ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Tattoos Together, Something To Remember


__ADS_3

"Kak." Ucap Isla menghentikan langkahnya tepat di depan tubuh Adrien.Keduanya saling bertatapan penuh kerinduan dengan dada bergemuruh hebat.


"Maaf..." lanjutnya bergumam Isla dengan lirih, penuh penyesalan.


Adrien mengamati gadis di depannya dengan hati melega, ia pun meraih jemari Isla yang masih mengenakan cincin pertunangan pemberiannya.


"Aku pikir kau telah melepaskannya, Chérie."


Isla menggeleng dengan air matanya sudah menumpuk di pelupuk.


"Aku merindukanmu, Isla." Adrien menarik tubuh kekasihnya dalam pelukan erat, gadisnya pun tersedu sedan. Ia pun ikut menitikkan air mata bahagia sambil menciumi puncak kepala Isla.


"Aku bau laut dan badanku basah kak." Ucap Isla dengan terisak, setelah sadar dengan kondisi dirinya. Namun Isla enggan melepaskan tangannya yang melingkar pada tubuh kekar yang selalu menemani tidur lelapnya.


"Aku suka..."


Isla menaikkan kepalanya memandang wajah Adrien, pria yang meredupkan manik yang seperti lautan beserta awannya.


"Aku mencintaimu Kak Adrien, maafkan aku.. telah membuat kita terpisah. Kakak pasti menderita."


Adrien mendesah pelan lalu mengganggukkan kepalanya "Ya, kau membuatku menderita, Chérie membalas semua pesanku dengan ikon."


Mata Isla menyipit sembari mengulum senyum "Maaf, soalnya Isla tidak tahu mau jawab apa pesan kakak.... ."


"Ganti baju dulu." Ucap Mareo menyela sambil menaruh tas berisi pakaian ganti milik Isla, pria bermata sipit berkulit putih itu telah mengganti wet suit surfingnya dengan pakaian pantai yang semarak , t-shirt biru dan celana orange.


Gadis di pelukan Adrien pun menarik diri sambil terkekeh kecil.


"Aku ganti baju sekalian membersihkan tubuh dulu yah kak." Isla meraih tasnya


"Aku temani."


Mareo pun berdeham keras sambil memandangi kedua orang yang akhirnya bisa bertemu lagi.


"Cepetan ya Ibo, aku lapar." teriak Mareo


Isla pun berjalan bersisian dengan Adrien, tak lupa untuk menautkan kedua tangan mereka dengan tatapan mata si pria tak lepas pada kekasihnya.


"Tunggu di sini yah kak."


Adrien memilih bersandar pada tembok kamar mandi umum sembari menunggu Isla. Ia harus lebih bersabar, mengingat gadis belia itu termasuk lama jika berurusan dengan membersihkan badan.


"Apa yang kau pakai itu, Chérie?" Tanya Adrien melihat Isla keluar dengan menggunakan kaos tanpa lengan yang mempunyai lubang melewati tali dalaman


"Iyo kak ! Ini baju merchandise bandnya. Tadi pas packing baju ganti, dia yang tukar baju yang aku mau pakai." Sahut Isla dengan wajah memerah malu dan kesal kepada Mareo.


Adrien tergelak tawa melihat kaos berwarna hitam dengan gambar sablon semua personel band Cyber Patriots.


Sambil berderap Isla menuju parkiran mobil diikuti Adrien yang tersenyum geli.


"Baju apa yang kau kasih, Iyo ! Kelihatan nih dalemanku." Seru Isla sebelum mencapai mobil SUV milik Mareo, kendaraan yang sering dipakai Isla selama kepulangannya di Bali.


Mareo tertawa keras namun ia terlambat menghindar, adiknya terlanjur mencengkeram ujung bawah kemeja biru yang dipakainya.


"Kau berpakaian keren seperti ini dan aku berkostum seperti fan girl bandmu." gerutu Isla


Mareo tetap tertawa hingga air matanya keluar, sementara Adrien hanya bisa geleng-geleng kepala dengan drama kakak beradik itu.


