ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Orion, River and Autumm


__ADS_3


Keanu menepuk bahu Adrien, dua pria tampan yang saling berbagi kebahagiaan. Bayi-bayi berjumlah tiga mengisi tempat tidur yang disediakan sang papa baru. Mereka menambah besar keluarga Pranaja dengan lahirnya 2 bayi laki-laki dan 1 bayi perempuan yang sangat lucu.


Ketiga anak Adrien dan Isla, mewarisi gen sang papa. Hal itu membuat Isla sangat bahagia, mendapatkan anak seperti pria yang dicintainya.


Berkulit putih, rambut keemasan dan bermanik biru. Tak ada satu pun yang Isla turunkan kepada anak-anaknya. Kekuatan gen Adrien mendominasi, namun sangat disyukuri oleh sang ibu muda.


"Kau bisa membedakan anak-anakmu ?" Tanya Keanu tertawa kecil sembari menggengam jemari bayi mengenakan baju berwarna biru.


"River Phoenix Bluette yang papa pegang."


"Ini Orion Filante Bluette." Adrien mengusap pipi anaknya yang mengenakan baju berwarna hijau


"Dan ini princessku, Autumm Terra Bluette." Sambungnya dengan suara bergetar.


"Aku masih mengingat Hugo menjelaskan nama Isla kepada kami, dan sekarang bayi mungil itu sudah dewasa menjadi seorang ibu. Isla sudah memberikan kita 3 bayi tampan dan cantik." Ucap Keanu sembari menggelengkan kepala mengingat kejadian 20 tahun lalu.


"Istriku sungguh kuat, pa. Membawa bayi 3 dan sekarang sudah ada diluar makan dengan ayah."


Keanu tertawa kecil "Benar anak yang tangguh."


"Hidupku sudah sempurna, pa. Ketiga anak ini melengkapinya, Orion, River, Autumm. Mereka malaikat kecilku. Walau harus menanti lama."


Keanu menarik napas panjang "Sepadan. Apa yang kita lalui, nak. Walau papa harus menunggu lama untuk melihat cucu-cucu tampan dan cantik ini. Papa tidak bisa membayangkan jika kau menikah cepat ketika berumur 20an dengan hati yang patah karena Kila. Mungkin anakmu sudah remaja tapi papa tidak bisa melihat dirimu yang mencintai sebesar ini."


"Kepada wanita yang aku nikahi ?" Sahut Adrien terkekeh melihat anak gadisnya bergerak memeluk Orion


Keanu menganggukkan kepala "Khaleesi."


"Dia sudah bercerai dengan suaminya, pa. Khaleesi atau siapa pun wanita yang tidak beruntung itu, mungkin saja akan berakhir dengan perpisahan. Apalagi setelah melihat replika Aurora di depan mataku. Sungguh aku tidak peduli dengan dunia."


"Bukannya itu sudah kau lakukan, nak." Kekeh Keanu


"Dan ini hasilnya, 3 bayi. Aku sungguh bahagia pa." Jujur Adrien tidak bisa menutupi rasa suka citanya, bahkan mereka baru saja kembali dari rumah sakit setelah seminggu lamanya sang ibu dalam penanganan dokter.


"Begitu juga saat kau lahir, papa dan mamamu sangat bahagia. Dengan bayi-bayi ini dikalikan 3, papa bisa menebak isi hatimu, nak."


"Maafkan aku pa, dulu aku sering meminta tidak lahir di keluarga ini." Papa berusia 44 tahun merajuk kepada Keanu, pria berusia senja namun memiliki fisik yang sangat bagus. Keabadian Adrien didapatkan dari pria di sampingnya.


"Perjalanan hidup, Rien. Semua telah kau lalui, mencinta dalam namun tak terbalas. Kau sungguh baik nak, menikahi temanmu walau tanpa perasaan. Kemudian menemukan Isla. Gadis kecil itulah yang memberikanmu semua kebahagian dunia."


Adrien menatap Keanu dengan mata berkabut "Sekarang aku jadi rindu dengannya. Tolong papa jagain triplet kita. Aku ingin memeluk istriku."


Keanu tertawa lalu menepuk lengan anak semata wayangnya.


"Mamamu pasti akan menemani jika makan siangnya sudah selesai." Ucap Keanu kepada Adrien sebelum akhirnya punggung pria berambut keemasan itu menghilang dari balik pintu.


