
Sepertinya perkataan Adrien yang berharap pekerjaannya di Portugal akan berjalan lancar , kenyataannya malah sebaliknya. Dia harus terjun mengurusi hal-hal kecil seperti standar design ruangan Bleuette Corporation yang tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh perusahaan kontraktor yang mendapatkan tender.
Oh come on ! Adrien adalah pria terkaya kelima dunia, perusahaannya beromzet milyaran Euro perbulannya namun dia harus mengeluarkan sumpah serapah kepada perusahaan kontraktor yang tidak becus itu. Semula Adrien hanya melakukan inspeksi dadakan, namun apa yang ditemukannya membuat kepalanya migrain.
Adrien pun harus mengganti pemimpin cabang yang tadinya sudah di sepakati dari pusat, dia tidak bisa menerima cabang Porto dipimpin oleh tipe pemimpin yang tidak bisa bekerja.
Pemilihan kandidat pimpinan cabang pun harus Adrien bersama Manager HRD pusat yang turun tangan, walau akhirnya mendapatkan pimpinan baru tidak membuat Adrien berpuas diri. Dia pun tertahan selama 4 minggu di Portugal. Setelah itu Adrien harus ke Singapura sekaligus Vietnam. Pabrik pembuatan perangkat lunak Bleuette Corporation berada di negara yang terkenal dengan nama Vietnam Rose.
Kak, apa kabar ? Sepertinya Kak Adrien sibuk sekali. Oh yah, Reo mau info kalau album Cyber Patriots sudah selesai. Sekarang kami akan syuting video klip.. thank you yah kak ! By the way, kakak tidak ke Berlin ? Isla besok ulang tahun.
Sial ! Gerutu Adrien sehabis membaca pesan dari Mareo.
Pria tampan yang berada di tengah meeting langsung berdiri dan meninggalkan ruangan. Sontak para manager mengikutinya.
"Aku akan memberikan poin-poin penting di ruanganku. 10 menit. Kalian hanya boleh bertanya sekali saja dan selesai ! Aku harus terbang sejam kemudian kembali ke Eropa." Ucap Adrien tegas.
...
Sepanjang perjalanan kembali ke Eropa, Adrien terus berkirim pesan dengan Mareo, meminta saran tentang kado buat Isla. Dengan Isla sendiri Adrien tidak pernah berhenti mengirimkan pesan, walau terkadang dia harus membalasnya agak lebih lama.
Setiba Adrien di Berlin, dia pun langsung ke kampus Isla. Sudah 30 menit Adrien menunggu di parkiran mobil. Adrien tidak memberitahu akan kedatangannya kepada gadis yang berusia 19 tahun hari ini. Adrien sengaja karena ingin memberikan kejutan, walau pesannya tadi pagi dibalas Isla dengan ikon smiley.
Entah mungkin ini perasaannya saja namun selama 2 minggu terakhir gadis belia itu seolah membuat jarak dengannya. Contoh Adrien mengirimkan pesan panjang lebar menanyakan kabar atau kegiatan Isla, namun gadis itu hanya membalas dengan singkat dan tak pernah membalas dengan menanyakan kabarnya.
Yang pastinya Adrien merasa tidak melakukan kesalahan, di tengah kesibukannya dia selalu menyempatkan diri mengirimkan pesan.
Teleponnya yang menyala di tangannya membuat Adrien menggeser ke kanan menerima panggilan dari kantor pusat.
"Ya .. ada apa ?"
Adrien mendengar perkataan asistennya di telepon mengingatkan jadwal meetingnya besok di Berlin yang harusnya di Lyon, tapi dia meminta untuk di pindah ke kota ini.
"Kamu bisa mengirimkan detailnya lewat email, sudah dulu. Ada yang harus aku kerjakan." Ucap Adrien sesaat melihat Isla berjalan yang kali ini sendirian tanpa teman-temannya.
