
Sebulan sebelumnya, di Pulau Dewata..
Mata Keanu teralihkan kepada sosok yang lewat di depannya, gadis berkaki panjang yang menggunakan hot pants hitam, t-shirt sabrina berwarna olive, rambutnya di cepol dan wajah cantiknya dibingkai dengan rayban hitam. Gadis itu kemudian mengambil tempat di kursi santai paling pinggir kanan.
Gadis model seperti itu pasti pacarnya seorang bule, batin Keanu sembari memperbaiki posisi kacamatanya agar ia tidak terlalu kentara jika memandang ke satu arah depan kanan, atau kalau tidak mungkin simpanan pejabat tambahnya lagi - pemikiran ini suatu hari akan disesalinya.
"Babyyyy... Kamu kok tidak berenang" kata Michelle manja langsung memeluk Keanu dengan tubuh basah di balut bikini hitam. Keanu sampai lupa jika dia di sini dengan Michelle perempuan blasteran indo-australia seumuran dengannya. Wajahnya cantik dengan body menawan, namun bukan pacar bukan pula gebetan mungkin lebih tepatnya hubungan tanpa status. Bagi Keanu perempuan seperti Michelle terus berdatangan menawarkan diri untuk bersama tanpa ada ikatan sungguh menguntungkan. Setelah liburan mereka akan kembali ke rutinitas masing-masing tanpa ada perasaan apapun .
"Babyyy... Kamu kok diam saja sih?" Tanya Michelle semakin manja memeluk lengan kiri sembari merebahkan kepalanya di dada Keanu
"Gak ada apa-apa, lagi mau santai saja. Kamu ke bar sana, pesen minum lagi" usir halus Keanu, ia ingin memandangi dengan puas gadis di depannya yang sudah 30 menit berlalu tak ada teman pria atau siapapun menghampirinya
"Baiklah" balas Michelle dengan malas sembari beranjak
Pandangan Keanu kembali tertuju ke sang gadis yang sibuk mengutak-atik notebooknya, membalas email? Dia sempat bekerja di tempat seperti ini. Sungguh aneh! Tak lama kemudian Keanu melihat tubuh si gadis bergetar, dia menangis dengan jelas Keanu melihat air mata sang gadis jatuh saat mengambil sarung bali di tasnya.
Dengan perlahan Keanu mendekati kursi gadis itu yang sekarang meringkuk dengan tubuh terisak tertutup oleh sarung bali, hati Keanu tersentuh sungguh ia ingin memeluk tubuh itu dan melindunginya. Apa daya mereka adalah orang yang saling tak mengenal dengan tangan mengepal ia kembali ke kursinya dan tetap memperhatikan gadis itu hingga malam tiba.
...
"Bro aku tinggal" teriak Keanu ke Hendra dan Deni yang sedang asyik berpelukan dengan pasangan kencan mereka di sofa
"Yoiii mamen" balas Hendra sambil menaikkan jempol tanda oke
__ADS_1
Keanu lalu berjalan mendekati sosok gadis yang duduk sendirian yang di balut dress hitam seperti lampu diskotik - bling bling, ia tersenyum tipis karena dress itu juga yang membuatnya bisa melihat kedatangan gadis yang selalu menghantui pikirannya berapa waktu terakhir. Dan sekarang mereka dipertemukan lagi di tempat seperti ini, sungguh takdir yang aneh. Keanu tidak mengambil tempat duduk karena kursi-kursi tinggi bermeja semua telah terisi, ia akhirnya memilih berdiri di belakang gadis bling-bling yang terlihat asyik menikmati musik.
"Tolong" kata sang gadis dengan suara yang parau mencengkeram kemeja Keanu
Keanu memeluk tubuh si gadis yang terkulai tak berdaya hanya sesaat setelah menyesap minuman di depannya. Dengan tenang ia menggendong tubuh bertinggi 173 cm itu menuju parkiran mobil dan meletakkan dengan hati-hati di kursi jok penumpang.
"Gadis yang ceroboh" rungut Keanu menyalakan mesin mobilnya meninggalkan parkiran diskotik
...
Keanu adalah pria normal, ia bergairah melihat pemandangan di depan mata si gadis bling-bling membuka dress dan branya beberapa saat setelah ia membaringkan ke tempat tidurnya, tubuh indah yang sangat menggoda itu kemudian kembali tertidur. Keanu melangkah mendekat, alih-alih memanfaatkan kesempatan, ia memilih menarik selimut menutupi tubuh sang gadis.
"Mengenai permintaan... " Kata Adriana terputus
"Kenapa?" Tanya langsung Keanu menatap kedua bola mata Adriana yang berwarna hazel, warna bola mata yang tak umum
"Kenapa? Sibuk?" Tanya Keanu dengan hati kecewa
"Iya, aku harus akan ke kalimantan"
"Kamu orang kalimantan? Orang tuaku di sana"
"Dinas" singkat Adriana
"Kamu kerja?"
__ADS_1
"Aku makan batu kalau gak kerja" balas Adriana dengan manyun
Keanu menahan keinginannya untuk menangkup wajah Adriana dan mencium habis-habisan bibir merah yang sedang cemberut itu.
"Sepertinya kita lupa sesuatu" ujar Keanu sesaat mengantar Adriana ke depan pintu
"Apa?" Tanya Adriana dengan datar
"Bagaimana caranya kita bisa saling berkomunikasi tanpa nomer handphone, pakai telepati?" Kata Keanu dengan senyum jahil
"Oh iya, maaf" kata Adriana sembari membuka quilted bagnya, dan meraih kartu nama dari saku kecil dalam tasnya "nih" lanjutnya menyodorkan kartu berwarna putih gading
"Tunggu aku juga punya" ucap Keanu berbalik dan setengah berlari kembali ke dalam apartemen
Adriana langsung memasukkan kartu Keanu ke dalam tas tanpa membacanya. Kebalikan dengan Keanu yang membaca dengan seksama kartu nama Adriana, sungguh dia salah menilai gadis ini.
"Hei, Bu Adriana Harika Kamaniya ST, anak teknik toh" puji Keanu menatap Adriana "jangan lupa menyimpan nomer handphoneku" lanjutnya kemudian bergerak maju mendekat hingga jarak mereka hanya tinggal berapa centi, Keanu lalu menaruh kedua tangannya di bahu gadis yang mendongak menatapnya dengan tatapan kosong
"Sampai bertemu lagi, Adri" kata Keanu menarik tudung hoodie Adriana menutupi kepala gadis itu "begini lebih baik" lanjutnya tersenyum tulus
And kids... that's how i meet your mother, gumam Keanu memandangi wajah Adriana terakhir kali sebelum menghilang tertutup oleh pintu lift.
###
ps. kok kangen ma Radit yah? 🥺
__ADS_1
love,
D 😘