Another : Memory of Another World

Another : Memory of Another World
Ch. 40 Rencana Masa depan


__ADS_3

Pembersihan goblin kembali berlanjut setelah kekalahan Red Orge. Tidak ada kata yang tepat untuk menjelaskan pemandangan tersebut selain "pembasmian". Karena wajah sang eksekutor yang dingin dan tak berekspresi sebagaimana petani yang menyemprotkan insektisida.


Antares tidak membasmi semuanya, menyisakan satu kelompok Goblin yang terdiri dari 5 individu saja. Dengan kecepatan reproduksi mereka, tidak aneh jika Antares harus datang lagi seminggu kemudian.


Ketika hendak keluar, dia disambut oleh monster tipe anjing liar yang tengah menyantap mayat goblin yang dibunuh Antares. Awalnya anak itu berniat untuk membunuh beberapa anjing, namun dia mengurungkan niatnya. Kemudian dia pergi dengan skill [Presence Concealment] yang masih aktif.


Berbeda dengan para serigala, mereka yang menyantap terlebih dahulu ialah anak-anak, anjing tua, dan sakit, sementara para anjing sisanya berjaga-jaga.


Antares tidak begitu menyukai sosok heroik, namun melihatnya secara langsung tetap menyentuh hatinya. Meski dia bukan tipe penyuka anjing.


Ketika sampai di luar, matahari mulai tenggelam di sisi barat, menandakan akan datangnya senja tidak lama lagi. Antares berdiri dibawah sinar matahari dengan wajah bersinar diselimuti keringat, akan tetapi masih terlihat indah dan berkilau. Dia meregangkan pinggangnya beberapa kali, sebelum akhirnya melompat ke dahan pohon.


Dia bertemu beberapa binatang buas dalam perjalanan, dan membunuhnya dengan mudah. Antares juga menyempatkan diri untuk mengambil buah-buahan segar yang terlihat ranum dan menggoda.


Ketika sampai di rumah kemudian sesosok kakek tua telah menunggu didepan pintu bersama sepasang sosok transparan yang hanya bisa dilihat Antares.


"Akhirnya pulang juga, kupikir kamu sudah mati di terkam binatang buas." Katanya sembari mendesah pelan.


"Apa maksudmu, hah? Jika aku mati begitu saja, nanti kamu kesepian kakek."


"Heh, nggak mungkin! jangan mengada-ada! Cepat masuk dan mandi, badanmu bau!"


"Itu hanya halusinasimu saja."


"Akan ku congkel hidungmu itu agar kamu bisa mencium lebih baik."


"Ya, ya, makan apa kita hari ini?" Kata Antares sembari berjalan masuk dengan santai.


"Daging panggang ala manusia gua, lagi." Ujung mata Steve agak berkedut ketika mengatakan kata "lagi" tersebut.

__ADS_1


"Yeah, mungkin memang sudah saatnya kita pindah." Sementara Antares tersebut dengan sedikit warna pahit.


Sudah sebulan berlalu sejak keduanya hidup dalam reruntuhan desa ini. Sejak saat itu, mereka hanya makan daging panggang/bakar atau buah-buahan segar.


Benar, tidak memiliki hobi dalam memasak merupakan masalah utamanya. Nah, masalah tersebut dapat diatasi dengan mudah menggunakan [Persona]. Tapi, Antares memilih untuk tidak melakukannya.


Antares mandi dalam waktu lama entah karena alasan apa. Begitu keluar, matahari sudah tenggelam di ujung barat, menyisakan langit kemerahan dan awan keemasan sebagaimana lava pijar.


"Makanlah." Kata Steve yang duduk di seberang Antares.


Antares disuguhkan dengan daging rusa yang masih menempel dalam tulangnya. Aroma sedap memancar dari dalamnya, menggugah siapa saja yang hendak memakannya. Terdapat sedikit taburan daun bawang, seledri, dan garam untuk menambah cita rasanya. Sekilas, daging tersebut terlihat sangat lezat dan memuaskan.


Antares mengambil satu tulang, berdoa sebentar, dan memakannya dalam diam.


Steve sedikit mengernyitkan keningnya, namun dia tidak bersuara apapun. Memilih untuk tenggelam dalam kesunyian makan malam tersebut.


Di ujung hari, Antares menghabiskan 7 tusuk sendirian, sementara Steve hanya 4. itu bukan paha ayam yang isinya tidak seberapa, melainkan paha dan rusuk rusa yang masing-masing setara dengan satu porsi makanan dewasa. Dan Antares menghabiskan 7 porsi sendirian. Anak itu mengelap sisa-sisa daging yang menempel di mulutnya dengan wajah puas.


