
Waktu berjalan begitu cepat, dan tanpa kau sadari berbagai hal yang kau suka bahkan benci telah menjadi kenangan
Empat bulan kemudian..
Keanu menyapa semua orang yang dikenalnya di anniversary party perusahaan kolega kantornya. Di saat orang lain sedang menikmati malam minggu dengan keluarga atau kekasih, ia malah menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan sesama relasi. Pesta outdoor itu makin semakin malam dan ramai, berbagai hiburan disuguhkan, di panggung mini tempatnya berdiri sekarang mementaskan band ibu kota, banyak para undangan maju ke depan panggung untuk ikut menyanyikan lagu yang dibawakan sambil mengambil foto atau video.
Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju meja prasmanan tempat aneka sajian makanan namun matanya kemudian terpana dengan sosok wanita berpakaian seperti sedang berduka dari atas ke bawah semua berwarna hitam, aura dingin terpancar dari raut mukanya, wanita yang dirindukannya setiap detik hidupnya, mengisi mimpi-mimpinya, satu-satunya yang ia cintai. Dialah yang lepas dalam genggamannya dan sekarang sudah berjalan dengan pria lain.
Secepat itukah kamu melupakanku Adri ?
"Adri, apa kabar?" Sapa Keanu sesaat setelah berdiri di depan wanita cantik dengan bola mata berbinar, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak mendekati Adriana
"Baik kak" jawab Adriana dengan menguntaikan senyum tipis di bibirnya
Kakak? Sial ! Umpat Keanu
"Kenalin, Kak Abe" kata Adriana melirik dengan tatapan manis ke pria matang di sampingnya
"Tenri Abe"
"Keanu" sahut Keanu menyambut jabatan tangan pria berkulit caramel itu
"Adri, gimana wajahmu?" Tanya Keanu sambil mengisyaratkan telunjuknya di muka
"Sudah hilang kok kak" jawab Adriana dengan tertawa kecil, membayangkan operasi plastik yang dijalaninya
"Syukurlah" singkat Keanu menghela napasnya panjang
"Saya mau ke sana dek, gak papa kalau masih mau bicara dengan Mas Keanu" kata Abe melonggarkan gamitan lengannya
"Gak kak, saya ikut saja" kata Adriana dengan bergantian menatap kedua pria tampan yang memiliki pesona berbeda
"Sampai bertemu kembali" ucap Adriana mengucapkan salam perpisahan kepada Keanu
Abe hanya menganggukkan kepalanya ke arah Keanu dan berlalu sambil menggamit lebih erat lengan wanita yang selalu berhasil membuatnya jatuh cinta berkali-kali. Ada perih di dadanya melihat adegan itu di depan matanya.
...
Adriana mencicipi masakannya siang itu, setelah bergulat di dapur sejak jam 10 pagi. Rawon pilihan hari ini, ia sedang kangen makanan khas kota kelahirannya.
Mungkin aku bagusnya buka warung makan" gumam Adriana kemudian mengambil nasi di rice cooker
Ia terus mengulang kejadian semalam di dalam pikirannya, pertemuannya dengan Keanu. Pria yang memasang jangkar cinta di hatinya yang tak bisa Adriana lepaskan walau sekeras apa pun usahanya.
Setelah berpisah dengan Keanu semalam, Abe terus memperhatikan Adriana agak lama. Pria itu tahu perubahan suasana hati Adriana saat berbicara dengan Keanu.
"Jadi pria itu, Keanu. Yang membuat kakak di tolak?" Tanya Abe dengan tenang sambil tersenyum tipis
"Iya" jawab Adriana singkat, ia tidak boleh membohongi hatinya, dan ia tidak bisa memberikan peluang kepada Abe, cukup satu pria terluka dengan sifat bodoh dan egoisnya
"Saya harus bagaimana yah Adri, di sisi lain saya ingin mendapatkanmu namun di sisi lain aku tahu kalian berdua masih saling mencintai. Gak mungkin donk kakak jadi pihak ketiga yang jadi pemeran jahatnya" ujar Abe tertawa dengan ringan
Adriana terdiam mematung memainkan gelas wine di tangannya, apakah mereka masih perasaan yang sama? batinnya. Keanu yang biasanya menggandeng wanita, malam ini tanpa siapa pun.
