
Sore itu sepulang kantor Keanu janjian dengan Rinjani dan Radit untuk dinner bareng di resto Jepang mall GI pastinya pilihan adik iparnya yang selalu mengedepankan healthy food dan no junk food. Kedua adiknya itu sudah seminggu lebih tinggal bersama dengannya, mereka memenuhi apartemen dengan belanjaan perlengkapan bayi, syukur yang besar-besar seperti tempat tidur bayi langsung terkirim ke Bali.
"Abanggg" panggil Rinjani sambil melambaikan tangan di depan resto begitu melihat Keanu
"Sudah lama?" Tanya Keanu mendekat sambil mengacak rambut adik kesayangannya "mana Radit?"
"Mbuh - tadi bilang ada yang mau dilihatnya, paling ke toko bayi lagi. Yukk kita masuk duluan bang" kata Rinjani menggamit manja lengan Keanu
"Mejanya yang di sini yah pak" kata pelayan sembari menaruh buku menu "pesan sekarang atau mau lihat dulu"
"Kami lihat dulu yah mas" sahut Rinjani setelah berhasil mendudukkan tubuhnya yang kesusahan
Tak lama kemudian Radit datang dengan membawa sekantong besar belanjaan.
"Sorry" kata Radit mendekat dengan muka tersipu
Keanu dan Rinjani hanya menggelengkan kepala. Saat itu juga di ambang pintu Keanu melihat sosok wanita yang selalu sukses membuatnya berdegup kencang, si ratu es berjalan dengan pria yang lebih muda dengannya, Keanu menyaksikan kejadian berikut pria muda itu berjongkok menalikan tali sepatu Adriana yang terlepas, hatinya semakin terbakar rasa cemburu.
Keanu meraih telepon genggam di meja dan mengetik pesan ke Adriana
"Pantesan kamu gak menyukaiku, ternyata sukanya dengan brondong, hey... Aku melihatmu"
...
"Enak" gumam Adriana menutup mata merasakan nikmat daging wagyu lumer di mulutnya
"Ibu sepertinya suka banget" kata Rafael dengan tertawa kecil "ekspresinya cocok untuk jadi mukbang-mukbang youtubers"
"Hahaha, menurutmu akan ada yang nonton dek?"
"Pastinya, saya bisa jadi editornya bu. Sekelas youtuber-youtuber indo mah kecil" kata Rafael menjentikkan kelingkingnya
Adriana kemudian menatap datar ke arah Rafael yang langsung serba salah
"Kamu tahu kenapa aku mengajakmu makan malam bareng?"
"Tidak tahu bu, maafkan saya jika ada kata yang keterlaluan" balas Rafael menunduk
"Begini dek, kamu tahu kan kalau Inka akan resign bulan depan karena mau menikah? Jadi gini, apa kamu berminat untuk pindah ke team relation dan langsung menjadi pegawai tetap? Aku sudah bicara dengan managermu"
"Ibu !!" Pekik Rafael dengan mata membelalak karena kaget "SAYA MAU !! Saya akan memberikan 1000 persen fokus ke team relation, terima kasih banyak bu!" Serunya dengan berapi-api
"Tapi ingat di kantor tetap profesional yah" kata Adriana membuka tasnya mengambil telepon genggam
Ia kemudian menoleh dan berbalik mencari Keanu yang mengatakan melihatnya
"Aku juga" Adriana membalas pesan Keanu, setelah melihat pria itu di meja paling belakang
...
Keanu menjadi sangat kesepian setelah kepergian Rinjani dan Radit tadi sore ke Jogja, perasaan kosong ditinggalkan setelah apartemennya yang semarak dengan keriuhan canda, tawa dan masakan adik iparnya. Saking bosannya dengan kesendirian, Keanu hanya berbaring tak bergerak di sofa menonton acara di netflix, perutnya mulai berbunyi membuatnya beranjak ke dapur. Tanpa semangat Keanu membuka lemari pendingin dan mengambil pizza yang masih tersisa untuk dipanaskan.