Kota, ha.. Jujur saja, aku tidak begitu memikirkannya. Aku justru lebih senang hidup disini, tanpa kegaduhan, penuh kebebasan, dan damai, hanya harus membasmi monster setiap hari. Dengan hancurnya desa Astera, tidak ada lagi yang alam dipanggil untuk menjadi milisi. Tidak ada lagi pemungut pajak yang menganggu kami setiap hari. // Pikir Astera dengan mata yang agak kosong.


"Mungkin memang sudah saatnya... pergi."


"Benar, kota merupakan tempat yang penuh dengan peluang, seperti petualang atau saudagar. Atau kamu bisa mendaftar sebagai prajurit militer? dengan kemampuanmu, aku yakin kamu akan menjadi kesatria hebat dengan mudah. Hahahaha!"


"Aku bisa saja, tapi tidak. Aku akan menjadi Worker atau Assassin saja."


"Ha, mengapa? Kamu memiliki dendam tertentu dengan seseorang?"


"Tidak juga, aku hanya tidak mau terafiliasi dengan seseorang. Hm, mendirikan guild mungkin hal yang bagus. Tidak, perusahaan dagang mungkin hal yang bagus. Aku bisa memulai dengan membuka satu toko permanen dan karavan keliling. Dengan persona sebagai tim inti, ketua tim, sekaligus penjaga, semuanya akan baik-baik saja. Aku juga tidak perlu mempermasalahkan keberadaan bandit dan monster. Namun masalahnya akan berlanjut dengan para bangsawan dan para pedagang lain Apakah para pedagang juga terafiliasi dengan guild? jika benar, maka aku perlu mengubah beberapa rencana awalku. Itu juga termasuk menyangkut masalah perizinan dan--"

__ADS_1


"Tunggu, tunggu sebentar, kamu sudah memikirkannya sejauh itu? Baiklah, kamu bisa mulai dengan membuka toko. Lalu, apa yang ingin kamu jual?"


Antares terdiam sejenak. "Untuk saat ini, aku akan fokus dengan makanan pokok seperti gandum dan kentang, mungkin sedikit bumbu seperti garam dan gula. Jika berhasil aku akan melanjutkan bahan setengah jadi seperti kain atau bahan jadi seperti pakaian, perhiasan, dan perlengkapan pedang. Selanjutnya mungkin aku akan membuka workshop dalam bidang farmasi dan industri sebagai anak perusahaan."


"Sepertinya kamu sudah benar-benar siap..." Entah mengapa Steve tiba-tiba berkeringat dingin. Dia juga terkejut karena Antares tidak berminat sebagai petualang. "Baiklah, tidurlah, kita akan berangkat besok atau lusa."


"Baiklah, selamat malam."


Steve terdiam sembari mengamati Antares yang berjalan ke kamarnya. Dalam hati dia berkata, // anak yang mengerikan. Sejak kapan dia tahu kalau pedagang juga memiliki guild? Dan semua rencana proyek dagang itu, haish, nampaknya aku sudah terlalu tua.


Dalam kamarnya, Antares mengeluarkan telur merah dari penyimpanannya. Telur itu mengambang di luar udara dibalutkan mana Antares.


Sekarang, apa yang harus aku lakukan padamu? // Antares membuka layar AR yang semi-transparan. Kemudian dia mengaktifkan [Book of Truth]. Informasi yang relevan segera muncul dalam bentuk jendela kecil dalam layar augmented reality. Statusnya masih telur yang belum membentuk embrio. Setidaknya dibutuhkan 3 tahun agar telur tersebut menetas secara alami atau bisa lebih lama lagi. Satu-satunya faktor yang menentukan penetasan terlur tersebut ialah mana. Sejumlah besar mana dibutuhkan untuk menetaskan telur tersebut.


Masalah tersebut dapat diatasi dengan mudah.


Antares segera mengaktifkan skill spesial yang baru ia dapatkan, [Virtual Bug]. Mungkin akan lebih mudah dipanggil parasit. Seekor cacing dengan mata dan mulut segera keluar dari riak air yang tiba-tiba muncul di udara, melayang-layang, kemudian masuk kedalam telur tersebut. Hanya butuh 2 detik sampai proses parasit tersebut berhasil, kemudian status telur tersebut berubah.


<< status


Red Dragon Egg


status, Antares avatar >>


Antares memasukan 3 cacing alien lain ke dalam telur tersebut. Ketika diaktifkan dia merasa seperti tidur ditempat yang hangat dan nyaman.


Tanpa berlama-lama lagi, sesosok elemental keluar dari udara kosong dengan tongkat kayu dan permata hijau. Dia mengarahkan kepala tongkat kepada telur merah tersebut. Kemudian telur itupun diselimuti dengan aura hijau penuh kehidupan.


Hanya dalam hitungan detik, telur itupun mulai retak.

__ADS_1


(bersambung...)


♦♦♦


__ADS_2