ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
I Won't Let Go


__ADS_3

"Bukankah itu temanmu?" Kata Jean saat mobil yang dikemudikannya melewati sudut Brasserie Leon, dengan sengaja memelankan Ferrari Enzo miliknya, hingga Khaleesi bisa melihat dengan jelas Adrien yang sedang memeluk pinggang seorang gadis dengan mesra.


Khaleesi pun memandangi kedua sejoli yang sedang menatap satu sama lain, entah apa yang dikatakan wanita itu namun Adrien terlihat tertawa bahagia, sesaat kemudian wanita itu mencubit gemas pipi temannya.


"Cantik." Jean memerhatikan wajah wanita berambut hitam dengan senyum menawan "sekilas mirip kamu pumpkin, Asia?"


"Kami sama... Indonesian girl" gumam Khaleesi melihat seksama dari balik kaca mobil


Jean tersenyum simpul sembari melirik Khaleesi "aku sudah punya satu, a beautiful Indonesian girl" ucapnya riang, hatinya melega mengetahui teman kekasihnya telah mempunyai pasangan, sekarang tidak ada yang perlu dicemburuinya lagi.


Khaleesi memilih diam, ia tidak memberi tahu Jean perihal Aurora, wanita cantik yang bersama Adrien yang tak lain adalah kakak sepupunya. Pasti Jean akan berdebat dengannya yang tak akan mempercayai bahwa hubungan kedua orang itu tak lebih dari saudara sepupu.


Sikap Adrien memandang penuh cinta, binar mata dan tarikan senyuman yang tidak pernah Khaleesi lihat sebelumnya. Dari sudut mana pun orang yang melihat pasti akan mengatakan bahwa Adrien dan Aurora adalah sepasang kekasih.


...


Tangan Adrien mengisi setiap relung jemari Kila, dengan langkah gontai keduanya menyusuri Quai Jean Moulin street. Hari ini Kila sepenuhnya adalah milik Adrien, suami kakak sepupu itu yang tak lain Hugo, mengalah menghabiskan waktu di toko buku Le bal des Ardents. Mungkin pria berambut putih itu lelah menjadi orang ketiga di antara Adrien dan Kila.


"Tidak yang berubah dari kota ini Rien, masih seperti dulu... " Gumam wanita cantik melirik ke Adrien "gelato itu masih ada?"


"Glacier de Nature?" Ucap Adrien dengan lidah Perancisnya, terdengar mendayu dan seksi.


Kila mengulum senyumnya sambil menaik turunkan alisnya


"Ya... Masih. Kakak mau ke sana? Kita tinggal berbelok kanan di ujung jalan ini" kata Adrien riang, Kila masih mengingat tempat favorit mereka makan gelato.


"Let's go" seru Kila yang sekarang memimpin ke depan dengan menarik tangan adik sepupunya yang tertawa lepas.


Andai ini adalah adegan film pastinya terlihat sangat romantis, dua pemeran utama yang berlari saling bergenggaman dan menghiraukan orang-orang yang mereka lewati. Orang-orang yang berpapasan menatap geli atau mungkin ikut tersenyum bahagia melihat kelakuan Adrien dan Kila.


"Untung antriannya tidak panjang" Adrien mengusap keringat di pipinya, berlari sejauh 300 meter membuatnya berolahraga ringan


"Merunduklah dek, aku ikat rambutmu" Kila mengambil ikat rambut berwarna hitam dari sling bagnya, Adrien pun menurut menundukkan badan jangkungnya sambil tersenyum dan menggigit kecil ujung lidahnya


"Thank you kak" Adrien masih merunduk lalu mengecup pipi Kila ringan, kakak sepupunya langsung merenggut memandangnya


"Kata mami kamu sedang dekat dengan seorang gadis Indonesia, dari Jogja pula" ujar Kila ikut berbaris di antrian


Adrien menjatuhkan kepalanya dari belakang ke bahu kakak sepupu cantiknya itu, bibirnya dimajukan sembari mengingat sosok Khaleesi yang manis.


"Kami berteman kak, tidak lebih dari itu" sanggah Adrien


"Tapi kamu sudah bawa ke rumah dek... Berarti hubungan kalian lebih dari sekadar teman"


"Mama yang mengundang Khaleesi, yah aku panggillah ke rumah. Dia sudah punya pacar sislove" lanjutnya memberikan penjelasan


"Khaleesi, nama yang cantik. Pasti orangnya cantik kan Rien? Kamu itu gampang tergoda dengan wanita-wanita berparas menawan. Andai dia tidak punya pacar, apakah kamu mau melewati batas pertemanan kalian?"


Adrien bergeming mencerna perkataan Kila


"Tidak tahu, karena sampai sekarang hatiku hanya ada kamu kak. Entah kenapa aku tidak bisa melepaskan perasaanku kepadamu Aurora Kila. Kamu mengguna-gunaiku yah?" Adrien terkekeh sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping Kila


"Andai saja aku mempunyai ilmu itu, pastinya dari jaman baheula sudah mengguna-guna abang Leonardo" sungut Kila sambil mencubit gemas tangan Adrien


Pria berambut di kuncir asal itu pun tergelak tawa mengingat saingan abadinya Leonardo Dicaprio dan satu lagi yang bernama Hugo Chan Navarro.