Adrien baru saja ingin membuka kenop pintu mobil dan dia melihat seorang pria mendekat ke arah Isla. Berikut jantungnya seolah diremas melihat bagaimana pria berjaket kulit mengangkat tubuh Isla berputar, sementara gadis belianya tertawa riang. Pria berambut hitam itu kemudian menurunkan Isla, dan menggenggam jemari menuju motor. Apa, motor ? Mata Adrien membelalak betapa patuhnya Isla ketika pria memasangkan jaket kulit yang sama dengan milik pria itu. Terakhir helm dipasangkan lalu keduanya berlalu di depan mata Adrien.
Adrien menghela napas dengan kasar.
Jadi ini penyebab Isla menjawab datar semua pesannya. Tapi Mareo tidak pernah mengungkit jika Isla dekat dengan seseorang.
Tangan Adrien dengan kecepatan penuh mengirimkan pesan kepada informannya.
Reo sepertinya kamu melupakan sesuatu, atau kamu berkomplot dengan Isla. Siapa pria berambut hitam bermotor menjemput Isla di kampus ?
Mareo
What ? Ia datang ke kampus ? Kak, aku tidak berkomplot. Maaf aku melupakan orang itu.
Adrien
Jadi ? Siapa pria itu ?
Mareo
Axel Yu ! Aku tidak pernah memikirkan jika Axel akan datang ke Berlin. Tapi ya, Axel tidak pernah absen setiap Ibo ulang tahun, sejak ulang tahun pertama Ibo. Oh Tuhan, bagaimana bisa aku melupakan Axel. Maafkan aku kak.
Adrien
Apa Isla pacaran dengan Axel ?
Mareo
Tentu saja tidak ! Tunggu kak, aku akan menghubungi Ibo.
...
Isla menarik bibirnya keatas melihat gerak-gerik Axel mengeluarkan dua kaleng soda dan sebungkus roti beserta lilin kecil.
"Aku membuat sesederhana mungkin perayaan ultahmu tahun ini Baby." Axel menancapkan lilin berwarna merah di atas roti kemudian menyalakan lilinnya. Semua orang tahu jika Isla tidak merayakan hari kelahirannya, kalau pun iya paling sekadar makan bersama.
"Make a wish ." Lanjutnya menaikkan kue sederhana di hadapan Isla, gadis cantik itu pun memejamkan mata sesaat lalu meniup lilin yang dibantu oleh hembusan angin.
Axel membagi dua roti berbentuk bundar itu kemudian menyodorkannya separuh untuk Isla dan separuh untuknya. Gadis berulang tahun tersenyum indah melahap roti dalam satu suapan.
"Aku pikir Kak Axel bercanda jika ada di Berlin." Isla menerima soda yang dibuka Axel dan menenggak isinya
__ADS_1
"Sejak kapan aku melewatkan ulang tahunmu Baby. Ini jadwal tahunanku." Axel tersenyum tulus lalu mengacak lembut rambut Isla
Isla menghela napasnya perlahan, menatap manik hitam milik Axel. Salah satu pria yang tumbuh bersamanya, walau kebersamaan mereka berkurang selama 5 tahun terakhir. Yah sejak Axel memutuskan untuk touring dengan motornya berkeliling dunia.
"Maafkan aku Isla, setelah benua Amerika dan ini akan berakhir. Dan yah kemudian menetap."
"Aku yakin kakak di sini cuma sehari." Isla sangat tahu dengan jiwa petualang Axel.
"Besok sore akan terbang ke Brazil."
Isla melayangkan pandangannya ke bawah, hamparan rumput hijau dan bangunan-bangunan kota Berlin menjadi pemandangan dari ketinggian bukit Drachenberg.
"Kamu masih menungguku Baby ?" Tanya Axel meraih jemari Isla dalam genggamannya.
Isla merundukkan pandangannya mengulang ingatan dua tahun lalu saat Axel mengutarakan perasaan. Namun saat itu Isla tidak menerima pernyataan cinta Axel. Disamping terikat dengan aturan Radit dan lagi Isla tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh. Apalagi Isla tahu jika Axel sedang menjalani impiannya yakni touring keliling dunia selama 7 tahun.
"Kenapa tidak menjawabku Baby? Apa ada orang yang kamu sukai ?" Ucap Axel sendu.
