ALL YOU NEED IS LOVE

ALL YOU NEED IS LOVE
Guardian Angel


__ADS_3

"Aku tidak punya bahan makanan selain membuat pancake untuk sarapan" ujar Khaleesi sambil meletakkan piring berisi pancake panas di atas meja "mau pakai madu atau coklat?" Sambungnya mendekatkan sebotol madu dan selai coklat kemasan


"Coklat." singkat Adrien menuangkan fla coklat di atas piringnya yang sebelumnya ia meletakkan 2 potong pancake


"So girly... " Gumam Khaleesi terkikih ringan sambil menuangkan madu di pancakenya


Adrien menangkap binar di wajah Khaleesi, gadis yang tak nampak habis mabuk dan muntah


"Kamu punya saos sambal? aku memilih makan pancake dengan itu" sahut Adrien yang mengikat rambutnya, mungkin itu yang ditertawakan Khaleesi, penampilannya.


Khaleesi tergelak tawa, mereka beradu pandangan "aku sedang kehabisan sambal Indonesia tapi sebentar lagi pesananku tiba dari Jogja. Aku akan mengundangmu Rien, untuk makan malam di sini dan kamu harus mencoba masakanku" ujarnya ramah, berbanding terbalik dengan sikapnya semalam


"Zodiakmu gemini?" Tanya Adrien melihat perubahan sikap gadis itu


"Kamu tahu?"


"Hanya menebak."


Bunyi telepon dari ponsel Adrien memotong pembicaraan mereka. Ia hanya melihat layar ponselnya tanpa menjawab panggilan telepon tersebut.


"Kenapa tidak diangkat? Percuma kamu memberiku nomer teleponmu jika kamu tidak mau berbicara" sungut Khaleesi bibirnya naik sebelah


"Nora. Mungkin dia ingin mengecekku karena sejak semalam tidak membalas pesannya" sahut Adrien acuh


"Dan siapakah Nora? Pacar? Jadi seorang Rien sudah move on dari kakak sepupunya?" Tanya Khaleesi penuh selidik


"Ohh... Aku tidak tahu mendeskripsikan hubungan kami, yang jelas dia wanita yang dekat denganku sekarang. Dan soal Aurora.. takkan pergi dari sini" ujar Adrien gamblang dengan senyum merekah menghiasi wajahnya, tangannya sambil meraba rusuk kirinya


"Bagaimana dengan kamu Khale? With Jean ? Kamu sudah move on dari si gila itu? Maaf jika aku menyebutnya gila kepada mantanmu" kata Adrien


"Yeah dia memang gila... Dengan Jean kami baru jadian sebulan lalu, seumur benih. Kamu pasti bertanya bagaimana aku bisa dekat dengan seorang Jean Syagrius__dia terkenal bukan?.. Mom dan mamanya Jean berteman baik, kami dikenalkan saat pesta di rumahnya. Sejak saat itu Jean menemaniku beradaptasi di negara ini. Kedua orang tuanya berpisah tanpa perceraian resmi, papanya menikah lagi dengan sekretaris pribadinya"


"Hmmmm... aku pernah mendengarnya berita itu, mungkin dari mamaku saat menceramahi papa. Karena itu juga papa mempunyai sekretaris laki-laki bukan wanita. Aku pun sekarang mempunyai dua pria sekretaris, satu normal satunya gay" tawa Adrien mengingat Luc dan Alain


"Jean berbeda dengan papanya, dia baik sejauh ini. Aku harus move on Rien, demi masa depanku. Jika ada wanita yang baik, kamu harus membuka hati juga, berikan dia kesempatan. Kamu tidak mau kan sepanjang usiamu seperti ini, tidak mencintai seseorang" ujar Khaleesi memberikan dukungan


"Aku tidak tahu Khalee... Hanya saja tidak ada wanita yang membuatku tergila. Semuanya gampang aku dapatkan atau mungkin wanita tersebut harus aku kenal sejak lama untuk membuatku terbiasa dengannya. Aku bukan tipe pria yang jatuh cinta pada pandangan pertama" ungkap Adrien jujur, mengingat bagaimana dia bisa mencintai Kila, sangat dalam.


Sarapan terlambat mereka berakhir pada jam 11 kurang yang diselingi dengan curahan hati keduanya. Khaleesi sempat menyinggung soal apakah Adrien pernah tidur dengan Samara, namun pria itu mengatakan tidak pernah. Entah apa di pikiran Samara saat membual berita seperti itu kepada Tasya.


"Aku tunggu di mobil" kata Adrien menarik jas yang digantungnya semalam, ia sudah mengatakan jika akan mengantar Khaleesi ke kampus


...


