Another : Memory of Another World

Another : Memory of Another World
Ch. 43 Noir


__ADS_3

7 hari berlalu sejak Antares dan Steve meninggalkan desanya. Tiada hari berlalu tanpa bertemu binatang buas dan monster. Mereka benar-benar dipenuhi energi kehidupan semenjak event hari itu. Beruntungnya, monster yang mereka temukan tidak lebih dari level 3-10, yang menandakan dekatnya tempat tujuan mereka saat ini. Jika Antares mau, dia bisa mendengar suara sekelompok orang yang tengah bertarung menggunakan skill persepsinya. Steve juga bisa mendengarnya, namun memilih untuk tetap diam.


lagipula membantu mereka, mungkin bukan pilihan yang tepat. Selain itu, membantu mereka sama saja meninggalkan Antares disini sendirian. Steve tidak begitu peduli dengan monster, namun akan berbahaya jika Antares sampai bertemu orang-orang yang memiliki "motif" buruk. Tentu saja, kakek tersebut tidak tahu kalau Antares bisa membedakan orang baik dan buruk menggunakan item tertentu.


Dengan kecepatan saat ini, mereka akan sampai di kota sebelum matahari terbenam.


Hari masih cerah ditandai dengan cahaya yang menerobos masuk kedalam hutan. Daun-daun bersinar memantulkan cahaya, bersama dengan bunga-bunga bermekaran, memberikan kesan negeri dongen yang kental. Aroma serbuk sari, nektar, dan daun segar terasa memenuhi dada. Serta oksigen yang dalam jumlah besar seperti memberikan tenaga tambahan untuk mereka.


Antares terus bersenandung mengamati pemandangan di sekitarnya, yang nampak tidak pernah berubah. Jika bukan karena jawaban yang diberikan Book of Truth, Antares akan percaya kalau dia tengah berjalan memutar di hutan ini.


"Kau tahu, di kota terdapat sebuah guild, beberapa macam guild lebih tepatnya, yang menangani perkara tertentu. Seperti Guild Petualang dimana seseorang yang sudah memiliki ijin bisa mengambil misi atau menjual monster untuk mendapatkan uang. Tidak peduli di kota manapun, setidaknya ada Guild Petualangan, Perdagangan, Pencuri, dan Penempa. Kemungkinan besar kita akan mendengar keberadaan asosiasi tentara bayaran di Rimun. Tujuan utama mereka ialah mempermudah pekerjaan seseorang menggunakan lingkaran sosial yang ada. Dalam hal ini, mempermudah konsumen untuk memesan barang."


"Petualang? siapa mereka?" tanya Antares.


Petualang, petualangan, itu mirip dengan kata traveler. Seseorang yang tidak pernah menetap di suatu tempat lebih dari sebulan seperti manusia gua. Kata-kata itu seperti terngiang di kepala Antares.


"Mereka adalah sekelompok orang yang bertahan hidup dengan berburu monster. Aku dengar mereka biasa memburu undead di area perbatasan antara kekaisaran timur dan kerajaan. Karena banyaknya darah yang tumpah disana, membuat tempat itu dipenuhi aura negatif yang melahirkan Undead."


"Apa nama perbatasan itu?" Mata Antares sedikit bersinar.


"Etreya."


"Etreya… nama yang bagus."


"Apa maksudmu, ha? Aku sudah beberapa kali pergi ke tempat itu dimasa lalu, dan hanya ada padang rumput yang dipenuhi darah. Konon, Undead yang tercipta di tempat itu sudah memasuki hutan dan rawa di sekitarnya!" teriak Steve.


"Souka? mungkin aku harus berkunjung kesana suatu hari nanti."


"Tunggu saja 4 tahun, dan kamu akan mengunjunginya. Lupakan itu, lebih baik kamu berfokus pada tujuanmu saat ini, seperti memburu monster yang akan muncul di depan kita beberapa saat lagi."


Seperti yang dikatakan Steve, seekor kucing liar raksasa tengah mengintai kami dari balik semak belukar... yang berukuran raksasa. Begitu Antares sampai di titik yang paling dekat dengannya, kucing liar tersebut melompat dari balik semak dan menerkam anak itu. Steve bergerak cepat dan mukul tengkuk si harimau tepat di tengkuk.


Kucing tersebut menghantam tanah dengan keras hingga menciptakan sebuah retakan besar. Namun ajaibnya, binatang buas tersebut belum mati. Ukuran kucing itu sendiri sangat besar, sedikit melebihi harimau dewasa yang pernah Antares lihat di bumi. Akan tetapi, bukan itu yang membuatnya bertahan hidup, melainkan skill spesial yang dimiliki olehnya.


