ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Who You Love


__ADS_3

Rumah Keanu dan Adriana mendadak ramai, seperti biasa si kembar datang berlibur pastinya dengan Radit dan Rinjani. Setiap tahun keluarga adiknya berkunjung ke Lyon, France. Kesibukan Keanu di kantor membuatnya tidak sempat untuk kembali ke Indonesia, di samping itu Adrien juga masih bayi.


Adrien sekarang menginjak usia 3 tahun, sedang lucu-lucunya. Wajah tampannya perpaduan gen terbaik Adriana dan Keanu. Anaknya walau masih berusia balita tapi sudah menjadi rebutan si kembar, mungkin karena Kila dan Lika tidak mempunyai adik. Adalah keputusan Radit tidak ingin menambah momongan. Dan itu pula menjadi pertimbangan Keanu dan Adriana untuk mempunyai satu anak saja. Salah satu yang dipikirkan adalah pasca melahirkan yang menguras tenaga dan perhatian, sementara mereka berada di luar negeri, jauh dari mama dan papa.


"Dek... Kamu suka siapa? Kakak Lika atau kakak Kila?" Tanya Lika sambil mengulurkan coklat sebagai sogokan kepada Adrien yang sedang bermain dengan robot mainnya


Adrien kecil menerima coklat dengan bungkus berwarna merah dari Lika, kakak sepupunya yang sangat cantik dengan rambut di kepang.


Tangannya menunjuk ke Kila yang sedang tengkurap di depan televisi, mata kakak sepupunya terpaku pada film kartun Dragon Ball.


Lika memajukan bibirnya, cemberut mendatangi Kila


"Dek... Masa aku sudah kasih coklat ke Adrien tapi masih sukanya sama kamu" seru Lika sambil menggoyangkan tangan saudara kembarnya


Kila langsung bangun berbalik menatap ke arah Adrien yang sedang berusaha membuka bungkusan coklatnya


"Adek Rien... " Kata Kila duduk depan Adrien, mata biru adiknya membalas tatapan kakak sepupunya "tidak boleh makan coklat lagi yah, tadi sudah. Tidak boleh banyak nanti gigi Rien rusak. Kakak simpan coklatnya yah?"


Adrien langsung menyerahkan coklat dengan sukarela


"Gantinya kakak bacakan buku" Kila menarik tangan Adrien untuk berdiri "mau dibacakan yang mana?" Lanjutnya bertanya saat di depan rak buku milik adiknya


Adrien menarik satu persatu buku bergambar melihat sampulnya, lalu menyodorkan buku bergambar Tarzan kecil


"Mau yang ini?"


"Iya" Adrien mengangguk dengan riang, gigi kecilnya dipamerkan


"Baiklah.. " Kila menuntun Adrien ke kamarnya, keduanya naik di tempat tidur adiknya.


Adrien bersandar di bantal sama halnya Kila, mata keduanya terpaku pada buku itu.


"Pada jaman dahulu kala.... " Kila mulai membaca buku itu, walau tulisannya tidak banyak namun dia mengembangkan jalur ceritanya, tak jarang Adrien bertanya karena ingin tahu.


...


"Kakak.. mana Kila dengan Adrien?" Tanya Radit melihat Lika sedang asyik bermain boneka


"Hmmm..." Lika meletakkan boneka barbie dan memandangi bergantian ayahnya dan papi Keanu "di kamar Yah.. tadi mau baca buku"


Lika setelah menjawab pertanyaan ayahnya, memilih kembali bermain


Keanu dan Radit melangkahkan kakinya menuju kamar Adrien, kamar bercat biru dan merah seperti warna kostum Superman. Superhero anaknya.


"Bagaimana dek jika Kila tinggal di sini saja" kata Keanu melirik ke arah Radit kemudian memandangi Adrien tertidur di samping Kila, keduanya terlelap sambil bergenggaman tangan "Kalau ada Kila, Rien jadi penurut. Buktinya tidur siang tanpa bergelut dulu dengan Adri"


"Hahaha... Jangan, nanti aku sama siapa bang, Kila itu anakku, dan Lika anaknya Rinjani"


"Dasar posesif, suatu hari Kila akan menikah"


"Belum sekarang, masih ada 35 tahun lagi"


"Hahaha... Anak gadis nikah umur 40. Aku mau lapor ke Rinjani" ujar Keanu terkekeh sambil menggelengkan kepalanya


...


