
Melihat tongkat kayu kecoklatan tersebut, aku jadi penasaran dengan spesial skill ku sendiri. Setelah berdiam diri beberapa saat, akhirnya aku mengaktifkan [World Memory]. Sebuah kartu putih silver metalik yang tidak memantulkan cahaya tercipta diantara dua jariku. Biasanya kartu tersebut akan langsung merekam data dari target yang kuinginkan. Namun kali ini, kartu tersebut tetap kosong...
Sepertinya memang tidak bisa untuk menyimpan benda. Dulu aku pernah mencobanya dengan barang biasa seperti kerikil atau pisau dapur, namun juga tidak bisa. Walau aku tidak terlalu mengharapkannya, kegagalan ini tetap saja agak membuatku kecewa. Dengan nafas berat, kartu tersebut menghilang seperti dihapus oleh partikel cahaya.
Kemudian aku melihat ke langit...
Pada dasarnya, tujuanku mencari ular itu sudah terpenuhi. Malahan, aku dapat item yang mampu mengubah ibukota kerajaan menjadi hutan purba yang belum terjamah peradaban. Aku mengangkat tongkat panjang tersebut keudara, membiarkannya bermandikan cahaya matahari.
Aku sedikit merasa aneh, seperti tinggal selangkah lagi untuk menangkap suatu pencerahan namun terhalangi sesuatu. Biasanya, Ren akan tiba-tiba muncul dan memberitahu ku kata kunci yang kubutuhkan. Akan tetapi Ren tidak kunjung datang juga.
Aku terdiam selama beberapa menit tanpa menemukan apapun, malahan kepalaku seperti kacau dan campur aduk. Menggelengkan kepala, aku bangkit kembali. Melihat kearah rawa yang dipenuhi tanaman di permukaannya.
Ukuran monster yang baru tersebut sangat besar hingga setiap gerakannya membuat lumpur didasar rawa terangkat. Para makhluk kecil yang menghuni rawa segera menjauhi monster yang mendadak muncul tersebut. Kecuali ikan kecil atau serangga air. Itu bukan karena mereka merasakan kedekatan dengan monster tersebut, melainkan percaya kalau monster tersebut tidak akan memperhatikan mereka. Mirip dengan seekor semut yang tidak takut dengan seekor gajah, karena hewan besar tersebut tidak akan memperhatikan mereka.
Monster itu saat ini level 31 dengan kemampuan untuk menembakkan peluru air dan membentuk air tersebut menjadi rantai. Keberadaannya akan menjadi penguasa kecil yang bahkan ditakuti oleh binatang magis. Aku tidak tahu batas dari level monster tersebut, karena dia berevolusi secara paksa. Nah, mutasi mungkin kata yang lebih cepat. Walau aku memilih energi yang sangat besar, namun jenis elemen yang kugunakan masih terbilang murni. Ditambah lagi, aku menggunakan kekuatan item bukannya skill ku sendiri.
Berfikir kalau dia 'ikan' mungkin tidak apa jika dibiarkan begitu saja... Tidak, mari bunuh dia, aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi dimasa depan karena kecerobohan seperti ini.
Aku mengangkat Staff of Life sekali lagi, mengarahkannya kepada ikan tersebut.
Air disekitar ikan tersebut tiba-tiba memadat seperti tangan yang mencengkeram badan si monster ikan. Si monster meronta sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari tangan tak terlihat tersebut. Akan tetapi perjuangan tersebut langsung berhenti dengan mata tombak berwarna biru transparan yang melubangi badan si monster.
<< Giant Fish Mutated Spesies telah dibunuh. Anda mendapatkan 31,000 poin. Total poin : 67,997 poin >>
Efek [Spiritual Life] seperti memanggil golem, tidak, mungkin elemental? Keberadaan yang kurasakan beberapa saat yang lalu tidak lebih lemah dari level 50. Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena didalam air, tapi aku yakin tadi itu elemental tipe air. Tunggu sebentar...
Aku segera mengaktifkan [World Memory] kepada si monster ikan dan elemental air tersebut.
<< Card; Giant Fish Mutated Spesies
Level : 31
__ADS_1
Skill : [Water Bullet] [Water Chain] [High-speed Swimming] [Water Breathing] >>
<< Card; Superior Water Elemental
Name : ???
Level : 41
Skill : [Water Form] [Water Manipulation] [Freeze] [Ranged Barrier] [Spiritual Existence]
Art : [Colliding Wave] [Rain Dance] [Aqua Pulse] [Aqua Ring] [Frostbite] >>
Yup, bisa dilakukan. Hm? apa [World Memory] juga naik level? Sejak kapan dia bisa merecord teknik? Ini menarik!