"Deux chocolats à la vanille" kata Adrien kepada pegawai gelato, ia lalu mengeluarkan 1 lembar pecahan 50 euro dari dompetnya.


Mereka baru saja beranjak 10 meter dari Gracier de Nature dan sebuah teriakan perempuan yang cukup nyaring memanggil Adrien dari mobil mewah yang berhenti di pinggir jalan


"Baby !" Seru Nora dengan muka memerah, bibir merahnya hendak mengeluarkan sumpah serapah namun ditahannya, pesona Adrien membuatnya mengurungkan niat. Terlebih Adrien pria yang terpelajar, pria itu akan memandangnya rendah jika dirinya lepas kendali.


"Siapa dia?" Bisik Kila menatap Adrien yang tetap santai, tangan kirinya tak pula diturunkan dari bahu kakak sepupunya


"TTM" sahut Adrien pelan membuat Kila terkekeh ringan

__ADS_1


"Rien baby.. ! Siapa gadis itu ? Kamu berselingkuh dariku ?" Cecar Nora mendekat, dua orang di depannya terlihat biasa saja tetap menjilati gelato masing-masing


"Aurora, kekasihku. Kamu tidak tahu? Kami sudah lama bersama. Dan aku tidak sedang berselingkuh. Kita cuma partner sex Nora, sejak awal aku sudah mengatakan itu padamu"


"Adrien !" Pekik Nora sambil mengentakkan kakinya, wajah cantiknya memerah seperti korban cream racikan


"TTM-mu pemain sinetron yah dek, drama banget" bisik Kila tertawa jahat, walau tidak begitu paham apa yang dikatakan Adrien barusan


Adrien mendesis menatap tajam ke arah Nora, benar kata Kila, gadis di depannya terlalu drama, belum lagi permintaan untuk diakui sebagai pacar.


"Nora, hubungan kita sampai di sini. Aku tidak akan menemuimu lagi dan aku tidak ingin kamu mencariku. Aku akan menikah dengan kekasihku" Adrien mengecup puncak kepala Kila sambil berbisik "Mengangguklah kak"


"Oui" Kila pun menggangguk tak lupa mengatakan "ya" sambil menatap lurus dan tajam ke singa betina yang terluka di depannya


"Oh yah, mobil dan apartemen semua untukmu. Oke Nora?" Ucap Adrien datar sambil memandang ke arah gadis berambut pirang kecoklatan depannya. Nora pun mengangguk lemah, matanya membulat antara marah, kecewa dan menahan tangisan.


"Ayo kak" Adrien menuntun badan mereka untuk berbalik meninggalkan Nora yang akhirnya menitikkan air mata.


Kila menengadah memandang Adrien sedang tersenyum simpul


"Jadi kalian putus?"


"Huum..." Adrien mengangguk sambil tertawa kecil "putus hubungan TTM sislove, bukan pacaran. Dari dulu aku ingin mengakhiri hubungan kami, Nora itu cuma cantik dan sensual di ranjang. Tapi selebihnya dia pribadi yang tidak menyenangkan. Dia selalu menuntut sebuah hubungan permanen tapi membayangkan 24 jam bersamanya saja sudah membuatku bergidik ngeri"


"Kamu jahat dek" Kila menelengkan kepalanya


"Ini Perancis kak, hal lumrah untuk tidur bersama tanpa ikatan. Saling menghangatkan tanpa cinta" tambah Adrien


Kila mendengus kasar mendengar perkataan adik sepupunya, saatnya ia harus turun tangan.


...


Adrien memandang Kila di depannya yang sedang sibuk membalas pesan kepada pria yang dicintainya. Binar wajah itu harusnya menjadi miliknya andai mereka tidak bersaudara sepupu.


"Kita makan duluan katanya, Hugo baru mau menuju ke sini" Kata Kila lalu menggigit burgernya.


Adrien memilih menggunakan taksi selama kakak sepupunya di Lyon, dibandingkan ia harus menjadi sopir pribadi dan tidak bisa berdekatan dengan Kila. Ia juga enggan menggunakan sopir pribadi kantornya, Adrien tidak ingin membagi kebahagiaannya dengan orang lain. Cukup Hugo yang menjadi pengalih perhatian Kila.


"Rien...."


"Ya..."


"Kamu harus mulai serius menjalin sebuah hubungan dek atau setidaknya jangan memperlakukan wanita seperti tadi. Memutuskannya di pinggir jalan"


Adrien memajukan bibirnya, mata diredupkan wajahnya merajuk


"Kak... Aku baru masuk 26 tahun, masih muda dan sangat normal. Jika aku ingin tidur dengan wanita, selama saling suka mengapa tidak. Cuma Nora yang menganggap berlebihan hubungan kami. Sungguh sislove aku tidak mempunyai perasaan apapun kepadanya, haruskah aku memaksakan untum terus bersama sementara yang aku butuhkan hanya tubuhnya? Dan itu pun aku sudah jarang menemuinya, telingaku sakit mendengar ocehan dan permintaan aneh dari mulutnya itu" ujar Adrien panjang lebar mengungkapkan isi hatinya.