...


Seantero keluarga memilih masuk ke dalam kamar, sebagian membuka belanjaan Hugo Kila, sebagian orang terpaku kepada kesayangan terbaru yakni kepada bayi-bayi kembar. Saat itu Adrien membawa istrinya ke area kolam renang.


Ia membutuhkan waktu berduaan dengan istrinya dan memberikan kesempatan kepada keluarga bermain dengan bayi triplet mereka.


"Apakah masih sakit ?" Tanya Adrien meraba perut Isla dengan hati-hati.


"Sedikit." Sahut Isla dengan senyuman bertengger di pipinya


"Melihat anak-anak kita sebesar itu, aku tidak membayangkan selama 9 bulan kau membawanya, Chérie."


Isla yang sedang menyendok kue di depannya tertawa kecil "Ya ampun, Kak Adrien terus mengulang-ulang itu. Mereka sudah lahir dengan selamat, pun istri kakak." Sahutnya "Lihat, aku sungguh sehat dan kuat, kak."


"Kata ayah, aku seperti dia waktu Kak Lika dan Kila lahir. Antara sangat bahagia dan kasian kepada ibu. Itu mengapa ayah dan ibu hanya memiliki Lika dan Kila."


"Kak Adrien jangan seperti ayah, karena Isla dan ibu itu berbeda. Isla sangat kuat, jadi jangan berpikir kita akan berhenti dengan baby triplet. Minimal 5 kak, selagi kita masih muda." Sergah Isla


Adrien menautkan alisnya "Suamimu sudah tidak muda lagi."


Isla tergelak tawa sembari memegang bekas operasinya "Hanya angka kak, dengan bentuk tubuhku yang sekarang masih tidak karu-karuan ini, jika kita berjalan diluar takkan ada yang tahu."


"Kau masih menggemaskan bagiku, Chérie. Raut wajahmu tidak akan bisa berbohong berusia muda walaupun baru melahirkan."


Isla mencubit pipi Adrien "Suka merayu."


"Katanya, jika aku membahagiakan istri walau itu hanya sebuah perkataan, pahala buatku." Ucap Adrien mendekatkan wajahnya kepada Isla, ia pun melabuhkan ciuman mesra dan panjang. Bibir manis Isla tidak pernah bosan untuk dicecapnya.


"Berarti Kak Adrien menggombal." Sungut Isla ketika Adrien melepaskan pagutan panasnya. Ciuman panas pertama setelah kelahiran bayi triplet mereka

__ADS_1


"Aku berkata benar, istriku."


"Kak Adrien harus berkata benar di setiap ucapan, apalagi di depanku." Rajuk Isla


Adrien pun meraih tubuh Isla dalam rengkuhan "Sejak kapan aku berbohong kepadamu, Chérie ? Tidak pernah. Dari awal bertemu aku selalu jujur kepada gadis kecil itu. Ah Isla Bohemia, aku sangat berterima kasih akan kehadiranmu di muka bumi. Andai tidak bertemu denganmu, mungkin aku akan hidup sendiri."


"Sekarang sudah jadi papa."


Adrien berseri menanggapi perkataan Isla "Ayah dari Orion, River dan Autumm. Oh Tuhan, aku tidak menyangka pertemuan kita hampir 2 tahun yang lalu, membawaku ke kehidupan yang sekarang, Chérie."


"Isla ingin banyak anak. Biar bisa melihat Kak Adrien seperti ini." Sahut Isla lalu tertawa dengan manis. Suara tawa yang ia dapatkan dari Hugo Chan, papanya.


Adrien mengangguk "Kita tunggu hingga lukamu sembuh dan jarak usia mereka sudah bagus, Chérie. Karena kita berdua sangat subur, persiapkan diri mendapatkan bayi kembar berikutnya." Ucapnya lalu tertawa bahagia


"Kak Adrien sih sukanya bercinta."


Pria berambut keemasan dan bermanik biru dengan kabut putih tergelak tawa yang membahana "Semua pria normal menyukai itu. Terlebih memiliki istri seperti ini. Kau ada wanita paling sempurna dalam sejarah hidupku, Chérie. Aku tidak penah bosan dengan percintaan denganmu, tapi aku akan sangat sabar menanti 6 minggu ini."


