ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Tidak Bisa Beranjak


__ADS_3

Khaleesi benar-benar terpukau oleh kecantikan mama Adrien, yang tak lain Adriana. Di usia 50an tahun pun yang terlihat jauh lebih muda dari umur sebenarnya. Di tambah sikap Adriana yang sangat supel, membuat Khaleesi sangat nyaman di pertemuan mereka yang pertama.


Keanu, papa Adrien adalah pribadi yang hangat, orang tua temannya itu seolah tak tercela baik dari luar dan dalam. Tak heran jika Adrien mempunyai sifat baik, lembut, sempurna di tambah wajah yang tampan yang ternyata menurun dari kedua orang tuanya.


"Rien itu suka makan makanan Indonesia, apa saja dia pasti makan" ujar Adriana melirik dengan ekor matanya ke arah Khaleesi yang sedang mengupas kentang. Gadis muda yang di bawa anaknya sangat cantik dan menarik, sopan santun khas orang Jogja kental melekat pada diri Khaleesi.


"Saya tahu tante, Rien sendiri yang mengatakan itu" Khaleesi menghentikan gerakan pisau di tangannya dan memandang ke arah wanita paruh baya yang sangat cantik yang juga tengah menatap ke arahnya. Ia pun mengumbar senyuman lebar kepada Adriana


"Ini pertama kali Rien membawa seorang gadis ke rumah, yah bisa dikatakan selama ini anak itu tidak mempunyai teman akrab, selain kakak sepupunya" Adriana bergumam namun Khaleesi mencerna jelas ucapan mama dari Adrien.


Bahkan orang tua Adrien mengakui jika pria itu hanya dekat dengan Aurora, entah kenapa ada sedikit cemburu menyergap di dada Khaleesi mendengar itu.


"Aurora." Ucap Khaleesi pelan


"Kamu kenal Aurora Kila?" Seru Adriana tiba-tiba dengan nada riang


"Adrien sering bercerita tentang kakak sepupunya" ucap Khaleesi menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya sementara matanya memandang ke arah wajah Adriana yang berseri-seri menyinggung wanita pujaan anaknya


"Ya Aurora, kakak sepupunya Rien. Gadis yang hebat dan sangat tangguh. Koma hampir sebulan, amnesia, sekarang sudah sembuh, tapi yang paling hebat adalah suaminya, Hugo" kata Adriana menjelaskan


"Koma?" Tanya Khaleesi kaget, Adrien tidak pernah membicarakan sejauh yang Adriana katakan


"Aurora yang malang tertembak di dada" Adriana menghela napas yang panjang, mengingat kejadian keponakannya terbaring di tempat tidur pesakitan selama berhari-hari.


Keduanya termenung melanjutkan acara memasak, sementara Adrien dan Keanu sedang berbincang di teras belakang membahas pekerjaan di kantor.


"Aku mendengar ada seorang wanita yang bukan Khaleesi datang ke kantor mencarimu?" Ujar Keanu memandang anak tunggalnya yang tidak menunjukkan perubahan sikap mendengar pertanyaannya


"Hmmm.. hanya teman biasa" jawab Adrien santai, walau ia sebenarnya kesal berita Nora sampai di telinga papanya. Adrien harus lebih keras melarang Nora untuk datang ke kantornya lagi, ia juga lupa mengatakan hal itu 3 malam yang lalu saat menyambangi apartemen wanita itu.


"Friends with benefit ?" Ujar Keanu tersenyum menyeringai. Ia juga pernah muda, apa yang dilakukan anaknya menurun dari dirinya, jiwa seorang playboy. Keanu tidak akan menasehati Adrien, percuma. Anaknya adalah tipe yang seenaknya, tidak bisa dinasehati.


"Hmmm... Seperti itu" ungkap jujur Adrien memandang lekat pada Keanu


Keanu menghela napasnya ringan lalu bersedekap menatap ke arah pepohonan yang menjadi pemandangan belakang rumah mereka. Rumah yang sama saat mereka beli setelah pindah dari apartemen sekitar 26 tahun lalu. Adriana tidak menginginkan pindah ke rumah yang lebih besar atau mansion serupa milik Adrien. Toh mereka hanya berdua, jika mempunyai rumah berkamar banyak, ruangan berfurniture mewah namun tak memiliki fungsi apapun.


"Jadi seperti apa posisi Khaleesi ?" Ujar Keanu menaikkan badan kokohnya yang sedari tadi bersandar di kursi


Adrien beranjak dari tempat duduknya dan memandang ke arah Keanu dengan tersenyum tipis


"Kami hanya berteman pa, murni pertemanan. Aku jadi pelindungnya selama Khale di sini. Lagian dia sudah punya pacar" kata Adrien sambil menarik tangan Keanu untuk berdiri. Ia lalu merangkul papanya berjalan menuju ke dapur.