Ia tersenyum tipis melihat satu potongan pizza di tangan membuatnya ingat dengan Adriana.
"Kamu ngapain malam minggu gini.. hubungi gak yah?" Gumam Radit berbicara sendiri, kemudian kembali ke sofa mengambil handphonenya
Sambil bersender di tepian meja dapur Keanu mencoba membuka aplikasi pesan namun kemudian mengurungkan niatnya.
"Pasti dengan pria muda itu" Keanu kembali bergumam, dan membuka instagram. Dengan tingkat penasaran paling tinggi menekan story Adriana, video yang di repostnya ada pria muda itu sedang berbicara dengan banyak orang yang sedang bebakaran. Adriana yang duduk manis menggigit jagung bakar dan melambaikan tangan, perhatian Keanu tertuju kepada hoodie yang di pakai wanita itu. Hoodie hitam yang pertama kali diberikannya saat menginap di sini.
Dengan setengah berlari Keanu langsung menuju kamar dan mengganti pakaian lebih tebal. Dan kembali ke dapur mengambil pizza panas dari oven, menggigitnya setelah dilapisi dengan tissu.
"Malam minggu menuju puncak, entah jam berapa aku akan sampai tapi demi kamu" kata Keanu meraih kunci mobil
...
Adriana meringkuk dalam selimut, namun ia tetap menggigil bahkan telah menggunakan kaos kaki tebal dan jaket hoodie dengan baju kaos dua lapis di dalamnya. Ia suka memakai hoodie Keanu, selain nyaman, over size dan wangi maskulin pria itu masih melekat.
"F*ck this outing" umpatnya, acara kantor tiap 6 bulan sekali, kali ini ditentukan di puncak, alih-alih stay di hotel berbintang para panitia outing malah memutuskan diadakan di penginapan biasa agar bisa bebakaran, menciptakan suasana lebih akrab dengan para pegawai. Dan kesengsaraan bagi Adriana sekarang yang tidak tahan dengan suhu dingin.
Matanya memicing melihat layar handphonenya langsung menyala yang di bawahnya masuk ke dalam selimut.
Keanu memanggil..
Jam berapa ini, gumamnya
"Halo" kata Adriana lebih seperti mengerang
__ADS_1
"Adri, kamu belum tidur?"
"Kamu pikir siapa yang berbicara denganmu sekarang"
"Hahaha... Aku di depan penginapanmu"
"Apa?!" Pekik Adriana langsung terduduk
"Aku di depan penginapanmu, apa kamu bisa menemuiku?"
"Ini dengan Keanu bukan?"
"Menurutmu?? Keluarlah dan temui aku untuk memastikan"
Setelah mematut wajahnya di cermin memastikan tidak bermuka bantal dan menyisir rambut, Adriana kemudian mengendap-ngendap menuju pintu depan penginapan. Ia bertaruh semua penghuni telah terlelap dalam mimpi damai.
Hembusan angin dingin menerpa tubuh Adriana sesaat berada di luar bangunan, hal itu membuatnya mempercepat langkah menuju jalanan luar. Dengan cahaya temaram lampu ia bisa melihat tubuh tinggi berjaket warna abu-abu sedang bersandar di mobilnya yang langsung berdiri tegak saat Adriana berjalan tergesa-gesa mendekatinya
"Betul itu kamu" kata pertama Adriana yang terucap dari bibirnya melihat wajah tampan Keanu yang tersenyum lebar berdiri depannya
"Yahhh" kekeh Keanu memperlihatkan gigi putihnya
"Sssstttt" Adriana dengan gigi gemerutuk saat angin kembali bertiup
"Kenapa? Kedinginan yah? Mau peluk?" Canda Keanu sambil merentangkan kedua tangannya
Adriana menatap wajah Keanu dengan sorot mata dalam, lalu melangkahkan kakinya ke depan hingga mereka tanpa jarak
Keanu yang tidak percaya dengan respon Adriana tak membuang kesempatan itu langsung merengkuh tubuh wanita dalam pelukannya.
