Another : Memory of Another World

Another : Memory of Another World
Ch. 7 Dusk


__ADS_3

Antares mendarat setelah terbang beberapa meter. Kabar baiknya, dia masih cukup kuat untuk mendarat dengan kedua kakinya. Tetapi, luka besar terlihat jelas dari ujung bahu kanan hingga pinggang kiri anak tersebut. Kemudian Antares terbatuk karena darah sedikit membanjiri paru-parunya.


Steve menklik lidahnya melihat adegan tersebut. Disisi lain, tinggal ada 3 anak panah dalam quiver-nya. "Anta, berhentilah bergerak atau kamu akan kehabisan darah dengan cepat. Support aku! Hehe, aku juga ingin mencoba skill baru ini."


Steve melepaskan anak panahnya dengan skill yang baru saja ia dapatkan beberapa saat lalu. Namanya lebih simple dari yang lainnya, "Rasakanlah [Quickshot]!"


Tiga anak panah melesat kearah si Goblin yang ditahan dengan sempurna, namun itu bukan dia masih terdorong beberapa langkah. Pada saat yang hampir bersamaan Antares melepaskan [Firestorm] sekali lagi. Kali ini, kobaran api berbentuk tornado menelan sang Barbarian dengan sempurna.


"Grooaaaa!"


[Firestorm] memiliki diameter sekitar 5 meter sampai 2.220 km tergantung kebutuhan, dengan kecepatan maksimum 522 km/jam dan suhu melebihi 2000°C. Dengan level Antares saat ini, tornado api tersebut sudah cukup kuat untuk mengurangi 60% Hp dari Goblin Barbarian.


Oh, aku tidak mengira akan efeknya akan se-mengerikan itu. // Ujung mulut Steve berkedut hebat saat melihat Goblin Barbarian itu meraung dalam ganasnya api. Pastinya monster itu selamat karena efek skill Berserker yang mengurangi luka yang diterima sampai titik tertentu. Mungkin dia akan segera mengaktifkan skillnya yang lain.


Sang Goblin Barbarian meraung sekali lagi. Kemudian dia melesat kearah Antares yang tal berdaya. Steve segera melemparkan busurnya kearah si Goblin guna menarik perhatiannya. Busur terbang dengan indah diudara, yang dihalau oleh lengan sang Goblin tanpa mengurangi kecepatannya sedikitpun.


"Berhentilah bergerak dan biarkan aku memenggal kepalamu bajingan!" Steve mencoba untuk mengurangi jarak antara dia dan si Goblin. Walau Steve tahu, kalau dia tidak akan sampai tepat waktu.


"AIGSK SRIVIEKAIK AKKRITRKET !"


Kapak besar itu diselimuti mana dalam jumlah besar yang mengambil warna kemerahan. Ketika kapak tersebut diayunkan, energi dalam bentuk binatang buas terbentuk dan mengejar targetnya. Antares segera yang sudah sedikit sadar segera mengaktifkan skill yang baru ia dapatkan.


Binatang buas dan pelindung keemasan dalam moment yang mendebarkan. Angin kencang tercipta sekali lagi dan menyebar saat itu juga, menerbangkan segala sesuatu di sekitarnya.


Steve harus berhenti atau akan diterbangkan oleh gelombang kejut tersebut merasa badannya terasa lebih ringan. Dia merasa seluruh kemampuannya meningkatkan beberapa kali lipat. Tentu saja bingung mengapa itu bisa terjadi, karena selain [Dragon Blood], Steve tidak memiliki skill tipe peningkatan yang lain. Lalu dia bisa melihat Antares mengarahkan telapak tangannya kepadanya, dan Steve akhirnya mengerti.

__ADS_1


Ledakan tersebut hanya terjadi bertahan selama beberapa saat, meninggalkan anak kecil dengan perisai setengah hancur. Melihat itu, si Goblin mendekat dengan kemampuan lain.


Nah, itu bagus juga! // Steve segera melesat menuju ke Goblin Barbarian dengan sepasang pisau yang selalu dia bawa. Sementara si Goblin menyerang perisai setengah hancur milik Antares


"[Double Spin] [Twin Strike] !"


Serangan tersebut tepat mengenai punggung si Goblin. Meninggalkan tanda double X besar yang diwarnai oleh darah.


Si Goblin meraung sekali lagi, akhirnya menaruh perhatiannya kepada si kakek dalam tatapan penuh haus darah.


"Akhirnya, tapi sudah terlambat, oi."


Si Goblin mengayunkan kapaknya diagonal menurun yang dihindari dengan mudah. Kemudian Steve menusukan pisau ke arah perut yang dihalau dengan badan kapak. Lalu si Goblin menyerang dengan gerakan mengangkat dimana Steve harus melompat untuk menghindarinya. Dilanjutkan serangan balik oleh Steve tikaman yang berhasil melukai bahu kanan si Goblin. Seperti itulah serangan dan balasan tersebut terus berlanjutnya dalam waktu lama. Kadang Si Goblin akan terluka, kadang Steve yang terluka. Namum sedikit demi sedikit luka tersebut mulai menumpuk.


