
Setelah itu, aku akhirnya bisa pulang ke rumah. Karena kondisiku sudah pulih sepenuhnya, aku tidak perlu lagi pergi ke rumah bibi Urdu. Dengan kata lain, aku tidak perlu memakan ramuan mengerikan itu untuk kedua kalinya. Sesampainya dirumah, aku segera membeli beberapa makanan ringan dan buah-buah dengan rasa tajam untuk menghilangkan sisa-sisa ramuan di mulutku. Jadi aku menghabiskan waktu dirumah dengan ngemil. Untuk suatu alasan tiba-tiba aku merasa ingin bermalas-malasan sejenak.
Ah, senangnya jadi anak kecil. Dengan metal 15 tahun, tidak ada alasan bagiku untuk terburu-buru menjadi dewasa. Mari nikmati masa-masa bahagia ini tanpa memikirkan hal lain. Walau aku juga ingin dikenal sebagai prodigy yang mengukir namanya dalam buku sejarah, tapi aku tidak ingin menyesal karena tidak menikmati waktu yang ada.
Hm, mungkin aku harus mereplika skill dari undead yang tidak butuh tidur. Jadi aku bisa menikmati hari 2 kali lebih banyak!
"Sekarang dimana aku bisa menemukan undead?"
Sistem Shop segera terbuka dalam layar biru gelap, aku mengetik kata "pencari undead" dalam layar pencarian. Kemudian daftar item memenuhi pandanganku. Jumlahnya sangat banyak, namun harganya cenderung murah, hingga aku mengiranya sebagai penipuan. Mari kita lihat;
<< Shop;
- Cat Eyes : 1 poin
- Detect Undead (potion) : 3 poin
- Ghostbusters Visor : 5 poin
- Bloody Monk bead : 10 poin
- Bell of Cursed One : 10 poin
- (other)
>>
Hmm? sistemnya terbalik? Biasanya sistem akan menampilkan barang yang paling mahal kan? Biarlah, mari kita lihat...
Cat Eyes, mata yang diambil dari seekor kucing kemudian diperkuat dengan mantra, eww. Mampu melihat mahkluk tak kasat mata dalam radius tertentu. Menarik, tapi tidak untuk saat ini.
__ADS_1
Potion of Detect Undead, setelah meminum ramuan ini, seseorang akan dapat merasakan keberadaan undead tingkat rendah di sekitar dalam rentang tertentu. tidak.
Ghostbusters Visor, kacamata untuk melihat hantu tipe api dan petir. tidak.
Tidak. tidak. tidak tidak! tidak~ tidak. tidak...
World Map, peta ajaib yang menampilkan landscape dunia secara real-time. menarik.
Book of Truth, buku yang akan menjawab semua pertanyaanmu. Berhati-hatilah, Ada beberapa hal yang membuat lebih mudah 'terinfeksi' semakin banyak yang kamu ketahui.... Apa ini? Mungkinkah ini referensi untuk Realm of Eater atau Outervoid? mungkin juga Depth of Abyss. Entahlah. tapi aku ingin membelinya!
Baiklah sekarang, aku harus mengumpulkan 1 juta poin, bukan, tapi 2 juta lebih sedikit!
Jujur saja, aku tidak 1 juta poin itu banyak atau sedikit. Katakanlah rata level monster di hutan Astera hanya 10, itu berarti aku harus membunuh setidaknya 1,000 individu untuk mendapatkan 1 juta poin. Jumlah itu sangat banyak, atau tidak? Aku tidak begitu yakin juga sih.
Sepertinya aku harus pergi ke hutan nanti sore, Sebaiknya aku tidur lebih dulu.
Jauh dalam hutan, seorang kakek yang telah memasuki usia senja tengah memandu sekelompok orang berjumlah 9 individu. Terdiri dari tanker, 2 pendekar, ranger, Priest, 2 thief, barbarian, dan wizard. Setiap dari mereka memakai perlengkapan yang nampak mahal dan berkilau. Dan setiap senjata mereka di perkuat dengan mantra sihir. Jika seseorang mengatakan mereka sebagai kelompok hero yang ingin mengalahkan raja jahat, maka orang-orang tidak akan meragukannya. Lihat saja salah satu pendekar yang menggunakan tombak bermotif hijau, sekilas dia nampak seperti tembok baja yang berjalan. Seorang demi-god akan memukulnya dengan keras dan pria itu masih bisa memberikan pujian. Hanya saja, usia mereka membuat mereka terlihat sekelompok remaja yang hendak pergi ke acara festival anime.
"Apakah tempatnya masih jauh?" Tanya anak muda gagah yang mengenakan armor besi berwarna merah yang memikat mata
"Hei, susah berapa kali kamu menanyakan pertanyaan yang sama, Arthur?" Dengus seorang penyihir dalam pakaian merah dan jubah biru gelap. Dia membawa senjata yang nampak seperti gabungan pedang dan tongkat.
