ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Aku Tidak Pernah Mencintaimu


__ADS_3

Adrien menatap layar ponselnya dengan penuh kekhawatiran, sejak 2 jam lalu ia mengirimkan pesan kepada Isla namun kekasihnya itu tidak memberikannya jawaban. Isla bukan tipe gadis yang merespon lama sebuah pesan, apalagi itu darinya.


Tak tahan dengan penantian Adrien pun menekan panggilan suara kepada Isla.


Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi.


Pria bersuit navy gelap sontak berdiri dari kursi kantornya yang berbahan kulit, ia pun mengecek kembali nomer Isla. Tidak ada yang salah, semua benar.


Adrien kembali mencoba menghubungi kekasihnya dengan perasaan mulai campur aduk. Debaran jantungnya meningkat ketika respon yang sama kembali didengarnya. Masih suara operator yang menginfokan kalau nomer Isla sedang tidak aktif.


Pria tampan yang hari ini mengikat asal rambut berwarna emasnya kemudian berjalan mondar mandir di dalam ruangan kantornya, di Lyon. Ya, kemarin ia harus kembali ke kantor pusat dikarenakan seluruh pimpinan kantor cabang berkumpul terkait rapat evaluasi akhir tahun.


Sebenarnya Adrien mengajak Isla untuk ikut namun kekasih berdalih jika dia lebih baik tidak mengganggu fokus sang CEO.


Ketukan di pintu membuyarkan pikiran Adrien yang kemana-mana.


"Mr. Adrien.. Bapak sudah ditunggu di ruang rapat." Ucap sekretarisnya


Adrien menghela napas panjang dalam kekalutan pikiran dan hatinya, ia harus bertahan hingga sore hari untuk mencoba menghubungi Isla lagi.


Kenapa nomermu tidak aktif, Chérie ?


Adrien mengirimkan pesan singkat, kemudian menaruh ponselnya diatas meja dan bergegas menuju ruang rapat.


...


Isla mengetuk pintu di depannya dengan tidak sabaran, ia sangat tahu penghuni kamar hotel tersebut masih terlelap dalam mimpi.


"Iyooooo !" teriaknya di sela-sela daun pintu


Kali ini kaki Isla yang dipakai menendang pintu berwarna putih itu.


"Ibo ?" Ucap Mareo saat membuka pintu, rambut panjangnya sang vokalis seolah habis kesetrum, ditambah dengan mata yang membengkak.


Isla menerobos melewati Mareo yang belum sadar sepenuhnya dengan kedatangan tiba-tiba adik sepupunya di Amsterdam, kota keempat konser bandnya setelah di Denmark.


"Ibooo !" Teriak Mareo menyusul Isla yang telah menyatukan tubuhnya dengan tempat tidur Mareo.


"Kamu tidak membawa cewek kan semalam di sini?" tanya Isla memperbaiki posisi kepalanya


Mareo pun mengeryitkan keningnya melihat tingkah laku Isla.


"Hei, ada apa ? Kenapa kau tiba-tiba kesini tanpa bicara sebelumnya.. Mana Kak Adrien?" Cecar Mareo menggoyangkan kaki Isla.


"Aku mengantuk, Iyo." sahut Isla acuh dan bergumam kecil


Mareo terdiam sesaat lalu membantu Isla melepaskan sepatunya, ia tahu jika ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi, namun dengan sikap diam adiknya membuat Mareo memilih diam tak melanjutkan pertanyaan.


Tak lama kemudian tarikan napas yang tenang terdengar dari Isla, dengan sigap Mareo mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Adrien.


Apa yang sedang terjadi dengan Ibo? Sekarang dia ada di Amsterdam kak.


...


Adrien baru menuntaskan rapat akhir tahun ketika menjelang malam, dengan buru-buru ia kembali ke ruangan kantornya dan mengecek telepon genggam.

__ADS_1


Tak ada pesan balasan dari Isla namun pesan Mareo beserta gambar foto kekasihnya yang tertidur membuat matanya membulat maksimal.


"Halo Kak Adrien" suara Mareo terdengar ngos-ngosan di telinga Adrien


"Jadi Isla ada di Amsterdam ?


"Iya kak.. aku sudah tanya kenapa dia datang tiba-tiba, tapi Ibo gak jawab. Sekarang Isla ada di kamar lagi makan pizza, demi terima telepon aku keluar ke kamar sebelah tempat anak-anak band"


Adrien terdiam dengan jantung bertalu dengan nyeri


"Kak.. masih di sana kan?"


