ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Étoile Filante


__ADS_3

"Kamu yakin dengan pilihanmu ini Rien? Maksud papa, Isla masih sangat muda." Ucap Keanu memandang ke arah Adrien yang terpaku pada kebersamaan Mamanya dan Isla di kebun sayur samping rumah. Berapa tahun terakhir ini, Adriana mempunyai hobby baru yakni berkebun. Di tanah seluas 300 meter persegi itu wanita yang masih awet dengan kecantikannya menanam berbagai macam tanaman khas Indonesia, seperti sayuran dan buah-buahan yang bisa tumbuh di Lyon.



"Aku belum mengatakan apapun soal Isla, tapi papa sudah memberikan kesimpulan"


"Tentu saja papa tahu nak, ini pertama kali kamu membawa wanita ke rumah atas keinginanmu sendiri. Berbeda saat Khaleesi ke sini karena undangan mamamu. Dan papa juga tahu sorot matamu sangat berbeda saat melihat Isla"


Adrien memandangi wajah ayahnya penuh cinta, perlahan usia menggerogoti ketampanan Keanu dengan warna kelabu di kepalanya.


"Semudah itukah aku terbaca pa?"


Keanu mengedikkan bahunya penuh percaya diri, seutas senyum pada bibirnya membuatnya terlihat semakin bijaksana.


"Yakin kamu menyukai Isla bukan karena gadis remaja itu mirip dengan Aurora, mamanya?"


Adrien mengembuskan napasnya perlahan, kembali menatap riangnya Isla


"Apakah papa pernah merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Seluruh tubuh bereaksi begitu melihat seseorang yang baru pertama kali ditemui. Selama 43 tahun usiaku pa, saat bertemu Isla aku merasakan itu semua. Berbeda dengan Aurora, aku mencintainya karena kami tumbuh bersama. Ia selalu menjadi sosok yang bisa aku andalkan. Dan Isla adalah bentuk sempurna dari Aurora, luar dan dalam. Apakah papa tahu jika Isla membangun tempat untuk anak-anak yang kurang beruntung?"


"Bohemian House maksudmu?" Keanu tertawa ringan


"Ya, hal itu membuatku sangat kagum bahwa anak remaja seusia Isla sudah mempunyai rasa kemanusiaan yang sangat tinggi, sungguh langka" decakan kagum terdengar kembali dari Adrien


"Kamu yang terlalu sibuk Rien, hingga perkembangan keluarga tidak kamu ikuti. Isla sudah sejak dini mempunyai empati yang sangat tinggi kepada sesama. Anak itu sangat dekat dengan semua orang, terlebih kepada orang tua. Setiap papa dan mamamu ke Bali, berdua dengan Mareo menemani kami berjalan-jalan. Dan papa juga rutin berdonasi ke Bohemian, menurutku sangat bagus... Karena keluarga kita bolehlah dikatakan berkecukupan, saat ingin berdonasi sudah tahu kemana uangnya akan disumbangkan."


"Kenapa papa tidak pernah menceritakan itu semua, tentang Isla dan Bohemian House. Papa dan mama juga tidak ada foto bersama dengan Isla maupun Mareo di sosial media."


Keanu menelengkan kepala mendengar gerutuan anak semata wayangnya, pria matang yang bersikap remaja belasan tahun.


"Apa Isla tidak memberitahumu.. jika Ia tidak suka di foto? Kalian sudah dekat berapa lama?"


Adrien membulatkan mata birunya.


"Baru 3 hari, sejak pertemuan pertama kami"


Keanu tergelak tawa yang keras, bahunya naik turun. Sekarang dia sangat percaya jika anak satu-satunya itu sedang dimabuk asmara.


"Dan kamu langsung membawanya ke rumah. Adrien... Adrien" ucap Keanu terkekeh sambil menggelengkan kepalanya


"Karena aku ingin papa dan mama tahu, jika aku menginginkan Isla. Walau aku belum tahu perasaan gadis belia itu terhadapku, tapi aku akan berusaha pa, sebelum Isla mengenal pria lain. Dan aku yakin, cepat atau lambat kabar aku mendekati Isla akan sampai ke telinga Hugo dan Kila. Aku ingin papa dan mama ada di belakangku."


"Jika sudah kamu bertekad seperti itu, mau gimana lagi kecuali mendukungmu nak. Jalan yang kamu pilih adalah jalan terjal, jauh dari kata mudah. Banyak rintangan buat kamu mendapatkan Isla. Terlebih Radit, Ia yang membesarkan Isla dari bayi. Bagi Radit, Isla adalah hidupnya. Tapi yang paling penting, membuat Isla jatuh cinta kepadamu."


