ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan


__ADS_3

Isla terpaku pada wajah pria tertampan yang pernah ia lihat sedekat ini, pria tersebut tak lain adalah suaminya sendiri, Adrien. Pemilik kulit putih bersih, alis tebal melengkung indah, hidung tinggi tegak, bibir memerah, bulu maskulin yang hendak tumbuh, sungguh sempurna, terlebih ketika manik biru menyala menatap penuh kelembutan.


Isla tersenyum simpul masih menatap Adrien, kekasihnya hatinya yang sedang terlelap tanpa mengenakan atasan, dimana kedua tubuh mereka hanya ditutupi oleh selimut berwarna putih, saksi bisu malam pertama mereka sebagai suami istri.


Sesaat sampai di dalam kamar tempat bulan madu mereka, Adrien pun tidak menyiakan kesempatan untuk mengambil haknya sebagai suami.


Ya, Isla telah memberikan utuh dirinya kepada Adrien. Semalam kekasih hatinya membuktikan bahwa dia adalah pria yang penuh kelembutan, memperlakukan Isla bak porcelen berharga. Setiap sentuhannya, penyatuan hebat yang tak akan Isla lupa hingga tua kelak.


"Aku mencintaimu." Gumam Adrien tanpa membuka matanya, ucapan dengan suara dalam dan seksi yang membuat Isla terkejut.


Adrien kemudian mengeratkan pelukannya, kulit wajah mereka pun saling bersentuhan.


"Kak Adrien sudah bangun?" Ucap Isla terpekik merasakan tubuh hangat suaminya, menyentuhnya.


"Apakah kau sangat memuja pria tua ini, hingga hampir 30 menit cuma menatapnya." Adrien terkekeh kecil, mendekap kekasih jiwanya, kedua tangannya saling mengait di belakang tubuh Isla.


"Usianya tua, tapi tenaganya seperti kuda." Isla terkikik dalam dada yang menguar aroma cendana


Adrien tersenyum lebar, matanya mulai membuka namun pelukannya tak rela mengurai.


"Kau sungguh manis, Chérie. Rasamu. Tubuhmu seolah tercipta untukku." Ucapnya mengingat percintaan terakhir mereka, Adrien tidak pernah merasakan kepuasan seindah bersama dengan Isla, istrinya.


Seorang gadis belia menjelma bidadari di tempat tidur, bidadari yang memiliki surai hitam sebahu tidak pernah lelah melayani Adrien. Ia tidak ingat lagi kapan terakhir bercinta, namun berhubungan dengan wanita yang sah miliknya sungguh sangat berbeda. Tingkat kepuasan melebihi ribuan percintaan sebelumnya.


"Isla memang tercipta untukmu, kak." Sahut Isla


"Menikah itu sangat menyenangkan, Chérie. Terlebih aku melakukannya dengan wanita yang aku cintai. Tapi aku tidak akan mengatakan, kenapa tidak melakukannya saja sejak dulu. Karena andai hidupku bisa diulang, aku akan merela menunggu selama 43 tahun untuk bertemu denganmu, mengulang-ulang momen pertemuan pertama kita. Momen saat melihatmu, jantungku seolah disengat ribuan volt listrik. Seorang gadis belia yang tidak malu mengecup pipi pria asing dan menerima pelukanku." Adrien mengecup puncak kepala istrinya, dalam


Giliran Isla mengecup basah pangkal tulang selangka Adrien.


"Saat itu Isla juga yang ingin memeluk Kak Adrien, karena bahagia bisa melihat sosok pria yang di idolakan."


"8 bulan lalu ya, Chérie?"


Isla menganggukkan kepala "Iya."


"Panggil suami, kenapa masih memanggilku kakak, Chérie."


Isla tertawa kecil "Daripada Isla panggilnya Paman ?"


"Dasar gadis yang suka meledek."


"Bukan gadis lagi. Paman sudah mengambil mahkotaku semalam." Ralat Isla, penuh bangga telah menyerahkan kesuciannya kepada pria yang teramat dicintainya


"Sekarang aku ingin lagi, Nyonya Adrien." ucapnya dengan suara berkabut hasrat


...


Pasangan pengantin baru itu baru keluar kamar 3 jam kemudian, kepuasan surga dunia lebih menarik dibandingkan mengisi perut mereka.


"Biar aku yang bawa, Chérie." Ucap Adrien meraih tas berisi pakaian ganti. Ia akan mengajak istri belianya berlayar, menikmati laut Naples, Italia.


Isla tersenyum merekah dengan mata menyipit "Tu sais que je t'aime même plus que pizza ?"


Adrien tergelak tawa meraih tubuh Isla dalam rangkulannya "Kau sekarang sudah menjadi orang Perancis, Chérie. Pun anak-anak kita kelak."

