ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Bukalah Hatimu


__ADS_3

Tiga hari berlalu dengan cepat, selama itu pula kebersamaan mereka terjalin dengan selaras, langsung menemukan ritmenya. Tiap hari mereka berangkat kantor dan pulang bersama, makan malam yang mereka siapkan berdua sembari membicarakan hari yang telah dilalui.


"Bu Riana, nanti pulang kantor aku ingin mengajak ibu untuk makan malam bersama, gimana?" bisik Tian sesaat mereka sedang di tengah rapat tahunan pada hari terakhir jadwal pertemuan para manager


"Boleh" jawab Adriana sambil mengangguk


Tian Nugroho tersenyum lebar dengan bola mata ikut berbinar bahagia. Mereka tidak sadar kalau ekspresi Tian barusan diperhatikan oleh David Sulaeman, direktur PT. Xander Coal Mining.


"Adri" panggil David sesaat rapat selesai jam 3 sore, para manager lain langsung berhamburan keluar dari ruangan entah hanya mengobrol di depan ruangan atau menuju area khusus untuk merokok.


"Ya pak" sahut Adriana mendekat dan berdiri di depan direkturnya


"Duduklah, kamu itu sudah tinggi pakai sepatu tinggi pula, leher tuaku nanti keseleo" sungut David kemudian tertawa


"Bapak bisa saja"


"Jadi... Siapa yang kamu pilih? Tian atau si tampan mirip bapak itu?" Tanya David dengan percaya diri menyamakan dirinya mirip dengan Keanu


"Apa?" Tanya balik Adriana dengan tersenyum geli


"Dari hari Rabu aku lihat Tian selalu ada di dekatmu, kamu pikir bapak tidak lihat? Saya sih tidak masalah kamu dengan Tian, toh peraturan kantor tidak melarang hubungan sesama pegawai. Kalau si tampan pasti kamu banyak saingan"


"Kemarin dukung dia, sekarang kok ma Pak Tian sih" balas Adriana berakting kecewa, dalam hati tertawa dengan percakapan mereka, di kantor mana ada pegawai membahas kehidupan pribadi dengan direkturnya


"Ohh jadi kamu sukanya si tampan?" Kekeh David kemudian tersenyum usil


"Hmmm... Panjang umur, nih ada pesannya masuk" kata Adriana mengetuk layar ponselnya


Keanu : "Nanti pulang sendiri yah, aku ada janji dengan orang"


Adriana : "Gak papa... Saya juga ada janji makan malam"


Keanu : "Dengan siapa?"


Adriana tidak membalas pesan Keanu lagi, ia langsung memikirkan tempat makan malam nanti dengan Tian, tempat yang tidak terjangkau radar Keanu.


...


Tian menuruti ide Adriana untuk dinner di bangunan sebelah kantor mereka dibanding ke mall GI lagi, beberapa kali Adriana bertemu dengan Keanu di tempat itu.


"Mas Tian kapan balik?" tanya Keanu melirik pria tampan sampingnya, dia maskulin dengan tumbuhan janggut halus di rahang


"Besok pagi, mau ikut?" Kekeh Tian melirik Adriana sedang bersandar santai menunggu lift membawa mereka menuju ke lantai atas restoran yang telah di pesan wanita itu


"Ahahaha... Saya belum ada jadwal kesana lagi mas" balas Adriana tersenyum tipis


"Wow... Tempatnya bagus, kita bisa melihat Jakarta malam hari" kata Tian dengan takjub melihat pemandangan di luar, Adriana sengaja meminta meja dengan pemandangan terbaik


"Steaknya terbaik juga" usul Adriana menatap lurus ke arah Tian


"Ya kita menunya sama saja"


Ketika mereka sedang asyik menikmati makan malam, perhatian Adriana teralihkan ke pasangan yang memasuki restoran, sial umpatnya dalam hati. Kenapa ibukota menjadi sempit begini, atau pria itu memasang GPS tracker di telepon genggamnya. Adriana kemudian hanya berpura-pura tidak melihat dan tidak kenal walau tahu sorot mata coklat itu sedang menatapnya dari tiga meja depannya.



...


"Sayanggg.... Kamu kok tidak makan?" Tanya Nesya gadis bohay di depannya sambil menyentuh tangan Keanu, dulu ia suka dengan gadis ini. Namun entah kenapa sejak mengenal Adriana, selera wanitanya berubah drastis. Dingin dan misterius, lebih membuatnya tertantang untuk menaklukkan.