"Hangat" gumam Adriana, tubuh Keanu berbanding terbalik dengan tubuhnya yang dingin. Badan pria itu malah menghantarkan panas menjalari setiap inchi tubuh dan hatinya
"Kenapa kamu bisa tahu kalau aku di sini?" Tanya Adriana dengan pelan
"Aku lihat storymu, dengan jelas di situ nama penginapan tempatmu bermalam" balas Keanu sambil mengusap intens punggung Adriana
"Oh, story Rafael. Ada acara di sini?" tanya Adriana lagi
"Tidak, aku berangkat dari Jakarta 3 jam yang lalu" kata Keanu menundukkan kepalanya saat Adriana menatap pria itu
Kemudian keheningan aneh tercipta di antara mereka
"Iya"
"Kalau begitu bicara di dalam mobil saja" kata Adriana dengan isyarat tubuh ingin melepaskan diri, Keanu kemudian mengikuti kemauan wanita itu dan membukakan pintu depan mobilnya
Mereka kemudian kembali terdiam, sebenarnya Adriana lebih memilih menikmati sistem pemanas kursi mobil Keanu yang semakin menghangatkan tubuhnya.
"Bapak meninggal sebulan saat kamu menemukanku di diskotik.. Aku tidak bisa mengontrol kesedihanku jadi ke tempat seperti itu" kata Adriana menatap kegelapan di depannya
Seketika tubuh Keanu terhenyak mendengar perkataan Adriana, jadi itu alasannya wanita ini menangis di Bali.
"Adri, aku turut berduka cita,... ini pasti berat untukmu"
"Yah.. sangat berat" gumam Adriana mencoba menutup matanya "karena aku sekarang tidak punya orang tua, ibu meninggal 8 tahun lalu" lanjutnya dengan menahan air mata
"Adri....." Kata Keanu meraih tangan Adriana dan menggenggamnya, ia sungguh ingin memeluk tubuh wanita itu
"Aku baik-baik sekarang, sudah suratan Tuhan seperti ini" ujar Adriana melihat Keanu yang terlihat sangat sendu menatapnya dalam
"Ada aku jika kamu sedih, tak usah memendamnya sendiri Dri" hibur Keanu mengusap lembut punggung jemari Adriana "atau kamu bisa ke pria-pria yang selalu di sampingmu itu"
****... Kenapa juga aku bisa mengeluarkan kata-kata itu
Adriana langsung menarik tangannya lalu memasukkan ke dalam saku depan hoodienya
"Aku tidak mempunyai pria! Tidak mempunyai teman pria, pacar atau tunangan" kata Adriana dengan ketus "sudah lama aku tidak berpacaran"
"Kapan?" Potong Keanu cepat
"Umur 21 tahun, my first love... Dia menikah"
"Jadi kamu trauma?"
Adriana tidak membalas, dia kembali terdiam
"Aku tidak trauma" sanggah Adriana
__ADS_1
"Menurutmu apa itu tidak berpacaran 8 tahun jika bukan trauma, memangnya kamu tidak mau menikah?" cecar Keanu
"Tidak... Aku tidak percaya pernikahan"
"Kamu mau selibat?"
"Selibat?"
"Tinggal bareng tanpa pernikahan"
"Kumpul kebo?"
Meledaklah tawa Keanu di dini hari, Adriana tersenyum simpul mendengar hangatnya tawa pria itu... Perlahan satu lapisan es di hatinya runtuh dan meleleh.
"Aku mau tidur" kata Adriana tak bisa menahan matanya yang semakin berat, dia lalu menurunkan jok kursinya ke belakang
"Aku akan menyembuhkan traumamu Adri" kata Keanu juga mulai memejamkan matanya
"Aku tidak trauma" erang Adriana di ambang tidur
...