Setelah menurunkan Khaleesi di kampus tempat gadis itu menempuh kuliah Master in Management dengan konsentrasi pada jurusan Quantitative Marketing, Adrien pun menuju ke mansionnya hanya untuk membersihkan badan, dan berganti suit. Ia kemudian menuju kantornya, Adrien mempunyai jadwal meeting jam 1 siang dengan team development. Hingga sekarang papanya masih mengontrol kehadirannya tiap hari layaknya anak sekolahan.


Begitu Adrien tiba, kedua sekretarisnya dengan sigap menunjukkan pekerjaan yang perlu dia lakukan. Luc dan Alain, kedua sekretaris yang merangkap asisten pribadinya. Kedua pria yang sangat stylish, tak jarang beberapa pakaian yang dipakainya adalah saran dari Luc dan Alain. Tentunya Adrien berlangganan beberapa designer ternama yang menciptakan imagenya sebagai pria metroseksual, bahkan klien sesama jenis pun memuji tampilannya.


Adrien melirik jam di pergelangan tangannya, 20 menit lagi meeting internalnya akan berlangsung.


"Luc, aku minta kopi seperti biasanya dan bawa ke ruang meeting. Aku tunggu saja di sana. Alain bawa berkas map hitam itu" kata Adrien kembali berdiri hanya setelah berapa menit menduduki kursi kulit dan empuknya


Kedua asistennya pun mengikuti dari belakang, tanpa bersuara. Mereka sudah mengerti dengan jelas perintah CEO tertampan di Lyon tersebut.


Adrien bukan tipe yang suka berbicara hal yang tidak penting dengan pegawainya, sejak awal ia menciptakan lingkungan profesional di kantor, memisahkan hal pribadinya di luar sana.


...


Setelah dua jam meeting yang berjalan cukup alot dan padat, hal seperti itu biasa terjadi ketika pembahasan final tentang game terbaru. Adrien adalah orang yang sangat jeli dan tegas, sifat yang menurun dari mamanya.


"Mr. Adrien, di dalam ada Ms. Nora menunggu anda" kata Luc saat di depan pintu ruangannya

__ADS_1


Adrien memicingkan mata dengan tajam ke arah Luc


"Maafkan aku Mr. Adrien, namun Ms. Nora yang memaksa untuk masuk"


Adrien hanya mengangguk pelan lalu melangkahkan kakinya dengan malas memasuki ruangan.


"Baby...." Seru Nora langsung berdiri dari sofa beledu berwarna dark brown, wanita yang berpakaian terlalu seksi di tempat formal, tubuh indahnya hanya di balut sebuah dress berwarna peach tanpa lengan dengan belahan dada yang sangat rendah


"Aku bilang jangan pernah datang ke kantorku" kata Adrien dingin dan datar membuat Nora mati langkah dan berdiri 2 meter di depannya dengan wajah merajuk


Walau Keanu sudah jarang ke kantor namun mata-matanya sangat banyak. Adrien tidak mau berita Nora ke kantor sampai ke telinga orang tuanya. Ia belum di tahap serius untuk mengenalkan seorang wanita ke Keanu dan Adriana, masih terlalu dini, terlebih itu adalah Nora.


"Kenapa kamu bersikap seperti itu baby, aku merindukanmu. Kamu sudah janji ingin mengunjungiku semalam, tapi kamu tidak datang. Pesanku pun tidak kamu balas"


"Aku sibuk Nora. Kamu tahu itu, dan aku akan datang jika aku senggang. Dan tolong jangan datang ke kantorku lagi. Jika aku tidak membalas pesanmu, tunggu saja hingga aku menghubungimu" ujar Adrien dingin


"Baby.... Aku menginginkan sebuah tas..." ucap Nora mengalihkan pembicaraan, ia tahu bahwa salah telah datang ke kantor Adrien, hal yang paling sering di wanti-wanti pria itu


"Berapa?" Potong Adrien langsung meraih buku ceknya, dia tidak peduli dengan berapa euro yang harus dikeluarkan demi menggiring Nora pergi secepatnya


"25 ribu" sahut Nora pelan, sebenarnya dia berbohong, harga tas kecil yang diinginkannya hanya seharga 18 ribu euro.


Adrien menuliskan sejumlah angka di atas buku ceknya. Ini bukan pertama kali dia memberikan sejumlah uang kepada Nora, lebih dari itu. Mobil dan apartemen untuk gadis di depannya dari dompet Adrien.


