
Antares terus mengobrol dengan Emelyn seputar hal-hal yang random, sampai salah seorang pelayan pria datang memanggil mereka. Tentu saja, dia cukup gelisah ketika melihat Noir untuk pertama kalinya, setelah dirinya merasa aman. Kemudian kegelisahan tersebut mereda ketika melihat Antares mengusap kepalanya dengan lembut.
"Baiklah, kami akan segera kesana. Terimakasih Jeremy."
"Tentu saja, nona."
Emelyn berdiri diikuti oleh Antares, lalu keduanya berjalan kearah gerobak kayu paling depan.
"Oh ya, Antares apakah kamu seorang tamer atau summoner?" tanya Emelyn dengan penasaran.
"Aku belum memiliki job untuk itu." Kata Antares, yang berarti juga, aku memiliki skill untuk menjinakkan binatang namun tidak memiliki job/class sebagai tamer ataupun summoner.
Pertanyaan itu membuatnya sedikit penasaran, jika dia mendapatkan job summoner, mahkluk apa yang akan dia panggil? Apakah monster yang dipanggil hanya berasal dari dunia ini atau tidak? // Hehehe, sepertinya aku harus segera menggati job/class.
Sebuah job dapat diambil seseorang ketika dia mencapai level 2. Antares sendiri memiliki job/class sebagai Guardian yang mencapai level 3. Juga job Warrior yang sudah mencapai level 10. Dia mendapatkan Job lain ketika hidup di sisa desa Astera selama sebulan, namanya Monster Hunter level 10, dan Assassin level 10. Dilihat dari kondisi tersebut, seharusnya masuk akal bila Antares berfikir kalau level job Maksimal ialah 10. Antares sendiri tidak begitu tahu tentang seluk beluk job/class ini. Mungkin karena sistem Ren yang agak rumit untuk dipahami logika dibelakangnya. Dia hanya bisa mencatatnya, dan mencari tahu nanti.
"Benarkah? Mungkin kamu bisa mengunjungi guild sesampainya dikota untuk mendapatkan job/class baru. Kau tahu, setiap kota memiliki sebuah peralatan untuk ritual semacam itu."
"Bahkan guild perdagangan?"
"Benar, bahkan guild dagang sekalipun."
Astera tidak memilikinya, dan sejauh ini aku tidak membutuhkannya untuk mengganti job/class. Mungkinkah ada alasan yang lain? // Antares segera mengalirkan mana kedalam simbol di pergelangan tangan kanannya. Kemudian buku semi-transparan yang hanya bisa dilihat Antares muncul didepannya. Anak tersebut segera mengajukan pertanyaan kepada buku tersebut.
<< Karena tiadanya sistem, dibuatlah magic item untuk mengetahui kemampuan suatu individu. Sehingga individu dengan skill yang berguna sekaligus berbahaya akan segera diketahui keberadaannya oleh para petinggi, bangsawan, dan clerus. >>
__ADS_1
Itukah alasannya? Apakah alat ini juga bisa melihat rekam jejak kehidupan seseorang atau catatan kriminal? Kalau benar, mengapa para bangsawan cenderung seenaknya dan melakukan banyak kejahatan? Kalau tidak, apakah itu berarti alat tersebut hanya memiliki kemampuan untuk melihat status seseorang? // Pemikiran tersebut terus berkecamuk dalam otak Antares. Akan tetapi didunia nyata, semua itu berakhir kurang dari satu detik.
"Apakah kamu juga pernah mencoba melakukannya Emelyn, apa nama item tersebut?"
"Ya, setiap anak berusia 15 tahun akan melakukannya. Selain itu, setiap orang harus memiliki kartu identitas seperti ini." Emelyn mengeluarkan sebuah lempengan besi tipis berbentuk persegi panjang. Tidak ada gambar atau tulisan, melainkan simbol-simbol simetris yang unik. "Nama alat identifikasi itu, Astrolab kalau tidak salah."
"Maksudmu seperti ini?" Antares mengeluarkan lempengan besi yang mirip dengan yang dipegang Emelyn. Bentuk, ukiran, dan fluktuasi mana, semuanya sama. Perbedaannya ialah, punya Emelyn itu dikeluarkan oleh pihak pemerintah, sementara memilikinya dibeli dari system shop.