"Kamu harus melepaskan Kila nak" gumam Keanu lirih. Semua keluarga besar mereka telah tahu sekarang jika Adrien mencintai dengan dalam kakak sepupunya itu. Awalnya hanya sebatas Keanu, Adriana, Radit dan Rinjani. Namun sekarang bahkan keluarga Adriana pun telah paham, mengingat dari pihak sana pernah mengajukan seorang gadis untuk dikenalkan kepada Adrien namun anak semata wayangnya tersebut menolak dengan mentah-mentah malah terkesan sedikit marah.


...


Khaleesi membuka satu persatu helai album foto keluarga Pranaja, tak lain foto-foto Adrien.


"Kamu sungguh lucu dari kecil Rien" kekeh Khaleesi menunjuk foto Adrien yang menggunakan kostum superman


Adrien pun tergelak tawa memandangi dirinya saat berusia 8 tahun, rambut pirang keemasannya dia olesi dengan cream rambut milik papa dan membuat tanda S pada poninya.

__ADS_1


"Kembali ke jaman itu, aku fans berat dengan tokoh superman. Aku berkhayal mempunyai super power bisa terbang"


Khaleesi pun tertawa ringan, matanya menyipit dengan lesung pipi yang sangat indah, Adrien pun sempat tertegun.


"Aku tidak menyukai tokoh kartun jaman aku kecil, hidupku telah di penuhi oleh les ini itu. Menonton televisi hanya saat akhir pekan"


"Apa? Kamu harusnya mempunyai setidaknya satu tokoh kartun yang kamu sukai" ujar Adrien memajukan bibirnya sembari menganggukkan kepalanya sekali


"Sayangnya tidak ada Rien. Aku les piano, di rumah pun aku memainkan piano di saat senggang"


"Yeah... Aku lihat di sosial mediamu, kamu memang berbakat"


Khaleesi berdebar saat manik biru berkabut putih itu memandangnya lekat, Adrien yang tampan tak bercela itu langsung mengacak rambutnya dengan lembut


"Sayangnya aku tidak punya piano, aku sungguh ingin melihatmu memainkan alat musik itu di depanku" sambung Adrien mengurai senyuman simpulnya


Jantung Khaleesi semakin berdebar kencang, perasaan yang seharusnya tidak hadir di hatinya di saat seperti ini. Ia tidak berhak mempunyai perasaan suka lebih dari seorang teman, ada Jean kekasihnya. Dan Adrien tidak mungkin mempunyai perasaan yang sama dengannya.


Bunyi nada panggilan dari telepon genggamnya membuatnya kembali ke bumi, sesaat tadi pikirannya melayang entah kemana.


"Maaf Rien, aku harus mengangkatnya" ucap Khaleesi sopan dan membawa ponselnya berjalan melewati pintu samping menuju taman


Khaleesi berdeham sebelum mengangkat panggilan telepon dari Jean, kekasihnya


Ya.. sayang " sapa Khaleesi begitu menarik ke atas tombol merah tanda menerima panggilan


Pumpkin.. apa sudah selesai? Makan siang dengan keluarga temanmu ?" Suara Jean terdengar datar di telinga Khaleesi


"Ya... Sudah, sebentar lagi aku akan pulang Jean"


Bolehkah aku menjemputmu di situ? Aku sungguh merindukanmu Pumpkin


Khaleesi menoleh di sampingnya, ada Adrien berdiri dengan tubuhnya yang menjulang tinggi. Wangi cendana parfum pria itu membuatnya sadar akan kehadiran Adrien.


"Jean bisa menjemputmu" kata Adrien setengah berbisik, rupanya perkataan Jean terdengar oleh pria tampan dan jenius itu


Khaleesi pun mengiyakan permintaan Jean untuk menjemputnya. Tak lupa ia mengirimkan alamat lengkap Adrien kepada kekasihnya tersebut.


...


Adriana dan Keanu saling merangkulkan pelukan di pinggang melihat anaknya mengantarkan Khaleesi yang di jemput oleh pria yang kata Adrien adalah kekasih gadis itu. Seorang pria yang tampan dan merupakan anak bungsu dari Syagrius Charpieu, adalah wajar jika Adrien menganggap Khaleesi tak lebih dari seorang teman, walau pertemanan antara pria dan wanita adalah hal yang tidak mungkin terjadi di era apa pun itu.