Surabaya, 2 tahun kemudian..


Hari ini pesta pernikahan om Aaron dengan tante Ika. Adrien yang berusia 5 tahun tak mengalihkan pandangannya dari adik mamanya yang berseragam angkatan bersenjata dengan Tante Ika yang bergaun putih, sangat cantik. Tapi ada yang lebih cantik dari Tante Ika, tak lain kakak Kila yang duduk di sampingnya, kakak cantiknya itu menggunakan dress berwarna merah mengembang sama halnya dress kakak Lika.


"Kalau aku besar jadi seperti om Aaron" seru Adrien membuat Kila melayangkan pandangannya bergantian ke arah Om Aaron dan Adrien


"Adek Rien mau jadi tentara?" Tanya Kila sambil cekikikan


"Kakak jangan ketawa, Rien serius loh" sungut Adrien membulatkan matanya


"Iyah iyah.." Kila mengangguk namun masih tertawa


"Kak, jadi pengantin itu enak yah... Banyak yang datang terus salaman, senang-senang"


"Dek.. kalau kamu besar menikahnya sama kakak yah? Terus kita bisa dansa-dansa. Makan enak, pakai baju seperti Tante Ika. Cantik"


"Janji...." Kata Adrien sambil mengacungkan jari kelingkingnya, Kila menautkan kelingkingnya


Keduanya tersenyum lebar tanpa beban, kemudian tertawa cekikikan. Adrien menarik tangan Kila menuju hall bergabung dengan para orang dewasa yang berdansa. Tinggi badan mereka hampir sama, walau Adrien lebih muda 2 tahun di banding Kila.


"Mereka memang dekat dari bayi" gumam Keanu melihat Adrien dan Kila berdansa ala anak-anak, lebih banyak melompat riang


"Aku ingin Kila sekolah dan kuliah di Lyon, tapi Radit tidak mau ngasih anaknya. Jika ada seorang ayah yang posesif dengan anak perempuannya, lihatlah adik kita itu" kekeh Adriana

__ADS_1


"Atau Rien di bawa ke Indonesia saja?" Ujar Keanu meraih tubuh istrinya dalam pelukannya "kita bisa honeymoon tiap hari" lanjutnya mengerling nakal


Adriana tersenyum penuh arti


"Sepertinya tidak sayang... Bagaimana pun sistem pendidikan lebih bagus di luar negeri. Dan Rien IQnya tinggi, anakmu genius. Kita tinggal mengarahkan bakatnya kemana, akan lebih gampang pengembangan bakat di Perancis ketimbang di sini" Adriana mengalungkan tangannya di leher Keanu, mereka saling bertatapan penuh cinta


Keanu mengiyakan pendapat Adriana. Mereka juga pastinya kesepian tanpa kehebohan Adrien di rumah. Walau beberapa bulan terakhir ini anaknya itu lebih suka di depan komputer.


"Aku mencintaimu Adri" gumam Keanu memandangi teman hidupnya, wanita yang menaklukan hatinya.


...


Adrien bersedekap menanti was-was di depan pintu kedatangan Boston Logan International Airport, ia menunggu sosok yang paling dirindukannya. Senyumnya pun mengembang begitu melihat gadis berhoodie hitam, celana denim biru dan sneaker menarik tas carrier senada hoodienya


"Sisloveee !" Seru Adrien melambaikan tangannya ke arah Kila


Gadis tertawa merekah itu setengah berlari dan menghamburkan tubuhnya dalam pelukan Adrien, kesempatan itu tidak disia-siakan Adrien memeluk erat Kila.


"Kamu semakin tinggi !" Seru Kila mendongakkan kepalanya menatap wajah adiknya "kamu baru 16 tahun kan?"


"Dan kakak 18 tahun, sekarang aku sudah 185 cm kak... Sekarang kita sudah jauh beda tinggi"


"Masih bisa tambah tinggi" puji Kila menengadah ke wajah Adrien


Keduanya tergelak tawa, mengulang masa kecil mereka.