"5 minggu kak." Ralat Isla.


Manik biru itu melebar "Aku mengingat kata dokter, yah 6 minggu."


"Dasar pria." Gerutu manja Isla


"Normal, Nyonya Adrien. 5 minggu lagi, kita bisa melakukan short honeymoon di pusat kota. Seharian di hotel."


"Bagaimana dengan bayi kita ?" Tanya Isla


"Sudah dengar jika Kak Kila dan Hugo akan berada di sini selama 3 bulan. Ada ayah ibu, papa dan mama. Mereka sangat antusias dengan baby triplet. Aku pun begitu ketika melihat Kai dan Sky baru lahir, mereka sangat lucu."


"Panjang umur." Kekeh Isla melihat adik kembarnya keluar dari pintu saling bergenggaman.


"Sebesar itu pun mereka tetap lucu." Adrien melihat raut wajah Kai dan Sky yang berseri sedang berjalan menuju tempat mereka


"18 tahun lagi, Kak Adrien akan melihat Orion, River dan Autumm seperti remaja berambut putih itu." Ucap Sky menegakkan tubuh dari sandaran dada suaminya


"Aku sudah tidak sabar, Chérie." Adrien membayangkan anak-anak mereka se jangkung Kai dan Sky namun tak terpisahkan.


...


"Mereka sudah bangun ?" Tanya Kila menatap Adrien yang mengenakan piyama berwarna biru sepasang dengan wanita berambut hitam dalam genggaman tangannya.


"River kembali bobo. Orion dan Autumm sudah bangun." Jelas Adrien, sementara Hugo terlebih dulu menerobos tanpa mendengarkan penuturan Adrien


Kila hanya mengangguk lalu berjalan memasuki kamar, diikuti oleh Radit, Rinjani, Keanu dan Adriana.


Pasangan suami istri itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat orang tua mereka.


"Aku sudah tidak sabar membuat anak lagi." Bisik Adrien menurunkan kepalanya


Isla pun mencubit pipi putih suaminya dengan gemas "Dasar mesum."


Manik biru yang dimiliki ketiga anak mereka pun melebar "Wanita belia ini sudah pintar mengatai suaminya mesum. Siapa yang mengajarkan ?" Tanya Adrien melingkarkan tangan pada bahu Isla sembari mengarahkan langkah menuju ruang makan


"Isla hanya punya 1 pria di dunia yang mempunyai kehidupan dua kali lipat dari usiaku. Dari dia lah aku belajar segalanya."


Adrien pun tersenyum simpul sambil mengecup puncak kepala istrinya.


"Aku mencintaimu, Chérie." Ucap Adrien penuh kasih sayang


"Aku mencintaimu juga Kak Adrien. Papanya si triplet yang jadi rebutan orang tua."


Adrien tergelak tawa ringan "Itu mengapa aku ingin punya anak lagi."


"Selusin pun anak, harta Adrien Dierja Pranaja takkan habis." imbuh Isla dengan riang


"Aku tidak akan membuat istri beliaku bekerja sekeras itu. Walau kau masih muda, tetap saja kau adalah wanita, Chérie. Fisikmu ada batasannya. Usia 25 tahun semoga kita sudah tidak menambah anak lagi. Tinggal membesarkannya."


"Dan membawa mereka jalan-jalan, seperti kami waktu kecil." sahut Isla


"Tentu saja, Chérie. Kita punya segalanya untuk itu." Ucap Adrien menarikkan kursi buat Isla.


Ia melirik istrinya yang berbinar melihat menu sarapan di atas meja. Wanita belianya tidak pernah gagal membuat Adrien berucap syukur kepada Tuhan. Hal kecil seperti yang dilihatnya sekarang pun, sudah membuat Adrien penuh suka cita.


Kembali Adrien mengecup puncak kepala Isla sebelum ia bergabung dengan istrinya di kursi sebelah, menikmati sarapan khas barat berpadu sarapan khas Indonesia.


Sejam kemudian mereka sudah melintasi rumah nan luas menuju kamar tidur, namun maid yang membawa berbagai macam kotak membuat pasangan itu menghentikan langkah kaki.