Isla tidak tega membalas pertanyaan Axel, dia memilih merebahkan kepalanya pada bahu pria beraroma maskulin.
"Aku menyukaimu kak.. tapi kita berdua tidak bisa bersatu selama kondisi yang terjadi seperti ini. Aku mempunyai kehidupan sendiri, kakak juga mempunyai cita-cita yang luar biasa. Seperti perkataanku 2 tahun lalu, selama kakak mewujudkan impian, kita adalah orang yang bebas."
"Aku ingin kamu menungguku Isla ! Tolong, 2 tahun lagi dan ini selesai. Aku selalu mencintaimu Baby !"
Hati Isla berdesir hangat, perlahan air matanya menetes membasahi pipi.
Maafkan aku kak, tapi aku tidak merasakan hal yang sama sekarang.
...
Isla menghabiskan sepanjang hari bersama dengan Axel, melihat sunset dari bukit Drachenberg kemudian makan malam bersama dilanjutkan mengobrol hingga larut malam.
"Dari mana kamu ?" Tanya Mareo yang bersedekap menunggu di depan pintu. Kakaknya yang bertindak seolah induk semang menatap dengan mata tajamnya.
"Aku sudah bilang lewat pesan, kalau bersama dengan Kak Axel ." Isla membuka bootnya dan berjalan melewati tubuh Mareo
"Sampai jam 1 malam Ibo ! Dari siang !" Ucap Mareo dengan suara meninggi
Isla menahan langkahnya dan berbalik menatap Mareo
"Aku tidak mengatur kebebasanmu Ibo. Ya, mungkin kamu senang bertemu dengan Axel, tapi ada orang yang tidak ."
"Siapa ?" sahut Isla tak kalah sengit
"Kak Adrien ! "
Raut muka Isla yang tadinya tegang menjadi mengendur, sendu.
"Kak Adrien melihatmu pergi berboncengan dengan Axel. Ia ada di kampusmu tadi siang. Kamu tahu, Kak Adrien terbang dari Vietnam demi memberimu kejutan ulang tahun."
Isla menggigit bibirnya dengan mata berkabut, melihat itu Mareo merengkuh tubuh adiknya.
"Aku tahu perasaanmu Ibo, tapi semua akan baik-baik saja. Oh yah, aku membelikanmu sepatu yang kamu incar sebagai kado ulang tahun. Kamu mau melihatnya ?"
Isla mengangguk sembari menjatuhkan air mata dan buru-buru menyekanya. Mareo menuntun Isla ke kamar gadis itu.
Isla kembali ceria melihat kotak sepatu dan sebuket bunga di atas tempat tidurnya.
"Thank you Kak Iyo " ucap Isla menghadiahi kecupan di pipi Mareo. Kakaknya itu hanya tersenyum simpul dan mengusap rambut Isla.
"Kamu cuci muka kemudian tidur, besok kita menghubungi Kak Adrien. Sekarang Ia pasti sudah tidur, tak baik mengganggunya."
Seusai menerima jawaban Isla yang berupa anggukan kepala, Mareo meninggalkan kamar Isla. Dia pun kembali ke ruangan tamu yang disulapnya menjadi ruang latihan memainkan alat musiknya.
Sejam kemudian di tengah keasyikan Mareo berlatih, bunyi bel apartemen berbunyi. Spontan Mareo menghentikan kegiatannya dan berjalan menuju pintu.
"Kak Adrien ." Mareo menatap pria berjas abu gelap sedang memeluk kado ulang tahun untuk Isla. Sebenarnya dia ingin tertawa namun ditahannya.
"I'm sorry Reo.. aku tidak bisa tidur, dan di sinilah akuuuu.. " seru Adrien memanjangkan kata terakhirnya
Kepala Mareo menggeleng tak percaya dengan kondisi pria di depannya "Ya ampun, kakak mabuk ? Masuk kak."
Langkah Adrien yang tidak stabil membuat Mareo menuntunnya menuju sofa ruang tengah.
__ADS_1
"Mana Isla ?" Adrien menurunkan suaranya separuh berbisik begitu tubuh kekarnya dihempaskan pada sofa.