__ADS_1


"Indonesia, kak."


"Perancis, Istriku. Omong-omong, dimana kau belajar ucapan itu, tu sais que je t'aime même plus que pizza ? Tahukah kau jika aku mencintaimu lebih dari pizza."


"Kakak sendiri yang mengajariku Bahasa Perancis, kenapa bisa pura-pura tidak tahu." Gerutu manja Isla sembari melingkarkan tangan kanannya pada pinggang kokoh Adrien.


"Tapi aku tidak pernah mengajarkan kalimat itu, Isla."


"Mungkin kejeniusan kakak sudah berpindah sedikit ke otak istrimu yang pas-pasan ini." Sahut Isla tertawa kecil


"Kau pintar, Isla." Ucap Adrien lalu tersenyum geli


"Apa buktinya aku pintar, kak? Seorang jenius mengatakan pintar kepada yang lemah pemahaman sepertinya mengejekku." Isla mencebikkan bibirnya


"Kau pintar dalam memilih seorang suami, Chérie. Kaya, jenius, tampan, perkasa. Sangat sempurna, bukan?" Adrien melepaskan rangkulannya lalu bergerak cepat menuju mobil yang telah menanti mereka


Adrien sesaat berbalik memonyongkan bibirnya, meledek istri belianya yang mematung dengan raut wajah memberenggut kesal.


"Tunggu, kak." Seru Isla mengejar Adrien


Pria tampan bermanik biru itu menangkap tubuh Isla, mengangkat dengan sebelah tangannya.


"Kau sangat ringan dan lincah, bahkan setelah berkali aku menidurimu tapi kau masih bisa berlari seperti itu."


Isla memeluk tubuh suaminya "Isla lebih kuat dari Kak Adrien bayangkan. Bukankah Isla tercipta untukmu kak."


Adrien menangkup wajah Isla "I like pizza, you like pizza.. i am bad at poems. Kiss me !"


Isla sekilas tersenyum lalu berjinjit menyatukan bibir mereka tanpa mempedulikan tatapan sopir yang akan mengantar mereka mengelilingi kota Naples.


...


Perahu yang dipakai pengantin baru tersebut berjenis perahu layar yawl, dan jarak menuju tempat memandangi kota Naples dari laut hanya satu kilometer dari dermaga. Adrien sendiri yang mengemudikan perahu tersebut, tentu saja ia tidak mau berbagi momen bulan madunya dengan orang lain.


Adrien menurunkan jangkar pada titik yang menyajikan pemandangan bangunan-bangunan rumah dengan corak beraneka ragam yang tersusun rapi terlihat sangat indah dari kejauhan.


"Berhentilah mengambil fotoku, kak." Protes Isla kepada suaminya yang kembali menjepretkan ponsel canggihnya. Ponsel yang mempunyai fitur sensitivitas ISO tinggi setara kamera pocket. Pria tampan itu menggunakan produk terbaru perusahaan Bleuette Corporation, miliknya.


"Sekarang kau istriku, Isla. Aku ingin istriku mulai percaya diri, memamerkan fotonya di sosial media. Mengapa ? Itu karena kau adalah istri pria terkaya kelima dunia. Semua orang ingin mencari tahu dirimu, seperti apa keseharianmu, seperti apa hubungan kita. Terlebih jarak umur yang sangat jauh di antara Adrien dan Isla Bohemia. Pamerkanlah dirimu dan kemesraan kita berdua, karena suamimu tidak mempunyai akun sosial media pribadi."


Isla menatap raut wajah Adrien yang penuh kesungguhan dalam perkataannya, ia pun akhirnya menganggukkan kepala.


"Toh kita sudah resmi suami istri, Chérie. Tidak ada yang salah jika memberikan contoh rumah tangga yang mesra kepada orang-orang."


Isla mengukirkan senyuman merekah sembari menyandarkan tubuhnya "Apa kita akan seterusnya mesra?" Tanyanya yang membuat Adrien bergerak mendekat lalu duduk di sebelahnya


"Tentu saja, istriku. Bukankah kau menginginkan rumah tangga seperti kedua orang tuamu. Apa mereka pernah bertengkar?"


Isla menggelengkan kepala "Sekali pun tidak pernah, kalau mama marahin Kai sih sering. Tapi dengan papa tidak pernah. Sampai kami besar papa dan mama tak berkurang romantisnya."


Adrien merengkuh tubuh istri belianya "Sama seperti papa dan mama, mereka sudah menua tapi masih sangat mesra. Keluarga kita mempunyai tradisi cinta yang besar, sayang. Turun temurun, mencintai satu wanita dan kita berdua ada penyatuannya. Bukankah kau menginginkan kekasih seperti Hugo, Chérie? Aku ingat jelas saat di danau, kau mengatakan itu. Saat itulah aku yakin, bahwa aku pasti akan mendapatkanmu."