"Thank you Pa. Yang pastinya aku tidak akan membuang waktu banyak."


"Akhirnya anak papa sadar juga, betapa kesepiannya kami. Sementara Rinjani dengan Radit menikmati hidupnya dengan mengurus kedua cucunya, di tambah si kembar yang sering berkunjung. Papa dan mama mendukungmu, lihat bagaimana mamamu dengan Isla. Gadis remaja itu kesayangan semua orang." Imbuh Keanu menjelaskan


Hati Adrien menghangat melihat kemesraan mamanya dengan Isla, pastinya tercipta bukan sesaat lalu. Berpuluh tahun tanpa kehadiran Adrien melihat Isla tumbuh menjadi gadis sangat yang cantik.

__ADS_1


"Kak ! Lihat hasil kebun Mami Nana" seru Isla memamerkan isi keranjang rotan yang digenggamnya


"Banyak juga" Adrien beranjak dari kursi, kemudian pria tampan itu menggamit lengan mamanya. Adriana mendongakkan kepala dengan tersenyum merekah


"Mama suka ?" Bisik Adrien dengan isyarat kepada gadis belia yang bersenandung mengeluarkan isi keranjangnya di atas island table


"Bukan suka, tapi cinta. Isla gadis menyenangkan. Kamu harus mendapatkannya sayang." Adriana mengusap punggung jemari anaknya, seorang ibu sangat tahu jika Adrien sedang jatuh cinta kepada gadis yang sangat jauh dari umurnya. Terlebih Isla masih kerabat dekat mereka.


"Mami Nana, kita masak capcay yah pakai sayuran ini" ucap Isla sambil mencuci sayuran di kitchen sink.


"Iya sayang, memangnya kalian tidak pulang ?" Adriana memandangi Isla dan Adrien bergantian


Adrien menculik Isla dari Berlin dengan private jetnya, 3 jam kemudian mereka telah sampai di kediaman Pranaja langsung menyantap makan siang. Walau kedua orang tuanya sempat kaget mendapati Isla adalah teman yang di bawa Adrien.


"Kak... Bolehkah Isla menginap? Mami Nana bolehkah ?" Tanya Isla memasang wajah memohon "ini kali pertama Isla kesini, masa cuma sebentar saja" sambungnya menarik ke dalam bibirnya


Adriana menengadah menatap anak tunggalnya


"Kuliahmu ?" Tanya balik Adrien memandang lurus ke arah gadis rambut berkuncir


"Besok jam 11 kok kak, pagi-pagi kita bisa pulang ke Berlin"


Adrien menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan gadisnya. Isla meletakkan sayurannya, melangkah lebar ke arah Adrien.


Cup !


Kecupan ringan mendarat di pipi pria jangkung, wajah Adrien pun merona bak buah plum


Isla dan Adrien berdiri bersisian di island table, sesekali Isla berseru ketika pria dewasa itu melakukan kesalahan.


"Seumur-umur kita baru melihat Rien di dapur, memotong sayuran" Adriana tertawa kecil memasukkan tangannya pada lengan Keanu, suaminya.


"Rien sedang jatuh cinta, walau umur mereka selisih banyak tapi melihat keduanya terlihat sangat serasi ya sayang?" Keanu menyunggingkan senyuman simpul, mereka telah menanti lama untuk melihat anak semata wayangnya sebahagia itu.


...


Adrien mondar-mandir gelisah di kamar tidurnya, membayangkan Isla seatap dengannya membuat matanya sama sekali tidak bisa terpejam. Mereka baru terpisah sejam yang lalu, setelah gadis belia itu memutuskan untuk tidur di kamar tamu sementara Adrien tidur di kamar lamanya.


Hal berikutnya yang pria jangkung itu lakukan adalah melangkahkan kakinya dengan pelan menuju kamar tamu, Adrien tidak bisa menahan dirinya. Dia juga kebingungan dengan apa yang sedang melandanya.


Tok tok !


Ketukan pelan pada daun pintu, tak lama sosok yang menggunakan baju tidur mamanya muncul dengan rambut agak acak-acakan.


"Aku pikir kamu sudah tidur?" Ucap Adrien bahagia, tidak menyangka ketukan isengnya bersambut dari wajah yang dirindukan


"Sudah... "Erang Isla manja yang mampu merobohkan jantung Adrien "tapi telepon Mareo kasih bangun, Ia sudah kembali dari Swedia. Reo nanya Isla di mana, karena tidak ada di apartemen. Baru mau tidur lagi, kakak ketok pintu" sambungnya mencebikkan bibirnya


Semoga ini bukan pedopil atau pelanggaran yang menggiring Adrien ke balik jeruji, tapi dia tak bisa melewatkan malam tanpa bersama Isla.