Tentu saja, aku berniat mencoba skill baru tersebut. Sekarang apa itu skill? Mereka seperti formula yang, setelah terukir dalam jiwa, dapat digunakan secara naluriah tanpa latihan apa pun, meskipun efisiensi dan penggunaan efektifnya membutuhkan latihan dan kerja keras yang berbeda-beda, tergantung pada bakat dan kompatibilitas dengan pengguna.
Mendapatkan Skill baru memiliki sisi buruk yang mana itu akan mengurangi kapasitas magicule secara permanen. Sisi negatif ini sedikit berkurang padaku karena aku menggunakan kartu, dalam kata lain meminjam skill dari item eksternal.
Sekarang, mari kita coba skill [Freeze], tidak, [Water Manipulation] terlebih dahulu. Aku menyimpan tongkat kehidupan terlebih dahulu. Mengangkat kedua tanganku, aku memberikan perintah secara mental untuk mengaktifkan skill tersebut. Segera aku bisa merasakan mana mengalir melalui lengan kemudian keluar di telapak tanganku. Kemudian berkumpul diantara kedua tanganku membentuk beberapa kelereng air. Proses kali ini cenderung lambat untuk alasan yang tak kuketahui, hanya intuisi ku saja, tapi aku merasa bisa mempercepat prosesnya.
Kelereng air tersebut mulai bergerak, berputar membentuk formasi tertentu, sesuai dengan imajinasiku. Percaya atau tidak, mengendalikan bola air ini tidak lebih sulit dari bernafas. Dulu aku masih sedikit kesulitan mengendalikan [Firestorm] skill lainnya, mungkin sekitar 80-90% saja. Kini, aku merasa bisa mengendalikannya hingga 100%.
Kelereng tersebut berpisah menjadi embun yang bergerak-gerak seperti memiliki kecerdasannya sendiri. Kemudian menyatu kembali membentuk mata tombak yang panjang dan pipih. Lalu berubah menjadi seekor serangga kecil yang familiar namun tak kukenali. Sekali berubah menjadi seekor burung layang-layang. Selanjutnya burung tersebut mulai mengeras menjadi kristal bening yang telah berusia ribuan tahun.
Aku merasa sudah mengerti semuanya.
Aku tidak mencoba [Ranged Barriers] dan [Water Form] karena efeknya susah jelas dengan kata-kata tersebut. Percaya atau tidak, nama skill bisa artikan secara harfiah.
Tidak berfikir lagi, aku langsung memasukkan mayat ikan tersebut kedalam penyimpanan. Sementara aku mengeluarkan tongkat kehidupan dari dalam sana. Badan ikan menghilang dan tongkat muncul dalam bentuk partikel cahaya.
'Sangat praktis' sekilas melintas dibenakku.
__ADS_1
Menggelengkan kepala pelan, pandanganku tertuju kepada monster ular yang masih berdiam diri didalam sana.
"Pergilah." pintaku dengan pelan kepada 2 persona yang berdiri di sebelahku. Kini setelah pulih sepenuhnya, aku cukup percaya diri dapat bertahan di hutan ini sendirian.
Kedua persona tersebut berubah menjadi Elemental Air tingkat tinggi, seorang humanoid yang setengah badannya menyerupai ular yang terbentuk dari kumpulan air dalam sekejap. Mana yang terkandung dalam masing-masingnya setara dengan monster level 90an, yang mana overkill untuk Ular Sanca Hijau. Tidak perlu waktu lama hingga keduanya kembali dengan ular besar di tangan mereka. Ular tersebut melilit badan salah satu persona dengan kejam, berusaha untuk menghancurkannya dari luar dan dalam. Untuk ukuran, diameter kepala ular itu sendiri mencapai 45 cm, sangat besar dan panjang.
Sekali lagi sebuah kartu tercipta diatas telapak tanganku.
<< Card; Green Swamp Sanca
Level : 23
Skill : [Heat Sense] [Self-Sustenance] [Self-Regeneration] [Stealth] >>
Aku memberikan anggukan kecil kepada kedua persona tersebut. Lalu ular dilemparkan kembali kedalam rawa.
Akhirnya selesai juga! // Aku meregangkan badanku hingga seluruh ototku kaku, kemudian melepaskannya. // Heh, aku merasa bodoh karena harus mengeluarkan benda ini, pikirku sembari memandangi tongkat kayu kecoklatan tersebut.
Baiklah, ayo kembali.
(bersambung)
♦♦♦
parameter mana
Mana 31 \= 10,000 poin mana
Mana 51 \= 1,000,000 poin mana
Mana 61 \= 10,000,000 poin mana
__ADS_1
Perbedaan antara manusia biasa dengan setengah-dewa resmi ialah Hukum/Law. Peraturan ini tidak sepenuhnya mutlak, karena monster seperti naga/dragon dapat memasuki peringkat ini jika berhasil menembus level 60.