"Apa ini, Isla?" Adrien menunjuk rusuk kanan yang terlihat bebas dari lubang baju sialan pemberian Mareo, untungnya hari itu Isla membawa bikini ganti berwarna hitam bukan yang lebih berwarna dari kulitnya.


"Itu tattoo kak, permanen." Seru Mareo bergegas menjauh setelah Isla melepaskan cengkeramannya.

__ADS_1


Isla tidak berkutik karena tangan besar Adrien menyentuh rajahan jarum berwarna hitam di rusuknya.


"Kapan kau membuatnya, Chérie?" Adrien menengadah menatap Isla menggigit bibir bawahnya


"Hmmm..." Lanjut Adrien berdeham karena kekasihnya berpikir lama untuk menjawab pertanyaannya


"2 minggu tiba di Bali, Isla galau dan rindu dengan Kak Adrien."


Pria berkemeja yang membuka seluruh kancing bajunya hingga memamerkan otot perut berlekuknya pun langsung memeluk Isla dalam dekapan yang erat. Isla mentattoo rusuk kanannya dengan nama Adrien beserta gambar ombak di sebelah tulisan.


"Kau takkan pernah lepas dariku Isla, tidak akan pernah."


...


30 menit kemudian mereka telah berada di sebuah rumah makan sederhana yang menyajikan makanan nasi ayam khas Bali. Mareo-lah yang menginginkan nasi campur khas Bali itu, berdalih jika ia rindu akan masakan nusantara.


Ketiganya mengambil tempat duduk berdampingan dengan pasangan yang sangat mesra yang bisa ditebak jika tetangga mejanya adalah pengantin baru sedang berbulan madu di pulau dewata.


Mareo terkikik geli menatap Isla dan Adrien setiap istri di sebelah meja merajuk dan memanggil suaminya dengan suara manja.


"Kau tidak mau memanggil Kak Adrien dengan sebutan mas juga, Ibo ?" Mata sipit Mareo dilebarkan maksimal sambil tertawa


Isla berpandangan dengan Adrien lalu menggigit bibirnya. Gadis belia yang telah menukar bajunya dengan kemeja Adrien, dan kekasihnya itu sekarang telah mengenakan pakaian merchandise band Mareo. Salah satu hal yang membuat hari sang vokalis lebih berwarna.


"Tidak cocok, Kak Adrien bule banget. Tidak ada mas-masnya sedikit pun." Imbuh Isla


"Bli Adrien saja.. kau kan gadis Bali, banyak gadis Bali menikah dengan orang barat.." sahut Mareo


"Mana?" Kau itu yang lahir di Bali, aku lahir di Berlin." tantang Isla


"Tapi wajahmu lokal." Ucap Mareo tak mau kalah


"Biar lokal tapi pacarku bule, cakep, rambutnya berwarna emas, matanya biru."


...


Setelah menyantap makan siang bersama, Mareo mengantar Adrien ke hotel tempatnya menginap selama di Bali, tentu saja meninggalkan Isla bersama kekasihnya. Mareo pun berjanji akan menjemput adiknya setelah urusan keduanya telah selesai.


Adrien adalah tipe orang yang selalu memesan kamar terbaik setiap menginap di sebuah hotel, kali ini juga sama. Ia meminta kamar dengan fasilitas kolam renang pribadi sekaligus memberikan pemandangan laut yang indah kala matahari tenggelam.


Kekasihnya terduduk di tepian tempat tidur menunggu Adrien membersihkan tubuh atas permintaan gadis itu sendiri, alasannya adalah mereka telah berpelukan saat Isla basah hingga menyisakan rasa garam di tubuh Adrien.


"Kakak makin cakep tapi terlihat kurus." Sanjung Isla menatap Adrien yang telah berganti pakaian dengan aroma cendana menguar seruangan.


"Kau yang membuatku seperti ini, Chérie." Ucap Adrien mendudukkan tubuhnya di sebelah Isla.


