ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Break My Heart Again


__ADS_3

Khaleesi tak habis pikir bisa menerima ide gila Adrien untuk menikah. Bukannya menunggu Jean, malah dirinya ikut terjerumus oleh pemikiran tak masuk akal temannya tersebut. Khaleesi bukan asal menerima, sebelumnya mereka sempat berdebat selama dua jam setelah Adrien mengucapkan "menikah dengannya".


Throwback 2 hari lalu..


"Aku akan memberikanmu status sebagai istri Adrien Dierja Pranaja untukmu baby, dan kelak bayimu bisa menyandang nama keluarga kami Khale jika engkau mau" ucap Adrien dengan logika tingginya yang tak menggunakan hati


"Atas dasar apa kamu ingin melakukan ini Rien" Khaleesi dengan intonasi yang tinggi, separuh hatinya tergoda dan separuh harga dirinya merasa ternoda


"Kemanusiaan Khale.. kamu adalah temanku dan aku menyayangimu. Maafkan aku dengan ucapanku yang lancang tapi melihatmu seperti ini membuatku sangat kasihan" sahut Adrien menatap lurus ke arah Khaleesi yang bibirnya bergetar tiap membalas ucapannya.


Karena aku tidak tega mengatakan bahwa Jean berselingkuh dengan wanita bernama Hannah, andai kamu tidak hamil aku juga takkan melakukan ini semua. Kita akan tetap berteman, seperti biasanya Khale.


"Kamu tidak mempunyai perasaan istimewa kepadaku Rien" wanita itu bergumam pelan sambil menundukkan kepalanya. Adrien hanya mencintai Aurora, tidak ada tempat di hati pria itu untuk wanita mana pun termasuk dirinya.


"Pentingkah perasaan seperti itu sekarang Khale? Yang kamu butuhkan sekarang adalah status istri seseorang. Dan aku bisa memberikannya, status itu. Demi pertemanan kita, hingga bayimu lahir. Setelah itu, kamu bisa hidup sebagai single parent. Bagaimana?"


Khaleesi termenung dengan pikiran yang kalut, Jean memintanya untuk menunggu sementara bayi di kandungannya tidak bisa menanti lebih lama. Harga diri keluarga besarnya dipertaruhkan, jika ia bersikeras untuk bertahan dengan kehamilan tanpa seorang suami tentu saja orangtuanya akan kehilangan muka di lingkup sosial mereka.


"Bagaimana dengan keluargamu Rien, om dan tante?"


"Tenang.... " Adrien menarik napas dalam "Aku akan jelaskan kepada mereka. Maafkan aku Khaleesi, di pihak keluargamu pastinya akan menjadi berita besar tentang pernikahan ini. Namun di keluargaku sebaliknya, ini akan menjadi hal yang akan dirahasiakan hingga kita berpisah. Mengerti?" Sambungnya meminta persetujuan wanita di depannya


Khaleesi berusaha tersenyum pahit lalu menatap mata biru Adrien yang teduh. Ia mengusap rahang terpahat indah itu dengan lembut.


"Merci beaucoup Rien.. aku sungguh berutang budi yang sangat besar kepadamu"


Tangan kokoh Adrien kemudian menggenggam tangan Khaleesi, sebuah anggukan kepala dari pria itu yang membuat kepitan rambut berwarna pirang keemasan lepas dari telinganya.


"Mulai sekarang kamu tak akan sendiri Khaleesi, ada aku yang akan menemanimu"


...


Pandangan tajam mata Rahayu Tarasari, mama Khaleesi tak lepas memandang Adrien. Ini kali pertama ia bertemu dengan wanita paruh baya yang melahirkan "calon istrinya". Adrien hanya membalas tatapan Rahayu dengan sebuah senyuman simpul dan dirinya tetap tenang tanpa terpengaruh sedikit pun.


"Jadi kamu berselingkuh dengan pria ini dari Jean dan sekarang kamu mengatakan ingin menikah dengannya Pumpkin?" Ucap Rahayu tetap memandang pria muda yang sangat tampan. Bahkan lebih tampan dari Jean yang sedari dulu Rahayu menaruh minat tinggi menjodohkan Khaleesi dengan anak temannya itu. Bak gayung tersambut, keinginannya berjalan sesuai dengan rencana. Hanya mengenalkan Jean dan Khaleesi lalu pria yang hanya berusia setahun di atas usia anak gadisnya pun mulai mengejar Khaleesi.


Tapi apa yang didengarnya barusan membuatnya hampir terkena stroke ringan, pria tampan bernama Adrien hendak melamar Khaleesi yang setahunya Jean masih berstatus pacar anak gadisnya itu.


"Mommy, Aku justru lebih duluan mengenal Adrien dibandingkan Jean, dulu waktu di Jogja yah kan Rien?"