Adrien melambaikan tangannya sesaat mobil Jean beranjak menjauh dari tempatnya berdiri, entah kenapa ia merasakan kehilangan dengan kepergian Khaleesi. Sesaat tadi mereka masih bercanda di ruang tamu, kebersamaan dengan gadis itu selalu membuat hatinya berwarna.


...


"Jean, kenapa kamu hanya diam ?" Tanya Khaleesi melihat sikap Jean sejak meninggalkan kediaman keluarga Adrien hingga mereka tiba di apartemen pun kekasihnya lebih banyak termenung


Jean tersenyum getir lalu menatap sendu ke arah Khaleesi. Tangannya meraih wajah kekasihnya, mengusapnya dengan lembut.


"Aku mencintaimu Pumpkin.. sangat mencintaimu. Jujur aku cemburu melihatmu dengan pria itu dan keluarganya. Aku tidak bisa membayangkan diriku tanpa dirimu" kata Jean jujur dengan perasaan yang menghantuinya sejak berapa hari lalu. Di mulai ketik Khaleesi meminta ijin akan menghadiri undangan orang tua Adrien yang diakui hanya sebatas teman itu, dirinya mulai berpikir macam-macam.

__ADS_1


"Maafkan aku Jean" Khaleesi sekarang merasa sungguh bersalah kepada Jean yang mempunyai perasaan yang tulus kepadanya, berkat pria ini pula yang membuatnya move on dari si gila Deawa


Jean lalu mencecap bibir merah kekasihnya, awalnya hanya berupa ciuman kerinduan beralih ke pagutan gairah


"Pumpkin, aku ingin tidur denganmu" bisik Jean dengan suara parau. Kecemburuan membuat Jean ingin memiliki kekasihnya dengan utuh, hal yang ditahannya selama ini. Biasanya Jean berpacaran dengan seorang gadis setelah mereka menghabiskan malam bersama namun dengan Khaleesi dirinya menyesuaikan diri dengan norma kehidupan orang Indonesia yang diajarkan mamanya sesaat Jean mendekati gadis itu.


Khaleesi memandang Jean dengan mata sayu yang larut akan gairah, tanpa anggukan darinya mengiyakan namun deru napas yang tak beraturan membuat Jean meneruskan cumbuannya.


"Je t'aime belle" ucap Jean lembut penuh cinta


...


Adrien sepeninggal Khaleesi lebih menyibukkan diri dengan membuka foto-foto lama, rindunya malah membuncah kepada Kila saat mendapati foto kecil mereka.


Ia pun meraih telepon genggamnya, Adrien ingin melihat foto terbaru kakak sepupunya yang akhir-akhir ini kembali aktif membagikan foto terbarunya di sosial media.


"Speak of the angel" seru riang Adrien melihat panggilan video dari "My Aurora", mungkin mereka ikatan batin yang sangat kuat


Halo Rien... Wajah cantik berseri dan suara yang membuat hati Adrien jumpalitan


Kak.... ! Senyuman lebar mengembang dengan mata menyipit indah dari Adrien


Aku akan ke France hari Selasa" kata Kila dengan senyuman khas menyeringai


Jantung Adrien seolah meloncat keluar dari dadanya, mimpi apa dirinya semalam hingga mendapatkan durian runtuh di sore hari


"Ke Lyon kan?"


Kila mengangguk keras sambil mengacungkan jemarinya berbentuk huruf "V"


"Apa dia ikut?" Tanya Adrien lagi, memandang lurus ke arah wajah wanita yang sangat dicintainya.


Kila tertawa terbahak, melihat ekspresi khawatir Adrien


Tunggu aku akan menjewermu Rien... Oh yah kakak iparmu pastinya ikut


Adrien cemberut sesaat namun kemudian kembali tersenyum bahagia, yang terpenting Kila akan datang. Soal suami kakak sepupunya adalah urusan belakang.


"Kak... Aku rindu" ujar Adrien memajukan bibirnya, senyuman khas Kila diikuti derai tawa semanis gula membuat jantung Adrien berdebar kencang, keringat dingin muncul di pelipisnya. Ia tidak bisa beranjak dari perasaannya kepada Kila, karena hanya ada satu wanita yang mampu membuatnya tergila, merindu, jantung bertalu keras, berdenyut sakit, mencinta dan menjatuhkan air mata. Hanya satu.




###


alo kesayangan 😊,


cerita Rien memang agak lambat, namun drama akan muncul setelah ini.. panjang, jika dipikiran author sih 🤭


aku dah up tanggal 14 kemarin loh, ma Liam jg ☺️

__ADS_1


love,


D 😘


__ADS_2