Ketika umur 15 tahun, game buatan Adrien di beli oleh perusahaan game di US, membuat kehidupan keluarganya berubah drastis. Puluhan juta euro masuk di rekening orang tuanya dan dengan uang tersebut di pakai Keanu -ayahnya membangun perusahaan game "Le Bleuette Company". Setahun berikutnya 2 game baru diluncurkan perusahaannya dan menjadi hits dengan jumlah terunduh terbanyak di dunia.


Berkat kejeniusannya, Adrien mendapatkan promosi beasiswa kuliah di jurusan Computational Science and Engineering di Harvard University. Berbicara tentang kejeniusan di umur muda, Adrien masih punya teman kuliah 3 tahun lebih muda di bawah umurnya.


Selama 2 tahun Adrien dan Kila tidak bertemu, ya karena kesibukan Adrien dengan pembuatan dan pengembangan game membuatnya tidak punya kesempatan berlibur ke Indonesia dan Kila kakaknya disibukkan dengan tahun pertama bangku kuliah.


Segala bujuk rayu dilontarkan Adrien agar gadis dalam rangkulannya mau datang ke Amerika, termasuk akan mengajak ke Los Angeles mengejar Leonardo Dicaprio, idola Kila.


Untungnya si manja Lika tidak ikut karena disibukkan dengan urusan senat kampusnya, maaf yah kakak Lika batin Adrien, bukan tidak sayang dengan Lika, tapi sejak awal hatinya telah memilih Kila.


"Papi dan Mami benar-benar melepasmu dek, padahal masih 16 tahun"


"Aku tidak seperti umur 16 tahun" sahut Adrien memamerkan tubuhnya, berotot dan tinggi


"Yah, terlihat 36 tahun... Hahahaha" tawa Kila sambil menyipitkan matanya "mana mobilmu dek?"


"Aku juga menyukaimu Rien.." sahut Kila lalu memeluk dan menepuk punggung lebar adik sepupunya


Adrien tersenyum tipis menundukkan kepalanya pada rambut gadis yang dipujanya, Kila selalu mematahkan pernyataannya dengan bertindak sebagai kakak sepupu. Tidak pernah sekali pun Kila melihatnya sebagai pria. Mungkin ia harus menunggu berapa tahun lagi.


"Biar aku menyetir, kamu masih di bawah umur" kata Kila menaikkan tangannya meminta kunci mobil Adrien


"Kakak seperti tidak tahu aturan di sini, umur 16 tahun sudah dapat surat ijin mengemudi. Aku sudah 16 tahun 8 bulan kak! Memangnya kakak sudah punya sim internasional?"


Kila langsung membuka tasnya dan mengibaskan kertas berwarna putih di wajahnya


"Thank's God, aku punya ayah yang keren" ucap Kila pamer dibalas desisan Adrien memberikan kunci mobilnya


Kila menekan remote kunci hanya ingin tahu jenis mobil adik sepupunya.


"Wuihhh... Mersedes C-class !! Bukankah ini terlalu berlebihan untuk ukuran anak umur 16 tahun. Amerika negara yang rawan dek"


"Kak, aku pemegang sabuk hitam di 2 bela diri. Jadi jangan ragukan kemampuanku menjaga diri, bukannya aku belajar dari kakak juga"


Adrien tertarik belajar bela diri sejak 7 tahun lalu saat pulang ke Indonesia dan melihat Kila sedang giatnya belajar dengan ayah Radit.


"Dan oh yah mobil ini kak.. Thank's God, aku kaya, mau aku belikan mobil seperti ini satu kak?" Lanjutnya pamer sambil menepuk bahunya


"Cih.. pamer! aku kuliah pakai motor dek. Mobil pakai punya eyang. Belum saatnya aku punya mobil"


Itu kenapa aku sangat menyukaimu kak, kamu sederhana dan peduli.


...


Seminggu kemudian mereka berdua ke Los Angeles dalam rangka mengejar Leonardo Dicaprio, yang berujung kekecewaan bagi Kila. Mereka telah mencari di beberapa studio film dan menyisiri pemukiman elit di Hollywood berharap jika salah satunya adalah rumah aktor tersebut. Namun sehelai rambut Leonardo Dicaprio pun mereka tidak dapatkan.


Apalah yang bisa remaja belasan tahun mengerti saat itu, hanya mengikuti insting yang kebanyakan berisi dengan kesenangan.


"Kita belanja saja kak" seru Adrien menarik tangan Kila masuk ke dalam pusat perbelanjaan terbesar di L.A "apa pun kakak inginkan, on me!"