"Aku tidak lapar" sungut Keanu menatap cemburu Adriana dengan pria teman sekantornya itu, ia lebih tepatnya kehilangan nafsu makan


"Pandanganmu selalu ke sana" sungut Nesya berbalik ke meja Adriana "sayang kenal yah?" Tanya dengan suara dimanja-manjakan


"Hmmmm" gumam Keanu buru-buru meraih telepon genggamnya sesaat melihat Adriana beranjak keluar, dia langsung mengetik pesan


"Sudah selesai? Kita pulang bareng. Tunggu aku di lobby bawah"


Keanu menggoyangkan kakinya dengan tidak sabar menunggu balasan dari Adriana


"Ya" balas singkat wanita itu


"Nesya, aku mengiyakan bertemu dengan kamu hari ini karena ingin mengatakan kalau ke depannya aku tidak akan menemuimu lagi dan tidak akan mau bertemu. Kita juga tidak ada hubungan bukan? So no hurt feeling, right?"


"Apaaa?!" Pekik Nesya dengan membelalakkan kedua bola matanya


"Hush... Ini tempat umum, tahan dirimu! Dan maafkan aku" kata Keanu langsung berdiri meninggalkan Nesya yang sedikit lagi meledakkan amarahnya


Ini wanita pertama tapi yang paling susah, karena Nesya dari awal menginginkan mereka berpacaran. Namun Keanu menolak, ia tidak pernah tertarik dengan hubungan resmi apalagi menggunakan perasaan. Entah berapa banyak lagi harus disingkirkannya atau ia perlu memasang fotonya dengan Adriana di sosial media agar wanita-wanita yang melengket seperti tokek itu menjauh. Sekarang sungguh ia menginginkan hidup tenang bersama dengan teman seapartemennya itu.


...

__ADS_1


"Enak" seru Keanu menyendok mie instan yang barusan dibuatkan oleh Adriana, pria itu mengeluh lapar sesaat mereka tiba di apartemen


"Itu hanya mie instan dicampur kornet, telur dan sawi" kata Adriana dengan tersenyum geli


"Tunggu aku mau foto" kata Keanu lalu bergegas ke kamar mengambil telepon genggamnya


Adriana tidak bisa menahan tawa melihat kelakuan Keanu makin kesini terlihat bukan dirinya


"Kamu mau di mention tidak?" Tanya Keanu


"No thanks" singkat Adriana langsung mendelik namun tetap penasaran dengan postingan Keanu


"Cuma story, 24 jam hilang"


"Kamu post apa?" Tanya Adriana mendekatkan badannya ke samping, ia malas mengambil ponselnya yang masih ada di dalam tas


Simple but delicious - dengan foto mie instan buatan Adriana


"Ini bukan kamu, ngepost seperti beginian"


"Iya, ini untuk pertama kali.. tapi aku baru menikmati makan jika dimasakin kamu" gerutu Keanu kesal membayangkan kembali dinnernya tadi dengan Nesya


"Terbiasa" kekeh Adriana, hatinya telah melunak dengan seiringnya waktu "kamu mau dibikinin bekal makan siang juga? Seperti anak sekolahan"


"Mau.. kalau kamu sempat"


"Eh" Adriana kaget "kita coba mulai senin" tambahnya sembari menopang dagu


"Adri, besok kita nonton di bioskop yah?" Tanya Keanu


"Besok?"


"Besok juga kita gak ngapa-ngapain. So, be my date" pinta Keanu menyunggingkan senyum lebar memamerkan gigi taringnya yang cute


Hati Adriana semakin berdesir, dengan perkataan dan tatapan Keanu, perlahan-lahan hatinya terbuka untuk pria itu



...


"You look sexy" kata Keanu melihat Adriana keluar dari kamarnya



"Ayo" kata Keanu sambil mengenggam erat jemari Adriana


Adriana makin kesini juga terbiasa dengan sentuhan-sentuhan Keanu, ia harus membuka akses karena hatinya juga menyukai debaran di dada.


I'm alive.


Pilihan film siang itu film horor pilihan Adriana, menjatuhkan ke film genre mendebarkan ketimbang pilihan film lain yang tidak masuk dalam seleranya


"Kamu boleh memelukku jika ketakutan" bisik Keanu sesaat film dimulai


"Your wish" balas Adriana sambil mengunyah popcorn


Keanu tertawa ringan mendengar perkataan Adriana, hatinya sungguh bahagia bahkan sikap ketus wanita ini.


Bagi Keanu ini merupakan pertama kali di usia dewasanya berkencan di bioskop, seperti mengulang masa-masa remaja yang melakukan pendekatan dengan mengajak menonton film.


...


"Adri kamu menangis?" Tanya Keanu lalu tertawa sesaat lampu bioskop dinyalakan tanda film telah usai


"Sedih, temannya mati dua"


"Selama film kamu gak takut, tapi malah nangis di ending partnya. Ini film horor loh bukan drama" kekeh Keanu sambil menghapus air mata Adriana "yuk kita makan siang" menarik tangan Adriana untuk berdiri


"Habis makan kita ke rumah yah?" Pinta Adriana menatap Keanu


"Iyah, apapun untukmu. Ke ujung dunia aku pasti antar" kata Keanu bercampur gombalan membuat Adriana menyunggingkan senyuman merekah "kita makan apa?" Lanjutnya bertanya dengan sorot menunggu jawaban


"Terserah" balas Adriana


"Daun mangga?"