Adrien pun mengangguk menandakan jawaban atas pertanyaan Khaleesi.


"Kalian belum menjawab pertanyaanku, apa kalian berselingkuh? Terus atas dasar apa kalian ingin menikah secepatnya?"


"Mom... Tolong jangan katakan kami berselingkuh" ucap Khaleesi lirih, wajahnya tertunduk menahan tangisan


"Demi Tuhan Khaleesi Adalyn Hengkara ! Apa yang akan mommy katakan kepada Eloise jika kamu tiba-tiba menikah dengan pria selain anaknya? Kamu ingin menghancurkan hubungan baik kedua keluarga kita? Eloise adalah sahabat mama, dia sangat berharap pernikahan antara kamu dengan Jean!"


"Mom... Tolong rahasiakan ini kepada mama Jean. Keluarga Syagrius tidak boleh tahu jika aku menikah dengan Adrien"

__ADS_1


Rahayu membulatkan matanya, naluri keibuannya sedari tadi menangkap hal ganjil dengan sikap Khaleesi.


"Jangan katakan kalau kamu hamil?" Ucap Rahayu tajam mengiris hati Khaleesi


Sedetik kemudian bahu wanita muda itu terguncang dengan ledakan tangis yang sejak tadi ditahannya. Kedua tangan Khaleesi mencengkeram sofa dengan kuat, ia sudah berusaha tegar namun hatinya terlalu lemah di depan mamanya.


"Baby... Be strong" Adrien meraih tubuh Khaleesi dalam dekapannya, belaian lembut di punggungnya makin membuatnya terisak. Harusnya ia tidak menjalani kejadian seperti ini, harusnya ia lebih berhati-hati dalam berhubungan. Setidaknya Deawa lebih pintar untuk tidak membuatnya hamil, walau tidak sesering Jean mencumbuinya.


"Betul bukan, kalian berselingkuh dan kamu hamil karena tidur dengan Adrien! Tuhan.. Khaleesi, kenapa kamu sangat ceroboh! Memang Adrien lebih tampan, tapi kau harusnya kamu setia dengan Jean !" Pekik Rahayu dengan suara yang tinggi hingga ruang tamu keluarganya seolah menggema. Untungnya rumah mereka tidak memiliki tetangga karena berada di dalam perkebunan anggur milik Oliver, papa tiri Khaleesi.


"Mom... Aku hamil, tapi bukan dengan Adrien"


"Apa ?! Jangan katakan bahwa kamu tidur dengan sembarang pria di luar sana. Demi Tuhan Khaleesi, mommy mengajakmu pindah ke sini untuk hidup lebih baik. Bukan untuk menjadi murahan seperti ini" ucap Rahayu terdengar sinis, ia seolah melupakan jika dirinya pernah berbuat hal buruk juga. Berselingkuh dari Danucipta Hengkara dan menikah dengan Oliver. Mungkin buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.


"Tante, tolong.." Adrien berusaha menenangkan dua wanita, satu sedang emosi tinggi dan satunya sedang menangis pilu dalam dekapan.


Khaleesi melepaskan diri dari pelukan Adrien lalu berdiri dengan tertatih menuju kursi tempat Rahayu duduk dengan kedua tangan mengepal, mata indah milik ibunya membulat karena amarah.


"Maafkan aku mom.. Khaleesi tidak pintar menjaga diri.. " ucap wanita muda yang bersimpuh di kaki Rahayu, kedua tangannya memeluk kaki ibu kandungnya itu dengan air mata yang meluruh


"Pumpkin...." Seketika Rahayu memeluk tubuh anaknya yang tersengal karena perih menghujam hatinya


"Mom... Khaleesi hanya tidur dengan seorang pria, dan itu bukan Adrien"


"Apa?" Sahut Rahayu langsung menangkup wajah Khaleesi dengan kedua tangannya


"Jean.. ayah dari bayi di perutku"


Khaleesi tersedu lalu mengangguk pelan


"Jean menghilang mom dan aku tidak punya kesempatan untuk mengatakan kalau aku sedang hamil. Aku juga tidak berani memberitahu Eloise"


Rahayu kehilangan kata-kata, air matanya ikut meluruh membuat garis tegas pada wajah yang bermakeup cukup tebal miliknya.


"Adrien... Kami hanya berteman, tidak lebih dari itu. Ia hanya kasihan denganku mom"


Adrien beranjak mendekati kedua anak dan ibu yang saling berhadapan tersimpuh pada lantai kayu yang dihiasi dengan karpet berasal dari Timur Tengah.