Berbeda dengan Barbarian, Ranger tidak memiliki skill tipe regenerasi. [Dragon Blood] mungkin memilikinya, namun saat ini Goblin Barbarian mulai berada diatas angin. Luka pada badan Steve mulai berkumpul seiring berjalannya waktu.


Antares ingin berdiri sekali lagi, namun sayang badannya dalam kondisi dimana mengangkat tangannya terasa menyakitkan, apa lagi bergerak. Oleh karena itu dia harus memikirkan hal lain untuk mengalahkan Goblin Barbarian. [Firestorm] sangat efektif namun dia mungkin akan melukai Steve karena tipe range-nya dan kondisinya saat ini. Itu tidak begitu berbeda dengan [Hell Flame] dan [Wind of Decay].


Tidak, mengapa aku tidak menggunakan kemampuan elemen dasar? // Berfikir demikian, dia mulai mencari teknik yang tepat dalam penggunaan elemen. Namun itu semua yang muncul dalam imajinasinya tidak bisa dicapai dalam kondisi Antares saat ini. Lalu tiba-tiba saja, dia teringat akan sesuatu, // Benar, mengapa aku tidak mencobanya?


Mana yang menyelimuti Antares terlihat secara fisik untuk sesaat. Lalu mana tersebut berjalan keluar dari tubuh utamanya. Dia memutar pergelangannya dan menggerakkan tangannya.


Hah, ini berhasil! Syukurlah. Hm, karena teknik ini tidak memiliki nama maka aku akan memanggilnya, Body Double? tidak. Persona? tidak. Out of Body Experience? terlalu panjang. Mungkin Persona saja sudah cukup. Majulah, Persona!


Bayangan Antares bergerak secepat tubuh aslinya. Itu juga memiliki kekuatan sekuat yang asli, membuatnya senjata ampuh yang berbahaya. Jarak antara persona dan Goblin Barbarian berkurang dengan cepat. Kedua orang tersebut terkejut dengan kedatangan mahkluk setengah nyata tersebut, namun itu tidak menghentikan arus pertempuran. Baik Goblin Barbarian dan Steve mengenali siapa pemilik dari persona tersebut secara intuisif. Kemudian pertempuran berlanjut dengan sengit.

__ADS_1


Goblin Barbarian yang mulai mendominasi pertempuran tidak sanggup bersaing dengan persona Antares yang seperti Berserker itu sendiri. Setiap serangan sangat meledak-ledak tanpa menghiraukan pertahanannya sendiri. Dia tidak akan ragu untuk melepaskan [Firestorm] tepat didepan wajahnya, secara teknis membakar lawan dan dirinya sendiri. Beruntungnya, friendly fire tidak diaktifkan, ini juga salah satu keuntungan yang diberikan oleh 'Dia yang Mengawasi dari Dunia Bawah' kepada pelayannya.


Sang Goblin Barbarian meraung, kehilangan hampir keseluruhan kesadarannya. Dia mulai menyerang dengan membabi buta. Steve juga tidak tinggal diam, dia memberikan sedikit peningkatan kekuatan pada Persona Antares kemudian ikut menyerang Goblin Barbarian.


[Twin Strike] [Double Spin] !


[Way of Cut] [Firestorm] !


"Grooaaa!"


Sedikit demi sedikit luka mulai menumpuk pada tubuh Goblin Barbarian sampai titik dimana skill regenerasi-nya tidak sanggup mengikutinya. Meskipun gerakan dan kekuatannya tidak begitu berbeda dengan biasane, namun Steve dan Antares tahu kalau Hp Goblin Barbarian sudah berkurang sangat banyak.


Ketika kegelapan malam mencapai puncak tertingginya, Goblin Barbarian melepaskan raungan terakhirnya. Sang monster tumbang bersama dengan cahaya pertama yang membelah malam ini. Persona Antares menghilang tak lama kemudian dengan luka yang sangat parah. Steve terdiam, tidak sanggup untuk berteriak lagi meski hormon adrenalin-nya masih pada titik tertinggi.


Pertempuran telah berakhir. Kami menang. Kami menang...


(to be continue)


♦♦♦


Ketika semua orang melepas lelah setelah kekacauan, seorang anak kecil mengamati mereka dari atas menara. Semua orang mengangkat tanggal. Lalu sorakan menggema tanpa halangan suatu apapun. Air mata dan tawa terlepas bersama stress yang telah terkumpul selama ini. Tidak ada kata lain yang pantas untuk menggambarkan suasana tersebut selain, kepuasan.


Melihat tumpukan mayat yang berserakan di atas tanah, Ren tidak menahan senyuman diwajahnya. Senyuman tersebut tidak ditujukan kepada para orang-orang yang tumbang, sebaliknya untuk mereka yang tetap berjuang sampai akhir meski kematian mungkin akan menjemput mereka hari ini.


Angin berhembus, mengangkat rambut dan pakaian Ren bersamanya. Langit yang berubah cerah secara perlahan, ibaratkan perasaan para penduduk hari ini.

__ADS_1


Tidak peduli apapun yang dilalui manusia, malam akan berlalu dan matahari akan terbit sekali lagi. Dan mereka yang bertahan hari ini, akan mengingat mereka yang tidak. Namun yang pasti, tidak ada pengorbanan yang tidak bermakna.


♦♦♦


__ADS_2