Jujur, aku tak tahu kalau shop punya item pemalsu identitas semacam ni lah. Yabe! // Ujung mulut berkedut hebat sembari ia mempertahankan ekspresinya. Lebih dari itu, item ini hanya seharga 2 koin saja. Teramat sangat murah...!!!
"Oh, jadi kamu sudah memilikinya? Tapi kamu tidak memiliki job/class. Tidak, apakah kamu memiliki job/class yang lain, Antares?"
"Aku punya Fighter, Warrior, Guardian." Urutannya memang seperti itu, dimulai dari fighter, dan seterusnya. Guardian level 3 tidak memberikan skill apapun selain peningkatan stat VIT.
"Maiden? Ada class semacam itu? bagaimana bisa? Maksudku apa efeknya?" Antares melihat gadis tersebut dari ujung kepala hingga keujung kaki, dan dia mendapatkan kesan anggun yang aneh. Efeknya tidak sekuat skill pasif Ren, tapi masih terlihat jelas. Seketika itu, kata 'oh' keluar dari mulutnya.
"Apa? Ada apa?"
"Tidak ada kok."
"Antares!"
Antares tidak perlu meladeni pertanyaan Emelyn tersebut karena kini mereka telah sampai di gerbong paling depan.
"Apa yang kalian bicarakan? Nona kecil, apakah bocah ini mem-bully mu?" Tanya Steve dengan suara dalam dan berat.
__ADS_1
"Ti-tidak kok, kami hanya mengobrol santai." Sekali lagi Emelyn harus dikejutkan dengan menghilangnya kucing sebesar harimau yang selalu di belakang Antares. Sementara anak itu memiliki kucing lain yang lebih kecil tengah duduk di pundaknya. Butuh beberapa detik sampai gadis tersebut menyadari kalau kucing itu memiliki warna dan corak yang mirip dengan kucing satunya.
"Jangan mengada-ada ya kakek, aku tahu kamu hanya cemburu!"
"HAAAAH, katakan padaku mengapa aku harus merasa cemburu?" Aura pendekar level 40+ meledak dengan ganas. Semua orang merasa aura mengerikan merembes keluar dari badan Steve, kemudian membentuk wajah monster tertentu.
"Aku percaya nak Antares tidak akan melakukan hal-hal semacam itu kepada putriku. Mari lanjutkan obrolan ini didalam kereta, kita harus segera berangkat." Bernard mencoba mengalihkan topik pembicaraan tersebut dengan wajah dipenuhi keringat dingin.
Aura tersebut menghilang dengan cepat, hingga semuanya nampak sekedar halusinasi. Namun perasaan ngeri itu masih belum pergi dari dada semua orang.
Kakek itu, jauh lebih kuat dari yang bayangkan! // Semua orang memiliki sayu pemikiran serupa. Terutama para penjaga dan petualangan yang ada disana.
Antares, Steve, dan beberapa penjaga lain berada di satu gerbong. Sementara Emelyn dam Antares berada di gerbong lain. Kemudian 5 kereta kuda tersebut melaju menembus hutan rimba.
Sekali lagi, karena medan yang sangat berbeda dan menantang, mereka hanya bisa berjalan secara perlahan.
Ruang dalam kereta utu sendiri cukup besar hingga seseorang bisa berbaring didalamnya, dan masih ada tempat untuk beberapa orang lainnya.
Emelyn dan Antares terus mengobrol ditemani oleh beberapa pelayan. Mereka ada untuk melayani kebutuhan sang nona. Sementara di sisi lain, untuk mengawasi Ren. Itu karena Steve terlalu bersemangat tadi, sehingga saudagar tersebut harus melakukan tindakan pencegahan semacam ini. Antares sendiri tidak nampak berbahaya kecuali pedang dan monster yang ia jinakkan. Hanya saja, lebih baik untuk berjaga-jaga daripada menyesal kemudian. Penjaga yang disewa oleh Bernard itu sendiri hanya berada di rank Gold, yang mana berkisar antara level 13-16 saja.
Menyerahkan putrinya kepada Antares mungkin merupakan tindakan terbaik untuk mengontrol Steve, setidaknya untuk saat ini.
(bersambung...)
♦♦♦
__ADS_1