
"Sarapan?" Tanya Keanu menatap Adriana "tapi aku hanya bisa memanaskan pizza" lanjutnya dengan tersenyum.
Sebenarnya Adriana ingin secepatnya pergi namun entah kenapa kepalanya mengangguk mengiyakan, ia pun mengekor di belakang Keanu menuju dapur dan duduk dengan manis di island table sembari memandangi pria itu memasukkan pizza ke dalam oven.
Dapur canggih, batin Adriana. Ya mungkin sudah termasuk fasilitas apartemen yang high class. Tampang Keanu sangat menarik dan rupawan mungkin semua ini dia dapatkan sebagai sebagai seorang model. Namun sepertinya Keanu bukan aktor di Indonesia, Adriana bukan seorang maniak penonton film, tapi ia sangat tahu banyak pelakon film dari layar kaca.
"Habis gak jus tadi?" Tanya Keanu membuyarkan lamunan Adriana.
"aku belum minum" jawab Adriana sembari berdiri.
"Biar aku yang ambilin" kata Keanu langsung melesat menuju ke kamar tidur
Pikiran Adriana sedang kacau, ia sangat malu dengan kejadian yang harus dihadapinya pagi itu. Pertama kali dalam sejarah hidupnya, ia berakhir di rumah seorang pria, tidak ia kenal, tidur bareng pula.
Kapok!
Aku Adriana Harika Kamaniya, takkan lagi berbuat seperti semalam. Sejatuh apapun hidupnya, tak akan menginjak diskotik lagi. Ikrar Adriana dalam lamunan disertai nyeri hebat di kepala.
Ting !
Bunyi timer oven menandakan pizza telah matang, bersamaan dengan Keanu datang dan menaruh gelas jus di atas meja. Selanjutnya Adriana terus memandangi kesibukan pria itu menyiapkan sarapan.
Seksi! oh please Adriana, kembalilah ke Bumi! teriaknya dalam hati.
"Nih" kata Keanu meletakkan piring berisi pizza bertabur dengan beef dan cheese.
Adriana tersenyum geli meraih potongan pizza dan menggigitnya.
"Kenapa kamu tersenyum? Baru pertama kali yah sarapannya pizza?" Tanya Keanu meraih kursi di samping Adriana.
"Huum, but not bad"
"Adri, mari kita bicara sambil makan" kata Keanu melirik Adriana.
"Tentang apa?"
__ADS_1
"Hei kenapa kamu tenang saja padahal kita habis tidur bareng"
"Hanya tidur bareng,.. Toh gak terjadi apa-apa" kilah Adriana santai. Ia memegangi kepala ketika denyut nyeri karena alkohol kembali menderanya.
"Kok kamu tahu?"
Adriana meletakkan potongan pizza sisa separuh lalu menatap Keanu "coz i'm virgin, aku pasti tahu kalau kamu habis melakukan sesuatu yang gak-gak semalam" balas Adriana datar.
"Serius?" Tanya Keanu heran
"Huum" Adriana mengangguk dengan sorot mata polos.
"Berarti kamu utang budi sama aku, coba semalam kamu jatuh di pelukan pria lain mungkin ceritanya beda hari ini"
"Iya, bener. Terima kasih, Keanu" gumam Adriana pelan penuh penyesalan dengan kebodohannya. Adriana lalu menatap pria itu dengan sorot mata yang sungguh-sungguh "Aku akan mengabulkan satu permintaan entah itu apa, selama bukan berkaitan dengan kontak fisik" lanjutnya kemudian memalingkan pandangannya.
"Satu? Pelit amat. Dua gitu" protes Keanu di balas lirikan tajam oleh Adriana, gadis itu paling tidak suka dibilangin pelit.
"Aku gak suka angka genap"
"99?" kata Keanu menggoda Adriana yang ditanggapi dengan mata melotot "baik tiga kalau gitu" lanjutnya menaikkan 3 jemarinya sembari terkekeh.
Adriana lalu terdiam memikirkan keakraban yang tercipta dengan pria di sampingnya. Biasanya ia hanya berbicara seperlunya dan bersikap dingin dengan orang yang baru dikenalnya.
"Kamu tidak mau cerita, kenapa gadis sepertimu bisa berakhir di tempat seperti semalam? Sendirian dan gak bisa minuman beralkohol? Kamu juga gak lagi cari mangsa bukan?" Cecar Keanu sok kenal sok dekat.
"Waitersnya bilang minumannya non alkohol" sanggah Adriana pelan
"Jangan percaya sama waiters, mereka juga ada target penjualan minuman, kamu cupu sih"
"My bad"
"Terus? Sebenarnya ada apa?" Tanya Keanu
"Something personal" balas Adriana datar
"Gak mau cerita?" Tanya Keanu keukeh
__ADS_1
"Ya gaklah... Kita baru kenal, masa aku cerita masalah pribadiku" balas Adriana sewot
"Hahahaha, iya deh kalau kamu gak mau cerita" tawa Keanu terdengar renyah dan hidup.
Adriana kembali termenung, sambil memainkan gelas jusnya yang telah kosong.
"Masih mau jus?"
"Eh..."
"Kamu melamun terus, gak baik" kata Keanu sambil berdiri menuju lemari pendingin.
Lelaki cerewet, gumam Adriana. Dia seperti Aaron, tidak mau berhenti bicara.
"Aku mau pulang" kata Adriana sesaat gelasnya di isi ulang oleh Keanu.
"Aku antar?"
"Tidak perlu, aku sudah banyak merepotkan kamu" kata Adriana lalu menandaskan jus jeruk dalam sekali teguk dan melap bibirnya pada bagian tangan sweater.
Keanu pun tersenyum simpul melihat tingkah laku Adriana, setidaknya bukan air mata gadis itu dilihatnya lagi seperti pada pertemuan pertama mereka.
###
Adriana Harika Kamaniya
alooo kesayangan 💃
aku akan update terus yang ini, mengejar yang sebelah..
coz nanti ada bab yang saling berkaitan dengan Rinjani di sini..
[17 Desember 2022, aku mengedit novel yang hancur ini.. benar-benar perjalanan panjang dari asal menulis dan kini Mersia sudah lebih mendingan]
love,
__ADS_1
D 😘