
4 bulan 2 minggu kemudian..
Adrien baru saja menghadiri seminar enterpreneurship di Université de Lyon, ia di undang sebagai pembicara tunggal di acara tersebut. Sebenarnya Adrien sedang tidak mood untuk menjadi pembicara, karena ia membatasi acara serupa maksimal 2 kali dalam sebulan.
Adrien tergerak berkat rengekan gadis berwajah perpaduan Penelove Cruz dan Anne Hathaway yang duduk di sampingnya, Nora Adams. Teman kencannya atau bisa dikatakan gadis yang bertahan selama 3 bulan ini menemaninya. Nora pun mendaulat dirinya sebagai pacar, walau Adrien tidak merasakan apapun kepada gadis itu. Kecuali great sex from her ! ia juga bosan diceramahi oleh mamanya dengan tabiat gonti-ganti pasangan.
Setidaknya monogami untuk sementara waktu, pikir Adrien
Kembali ke seminar enterpreneurship, Nora meminta langsung kepada Adrien untuk menjadi pembicara di kampus adiknya Elise Adam. Mau tidak mau, demi membalas kehangatan Nora dengan sekadar bercuap-cuap di depan para mahasiswa membagi pengalaman hidupnya yang sudah Adrien hapal di luar kepala dan semua materi telah siap dalam bentuk power point yang dibuat oleh team branding perusahaan.
"Baby... kapan kamu mengajakku ke rumah orang tuamu?" Tanya Nora memanyunkan bibir merah nan seksi itu. Adrien tergoda ini melumatnya, namun perkataan Nora membuatnya meredam rasa itu. Gadis yang berprofesi model nampak memilin-milin rambutnya menunggu jawaban
"Buat apa?" Tanya balik Adrien, matanya mengarah ke depan, fokus mengemudikan mobil sedan mewahnya
"Bertemu dengan orang tuamu" Nora ringan tanpa beban
Gadis ini lama-lama menjengkelkan juga, tidak bersyukurkah Adrien tidak mendepaknya setelah one night stand mereka 3 bulan lalu. Bahkan gadis Indonesia tidak minta dikenalkan kepada orang tua dengan hubungan seumur jagung ini.
Apa yang diinginkan Nora dari dirinya? Dengan membawanya kemana-mana, dia mendulang ketenaran. Dari seorang model katalog sekarang sudah naik menjadi cover majalah fashion dan 2 brand ambassador kosmetik menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya.
"Hmmm... " deham Adrien tidak peduli.
Matanya terpaku pada sosok 10 meter di depannya gadis berambut hitam, hal langka ditemukan di Eropa. Mobil mewahnya pun melewati dua gadis sedang berbincang di bahu jalan. Saat si gadis berambut hitam berbalik ke arah jalan, tawa khas yang terekam jelas diingatannya membingkai wajah itu.
"Khale !" Seru Adrien menghentikan mobilnya, ia kembali memastikan dengan membalikkan tubuhnya melihat gerak-gerik dan wajah gadis berambut hitam yang hanya berjarak 4 meter dari mobilnya.
"Tunggu di sini" ucap Adrien tegas kepada Nora, ia langsung bergegas turun dari mobilnya dengan penuh keyakinan.
Teman bicara Khaleesi yang pertama kali melihat Adrien, gadis tinggi berambut coklat tua itu menyikut si gadis berambut hitam. Khaleesi yang tadinya tersenyum mendadak datar.
"Khale." Sapa Adrien riang begitu mendekat di depan gadis berkemeja denim dengan skinny jeans hitam dipadukan boot hitam.
"Rien." Balas Khaleesi pelan nyaris tak terdengar, melihat Adrien bertegur sapa dengan Khaleesi, temannya si rambut coklat pun berbisik.
"Ya... Sampai ketemu besok Lene" ujar Khaleesi sambil bercipiki dengan temannya
Gadis bernama Lene pun beranjak pergi meninggalkan keduanya yang saling memandangi satu sama lain
"Khaleesi... apa yang kamu lakukan di sini? Aku tidak pernah membayangkan akan bertemu denganmu di France" seru Adrien begitu bahagia melihat Khaleesi yang terlihat fresh, lebih hidup dibandingkan 4 bulan lalu
"Aku berkuliah di sini." Jawab Khaleesi datar, dengan manik mata tajam ke arah Adrien
"Kenapa kamu tidak mengatakan jika akan ke France dan berkuliah di de Lyon?"
"Bukankah aku sudah mengabarimu? 4 bulan lalu" sahut Khaleesi dingin
"Di mana? Aku tidak mendapatkan pesanmu !" sanggah Adrien cepat
"Aku tidak tahu nomer ponselmu, aku mengirimkanmu pesan lewat direct message" ujar Khaleesi dingin, ia terlihat sedikit emosi dengan sanggahan Adrien
Adrien terhenyak, sejak kepulangannya dari Indonesia sosial medianya diambil alih oleh tim branding kantornya. Foto yang dibagikan tak lebih tentang kegiatannya di Bleuette Company, tidak ada lagi kehidupan pribadi dibagikan ke khalayak umum. Semua tertata demi menciptakan image seorang jenius, muda dan sukses. Bukan seorang kaya raya yang memamerkan kesenangan travelling dan partying.
