
Adriana berjalan tergesa-gesa menuju ruang rapat PT Xander, ia terlambat akibat macet di sepanjang jalan setelah meet up dengan klien di daerah Cilandak. Sebenarnya rapat sore ini bukan sesuatu yang penting, hanya berupa laporan akhir minggu, Maureen pun sudah menggantikannya.
"Maaf saya terlambat" kata Adriana setelah masuk ke dalam ruangan meeting, para manager cuma mengangguk atau menaikkan tangannya. Sementara David hanya tersenyum tipis.
"Kita sudah?" Bisik Adriana ke Maureen
"Sudah bu, tidak ada masalah kok" jawab Maureen sambil menyunggingkan senyum, dari nada suaranya juga terdengar lebih lega mungkin karena managernya sudah datang
"Thank you" Adriana kembali berbisik kemudian memfokuskan dirinya ke penjelasan tim finance.
...
"Saya terlambat pulang love, maaf tidak bisa jemput" pesan Keanu baru Adriana buka sesaat rapat telah usai
Adriana : Iya, baiklah. Aku tunggu di rumah
Sudah 75 hari sejak mereka jadian, dua bulan lebih. Hubungan mereka semakin dekat dan intim, semua dilakukan selalu bersama, masak, nonton, membersihkan apartemen, kencan setiap akhir pekan, terkadang juga mereka makan malam di luar sepulang kantor, karena Keanu lebih memilih menyantap masakan kekasihnya.
Adriana semakin pun terbiasa dengan kehidupan yang mereka jalani, kehadiran Keanu sungguh berarti untuknya. Ia terlahir menjadi seorang Adriana yang baru, bukan si wanita es dan kaku. Sekarang ia bisa mendahului sebuah percakapan, tertawa lepas saat mendengar cerita lucu dari lawan bicaranya.
Keanu beberapa kali membahas pernikahan, namun Adriana selalu menolak. Ia belum siap, atau mungkin ia tidak berani memasuki dunia itu. Walau kehidupan yang mereka jalani kurang lebih sudah seperti pasangan suami istri.
"Adri, dua minggu ke depan kamu akan ke Sumatera lagi" kata David saat berjalan bersisian keluar dari ruangan meeting
"Berapa hari?"
"5 days, aku juga berangkat" jawab David "Tian pasti senang kamu datang" lanjutnya tertawa ringan
"Nanti aku minta dia temani kulineran selama di sana"
"Hati-hati jangan mendua, kamu kan sudah dengan si tampan"
Ya, bossnya sudah tahu hubungan Adriana dengan Keanu, sering kali bossnya mendapati mereka entah sekedar antar jemput, atau di saat mereka sedang berkencan.
"Pak, aku nebeng yah" pinta Adriana
"Oke, lagian kita searah" balas David dengan cepat
...
Setelah menyelesaikan sisa pekerjaan bertepatan dengan jam pulang kantor, Adriana lalu mengemas tasnya dan berjalan menuju ruangan David
"Aku baru mau mengetuk pintu pak" kata Adriana dengan tersenyum lebar ketika melihat bossnya membuka pintu
"Insting" kekeh David
Sembari berjalan berdampingan menuju lobby mereka terlibat pembicaraan seru tentang restoran terbaru di daerah dekat kantor
"KAMUUUU!!!!" Teriakan seorang wanita yang mengayunkan handbagnya ke bagian muka Adriana
"AKHHHHHH" pekik orang-orang yang melihat kejadian tiba-tiba itu
"HEIIIII !!!!" hardik David ke wanita berpakaian mini dress berwarna salem "SECURITY!!!!" teriaknya lagi dengan suara menggema
"DASAR PELAKOR !!!!!!" teriak wanita itu lagi maju hendak menjambak rambut Adriana tapi di tahan oleh David
"BRENGSEK !!!" hardik lagi David membuat orang-orang kaget melihat direkturnya semarah itu
"OHH KAMU JUGA MAIN OM-OM, SUDAH AMBIL PASANGAN ORANG PULA, DASAR ****** !!!!" teriak wanita itu lagi dengan amarah membabi buta
__ADS_1
"DIA ADIK SAYA !!!" kata David mendorong wanita itu yang kemudian ditangkap dua security kantor "panggil polisi, saya pastikan mulai malam ini kamu tidak tidur dirumahmu, tapi di kantor polisi!!!"