Kila menghela napasnya dalam, iris matanya mengunci iris biru berkabut putih di depannya.


"Aku hanya mencintaimu kak.. sampai kapan pun cuma ada kamu, bahkan jika aku menikah dengan wanita lain aku tidak bisa merasakan perasaan yang sama"


"Rien." Kila menatap sendu ke arah adik sepupunya "let it go"


"Aku tidak bisa.. " Adrien bersikukuh dengan hal paling diyakini oleh perasaannya


Kila menyerah dengan sikap Adrien, sungguh tidak tertolong batinnya.


Pandangan Kila kemudian diarahkan ke luar jalanan, dinding kaca berwarna hitam Hard Rock Cafe membuat para pengunjung bisa melihat dengan jelas orang yang berlalu lalang. Kila melihat sosok Hugo berjalan santai menggamit tote bag yang pastinya berisi buku bacaan.


"Hugo..." Ucap Kila riang, Adrien pun mengarahkan pandangannya ke arah yang sama


"Kak..."


"Apa?"

__ADS_1


"Coba lihat pria yang berjalan di belakang Hugo, sangat mencurigakan!" seru Adrien menunjuk ke pria tinggi dengan t-shirt hitam, kepalanya ditutupi topi berwarna senada terlihat mengikuti Hugo, baik Adrien maupun Kila langsung berdiri dengan cepat beranjak menuju pintu keluar


"Schatzi !" Teriak Kila kencang membuat Hugo kaget bahkan pria yang mengikuti di belakangnya lebih kaget lagi. Pria aneh itu sadar jika dirinya ketahuan langsung menyetop taksi tanpa Adrien, Kila dan Hugo melakukan apapun.



...


"Berikan ponsel kalian" ucap Adrien menjulurkan tangannya ke arah Kila dan Hugo


Pria dan wanita yang ditakdirkan untuk bersama itu pun lalu memberikan ponsel canggih mereka.


Adrien pun mengutak-atik secara bergantian ponsel yang berlogo apel tergigit keluaran terbaru milik kedua kakaknya.


"Kak.. aku menyambungkan kedua ponsel kalian, dan terkoneksi dengan map. Jadi kalian berdua bisa mengetahui posisi masing-masing dan ini sangat akurat. Just in case terjadi sesuatu. Cukup buka kotak link ini" ujar Adrien menunjukkan kotak kuning di layar ponsel Kila.


Apa yang dilakukannya barusan adalah menghack dua aplikasi di ponsel canggih, hal kecil untuk otak encernya. Bahkan dari ponsel dia bisa menghack sistem keamanan negara terkuat di muka bumi. Hanya saja, Adrien tidak ingin otaknya jeniusnya diperdayakan hal yang tidak-tidak.


...


Adrien sedang di perjalanan menuju mansionnya dari kantor. Hari yang cukup santai menurutnya, tidak ada meeting hanya menandatangani beberapa berkas dan selebihnya dia hanya mencoba memainkan game terbaru buatan perusahaannya.


Sengaja ia melewati rute apartemen Khaleesi, teman cantiknya itu seolah menghilang beberapa bulan terakhir tanpa ada kabar apapun. Adrien pun sebenarnya cukup sibuk dengan jadwal perjalanan bisnisnya ke luar negeri, dan ia baru tiba 2 hari di kota kelahirannya itu.


Matanya terpaku pada sosok gadis bersweater coklat dengan celana joger hitam yang sedang berjalan seperti mencari sesuatu yang hilang di jalanan, tertunduk lesu.


Adrien pun langsung memarkirkan mobilnya dan bergegas turun, ia mengambil langkah lebar mendekati gadis itu.


"Khale !" Seru Adrien sukses membuat gadis yang rambutnya dicepol itu tersentak kaget


"Rien" sahut Khaleesi dengan bibir bergetar, matanya langsung memburam saat pria tampan itu mendekati tubuhnya yang gemetar


"Hei... Khale, kamu nampak mengerikan" ucap Adrien berkata jujur, wajah temannya itu pucat pasi, nampak kantung matanya pun menghitam "ada apa baby?" Sambungnya memegang kedua bahu Khaleesi


"Rien..." Khaleesi tidak bisa menahan tangisnya lagi, dengan mendongak sesaat menatap wajah yang segar dan rupawan itu, ia lalu mengalungkan kedua tangannya di pinggang Adrien, wajahnya dibenamkan ke dada beraroma cendana yang sedikit menenangkan kegalauannya


"What's wrong baby? Tell me?" Ucap Adrien lembut sambil mengusap punggung Khaleesi pelan


"Rien..." Gumam Khaleesi dalam dada Adrien


"Ada apa baby?"


Khaleesi menarik napas pelan di sela sisa isakan tangisnya.


"Aku hamil"


"Apa?!" Pekik Adrien kaget, tubuhnya tersentak mendengar ucapan Khaleesi


###


Jean



Khaleesi



Adrien



Kila


__ADS_1


Hugo



__ADS_2