Adriana melepas Keanu pulang kembali ke Jakarta setelah mereka menyantap sarapan bersama, ia pun memandangi mercy hitam itu menghilang dari belokan. Adriana kemudian melangkahkan kakinya dengan ringan kembali masuk ke penginapan dan mendapati orang-orang kantornya sedang ramai asyik bercengkerama di sekitar kolam. Sebagian yang memilih berenang dan lebih banyak duduk di kursi santai sembari menikmati sarapan
"Adri, sini!" Panggil Pak David melambaikan tangannya begitu melihat sosok Adriana mendekati area kolam
"Nasi kuningnya enak?" Sapa Adriana melihat menu sarapan bossnya di atas meja sembari duduk di kursi samping
"Tidak seenak sarapanmu" jawab David dengan tersenyum jahil menatap Adriana, ia melihat manager favoritnya tertidur lelap di dalam mobil saat David keluar bersepeda jam 6 pagi tadi
"Hmmmm..." Gumam Adriana mengingat menu sarapannya di Klapp*rtaart barusan
"Jadi dia orangnya?" Tanya David lagi tanpa melepaskan senyum usilnya "sangat tampan, aku melihat diriku dalam pria itu"
Adriana mendelik tajam ke arah David lalu terkekeh
"Walau tidak setampan dia, tapi semangatnya loh pasti sama"
"Semangat apa pak?"
"Semangat jika didekatin cewek-cewek"
Adriana kemudian termenung, sampai sekarang pun jantungnya masih berdegup kencang dan ia heran masih bisa tertidur nyenyak dengan gemuruh dada seperti ini di samping pria itu
"Adri, kamu tipe cewek yang paling jarang ditemui, cewek yang mempunyai pemikiran seperti laki-laki, yang mendahulukan logika ketimbang perasaan. Selalu memikirkan secara matang segala sesuatu di depan, jika kamu pikir itu akan melukaimu maka kamu akan memilih tidak memberi akses. Toh apa sih salahnya dengan patah hati, jika cinta itu sendiri tidak bisa menyembuhkan... Waktu yang akan membuatmu lupa" kata David panjang menasehati Adriana
"Ehh..." Kata Adriana tertegun mendengar perkataan David
"So Adri, listen to your heart. Lakukan hal tergila di pikiranmu. Nikmati hidup, hingga ketika tua kamu tidak mempunyai penyesalan dengan berandai-andai. Jangan pernah takut melakukan kesalahan, makin sering patah hati kamu nanti jadi master of broken heart kek Didi Kempot" tawa terbahak-bahak David membuat para pegawai memandanginya
"Bapak" seru Adriana kemudian ikut tertawa
...
Ting tong...
Keanu baru saja akan memesan makan malamnya via aplikasi di telepon genggam di Senin malam setelah dia membersihkan badan. Ia lalu beranjak dari sofa untuk membuka pintu dan mendapati sosok Adriana berdiri masih dengan pakaian kantor
"Adri" seru Keanu
"Dinner" kata Adriana menyerahkan bungkusan plastik ke tangan Keanu, lalu menarik koper berwarna biru di sampingnya
"Mau ke mana?" Tanya Keanu heran
Adriana kemudian memandangi mata coklat Keanu dengan dalam, lalu menarik napas panjang
"Apa boleh aku tinggal bareng dengan kamu?"
###
alo kesayangan 😊....
aku cuma minta leave commentnya untuk menyemangati biar tetap menulis, lagi down sih ini.. kerjaan lain numpuk, dan novel Radit Rinjani lagi break sementara..
bulan november pastinya aku bakal lebih sibuk, padahal sekarang sudah punya ide untuk cerita novel baru ðŸ¤
love,
__ADS_1
D 😘