Akhirnya ia bisa melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda di pantai tadi.


"Maafkan aku kak." ucap Isla lirih


"Sekarang ceritakan semuanya, Chérie... karena 2 bulan lalu aku ditinggalkan tanpa penjelasan dan selama 2 bulan juga kau tidak memberiku jawaban apapun. Aku pikir kau telah melupakanku, melepaskanku, karena jutaan ikon yang paling sering kuterima adalah ikon hati patah, menangis, berkaca-kaca. Apa arti semua itu Isla Bohemia Navarro?" Adrien menarik tubuh Isla untuk saling berhadapan, kekasihnya pun memilih untuk menyilangkan kakinya di atas tempat tidur.


Gadis yang telah mengganti kemeja kebesaran dengan t-shirt Adrien pun menghela napas panjang.


"Saat itu, Isla baru saja mau ke kampus.. dan wanita itu mengirimkan direct message, mengatakan "Rien menjelaskan siapa aku, tidak?" DM pertamanya seperti itu, cuma Isla baca kak, karena tidak digubris.. eh malah dikirimin foto pernikahan kakak.. dengan penjelasan jika dia adalah mantan istri kakak. Isla jengkel, emosi, nangis, marah, tapi tidak tahu mau dilampiaskan kemana."


"Terus ?"


"Ya sudah Isla langsung ke bandara dan terbang menuju Amsterdam, ketemu Iyo."


Adrien menatap lurus ke arah Isla, sambil menelengkan kepalanya dengan mata menyipit tajam membuat kekasih tertunduk penuh penyesalan

__ADS_1


"Kenapa tidak terbang ke Lyon, bertemu dengan tunanganmu. Mendengarkan penjelasanku langsung, Chérie. Bukankah pernah aku katakan, percaya aku saja. Jangan dengarkan orang lain."


"Maafkan Isla kak. Saat itu Isla marah dengan Kak Adrien, kenapa bisa membohongiku.. Kenapa harus dari wanita itu yang memberitahu, dengan cara direct message pula. Kak, ini pertama kali Isla dihadapkan persoalan cinta dan langsung sepelik itu. Isla pikir bisa bercerita kepada Iyo, ternyata tidak bisa. Lidahku kelu."


"Sampai di rumah, ternyata ada ayah dan ibu yang baru saja sampai dari Indonesia.. Ayah mencecarku kak, karena mukaku sembab memerah akibat terlalu banyak menangis. Akhirnya Isla cerita semua, dan ayah tidak terima. Berjam-jam menasehati biar Isla melepaskan Kak Adrien." Sambung Isla terakhir memajukan bibirnya, kesal.


"Terus ?" Tanya Adrien menangkup jemari kekasihnya dan menatap penuh cinta


"Ayah kesal sama Kak Adrien, karena tidak jujur. Ketika kakak ada di rumah, Isla ingin memeluk kakak saat menjelaskan duduk perkaranya. Jadi kakak nikah karena memberi status saja? Tidak menyentuh ?" Tanya Isla memberikan isyarat tanda kutip dengan kedua tangannya.


"Tentu saja tidak, Chérie.. Bagiku dia hanya teman, yang mau tidak mau harus aku tolong. Aku menyayanginya, dulu. Tapi tak lebih dari sebatas teman, walau sempat merasa suka pulang ke rumah sehabis bekerja dan melihat dia."


Isla mencebikkan bibirnya direspon tawa keras oleh Adrien.