"Kucing sialan."


"Dahlah tu... biar aku yang mengurusnya." Antares mengaktifkan [Virtual Bug] dan seekor cacing alien merangkak keluar dari riak air diujung jarinya. Kemudian memasuki kepala kucing tersebut.


"Apa yang kamu lakukan?" Steve cukup tertarik dengan kelakuan anak itu saat ini.


"Aku akan menjinakkannya."

__ADS_1


"Maksudnya seperti apa yang kamu lakukan dengan naga itu?"


"Benar."


"Sejak kapan kamu punya skill tamer?"


"Sejak beberapa hari yang lalu. Aku memintanya dari Ren."


"Oh, the Eternal Sleeper, ha…"


Tidak perlu waktu lama hingga kucing itu kembali sadarkan diri, dan sembuh sepenuhnya. Beruntungnya, kucing tersebut memiliki skill regenerasi, walau tingkatnya masih rendah. Itu bukanlah hal yang aneh, mengingat monster cenderung lebih mudah mendapatkan skill daripada manusia.


*Prrrr*


Antares mengelus kepala kucing tersebut dengan lembut, sembari mengeluarkan buku sihir yang diberikan oleh Arthia kepadanya. Dia merapalkan beberapa mantra seperti [Clean] [Purification] dan [Recovery] untuk jaga-jaga.


"Baiklah, ayo pergi…… Noir."


"Hhm!" Steve mendengus kecil sembari melihat anak itu yang naik ke punggung Noir.


Kemudian mereka dikepung oleh sekelompok goblin setelah 15 menit berjalan. Antares tidak berbasa-basi dan langsung melepaskan mantra [Antares Magic Arrow], membunuh semuanya ditempat. Setelah itu dia memasukannya kedalam gudang.


"Baiklah, mari kita beristirahat dulu."


Steve duduk bersandarkan batang pohon, saat dia berbicara dengan nada orang tuanya. Antares sekali lagi hanya mengangguk. Sikapnya yang seperti anak baik, cukup membuat orang tua itu curiga, namun dia akan tetap diam untuk saat ini. Antares mengeluarkan beberapa makanan berat seperti sup daging dan buah-buahan, juga sedikit roti keras. Setelah itu keduanya makan dengan santai.


Matahari tengah mencapai titik tertingginya, namun area didalam hutan tetap lembab. Rasanya aneh karena saat ini musim gugur tapi, daun-daun masih nampak hijau segar. Tentu saja, anak itu tidak akan mempermasalahkannya sama sekali.


Beberapa waktu berlalu setelahnya...


"Ha(pant)… ha(pant)… ha(pant)… ha… !"


Antares mendengar suara seseorang yang berlari ke arah mereka. Arahnya berlari berlawan dengan tujuan Antares dan Steve, jadi mungkin saja orang itu tersesat. Benar, medan saat ini benar-benar berbeda dengan medan masa lalu. Akan sangat mudah bagi seseorang untuk tersesat dalam hutan rimba para raksasa ini.


Sosok tersebut akhirnya muncul. Dia seorang gadis, yang tiba-tiba terpaku ketika matanya bertemu dengan Antares. Rambut coklat kayu tipe bob dan mata hazelnut, membuat paduan yang sempurna padanya. Bersemangat, dipenuhi energi masa muda, tapi juga anggun dan kalem. Mata gadis tersebut berkilau untuk sesaat ketika, kemudian pandangannya tertuju pada orang tua yang baru saja menyelesaikan makanannya.


"Tolong… (pant)! Tolong kami! Saya mohon!" Suaranya memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya sulit dilupakan.


"Tenanglah, nona muda. Ceritakanlah secara perlahan."


"Kami diserang oleh para bandit yang melarikan diri dari monster tertentu. Sekarang kami dikepung oleh sekumpulan monster! Saya melarikan diri diantara kekacauan untuk mencari bantuan di kota!"

__ADS_1


Antares dan Steve melihat gadis tersebut dengan senyuman kasihan…


"Err, kamu pergi kearah yang salah…"


"A-apa?!!"


(bersambung…)


♦♦♦


Name : Noir


Ras : Blue Tongue Black Cat


Umur : Remaja


status : Antares's pet


Special Ability :


- 9 Life


Skill aktif :


- Presence Concealment


- Deadly Strike


- Shadow Walk


Pasif skill :


- Night Vision


- Supernatural speed


- Acrobatic


- Silent Killer


+ All Antares Skill >>

__ADS_1


__ADS_2