__ADS_1


"Dari mana ?" Tanya Adrien kepada para maid yang berseragam biru


"Ini Tuan Adrien." Sahut satu maid mengulurkan dua amplop berwarna putih


Isla terlihat sangat tertarik mendekatkan diri pada suaminya.


"Padahal kita sudah meminta kepada orang-orang untuk tidak mengirimkan kado." Ucap Isla


Adrien membuka satu persatu amplop putih tersebut dengan wajah yang cemberut lalu mengangsurkan kartu berwarna kepada Isla, istrinya.


"Para fansmu."


Isla menaikkan alisnya dengan wajah penuh tanda tanya "Siapa ?"


Wanita belia itu membaca kertas di tangannya setelah melihat Adrien mengedikkan bahu dengan acuh.


Tak lama kemudian Isla pun tertawa kecil "Oh dari Paman Jean dan Pierre de Hanovre."


"Bagaimana mereka bisa tahu jika kau telah melahirkan, Chérie ?" Tanya Adrien sembari menggerutu, sebelumnya ia telah meminta maidnya membawa kado-kado tersebut masuk ke dalam kamar yang khusus menyimpan perlengkapan bayi triplet.


"Mungkin dari sosial media."


Adrien mendengus kasar dengan cemburu, ia pun mengambil kembali dua kertas ucapan dari tangan istrinya.


Halo Mama Sugar,


Selamat atas kelahiran bayi-bayi lucunya. Kamu hebat, Mama Sugar. Andai kita menikah, pasti mereka adalah anak-anakku.


Pierre de Hanovre


Pria berambut keemasan itu langsung merobek kartu ucapan berwarna pink pucat setelah membacakannya dengan keras-keras.


"Ucapan macam apa ini ? Malah merayu istriku. Tuhan, bagaimana caranya aku menjaga berlian ini dari incaran para perampok itu." Gerutu Adrien kesal


Lain halnya dengan Isla yang tertawa keras melihat raut cemburu berlebihan Adrien.


"Kak Adrien sangat lucu." Isla memeluk tubuh kekar suaminya di tengah ruang tamu mereka. Adrien pun berhenti bersungut dan melingkarkan pelukan erat pada wanita teramat dicintainya.


"Aku sangat ketakutan dengan pria-pria itu, Chérie. Terlalu frontal mengejarmu. Bahkan mereka tahu siapa diriku, bagaimana hubungan cinta kita. Aku takut jika suatu hari kau tergoda dengan pria yang lebih muda dari suamimu yang tua ini." Ucap Adrien dengan nada lemah


"Isla tidak pernah melakukan itu, Kak Adrien. Isla ingin seperti mama, hanya mencintai papa. Begitu pun sebaliknya." Ucap Isla menenangkan suaminya


"Bagus.. kalian bermesraan lagi." Suara dari belakang membuat keduanya mengendurkan pelukan, rupanya Kila yang berucap sembari menggendong salah bayi dengan penuh kasih sayang


"Terus kenapa, ma ?" Tanya Isla menarik tangan Adrien mendekati Kila


"Ya bagus. Semoga kalian bisa memberi mama cucu tambahan, agar si triplet bisa ke Berlin dan tinggal bersama kami." Sahut Kila membuat pasangan suami istri itu terhenyak kaget


"Mama." Seru Isla


Kila pun tergelak tawa "Melihat kalian seperti itu membuat mama tidak mau berkomentar panjang."


Isla pun mendengus ringan "Walau Isla tidak menyesal besar di Bali bersama ayah dan ibu. Tapi cukup Isla yang merasakan pisah dengan kedua orang tua. Triplet kami akan tetap berada di dalam rumah ini."


Adrien tertawa kecil menatap Isla "No comment aku kak, semua ada di tangan istriku."


Kila mendecih lalu berjalan menuju ruang tengah mereka.


Isla pun berbalik memeluk suaminya "Iya, Isla juga sudah tidak sabar punya anak lagi." Gumamnya pada dada lebar yang berdetak kencang.


###



alo kesayangan 💕,


happy weekend, maaf jika novel ini lama bgt updatenya..


aku ingin menamatkan Adrien


"mungkin" tapi tolong jangan meminta aku membuat novel lanjutan anak2 mereka


nanti author gak berkembang dari keluarga Rinjani dan Keanu dong 😂


love,


D 😘

__ADS_1


__ADS_2