"Kakak kesepian yah, andai wanita itu tidak hamil pasti kakak akan jatuh cinta kepadanya. Melanjutkan pernikahan dan mempunyai anak." todong Isla dengan memajukan bibirnya


Adrien mendecih "Andai dia tidak hamil, tentu saja aku tidak menikahinya. Perasaanku kepada Aurora sangat besar di jaman itu, tidak sebanding, Chérie. Coba pikirkan, bagaimana jika aku menikah dengannya.. berpuluh tahun kemudian, aku bertemu denganmu Isla. Aku pastikan, aku akan tergila-gila padamu. Aku akan mengejarmu dan meninggalkannya, aku akan jadi Adrien berusia 43 tahun yang kena puber kedua.. sama halnya laki-laki di luar sana. Berselingkuh, meninggalkan istrinya demi wanita yang lebih muda. Tapi bukan karena kau muda aku mengejarmu, namun kau adalah replika Aurora. Mungkin itu yang terjadi. Aku pastikan, hubungan kita lebih rumit dari yang sekarang, Isla."


"Bagaimana jika aku sudah mempunyai pacar yang sangat Isla cintai?"


"Aku akan merebutmu.. memisahkanmu dengannya."


Isla tertawa sambil menutup bibirnya, ekspresi Adrien terlihat sangat kekanakan saat kekasihnya itu sedang cemburu.


"Kita lanjutkan ya kak.. cemburunya di simpan saja dulu. Saat di Bali, Isla rindu berat dengan Kak Adrien. Tapi ayah sudah terlanjur kasih aturan, selama 6 bulan tidak boleh ke luar negeri."


Mata Adrien membulat, manik biru seolah ingin melompat keluar dari tempatnya "Apa? 6 bulan ?" potongnya


Isla menganggukkan kepalanya


"Chérie ! Perjanjian macam apa yang kau buat dengan ayah? 6 bulan?"


"Daripada tidak boleh pacaran sampai umur 21 tahun ?"


Adrien melongo dengan mata kembali membulat


"Makanya Isla memilih opsi 6 bulan."


"Kau tidak berpacaran Isla, kau sudah bertunangan." Ucap Adrien lembut sembari menyusuri pipi kekasihnya


"Kak.. apakah kau memaafkanku? Dengan kesalahan yang kuperbuat? Aku menyesal kak, lebih mempercayai perkataan orang lain daripada mendengarnya langsung dari Kak Adrien sendiri."


Adrien menghela napas dalam "Resiko pacaran dengan remaja seperti ini.. Hugo menyuruhku bersabar, hingga kau sendiri yang sadar akan perasaanmu, Chérie. 2 bulan yang sangat menyiksa, hingga kesabaranku habis saat melihat foto kalian bertiga.. kau, Kai, dan Pierre. Aku tidak bisa tidur, Chérie. Di tambah Mareo memanas-manasi dengan mengatakan kau sudah move on, itu mengapa aku muncul di Bali. Aku harus bertemu denganmu Chérie, ingin tahu bagaimana kelanjutan hubungan kita, apakah benar kau sudah move on ke pembalap itu. Tapi setelah melihatmu di pantai tadi, bagaimana kau berlari mendekat.. bagaimana kau menangis dalam pelukanku, aku sangat yakin jika cintamu masih milikku." Ujar Adrien panjang lebar membuat Isla merona


"Di tambah ini.." sambungnya menunjuk dari luar t-shirt di bagian rusuk kanan kekasihnya


Isla terkikik pelan sembari menaikkan t-shirt pinjaman milik Adrien "Bagus kan kak? Jangan cemburu, tattoo artistnya cewek kok. Temenku juga.."


Adrien mengecup rajahan jarum berwarna hitam menorehkan namanya dengan jelas beserta gambar ombaknya. Adrien tidak menyangka, jika perkataannya saat Aurora menikah bahwa ia akan menemukan gadis yang tangguh, cantik dan sangat mencintainya. Sungguh terjadi, Isla-lah buktinya.


"Hei Kak Adrien..."


Adrien mendongak menatap wajah Isla berbinar bahagia.


"Apa ?"


Isla berdeham pelan sembari memandangi manik biru kekasihnya "Bagaimana jika kita kawin lari saja?"


###


part ini sambil dengar lagunya Lauv Tattoos Together 😁

__ADS_1


2 bulan Adrien kurus.. patah hati adalah obat diet paling mujarab 😂



__ADS_2