"Eh iya.. Mareo, aku akan terbang ke Amsterdam"


Suara helaan napas Mareo seolah menahan sesuatu dari mulutnya


"Ada yang ingin kau ceritakan, Mareo?"


Sekitar 10 detik Mareo terdiam dengan suara helaan napas berkali-kali.


"Ada apa?" Tanya Adrien penasaran, jantung dan hatinya berdenyut sakit.


"Aku akan kirim lewat pesan saja, karena Ibo tidak mau bicara jadi aku mengecek ponselnya saat dia tertidur. Aku tutup ya kak, tunggu aku kirimkan"


Adrien menatap layar ponsel sambil menggoyangkan kakinya dengan tidak sabaran menunggu pesan dari Mareo.


Rentetan pesan anak Lika membuat Adrien syok, jantungnya bergemuruh dan amarah mulai naik ke ubun-ubun.


"Sial !!!" Adrien tidak tahan untuk mengumpat melampiaskan emosinya.


Dengan cepat Adrien mencari nomer telepon biang kerok diamnya Isla, hingga kekasihnya memilih mencari Mareo ketimbang mencari tahu kebenaran informasi yang diterima.


"Apa maumu Khaleesi ? Mengirimkan foto pernikahan lama itu kepada Isla?"


Khaleesi terdiam lalu menarik napas ringan "Oh jadi pacar kecilmu melapor Rien? Alih-alih membalasku malah langsung melapor ke mantan suami"


Mungkin ini kali pertama Adrien merasakan emosi menggelegak di dalam dadanya, ucapan Khaleesi dan perbuatan wanita itu sudah berada di limit kesabaran seorang Adrien.


"Aku bukan mantan suamimu Khaleesi ! Ingat, pernikahan itu dibatalkan! Statusku masih seorang bujang, bukan duda! Setan apa yang merasuki jiwamu hingga melakukan hal seperti ini!!" Pekik Adrien dengan marah


"Aaddrien... Kau seperti mengencani anakku.. naluri seorang ibu melindungi anak di bawah umur" ucap Khaleesi beralasan


Adrien mendengus kasar, matanya berkilat sangat marah "Isla bukan anakmu, Khaleesi ! Dia anak Aurora dan Hugo. Urusan umur kami yang sangat jauh, bukan urusanmu! Isla mencintaiku, begitu pun sebaliknya"


"Rien.. aku saja bukan orang tuanya tidak setuju apalagi orang tua gadis kecil itu. Hubungan kalian tidak lazim"


Adrien menggemertakkan giginya dengan helaan napas kasar keluar dari hidungnya, ia seperti seekor banteng yang sangat marah.


"Ini baru saja muncul di pikiranku, tapi sepertinya benar.... Eh Khaleesi, apa kau cemburu aku mendapatkan Isla? Gadis yang berwajah seperti Aurora, mamanya. Wanita yang menghalangimu untuk mendapatkanku? Kau pikir aku bodoh tidak bisa mengerti arti email-emailmu itu yang terus menggodaku untuk mengulang masa 3 bulan yang terjadi belasan tahun yang lalu!" ucap Adrien tak mengingat lagi tentang sopan santun yang menjadi ciri khasnya. Wanita yang ditemaninya bicaralah membuat sisi jahat Adrien muncul ke permukaan.


"Ya ! Baguslah kalau kau mengerti.. Betul jika aku mencintaimu Adrien, waktu kita hidup bersama.. aku jatuh cinta denganmu. Tapi kau hanya melihat kakak sepupumu itu.. Aurora dan hanya Aurora.. berpuluh tahun aku mencoba menghilangkan perasaanku tapi tidak bisa, aku tetap mengingat semua kebaikanmu kepadaku. Hatiku terus berdebar saat melihat berita tentang dirimu. Apalagi dirimu yang tidak berubah menjadi tua seperti Jean" sahut Khaleesi tak kalah sengit


"Kau wanita yang tamak Khaleesi.." potong Adrien "aku tidak menyangka wanita yang aku anggap sebagai teman malah menusukku seperti ini. Aku pikir kau adalah satu-satunya temanku, tapi setelah kejadian ini aku sadar sepenuhnya bahwa pria dan wanita tidak bisa murni berteman. Dengarkan baik-baik Khaleesi... Jangan pernah mengusik kehidupanku lagi, mengusik kekasihku dengan mengirimkan direct message ke akun sosial medianya. Aku ingatkan lagi, kita tidak menikah dalam artian menikah seperti pasangan suami istri lainnya. Aku hanya menolongmu, memberikan status sosial karena kau sedang hamil di luar nikah, ingat ? Jadi jangan terlalu tinggi hati memamerkan foto 17 tahun lalu itu kepada gadis berusia 19 tahun yang tidak tahu apa-apa. Jika kau tahu perasaanku kepada Aurora seperti apa, kepada Isla melebihi itu. Khaleesi berhentilah menjadi wanita yang menyedihkan seperti ini, kau tidak akan menikmati hidup, itu pula yang membuatmu lebih tua daripada usiamu. AKU TIDAK PERNAH MENCINTAIMU, SEDIKIT PUN"


Isakan tangis di telinga Adrien bukan membuatnya tersentuh malah jijik akan Khaleesi

__ADS_1


"Kenapa kau berkata seperti ini Rien ? Aku pikir kau orang yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang..."