"Kalau kamu makan duluan baru aku ikut makan" balas Adriana dengan cemberut


"Hahaha..." Tawa Keanu sambil merangkul tubuh Adriana berjalan keluar dari studio satu


"Pizza?" Tanya Adriana menengahkan wajahnya menatap Keanu

__ADS_1


"Anything you want, my love"


...


Adriana terlihat wara-wiri membersihkan rumah dan Keanu dilarangnya untuk tidak bergerak dari sofa berwarna coklat di depan televisi. Akhirnya ia hanya berselonjor sambil menonton layar 42 inch yang menayangkan pertandingan sepakbola liga nasional.



Tinggal di rumah sebenarnya juga asyik, lebih tenang dengan lingkungan seperti rumah Adriana. Mungkin aku harus memikirkan untuk mempunyai rumah, apalagi setelah menikah nanti dengan kamar dua di apartemen akan sempit untuk anak-anak mereka. Setidaknya dua atau tiga keturunan, dengan wajah seperti mamanya. Mama anak-anaknya yang Keanu maksud sedang berdiri dengan alat pel di depannya mengusap keringat di lehernya.


"Aku bantu" kata Keanu tiba-tiba membuat Adriana terkejut


"Gak usah, bentar lagi sisa bagian ini kok" tolak Adriana melanjutkan kerjaannya


Kedepannya Keanu juga ingin semua pekerjaan rumah dilakukan dengan saling membantu, untuk sekarang karena Adriana masih belum menerima perasaannya. Keanu tidak ingin terlihat mengatur segalanya padahal dia belum menjadi seseorang istimewa di hati Adriana.


Keanu terus berandai-andai dan terus membayangkan masa depan. Wanita itu membuatnya banyak berubah.


"Lapar gak?" Tanya Adriana bergabung duduk setelah menyelesaikan pekerjaan bebenahnya


"Sedikit" Keanu bergumam


"Aku pesen bakso yah, ada langgananku di depan" kata Adriana mulai membuka aplikasi di telepon genggamnya, Keanu mendekat hingga badan mereka saling menyentuh


"Aku mau yang ini" kata Keanu menekan menu pertama bakso dengan babat pisah


"Katanya sedikit lapar tapi pesennya yang komplit"


"Aku jadi lapar setelah melihat menunya" kilah Keanu kemudian terkekeh "tapi besok kita harus membakar makanan hari ini" tambahnya mengingat menu sarapan nasi goreng, lunch pizza, dan makan malam meatball


...


Keanu mendudukkan bokongnya di tepian tempat tidur Adriana, sementara wanita itu sedang mengemas pakaian yang akan dibawanya ke apartemen


"Andai mobilku muat dengan lemari tiga pintumu itu, langsung aku angkut saja daripada ribet" sungut Keanu


"Tar aku gak balik-balik di sini" balas Adriana membeo


"Memangnya kamu pikir bisa keluar dari apartemenku?


"Bisa"


"Gak" balas Keanu sengit sembari berjalan menuju meja rias Adriana, ada bingkai foto mini dengan wajah Adriana kecil di pangku oleh mendiang bapak yang berpakaian seragam dinas


"Bapak yah ini?" tanya Keanu meraih bingkai foto lalu menatap lekat-lekat wajah Adriana, anak kami kelak seperti ini wajahnya bergumam


"Iyah, itu saat aku berumur 3 tahun. Bapak masih muda, kulitku lebih ke bapak agak coklat kan?" kata Adriana sembari mendekat ke samping Keanu dan meraih bingkai foto tersebut


Wanita ini merendah, padahal kulitnya putih bersih. Walau Keanu tidak pernah memilih seorang wanita hanya dari warna kulit, apalagi jika itu seorang Adriana yang sangat sempurna di matanya.


"Hiks" isak tangis Adriana tak bisa menahan kesedihannya, tangisan yang menyadarkan lamunan Keanu


Keanu langsung merengkuh tubuh Adriana, memeluknya dengan penuh perasaan kasih


"Adri, selamanya aku tidak bisa menggantikan posisi bapak di hatimu, tapi mulai sekarang aku akan menemanimu, menjadi pria yang bisa kamu andalkan kapan pun itu"


Adriana tidak menjawab, ia telah menghentikan isak tangisnya. Kesedihan yang merayap di hati barusan tergantikan dengan debaran yang hebat di dada.


"Kumohon bukalah hatimu untukku" ucap Keanu menangkup wajah Adriana kemudian mengecup pelan kening wanita yang mengerjapkan bola mata berwarna hazel itu kepadanya


"Aku mencintaimu Adriana"


###


alo kesayangan 😎


aku akan berusaha mengupdate tiap hari πŸ™πŸ»


semoga my brain n my hands kompak terus 🀭


selamat senin,


selamat sekolah, kuliah, kerja, bersih-bersih, malas-malasan 😁


love,


D 😘


20 October 2019


11.08 pm

__ADS_1


__ADS_2