"Berhati-hatilah dengan ucapanmu itu Rien.. kakak jiwanya shopaholic loh.. aku bisa mengeruk isi rekeningmu dengan belanja sepatu dan baju"


"Ingat kak, aku kaya" gurau Adrien pamer

__ADS_1


"Oke, ayo kita habiskan uangmu dek!" Seru Kila menarik tangan Adrien dan setengah berlari menuju toko sepatu


Adrien memerhatikan Kila yang penuh semangat memilih sneakers limited edition, wajah kakaknya merona bahagia.


"Sorry..." ucap Kila sopan saat tangannya bersamaan menarik sneaker nike air berwarna putih


"Tidak apa-apa, buat kamu saja" sahut pria melepaskan tangannya dari sneaker yang jadi rebutan "saya hanya ingin memperlihatkannya ke penjaga toko, ukuran kita berbeda" lanjutnya


"Kak.... Mau yang ini?" Tanya Adrien langsung mendekat, Kila belum mengucap terima kasih kepada pria yang tidak sempat di lihat wajahnya


"Sizenya kebesaran, aku pake 38 ukuran Indonesia"


Adrien merangkul Kila menemui penjaga toko, dan meminta size yang sesuai dengan kakaknya.


"Serius cuma ini?" Tanya Adrien berjongkok sambil mengikatkan tali sepatu Kila


"Harga sepatu ini bisa beli motor di Indonesia dek"


"Yang bisa beli mobil pun aku belikan kak" sahut Adrien menyeringai "tunggu aku bayar dulu" sambungnya berdiri sambil menenteng sneaker lama kakaknya, ia ingin Kila langsung memakai sepatu barunya


Sementara itu berapa meter dari tempat mereka, seorang remaja pria memperhatikan gerak-gerik mereka.


"Hei bro.. sudah dapat?"


Pria remaja satunya mengangguk


"Kamu memperhatikan gadis itu yah?"


Kembali pria itu mengangguk


"Sneaker kami sama"


"Yeah, sayangnya tidak jodoh my brother.. dia sudah punya pacar"


Kedua remaja berumur 20 tahun yang sedang berlibur di Los Angeles memandangi dua sejoli yang saling berangkulan berjalan keluar, si remaja pria mengecup puncak kepala si gadis dengan mesra.


"Kamu mau bayar?"


Si pria menyisir rambut putih pendeknya dengan tangan berjalan menuju meja kasir sambil menghela napas dalam.


...


Adrien menahan air matanya melihat senyum merekah yang terus terpasang di wajah Kila, wanita tercantik yang sangat dicintainya. Tubuh indahnya dibalut wedding dress berwarna putih, tubuh itu sempat dipeluknya tadi di kamar sebagai tanda perpisahan.


Kamu ingkar janji kak.. nyatanya kamu menikah dengan pria lain, bukan aku !


4 tahun lalu ia memeluk tubuh itu juga, saat Kila menangis sejadi-jadinya setelah pesta pernikahan Lika. Kakaknya Kila patah hati karena ditinggal menikah oleh pria yang sekarang menjadi suaminya.


Malam itu Kila tidur dalam pelukannya, satu-satunya waktu yang Adrien rasa Kila adalah miliknya.


"Andai kita tidak bersaudara bang... Kita nikahkan saja kedua anak ini" ucap Rinjani melihat Adrien dan Kila tertidur sambil berpelukan di kamar anaknya


"Sayangnya kita sangat-sangat bersaudara dek... " Sahut Keanu merangkul tubuh adiknya keluar dari kamar


Air mata panas mengalir dari mata yang terpejam Adrien mendengar ucapan ibu dan papanya.


"Aku sangat sangat mencintaimu Aurora Kila... Kakakku" Adrien merengkuh tubuh Kila lebih erat


###


Adrien Dierja Pranaja



alo kesayangan,


author jahat yang menulis bukan kecepatan bus patas lagi tapi author Shinkansen -kereta cepatnya Jepang πŸ˜‚


maaf yah,,


kejar tayang soalnya


dan author gak tega menciptakan drama antara abang Keanu dan Adri 😊


biarlah author balas pada Adrien πŸ˜‚


happy weekend..


love,

__ADS_1


D 😘


__ADS_2