"Entahlah, aku hanya merasa agak gelisah. Sesuatu seperti menggelitik bagian bawah kulitku." Kata pemuda bernama Arthur tersebut.
"Heh, tumben kamu bilang seperti itu, apakah itu peringatan dari skill mu?" Kata anggota lain yang mengenakan perlengkapan kulit dengan busur besar di punggungnya.
"Bagaimana denganmu Thalia, melihat sesuatu melakui [Clairvoyance] milikmu?" Tanya seorang wanita dalam pakaian serba hitam dalam jubah merah berkerudung.
"Sebenarnya aku melihat bayangan hitam bermata merah menyala dalam gua gelap." jawab Priest berjubah merah yang mengenakan simbol dewi kehidupan.
__ADS_1
"Eh, bukankah itu berbahaya? Bagaimana bisa hutan seperti ini memiliki monster seperti itu? Tidak, bagaimana kalian bertahan selama ini?" tanya seorang pemanah yang bernama Hiiro tersebut. Terlihat tidak terkejut dengan penggambaran yang samar tersebut.
"Haha, kami hanya beruntung. Mereka belum menyerang kami secara total." Steve mengatakannya dengan nada santai, nampak cukup percaya diri. Kemudian berkata dengan nada serius yang sesuai dengan umurnya, "Tapi bahkan jika mereka menyerang kami dengan kekuatan penuh, masih ada satu dari kami akan selamat. Tidak, dia pasti akan selamat."
Semua orang terdiam menanggapi jawaban tersebut. Pada satu sisi Steve terlihat sangat mengada-ada. Para petualang tersebut sudah melihat desa itu dengan mata kepala mereka sendiri. Meski para penjaga memiliki kekuatan yang lumayan untuk desa dimana mereka sanggup melawan monster tingkat 25-30, namun tidak lebih dari itu. Sementara sisa penduduk tidak berbeda dengan penduduk lainnya, paling tinggi mungkin hanya mampu bersaing dengan serigala liar, sedikit dibawah beruang hitam. Di sisi lain, wajah si kakek terlalu serius untuk sekedar membual, setidaknya tidak ada tanda-tanda seperti itu. Mungkinkah mereka memiliki item magis yang dapat menyelamatkan nyawa penduduk? begitulah pikir semua orang, namun segera menolak ide tersebut.
"Adakah seseorang yang jauh lebih kuat dari kamu kakek Steve?" tanya Arthur dengan polos.
Dia menanyakannya!, semua orang berseru dalam hati.
"Benar, setelah melihat kejadian tahun lalu, aku yakin anak itu mungkin bahkan lebih kuat daripada kalian saat ini." Steve menatap jauh ke depan, seolah tengah melihat sesuatu yang hanya bisa dilihat olehnya." Namun, mungkin itu hanya kebetulan." Kemudian seluruh keseriusan itu runtuh begitu saja.
Sakali semua orang terdiam, dengan alasan yang berbeda. Lalu Thalia lanjut bertanya. "Mungkin dia memiliki talent khusus atau kekuatan yang belum bisa dikendalikan, jadi kekuatannya tertidur lagi? Sesuatu yang hanya aktif setelah kondisi tertentu terpenuhi?"
"Hey, jika para pendeta itu mendengarmu saat ini, anak itu akan mendapatkan masalah besar." Pemuda tampan yang membawa tombak berkata dalam nada dingin.
"Ah, maaf aku sedikit berlebihan." Ekspresi Thalia tidak banyak berubah, hanya saja alisnya sedikit mengerut.
"Hei, hei, berhentilah membuat suasana berat ini, aku sedang tidak mood membicarakan masalah tingkat tinggi seperti itu. Kau paham Percival?"
"Ah maaf, aku sedikit berlebihan tadi. Tapi, aku penasaran dengan anak ini, bisakah aku bertemu dengannya kakek?"
"Hm tidak masalah, kalau dia sudah siuman." Kata Steve sedikit acuh seperti biasanya. "Ah, kita sudah sampai.
Steve naik ke bebatuan yang agak tinggi diikuti oleh beberapa orang. Ketika melihat ke bawah, mereka bisa melihat sebuah gua dengan sedikit pada terbuka didepannya. Lereng itu sendiri ditumbuhi pohong berdahan tinggi sehingga memudahkan mereka untuk mengawasi area di depan sana. Tidak perlu waktu lama sampai sepasang Goblin yang agak berbeda keluar dari dalam gua.
"Goblin yang hampir mencapai tingkat bahaya 30. Memang benar, terlalu banyak Goblin disini." Arthur berbalik kemudian berkata dengan wajah serius. "Aku tahu kalian sudah mempersiapkan diri, tapi lakukan sekali lagi untuk pengecekan terakhir. 5 menit kemudian kita akan langsung merangsek ke dalam."
"Siap!"
__ADS_1