__ADS_1


Adrien meraih jemari Isla dan menggenggamnya, tanpa komplain gadis belia itu mengikuti arah langkah pria dewasa itu menuju kamar tidur yang terletak di dekat ruang tengah.


"Ini mama kan kak?" Seru Isla melihat foto berbingkai di dinding kamar tidur Adrien. Foto puluhan tahun masih setia menghiasi kamarnya.


"Apa karena mama, kakak tidak menikah?" Celetuk Isla polos menusuk pas di hati Adrien. Dia pun terdiam tak tahu harus menjawab apa, Adrien tidak pernah mempersiapkan jawaban dari pertanyaan ini sebelumnya, apalagi dari gadis incarannya


Isla tergelak tawa melihat ekspresi Adrien "berarti cerita itu benar" lanjutnya bergumam


Kedua mata mereka pun bersitatap mengunci satu sama lain.


"Cerita apa?" Tanya Adrien


Isla menarik senyuman simpul, tatapannya ditundukkan sesaat kemudian kembali mengarah kepada bingkai foto.


"Kakak mencintai mama, sangat cinta. Tapi mama memilih papa, dan kakak pun tidak menikah-menikah."


Adrien mendesah pelan, mau tidak mau dia harus menjelaskan kepada gadis belia itu.


"Ya, kakak memang mencintai Kila. Itu dulu, berpuluh tahun sebelum kamu hadir di muka bumi. Kila satu-satunya wanita yang aku lihat, hanya dia!. Kami melalui masa kecil bersama, berjanji jika akan menikah saat dewasa. Aku terpaku pada janji itu, namun ternyata Kila bertemu dengan Hugo. Mereka tidak terpisahkan, dan perlahan mamamu teralihkan dunianya kepada Hugo. Untuk bersama mereka melalui banyak hal, orang tuamu saling mencintai Isla, tak ada yang bisa aku lakukan selain ikut berbahagia."


Isla berkaca-kaca mendengar cerita Adrien, dia tahu akan kisah cinta mama papanya yang luar biasa. Namun hati yang belum pernah merasakan cinta bisa membayangkan perasaan pria disampingnya melewati semuanya dengan sendirian.


"Sekarang aku sudah punya pengganti mamamu kok" ujar Adrien tersenyum miring


"Oh ya?" Isla dengan membulatkan matanya "Siapa kak, cerita donk? Apa Ia secantik mama? Trus kapan kakak mau menikah?"


Adrien tergelak tawa dengan serbuan pertanyaan Isla yang tak sadar jika dirinyalah pengganti Kila.


"Rahasia..... " Isla memberenggut kesal mendengar ucapan singkat Adrien "lagian kalau aku menikah, kamu tidak akan aku undang "


Karena kamu yang akan bersanding denganku


Isla menghentakkan kaki melayangkan wajah jengkelnya kepada Adrien "jahat !" Serunya menarik kenop pintu


"Tidur di sini yah" Adrien menahan tangan Isla, gadis belia menatapnya heran "nanti kakak cerita banyak hal tentang Kila di masa lalu" lanjutnya membujuk


"Baiklah... " Sahut Isla lirih, kembali jantung Adrien di remas tak menyangka ajakannya diiyakan


Isla berubah ceria dan langsung menaiki tempat tidur, gadis remaja itu menutupi tubuhnya dengan selimut hingga ke bagian dada. Dengan hati berdebar Adrien ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Isla.


"Ceritakan mama waktu seusiaku kak, mama seperti apa jaman itu." Isla berbalik ke kanan menatap Adrien yang ternyata terus memerhatikannya.


Adrien menarik napas dengan perlahan


"Kila dari kecil hingga umur belasan tahun, kemudian menginjak 20 tahun, 30 tahun, sekarang sudah di usia 40 tahun adalah matahari. Sinarnya selalu membuat orang hidup, namun hanya papamu yang bisa meleburkan diri dalam panasnya seorang wanita bernama Aurora Kila. Butuh waktu yang lama untuk sadar bahwa matahari terlalu besar, dan ternyata yang aku butuhkan hanya sebuah bintang kecil yang berpijar dengan indahnya"



###

__ADS_1


Étoile Filante : Bintang Jatuh


__ADS_2