"Kau pikir aku bisa memberikan kelembutan kepada orang yang berusaha menghancurkan hubungan percintaanku? Untuk pertama kali Khaleesi! demi Tuhan ini pertama kali dalam hidup aku merasakan cinta yang berbalas, namun ada kerikil seperti kau yang mencoba merusaknya. Aku tidak punya sopan santun lagi kepadamu, Khale. Ke depannya lebih baik kau diam dan mengurus keluargamu. Saranku, kembalilah ke Indonesia, sebelum aku melakukan hal di luar batas.. Seperti menghancurkan perusahaan Syagrius hingga tak berbekas" ancam Adrien dengan kesungguhan hati


"Riennn.. mmaafkan aku" pekik Khaleesi dengan suara terbata


Adrien menarik napas dengan kasar sambil meringis "Aku tidak akan pernah memaafkanmu, Khale.. hari ini juga aku bukan temanmu.. Bagiku kau tak lebih wanita yang seharusnya tidak ku temui dalam hidup"


Pria bersuit navy gelap langsung memutuskan panggilan telepon tanpa mempedulikan pekikan Khaleesi.


Berikutnya Adrien menarik coatnya, dan melangkahkan kaki meninggalkan ruangan kantor mewahnya.


"Mau kemana pak?" Sapa sekretaris merangkap asistennya tak lain Jonathan


"Jonah, tolong aturkan pesawat untuk terbang ke Amsterdam." Ucap Adrien melirik ponselnya yang memunculkan notifikasi pesan masuk


Ibo kembali ke Berlin kak.. sepertinya dia tahu kalau kita saling berkomunikasi. Jika aku tebak, Ibo takkan ke apartemen tapi kembali ke rumah.


Adrien menelengkan kepala dengan rahang yang mengeras.


"Jonah, ralat.. aku akan ke Berlin."


"Baik Mr. Adrien." Sahut Jonathan


Dengan tergesa Adrien berjalan menuju lift, dengan cepat pria tampan itu menekan kontak telepon Keanu, papanya.


"Rien.. Ada apa nak ?" Suara Keanu sangat menenangkan di hati Adrien membuat matanya mendadak berkabut


"Pa.. bersiaplah dengan mama.. aku akan minta sopir menjemput papa dan mama."


"Hei.. kenapa suaramu terdengar bergetar, apa kau sedang menangis nak? Apakah terjadi sesuatu? Tentang Isla ?" tebak Keanu


Sambil menggigit bibir Adrien menahan laju air mata yang hendak keluar dari pelupuknya.


"Pa.. ini saatnya, aku butuh papa dan mama.. kita akan bertemu dengan Hugo dan Kila."


"Kami akan bersiap nak, tapi apa yang menjadi pemicunya.. Karena papa menangkap ini seolah sangat mendadak Rien"


Adrien mengambil napas panjang "Khaleesi mengirimkan foto pernikahan kami kepada Isla. Seharian Isla tidak mengaktifkan nomernya, dia malah terbang ke Amsterdam bertemu Mareo dan sekarang kembali ke Berlin. Aku takut Pa, Isla melepaskanku.. Jika itu terjadi, aku tidak bisa berjuang di depan Hugo dan Kila"


Usai mengucapkan penuturannya, air mata Adrien pun meluruh membasahi pipi. Sekian lama, ia kembali menangis. Dulu saat Kila menikah dan sekarang Isla.


Tolong Chérie, jangan melepaskanku. Kamu sudah berjanji, geram Adrien dalam hati sambil meninju dinding lift dengan keras.


Entah kenapa hari ini ia seolah kehilangan semua logikanya.


###



alo kesayangan 😁,


oh yah.. tetap sehat semua, author juga sedang bersemedi 🤭 sambil merevisi novel CLB part 2..


ya ampun susunan bahasanya campur aduk, gak jelas gitu🥺😔 author sampai malu membacanya 😂

__ADS_1


love,


D 😘


__ADS_2