"Babyy...... Aku mencintaimu !" Seru Nora melihat angka 100 ribu euro di selembaran kecil yang baru saja diangsurkan Adrien


"Hmmm... Pulanglah. Atau pergilah berbelanja" kata Adrien meraih ponselnya,


"Oke my baby....." Nora langsung mengecup bibir Adrien, gadis itu meminta untuk memperdalam ciumannya namun lawannya sedang tidak memiliki mood yang sama


Adrien langsung berdiri setelah membaca pesan dari Khaleesi.


"Bertemu temanku."


"Sejak kapan kau punya teman?"


Adrien tidak menjawab pertanyaan Nora, ia hanya menoleh sebentar menatap wajah cantik itu lalu berjalan dengan tergesa menuju lift kantornya.


Selama yang digilakan Nora hanyalah uang, aku masih memberikannya dan aku juga masih butuh tubuh seksi itu.


...


Mata tajam pria di depannya menguliti Khaleesi hingga ke tulang-tulang. Ya, ia tidak bisa berkutik oleh genggaman kuat Deawa yang menggiringnya ke kafe di dekat apartemennya. Memang mantannya tidak muncul lagi di kampus, nyatanya ia telah di tunggu oleh pria berkulit putih dengan mata sipit nyaris tak ada lipatan itu di depan bangunan apartemen.


"Jadi apa jawabanmu sayang?" Suara bariton berat khas Deawa dengan tangan kekarnya mencoba meraih jemari Khaleesi


"Berhenti memanggilku sayang, aku bukan lagi kesayanganmu. Kamu telah memutuskanku, berselingkuh saat kita masih terikat pertunangan. Dan aku sudah punya kekasih"


"Biasanya memanggilku "mas" sekarang "kamu".... Khaleesi sungguh telah berubah" ucap Deawa menatap lekat ke wajah Khaleesi, gadis yang terus membayangi harinya. Indahnya menikah dengan April Pratista hanya bertahan sebulan setelah mereka bersanding di pelaminan. Perasaan bersalah penuh kerinduan kepada Khaleesi membuatnya terbang ke Eropa demi memenangkan hati gadis yang pernah memberikan cinta yang besar kepada Deawa.


"Kamu mau dipanggil apa? ******** atau kampret?" Khaleesi menatap Deawa dengan mata berkilat-kilat, giginya gemeretak menahan amarah. Ingin rasanya melemparkan kursi yang di dudukinya ke pria itu


"Suami.... Kamu memanggilku suami, dek Khale. Aku akan menikahimu, biarkan April di Jakarta dan kamu di Jogja. Tinggallah bersama keluargaku, ibu ingin kamu kembali sama seperti dulu dan janji setiap weekend aku akan mengunjungimu" kata Deawa tanpa beban, tak sadar pula jika perkataannya sangat melukai Khaleesi


"Betul kata Adrien, kamu gila !" Pekik Khaleesi marah langsung berdiri, seketika itu pula Deawa menarik tangan gadis bersweater hitam lengan pendek untuk kembali duduk



"Duduklah sayang, aku ke sini jauh-jauh dari Indonesia untukmu seorang. Tidakkah kamu mengingat masa-masa kita yang dahulu? Kamu sangat mencintaiku, memujaku, tidak bisa tidur tanpa mendengar suaraku. Itulah kamu yang dulu Khaleesi" kata Deawa dengan menyunggingkan senyuman manisnya membuat Khaleesi ingin menonjok bibir itu. Bibir yang pertama kali menciumnya saat dia masih remaja.


"Aku tidak mempunyai perasaan apa pun kepadamu Deawa. Tidak ada cinta seujung kuku pun tersisa"

__ADS_1


"Khaleesi... !" suara memanggil dengan nada sedikit tinggi membuat keduanya berbalik menatap asal suara yang tak lain dari Adrien. Khaleesi sempat mengirimkan pesan kepada pria itu, satu-satunya temannya di kota ini. Jean masih di Paris dan baru akan pulang keesokan harinya. Bahkan jika pacarnya di Lyon Khaleesi takkan mengatakan permasalahan yang sedang dihadapinya.


Adrien berjalan tergesa dan langsung berdiri di samping meja Khaleesi dan Deawa. Matanya beradu pandang sinis ke arah mantan kekasih Khaleesi, yang juga merupakan suami seseorang.


"Aku baru melihat pria ini Khaleesi Adalyn...! Ini bukan pria yang sama kamu pajang di sosial mediamu. Ckckck... Ternyata kamu di Prancis menjadi ******" kata Deawa melepaskan tangannya dan berdiri memandangi pria tampan yang baru saja menginterupsi percakapan mereka


Khaleesi mendidih karena amarah, ucapan Deawa sudah sangat menyakitkan hatinya. Ia ingin melayangkan tamparan ke wajah pria bermata sipit itu, namun tangannya langsung di tahan oleh Adrien.