"Sebenarnya saya bukan bujang loh, tapi duda tanpa anak. Dulu saya menikah saat umur 20 tahun dengan gadis yang dijodohkan oleh orang tua. Sementara saat itu saya punya pacar dan harus kakak tinggalkan. Pernikahan hanya seumur jagung karena istri saya juga sudah punya kekasih dan memilih melarikan diri dengan pria itu. Di saat itu saya ingin kembali dengan pacar kakak, dia telah dilamar orang lain. Saya salah tidak memperjuangkannya di depan orang tua" ungkap Keanu dengan lugas
"Astaga kak" ucap Adriana pelan menggelengkan kepalanya dengan raut wajah kaget
"Sejak itulah saya lebih membenamkan diri ke pekerjaan ketimbang mencari pasangan hidup, hingga bertemu dengan Adri. Gadis yang mengalihkan dunia" kekeh Abe sembari menatap Adriana dengan penuh perasaan
"Jujur Kak Abe lah yang pertama ketemu ketimbang Keanu, tapi saat itu saya belum membuka hati. Andai saja...."
"Saya tahu dek, mungkin belum jodoh" sahut Abe dengan bijaksana
__ADS_1
Yah, andai saja sejak awal Adriana membuka hati untuk Abe, mungkin mereka telah menikah sekarang. Pernikahan yang harmonis, dengan sosok suami yang tenang, dewasa dan bijaksana.
Tok Tok Tok !!
Bunyi ketukan pintu yang agak keras membuyarkan lamunan Adriana, dengan tergesa-gesa ia menuju pintu depan.
Adriana terhenyak kaget melihat sosok Keanu berdiri dengan rambut acak-acakan, mata sayu sedikit berkantong, bibirnya kering berbanding terbalik dengan tampilan prima pria itu semalam.
Adriana melirik pintu pagar masih terkunci, kemudian menatap kembali wajah Keanu
"Kamu manjat pagar?" Tanya Adriana
"Aku dari tadi memanggilmu, tapi tidak ada balasan. Aku pikir...."
"Pikir dengan Kak Abe? Cemburu?" Tanya Adriana menarik senyumannya
Keanu mengangguk dengan lemah
"Sudah makan? Aku masak rawon, mau makan bareng?" tanya Adriana dengan menyunggingkan senyum geli
Keanu tak menjawab, namun langsung menyelinap melewati Adriana masuk ke dalam rumah, mendudukkan bokongnya di kursi meja makan. Adriana pun menyiapkan piring, mengisinya dengan nasi dan menaruh di depan Keanu, hal yang biasa telah ia lakukan ketika mereka tinggal bersama. Dalam diam Keanu menyantap nasi rawonnya dengan lahap, wanita di depannya hanya melihat dengan hati yang sedih, entah ia sangat merindukan momen kebersamaan mereka seperti ini, dan entah berapa lama Keanu menikmati makan siangnya selahap ini.
"Mau puding? Cuma puding coklat sih" kata Adriana setelah melihat Keanu menenggak habis air putih di gelasnya
"Mau" sahut Keanu singkat
Adriana dengan sigap beranjak dari kursi dan membuka lemari pendingin, mengeluarkan wadah plastik berwarna putih bening, memotong dalam satu irisan menaruhnya dalam piring kecil.
"Enak?" Tanya Adriana melihat Keanu menyendok potongan kedua puding yang disiram fla berwarna putih
"Nilai 10" jawab Keanu dengan tersenyum lebar
Mata Keanu mulai meredup ketika Adriana menyelesaikan cucian piringnya
"Kamu harus tidur" kata Adriana mendekat ke kursi Keanu
"Temani" sahut Keanu lalu berdiri dan menggenggam tangan Adriana dan menariknya ke kamar wanita itu. Adriana menaiki tempat tidur dengan pelan, membaringkan tubuhnya di bantal diikuti Keanu, pria itu kemudian meraih tubuh Adriana mendekat, dan memeluknya erat
"Don't leave me Adri" gumam Keanu menarik helaan napas yang sangat dalam lalu mencium kening Adriana
...
Keanu terbangun setelah merasakan gerakan kecil di dadanya, wangi shampoo yang dikenalnya hal pertama memasuki indera penciumannya, ia tidak bermimpi. Sungguh bukan mimpi, wanita itu sejak tidur siang hingga malam tiba tidak meninggalkannya dari tempat tidur. Mereka tidur bersama.
"Adri, kamu sudah bangun?" Bisik Keanu sambil mengusap pelan rambut halus Adriana
"Iya" erang Adriana dengan suara parau
Tubuh Keanu tergoncang karena tawa, dia yang tidak tidur semalaman malah justru Adriana yang lebih lama terlelap. Rasa lega bercampur bahagia menjalari tiap relung di hatinya, setelah semalam cemburu membakar di dada hingga ngantuk tak kunjung hadir membuatnya uring-uringan, akhirnya nekat menuju rumah Adriana. Ia harus mencoba lagi memenangkan hati wanita itu.
