi tenggelam.
"Hai kak... Gimana ngajarnya ?" Seru Isla menyadari kedatangan Adrien
"Mereka suka, kamu harus mencari pengajar Bahasa Perancis Isla." Adrien berdiri di sebelah gadis yang membuatnya berdebar
"Itu gampang kak, di Bali banyak wisatawan asing." sahut Isla riang
Keduanya kemudian terdiam menatap pada indahnya matahari yang perlahan berlabuh di ujung lautan.
"Kamu suka sunset atau lautnya ?" Tanya Adrien melirik gadisnya
Isla menarik napas ringan
"Isla suka semuanya. Tapi saya lebih suka lautan."
"Berarti kamu suka aku."
Gadis belia yang tak sungkan untuk membalikkan tubuh lalu memandang Adrien dengan jarak yang sangat dekat.
"Eh ?"
Adrien tertawa kecil menyipitkan matanya
"Adrien berarti lautan dalam bahasa Perancis" singkatnya menjelaskan
Mata Isla membulat indah "wah, berarti nama kakak dan Kai sama yah artinya, lautan."
Adrien mengangguk mengiyakan
"Dan kamu Isla berasal dari Island... Pulau. Kamu dan aku tidak bisa terpisahkan, pulau dan lautan."
Gelak tawa keduanya pun lalu terdengar sangat intim.
"Iya, Isla suka lautan karena ia biru. Kadang berombak pelan, kadang berombak kencang. Pasang dan surut. Bumi sebagian besar adalah lautan kak, lautan adalah air. Dan air adalah kekuatan terbesar di dunia.... Eh.... penjabaranku seperti mengacu kepada kakak."
Dalam temaramnya matahari tenggelam yang memerah, Isla menatap wajah Adrien dalam.
"Ya, aku suka kakak."
###
Toi et Moi : Kamu dan Aku
aku suka lautan, karena Ia biru.. sebiru matamu !
biar kalian mupeng ๐๐
axel belom muncul tapi sudah ada team axel, terus yang dukung rien mana nih ๐
__ADS_1