Adriana berdiri mematung, ia kaget setengah mati, jantungnya berdebar kencang.
"IBUUUUU!!!" Pekik Anita dan Poppy mendekati Adriana "pipi ibu berdarah" lanjut Anita dengan mata berkaca-kaca memberikan sapu tangan ke wajah Adriana dan menekan agar laju darah terhenti
Adriana akhirnya merasakan sensasi perih di pipinya, tetesan darah sudah mengotori blus dan lantai. Besi dari tas wanita itu yang melukainya
"Sialan !!" Kata David menunjuk wanita yang telah gemetar dalam pegangan security "Adri, kita ke dokter Samuel" lanjutnya merangkul tubuh Adriana bergetar hebat
Dokter Samuel adalah dokter perusahaan yang berpraktek di lantai 6 bangunan perkantoran itu
"Gak papa, tarik napas dalam-dalam" ucap David berusaha menenangkan Adriana
Untung antrian pasien tidak terlalu panjang, dan sifat arogan David yang langsung masuk menyela ke dalam ruang periksa
"Sam, ini darurat !!" Seru David sesaat memasuki ruangan Dokter Samuel yang sedang memeriksa seorang pasien wanita
Kedua susternya tergopoh-gopoh mendekati Adriana
"Ya ampun, lukanya dalam dok" teriak suster bermata belo setelah membuka sapu tangan yang semuanya telah berwarna merah karena darah
"Siapkan peralatan" seru Dokter Samuel
...
"Nanti kalau sudah kering, mbak Adri ke dokter kecantikan. Sekarang sudah maju, luka seperti ini pasti hilang" kata Dokter Samuel setelah menyelesaikan tugasnya, pipi kanan Adriana sekarang terbalut dengan kain kasa berplester
Adriana hanya mengangguk lemah
"Sudah?" Tanya David kembali masuk ke ruangan periksa setelah mengobrol dengan Pak Freddy pengacara kantor, dia betul-betul serius dengan ucapannya tadi
"Ayo saya antar pulang" kata David diikuti Adriana langsung berdiri
"Thank you dok" ucap Adriana dengan pelan
"Obatnya di depan" kata Dokter Samuel mengingatkan
"Adri besok sabtu minggu kamu bisa istirahat, kalau senin masih gak enak badan kabari saja aku" ucap David dengan sorot mata penuh kekhawatiran
"Iya pak, makasih" gumam Adriana sambil meraba pipinya
"Kamu tahu wanita itu?" Tanya David
"Saya pernah melihatnya" jawab Adriana dengan mata menerawang, wajah wanita itu tidak mungkin ia lupakan sejak awal dan mungkin seterusnya
"Dia akan menjadi penghuni penjara minimal tiga bulan, aku tidak akan memberi celah sedikit pun. No damai-damai !" Geram David mengepalkan tinjunya
...
Adriana memasukkan koper terakhirnya ke dalam bagasi mobil, ia butuh dua kali bolak-balik membawa semua pakaiannya dari apartemen ke basement.