Keanu lah yang berinisiatif, ayahnya yang bosan melihat Adrien tidak mempunyai semangat untuk memegang perusahaannya sendiri. Sementara orang tuanya telah memberi peringatan terakhir dengan gaya hidup yang dijalaninya.
"Khale... Maafkan aku, tapi sungguh aku tidak membacanya. Akunku di kelola oleh tim kantor" Adrien dengan nada sangat menyesal, raut wajahnya pun sendu.
"Aku."
"Khaleesi... " suara pria memanggil dari belakang mereka, pria berambut sama panjang dan warna dengan rambut Adrien, pemilik tubuh jangkung itu berdiri di samping mobil Lamborghini Veneno berwarna dark grey
__ADS_1
Khaleesi berbalik ke arah suara memanggilnya, sebuah senyum merekah menghiasi wajah gadis di depan Adrien
"Jemputanku sudah datang, bye Rien" kata Khaleesi menoleh sebentar menatap Adrien yang sebenarnya masih ingin berbicara
Khaleesi bergegas mendekati pria berkemeja putih dengan dua kancing dibiarkan terbuka memperlihatkan dada dan susunan kalung beraneka ragam
"Jean." Seru Khaleesi yang langsung di rengkuh pria tersebut
"Pumpkin. Bagaimana kuliahmu?" Tanya si pria menyarangkan ciuman ringan di bibir Khaleesi
"Baby." Teriak dengan keras Nora yang ikut turun dari mobil,
Walau cukup keras namun teriakan Nora hanya terdengar oleh Adrien, ia pun langsung membalikkan badan dan berjalan menuju mobilnya dengan gusar.
"Kamu kenal gadis itu?" Tanya Nora begitu Adrien memasang seatbelt
"Hmmm, yahh." Sahut Adrien kecewa sedikit putus asa
"Aku tahu pria itu." Gumam Nora melihat mobil mewah membawa Khaleesi melewatinya
"Siapa dia ?" Adrien penuh ketertarikan menggali informasi pria yang begitu mesra dengan Khaleesi
"Namanya Jean Syagrius, jika kamu tahu The Charpieu perkebunan anggur, perusahaan wine dan ranch terbesar di France Utara. Pria tadi adalah anak bungsu dari Syagrius Charpieu. Dia punya seorang kakak pria bernama Mattieu dan kakak perempuan bernama Eureka. Tahun lalu aku menghadiri charity party yang diadakan oleh sepupu dari keluarga itu. Dan ketiga bersaudara Syagrius hadir, mereka menyumbang berjuta euro untuk acara amal sepupunya, Cassia" jelas Nora panjang
Adrien terkesiap kaget, bagaimana mungkin seorang Khaleesi dari Indonesia dekat seorang orang kaya dan terkenal seantero France hanya dalam kurung waktu 4 bulan. Ataukah mungkin sebelumnya mereka telah saling kenal? Batinnya bergumam
"Temanmu sangat beruntung jalan dengan seorang Jean, walau terkenal bad boy tapi pria itu bukan seorang playboy seperti kakak laki-lakinya" kata Nora sambil melirik Adrien yang terlihat kalut
"Aku antar ke apartemenmu."
...
Hai, Rien.. ini dengan Khaleesi, apakah kamu masih mengingatku? Khale teman jalanmu di Jogja, kita berempat dengan Samara dan Tasya. Oh yah, aku sekarang di France, tepatnya Saint Etienne. Selama di Indonesia aku tidak pernah memberitahumu jika ibuku tinggal di kota ini. Apakah kamu bisa menemaniku selama di sini?
Halo Rien... Apakah aku mengganggumu ?.. maafkan dengan pesanku sebelumnya.
Arrghh!!! Teriak Adrien menggema di ruangan kantornya yang kedap suara. Bagaimana bisa ia tidak pernah berpikir untuk mengecek akun sosial medianya setelah di kelola tim branding.
Khale, maafkan aku.. sungguh maafkan aku.. aku baru membaca semua pesanmu. Tolong.... bisakah kita bertemu dan berbicara? Ini nomer ponselku +3368693**
Adrien menatap telepon genggamnya menunggu balasan dari Khaleesi, dengan senang melihat pesannya terbaca. Semenit hingga 5 menit kemudian, gadis itu tidak membalas pesannya.
Khaleesi sepantasnya marah kepada dirinya, namun semua diluar kendali Adrien.
...
Pandangan mata Adrien menatap kepada gadis yang bergoyang di tengah pria di hall sebuah pub paling elit di kota Lyon. Seminggu berselang pertemuannya dengan si gadis berambut hitam yang sekarang meliukkan tubuh indahnya, nampak para pria mendekati ingin menyentuh atau sekadar bergoyang bersama.
Khaleesi, begitu menggoda dengan balutan dress mini bermodel halter top berwarna hitam terlihat begitu mencolok di tengah ras berbeda dengannya. Kulit sawo matang sangat kontras dengan pria-pria berkulit putih.