"Khale.. " ucap Adrien yang bergabung duduk di samping Khaleesi dan Rahayu "tante... Saya melakukan ini karena saya sayang dengan Khaleesi dan Jean tidak bisa diharapkan"


"Apa maksudmu mengatakan itu, Rien ?" Tanya Khaleesi menatap lurus ke arah Adrien yang terlihat tegang menggigit bibir bawahnya sesaat.


"Maafkan aku baby, aku berbohong jika hari itu panggilan teleponku tersambung pada kotak suara. Yang terjadi sebenarnya, hari itu ponsel Jean diangkat oleh wanita bernama Hannah, pacar Jean"


"Apaaa !" jerit Khalessi kencang disertai tangisan yang semakin keras. Tubuhnya yang ringkih langsung di peluk erat oleh Rahayu, ibunya.


...


Butuh sejam untuk menenangkan Khaleesi yang histeris dan terluka, wanita cantik yang sedang hamil dua bulan tersebut akhirnya menyerah dengan kantuk yang menyerang setelah menghabiskan semua cadangan air matanya.

__ADS_1


"Tante tidak tahu harus mengucapkan apa padamu nak" ucap Rahayu menatap sendu pada Adrien yang duduk di kursi ruang tengah. Sikapnya sungguh berbeda berapa jam lalu sesaat melihat pria tampan itu.


"Tidak ada yang perlu diucapkan tante.. sekarang yang kita harapkan semuanya berjalan lancar" sahut Adrien mengurai senyum tipis


Pria tampan bak malaikat luar dan dalam, batin Rahayu. Dirinya tadi sempat mencari informasi di halaman pencarian ponselnya, betapa kagetnya Rahayu setelah menemukan sejumlah berita tentang Adrien calon menantunya. Bukan hanya tampan, namun dia seorang yang jenius, kaya raya. Pria yang sangat sangat sempurna dan ingin menikahi putri semata wayangnya yang telah ternoda.


Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran Rahayu, bagaimana mungkin pria seperti Adrien mau bertanggung jawab atas aib pria lain? Apakah Adrien tidak hanya menyayangi Khaleesi namun ternyata mencintainya juga? Tapi jika pria seperti Adrien mencintai anak gadisnya tidak mungkin Khaleesi menolak pria sesempurna ini? Ataukah Adrien seorang gay? dan dia hanya mencari status sebagai pria normal yang menikah dan mempunyai keluarga. Namun nantinya Adrien akan tetap dengan kehidupannya yang belok?


Tidak ! Semoga yang terakhir tidak benar, Adrien terlihat sangat normal, pria itu takkan mungkin menyukai sesama jenisnya.


...


Khaleesi menggigiti kukunya untuk menghilangkan rasa gugup yang sedang melanda, ia sedang terduduk dengan gelisah di ruang tamu keluarga Pranaja, alias rumah orang tua Adrien.


Sesaat tadi Adrien telah mengutarakan keinginannya untuk menikahi Khaleesi dan menjelaskan dengan rinci alasan dibalik permintaan yang terdengar sangat mendadak karena Adrien menginginkan sebuah pernikahan secepatnya, hal yang membuat Adriana dan Keanu sangat syok dengan berita tersebut.


Dan sekarang ketiga orang tersebut sedang berbicara di ruang tengah tanpa mengikutsertakan Khaleesi. Walau tanpa hadir dalam perdebatan mereka, Khaleesi bisa mendengar dengan jelas percakapan Keanu, Adriana dan Adrien.


Kedua orang tua Adrien bukan seperti halnya orang tua lain, yang pastinya akan menolak mentah-mentah ide bodoh anaknya. Yang Khaleesi dengar bagaimana kedua orang tua Adrien terus menanyakan keseriusan anaknya untuk menikah dan malah meyakinkan Adrien untuk tidak bermain-main dengan Khaleesi.


Helaan napas dalam keluar dari bibir kecil Khaleesi, ia tidak bisa mengingkari sekarang debaran jantungnya berpacu lebih kencang.


"Tapi tolong mama dan papa tidak memberitahu semua keluarga kita di Indonesia. Terlebih kepada kakak. Jangan katakan pada Kila jika aku menikah" ucap Adrien terdengar sayup oleh Khaleesi.


Hati wanita muda itu perih mendengar perkataan Adrien, namun itu pula menyadarkan hatinya yang melambung tinggi beberapa hari terakhir untuk kembali berpijak di kubangan hitam, kubangan yang ditinggalkan oleh Jean.


###


cari pria kayak Adrien? kagak ada !! πŸ˜„



alo kesayangan ❣️


pokoknya semua novel kejar tayang πŸ˜‚


liam dari hari selasa dh up


tapi sampai sekarang belum lolos review πŸ˜”


sabar..


mungkin akun author di mangatoon kelelep karena kelamaan libur 😝


dah itu aja,


January, 30 2020


love,

__ADS_1


D 😘


__ADS_2