Sisa menghadapi Keanu, batinnya
Ia bisa melihat pipinya membengkak di pantulan cermin lift, semacam sakit gigi. Rasa nyeri yang menderanya telah hilang setelah meminum obat dari Dokter Samuel, walau Adriana tidak makan sesuatu sebelumnya, ia ketakutan menggerakkan pipinya secara berlebihan
"Adri, Dari mana kamu?, hei pipimu kenapa ? " Pekik Keanu setelah melihat Adriana membuka pintu, rupanya pria itu sudah datang, dan mereka tidak bertemu di basement
"Mari kita bicara" kata Adriana pelan menuju sofa, Keanu mengekor dengan wajah shock berat dan berusaha menyentuh wajah Adriana
__ADS_1
"My love, kenapa wajahmu? Apa yang terjadi ? Tolong bicaralah" kata Keanu menurunkan intonasi suaranya, tangannya di genggam erat oleh Adriana
"Wanita itu, yang di Sky Dining beberapa bulan lalu datang ke kantor dan mengamuk, menamparku dengan tasnya. Ini hasilnya dua jahitan di pipi" jawab Adriana menatap Keanu dengan sorot mata yang sendu, dia menahan kesedihannya
"NESYA!!!!! SIALAN !!! DI MANA DIA SEKARANG!!!" teriak Keanu dengan penuh amarah, wajahnya memerah dengan mata berkilat-kilat dan tajam
"Kantor polisi, David - bossku tidak akan memberi ampunan untuknya"
"Aku juga akan memberinya pelajaran" kata Keanu berapi-api tangannya mengeras dalam genggaman Adriana
"Keanu..." Ucap Adriana menatap dengan dalam wajah pria tampan di depannya "aku sudah membersihkan isi lemari di kamarku, tidak ada sehelai baju pun tersimpan"
"Apa maksudmu Adri!!" Pekik Keanu membulatkan kedua bola matanya
"Kita adalah dua orang dewasa, jadi aku harap kamu bisa mengerti keputusanku. Wanita itu bisa saja melukai mataku, tapi Tuhan mungkin menegurku dengan ini. Yah, hanya pipi untuk membuatku sadar, jika hubungan kita tidak dapat diteruskan" kata Adriana kemudian menghela napas yang sangat panjang, hatinya perih
"Kamu ingin kita pisah? Adri, aku tidak bisa hidup tanpamu!" Pekik Keanu dengan depresi
"Aku bukan charger ponsel" kata Adriana dengan menarik senyuman tipis di bibirnya "suatu hubungan bisa berjalan jika keduanya saling menginginkan, namun jika salah satu tidak menghendaki lagi artinya tidak dapat diteruskan bukan?"
"Kamu tidak butuh aku lagi?" Tanya balik Keanu, di sudut matanya terlihat air mata sudah menggenang
"Terima kasih Keanu, sudah hadir di hidupku. Maaf jika kita berakhir seperti ini" gumam Adriana kemudian memeluk tubuh kekar Keanu, ia mengambil kesempatan terakhir itu merasakan kehangatan, aroma maskulin, debar jantung pria itu di tubuhnya
"Adri, apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa tetap disampingku" kata Keanu memeluk tubuh Adriana dengan erat, air matanya pun jatuh demi wanita yang sangat dicintainya itu
"Sayangnya tidak ada. Setelah ini jangan pernah mencariku, di rumah atau pun di kantor, karena aku tidak akan menemuimu. Kita kembali seperti saat sebelum kenal, tak perlu saling menyapa jika besok-besok bersua"
"Kenapa kamu sejahat ini Adri !! Ini bahkan bukan kesalahanku!"
"Jadi kesalahan siapa? Aku?!" Tanya Adriana melepaskan pelukannya dan beranjak berdiri dari sofa, meraih tasnya di atas meja
Keanu terdiam mendengar ucapan Adriana, ini adalah kesalahannya, Nesya wanita brengsek itu!!
"Lihat aku Adri!" Kata Keanu menarik tangan dan menangkup wajah Adriana "apa kamu mencintaiku?" Lanjutnya disertai tetesan air mata yang jatuh
"Aku mencintaimu Keanu, tapi aku belum mencintaimu dalam hingga aku rela mati konyol hanya demi seorang pria" jawab Adriana dengan sorot mata datar menatap pria bertubuh tinggi besar namun melankolis
"Maafkan aku Adri! Please don't leave me" ucap Keanu memohon, raut wajahnya sangat sendu.
Adriana melepaskan tangan Keanu, ia kemudian mengecup ringan pipi pria itu "selamat tinggal" ucap Adriana sangat pelan kemudian berbalik menuju pintu apartemen. Ia tidak berbalik melihat Keanu lagi, berjalan secepat mungkin menuju pintu lift, menarik napas berulang kali walau perih menghujam setiap bagian di dadanya
Titttt
bunyi pintu mobil honda CRV nya terbuka, Adriana menghempaskan bokongnya di kursi belakang kemudi, matanya memburam, tak butuh lama air matanya berjatuhan bak air kran mengalir, ia lalu memukul dadanya yang sakit, perih menjalari relung hatinya.
"Aku mencintaimu Keanu!" Teriak Adriana di dalam mobil kemudian meraung seperti hewan yang terluka.
A princess doesn't cry
A princess doesn't cry
Burning like a fire
You feel it all inside
But wipe your teary eyes
-Aviva Mongillo-
__ADS_1
###