Wanita belia itu menarik napas panjang, tatapannya menjadi sendu.


"Isla ingin hidup selama kakak hidup. Kita akan memiliki banyak anak. Isla tidak ingin memiliki usia yang panjang. Isla hanya berdoa hidupku akan sepanjang usia Kak Adrien di dunia. Isla tidak bisa tanpamu kak. Aku tidak bisa." Lirihnya dengan mata berkabut

__ADS_1


Adrien memperbaiki duduknya, ia kini menarik tubuh Isla dalam dadanya "40 tahun cukup ?"


Isla menganggukkan kepalanya dalam pelukan Adrien "Iya cukup, kakak harus hidup selama itu. Janji?" Ucapnya menarik ke belakang tubuh


Wanita yang mengenakan dress bertali spagetti warna putih menaikkan kelingkingnya, Adrien tergelak tawa menautkan jemari yang sama "Janji, Ma Chérie."


"Aku tidak ingat berapa kali aku berjanji seperti ini kepadamu, Nyonya Adrien." Sambungnya tersenyum memamerkan barisan gigi putih nan indah


Isla mencebikkan bibirnya "Kakak jangan senyum seperti itu dengan orang lain."


Wanita belia itu mendengus pelan, bibirnya cemberut.


Adrien pun semakin terbahak tawa "Hanya kau pemilik jiwa dan ragaku, Nyonya Adrien. Hei Isla, 43 tahun menantimu, jadi semua tak akan sia-sia ke depannya. 40 tahun ke depan kau akan melihat senyuman yang tak mau dibagi ke orang lain. Mulai sekarang suamimu hanya akan berada di sampingmu, seperti kedua orang tua kita. Tidak, aku akan berbeda, Chérie. Aku akan menjadi posesif."


Sendu Isla berganti tawa kecil "Sepertinya sejak awal Kak Adrien posesif, sampai pindah ke sebelah apartemen kami. Ajak tidur bersama, padahal belum ada hubungan apa-apa."


Adrien tersenyum mengingat malam tidur bersama pertama mereka di Lyon.


"Jujur, saat kau tertidur aku menarik tubuhmu, memelukmu semalaman. Aku mencium kening dan puncak kepalamu tanpa kau sadari, Chérie."


Isla membulatkan matanya "Ish, kakak. Isla tidak tahu."


Pria bermanik biru itu kembali tertawa ceria "Aku menandai milikku." Adrien mengecup bibir yang sedang cemberut kepadanya.


"Tidak disini, kak." Gumam Isla lirih terhanyut pagutan panas suaminya.


Adrien menghentikan ciumannya "Bebas, Chérie. Cuma kita di perahu ini. Tapi nanti, aku akan berenang dulu." Ucapnya berdiri melepaskan kemejanya


Isla terpana menatap lekukan perut Adrien "Kakak jangan pernah buka baju di depan orang lain, selain di depanku." Protesnya mengagumi betapa sempurna pria di depannya


Adrien yang tadi hendak menaruh kemejanya langsung berjongkok terbahak tawa keras "Chérie... Chérie, kau pikir apa suamimu hingga mau buka baju di sembarang tempat. Aku tidak menyangka jika istri beliaku sangat pencemburu." Ucapnya berdiri dan menarik tubuh Isla dalam pelukan


Keduanya pun menyatukan tubuh dalam dekapan hangat "Kak Adrien sempurna, nanti banyak yang suka."


Adrien menghela napas ringan "Buktinya justru kekasihku lah yang dikejar dua laki-laki selama kita dekat. Aku malah mengkhawatirkan kau, Isla. Kau masih sangat muda. Godaan kepada wanita lebih banyak dibandingkan sebaliknya. Janji seorang Isla hanya berpegang pada cinta kita. Dan aku tidak sesempurna di pikiranmu, Chérie. Suamimu bukan utusan Tuhan, bisa saja nantinya aku khilaf. Tapi aku akan memberikan yang terbaik di hidupmu, istriku." Janjinya untuk perempuan yang sedang di pelukan.


Isla mengeratkan tangannya pada pinggang Adrien.


"Aku mencintaimu, kak."


"Aku mencintaimu lebih, Nyonya Adrien. Wanita pencemburu, milikku."


###



alo kesayangan 💕,


kisah cinta Adrien Isla mau sampai kapan dibahas? biasanya novel lain, habis nikah sudah tamat.


stay safe, stay home ♥️


love,


D 😘

__ADS_1


__ADS_2