Sejenak Mareo berbalik ke arah pintu kamar Isla
"Sudah tidur. Tunggu aku ambilkan air putih dan aspirin."
Mareo beranjak menuju dapur, menuangkan air putih dan mengambil aspirin di laci tempat obat.
"Minum kak, setelah ini kakak tidur di kamar belakang. Besok kakak baru bertemu dengan Ibo."
Adrien mengurut pelipisnya kemudian mengangguk mendengar ucapan Mareo. Sekian lama Adrien menjauhi minuman beralkohol, namun hari ini dia kembali pada kebiasaan yang telah ditinggalkannya berpuluh tahun. Melihat Isla dengan pria lain membuatnya kehilangan akal sehat.
...
Isla terbangun dengan bunyi alarm jam wekernya yang diatur membangunkan pukul 6 pagi setiap harinya. Setelah mematikan alarm, gadis itu kembali membaringkan kepalanya.
Please sejam lagi !
Isla menarik kembali selimutnya, namun seketika gadis itu kembali terbangun, pikirannya sepenuhnya sadar setelah mengingat Adrien.
Isla meraih ponselnya di atas meja nakas, sebuah sticky notes berwarna hijau melekat pada layar ponselnya.
Aku memberikanmu kado tambahan yang sangat besar di kamar belakang
Iyo.
Semula Isla hendak menghubungi Adrien namun mengurungkan niatnya dan memilih masuk ke kamar mandi membersihkan tubuh sambil memikirkan kado yang dimaksud Mareo.
...
Seusai mandi dan berpakaian rapi, kaos putih dan hoodie abu dipadankan dengan jeans hitam menjadi pilihan busananya hari itu. Tak lupa Isla memakai sneaker hadiah ulang tahun dari Mareo. Sambil menunggu roti di toaster terpanggang, Isla melangkahkan kakinya menuju kamar belakang, kamar yang hanya ditempati oleh Kai jika adiknya bermalam di apartemen.
Jantung Isla seolah jatuh melihat sesosok tubuh besar tertidur dalam selimut. Yah ! Adrien tepat di hadapannya terbaring tanpa atasan memperlihatkan otot sempurna tangan dan punggungnya. Pemandangan indah yang tak disiakan Isla, perlahan tak bersuara dia berjongkok di depan tubuh Adrien yang tertidur dengan lelapnya.
Tampan dan sempurna ! Entah apa yang dilakukan seorang Adrien di masa lampau, hingga tercipta di masa sekarang dalam raga yang sempurna, otak yang sempurna, dan kekayaan tiada habisnya.
Lihat ! alis hitam dan lebat milik pria ini, hidung yang tegak, rahang terpahat kokoh. Belum lagi jika kedua mata itu terbuka, sepasang mata biru berkabut putih selalu berhasil menggoyahkan hati sekaligus menenggelamnya ke dalam birunya lautan manik itu.
Isla menarik napas panjang lalu berdiri, sesaat menatap wajah Adrien kemudian berjalan keluar dari kamar, tak lupa mengambil kadonya yaitu sebuah boneka teddy bear yang sangat besar melebihi besar tubuhnya, sebuket mawar merah, dan kantong kertas berwarna hijau.
Hadiah sempurna dari pria yang sempurna !
###
Adrien, oh em ji π€
Axel Yu, si petualang kita.. akankah kamu layak untuk ditunggu ?
alo kesayangan. π,
ketika ada yang mengatakan suka novelku, bikin tersanjung banget wkwkkwk...
padahal masih belajar.. duh mana typo mana kacau bahasanya..
walau beberapa ada yang tidak suka novel Cinta Luar Biasa part 1, katanya Rinjani murahan..
terus pada berhenti gak mau baca.. ya sudah,
toh orang kan beda-beda pola pikirnya..
author mengerti π
kalian yang masih di sini, kecup satu-satu deh πππππ
hahahahaaa
oh yah, jangan lupa masuk di grup chat laplusbelle dan aktif chat, jangan cuma Detta doang yang rajin ngechat.. bikin rame donk π
love,
__ADS_1
D π