"Adri" ucap Keanu kemudian melepaskan rengkuhannya dan menyalakan lampu di atas meja nakas
"Kamu gak ada hubungan kan dengan dia? Abe" lanjutnya bertanya sorot mata serius menatap wajah Adriana, wanita itu kemudian menggelengkan kepalanya
Keanu tersenyum lebar, yah ia sebenarnya sudah melihat dari kejauhan setelah mereka berpisah semalam, Adriana hanya berbincang ringan dengan Abe. Namun ia butuh kepastian untuk merajut kembali hubungan mereka, kali ini yang lebih kuat.
"Adri, jujur selama 4 bulan tanpamu aku macam kehilangan bukan separuh tapi hampir semua semangat hidupku. Seorang Adriana ratu es hadir di hidup untuk memberiku pelajaran tentang arti cinta. Kamu...." Kata Keanu dengan berkaca-kaca, ia mengingat apa yang dilaluinya, hidupnya berada di level terbawah
"Maaf" cicit Adriana matanya pun mulai menitikkan air mata
"Tidak cintaku... Aku yang minta maaf. Karena lalai dalam menjagamu"
Keanu meraih tubuh Adriana untuk duduk berhadapan, menyentuh wajah wanita yang tertunduk sedang menitikkan air mata, untuk pertama kali dia melihat air mata Adriana jatuh untuk dirinya.
__ADS_1
"Look at me,... " Kata Keanu lalu menarik napas panjang "Adri... Jika kamu adalah hukuman atas dosa masa laluku, tolong berhentilah menguji perasaanku.. aku sepenuhnya sudah takluk di kakimu sayang dan aku pastikan tidak akan adalagi wanita yang akan hadir di depanmu atau mengganggu kita di masa depan" lanjutnya dengan sendu
Tubuh Adriana semakin terguncang, tangisannya makin terdengar membuat Keanu menangkup wajah Adriana dan menyeka air matanya
"Kenapa baru datang sekarang? Kenapa kamu tidak mengejarku malam itu, membiarkanku pergi sendiri. Berkali-kali aku berharap kamu datang kesini namun sekedar pesan pun tidak ada!! aku pikir.... kamu telah melupakanku" pekik Adriana dengan napas tersengal-sengal, tangisannya sekarang tidak terkendali lagi, ia mencengkeram t-shirt Keanu dengan keras
"Cintaku, maafkan aku" kata Keanu pelan memeluk Adriana "maafkan aku"
"Aku mencintaimu" ucap lirih Adriana dalam tangisnya
"Aku mencintaimu Adriana, bahkan jika kamu menikah besok pun dengan laki-laki itu aku pasti akan menculikmu dan membawamu ke ujung dunia hingga tak ada yang menemukan kita berdua"
"Bodoh, aku tidak semudah itu jatuh cinta dan berpindah hati"
Keanu menyunggingkan senyum merekah dengan mata berbinar bahagia, ia lalu mengecup bibir Adriana dengan perasaan penuh kerinduan, kecupan berubah menjadi deep kiss.
"Hei Adri, jangan mengujiku" bisik Keanu menghentikan ciuman mereka setelah merasakan respon Adriana seperti memancingnya untuk berbuat lebih jauh
"Maaf" sahut Adriana sembari tertawa ringan
"Kita harus menikah untuk melakukan 'itu'. Ingat perjanjian kita sayang. Aku lapar, kamu nyiapin makan malam, aku masukin mobil. Oh yah, mulai hari ini aku tinggal di sini, koperku ada di mobil"
"Apa?"
"Balas dendam" kekeh Keanu menarik tangan Adriana untuk keluar dari kamar "tapi kali ini untuk selamanya, tidak ada yang akan pergi lagi. Janji?"
Tataplah diriku di sini
Masih seperti yang dulu
Kutemui kau pun kembali
'Tuk bersamaku lagi
Aku pun mengerti
Satu yang tak bisa lepas
Percayalah
Reza Artamevia-
###
alo kesayangan 😘,
maaf baru update,
maaf gak balas komentnya
author kacang-kacang ini lagi sibuk 😔
aku nulis kudu nyuri2 waktu, pas mau tidur pun tak sempatin ngetik 🤭
happy friday
happy weekend
see you on monday ♥️
love,
D 😘
__ADS_1