Adrien tidak melihat pria yang bersama Khaleesi kemarin, hanya gadis itu sendiri. Ia pun lalu menerobos melewati para pria dan wanita yang sedang asyik bergoyang.
Adrien tanpa berpikir langsung saja mencengkeram tangan Khaleesi dan menariknya keluar dari area pub.
"Lepaskan !" Teriak Khaleesi mencoba melepaskan cengkeraman tangan Adrien, mata gadis itu berkilat tajam menatap pria yang berpakaian terlalu formal dengan suit coklatnya dilengkapi sweater kasmir rajutan berwarna senada
"Khaleesi, kamu mabuk ! Oh Tuhan, kenapa kamu jadi seperti ini ? Ini bukan dirimu yang aku kenal!" Geram Adrien menggenggam lebih erat tangan gadis yang meronta-ronta minta dilepaskan
"Siapa kamu menilaiku? Tuhan? Hah ?! Kamu hanya mengenalku berapa hari, hahaha... Ini diriku sebenarnya, dasar sombong !! Sekarang kamu sok peduli denganku setelah 4 bulan tidak membalas pesan! Teman macam apa kamu?" teriak Khaleesi marah yang tak terkendali sambil mencengkeram jas Adrien
__ADS_1
"Maafkan aku Khale, aku tidak memegang sosial mediaku lagi. Dan kenapa kamu tidak meminta nomerku pada Samara? Dia tahu nomerku. Tapi kenapa dia tidak memberitahuku jika kamu ada di France"
Kembali Khaleesi menatapnya penuh amarah, matanya berair dengan wajah memerah
"Aku sepertinya mau muntah Rien." Ucap Khaleesi lemah, tidak jadi memuntahkan amarah namun isi perutnya yang sekarang bergejolak
Sontak Adrien menggiring Khaleesi menuju toilet parkiran mobil. Untungnya toilet wanita sedang kosong, hingga dirinya pun bisa ikut masuk dan membantu Khaleesi mengeluarkan kembali minumannya beserta apa yang disantapnya tadi sore.
Pasta.
...
Khaleesi sudah terlelap dalam selimut berwarna abu muda. Setelah memuntahkan semua cairan alkohol di perut Khaleesi, Adrien berhasil membujuk gadis itu untuk meninggalkan pub. Dengan separuh sadar Khaleesi menyebutkan alamat apartemennya.
Sambil menghela napas panjang Adrien melepaskan jasnya, dan menaruh di gantung kayu di dekat pintu. Ia pun menarik dua bantal untuk bersandar sambil menemani Khaleesi yang terlelap.
Gadis yang rapuh, gumam Adrien sembari memejamkan mata.
Bunyi gedebuk keras menghantam lantai kayu membuat Adrien terbangun, ia melihat Khaleesi dalam posisi jatuh menimpa tangan kirinya.
"Khalee... Kenapa?" Adrien dengan sigap mengangkat tubuh Khaleesi
"Kebelet dan mau muntah lagi" erang Khaleesi sambil menutup mulutnya
Adrien hanya menggelengkan kepala dan memapah Khaleesi menuju kamar mandi. Setelah gadis itu masuk, Adrien bergerak menuju dapur membuatkan teh manis untuk Khaleesi.
Begitu Adrien membawa gelas berisi teh hangat, ia mendapati Khaleesi telah membersihkan diri. Dress mininya telah berganti dengan kaos putih oversize dipadukan celana kain longgar berwarna biru putih
"Thank you Rien." Ucap Khaleesi saat Adrien meletakkan gelas berisi teh di depannya, dia lalu bersandar di ujung tempat tidur, Rien pun dengan posisi yang sama di sebelahnya
"Apakah kamu mau cerita, bagaimana bisa di pub seperti semalam? Mana pacarmu ?"
Khaleesi mengarahkan pandangannya ke Adrien dan menghela napas dalam
"Jean.. sedang di Paris, ada urusan pekerjaan di sana dan dia tidak tahu tentang kejadian semalam"
Khaleesi termenung sejenak lalu mengambil gelasnya menyesap teh hangat begitu nyaman membasahi tenggorokan yang sakit karena berapa episode muntahan dilewatinya.
"Deawa.... dia menemukanku di sini. Tepatnya kemarin di kampus. Dia mengejarku Rien bahkan kami telah berpisah dan Deawa telah menikah. Istrinya sedang hamil, mereka menikah karena wanita itu telah "isi" duluan. Namun Deawa masih menginginkanku, sumpah aku jijik dengannya. Di saat aku berusaha melupakan dirinya dan telah menemukan pria lain. Dia kembali muncul di hadapanku setelah berkali-kali menerorku di sosial media. Memang aku sengaja membagikan foto kebersamaanku dengan Jean agar semua tahu bahwa aku telah melupakan Deawa"
"Oh Tuhan !" geram Adrien "apakah dia gila?"
"Menurutmu? Dia ingin menjadikanku istri kedua"
###
Adrien
Nora Adams
Khaleesi
__ADS_1
Jean Syagrius