"Jangan membuang energimu sayang untuk pria seperti ini" ujar Adrien langsung merengkuh Khaleesi dalam pelukannya


"Ohh ternyata bisa bahasa Indonesia, hmm kamu dapatkan di Jogja yah Khale? Jadi kamu berselingkuh duluan? Apa kalian sudah tidur bersama? Asal tahu saja, aku yang mengambil perawannya dude! Dan kami sering melakukannya." ucap Deawa yang tidak bisa mengontrol ucapannya karena cemburu melihat Khaleesi melingkarkan kedua tangan di pinggang pria tampan bermata biru itu


"Sabar sayang." Ucap Adrien pelan mengusap pelan punggung Khaleesi, meredakan amarah gadis yang tubuhnya bergetar hebat mendengar kata-kata Deawa


"Aku malu mendengar kamu mengucapkan kata-kata itu. Sebagai orang Indonesia dan terlebih ningrat harusnya kamu punya sopan santun yang lebih tinggi dibandingkan orang kebanyakan. Apa yang kamu ucapkan sungguh merendahkan seorang wanita, apalagi dia adalah mantanmu. Harusnya kamu menghargainya, karena Khaleesi memberikan sesuatu yang paling berharga di hidupnya untuk dirimu. Dan dude, kami tinggal di Eropa... cinta tidak diukur oleh sebuah keperawanan. Aku menerima Khaleesi apa adanya, jadi tolong ini terakhir kali aku melihatmu di sini. Jika kamu memaksa Khaleesi untuk menemuimu lagi, aku akan membuat dirimu membusuk di penjara Eropa, tanpa ada kesempatan melihat anakmu lahir" ujar Adrien datar namun dengan perkataan yang sangat menusuk hingga hati terdalam lawan bicaranya, mata Deawa pun membulat berkilat marah


"Ayo kita pulang, sayang... Kamu janji kan mau memasakkanku masakan Indo?" Lanjut Adrien menatap Khaleesi dengan senyum simpul, gadis itu pun membalas senyuman sama disertai anggukan riang, sungguh sandiwara yang sempurna batinnya


Deawa terkucilkan, kedua sejoli tersebut tak mempedulikannya langsung meninggalkan kafe itu.


"Thank You Rien...." Ucap Khaleesi dengan jantung berdebar, tubuhnya masih dalam rangkulan pria bersuit hitam yang beraroma cendana


"Anytime baby... Aku akan menjadi malaikat penjagamu selama di sini..." Sahut Adrien menatap lembut ke arah iris coklat Khaleesi yang menyipit


Sepertinya aku jatuh cinta, teriak Khaleesi dalam hati.


"Kenapa bisa kamu setenang itu Rien? Tidak terprovokasi oleh Deawa, andai pria lain pastinya mereka telah berkelahi" ucap Khaleesi mengulum senyumnya


"Terlalu gampang Khalee, aku bisa merobohkannya dalam hitungan detik tapi si gila itu tak akan sadar. Namun dengan kata-kata seperti tadi setidaknya bisa menyentuh hatinya, entah itu sakit atau bagaimana" sahut Adrien bijak. Ia pria jenius, logikanya terlalu tinggi dibandingkan perasaan, hal itu membuatnya susah jatuh cinta.


"Deawa jago taekwondo, juara nasional." ucap Khaleesi membeo


Adrien bergumam dengan bibir miring meremehkan pria sipit tadi, ia lalu menatap lekat ke wajah Khaleesi "cuma satu yang bisa mengalahkanku di dunia Khale, si tangguh Aurora" lanjutnya mengeratkan rangkulan di lengan Khaleesi


Cinta yang besar yah Rien,.... tidak sebanding dengan rasa yang kukecap barusan karena sikapmu membelaku. Apa yang dilakukan pria tinggi ini tak lebih hanya sekadar seorang teman, lagian aku sudah punya Jean Syagrius, batin Khaleesi menghela napasnya dalam.


###


Deawa



Adrien



alo kesayangan πŸ˜„πŸŽ‰


happy nuyear 2020🍺


aku kembali, maaf yahhh.. baru bisa up lagi πŸ˜‚


btw, nh novel dapat kontrak resmi dari mangatoon 🀭


author kejam penulis abal-abal yang memulai tulisannya karena iseng saja, akhirnya sampai di titik ini, eh titik.. koma saja..


udah itu aja πŸ˜…


love,


D 😘

__ADS_1


__ADS_2