Another : Memory of Another World

Another : Memory of Another World
Ch. 37 Kembali mengunjungi Gua Goblin


__ADS_3

Aku masih memburu para binatang buas yang memang mudah ditemukan. Dimulai dari kelinci, kucing liar, rusa, kerbau, hingga serigala dan harimau, juga ular besar yang muncul sesekali setiap tahun. Berbicara soal ular, hutan purba Astera mungkin menjadi tempat yang aman bagi mereka. Bagaimana tidak, makanan melimpah ruah dan energi kehidupan yang banyak, selain itu mereka hanya perlu makan sekali setiap beberapa bulan. Setiap pemalas akan menangis melihat kemakmuran para ular itu.


Bagiku sendiri, perburuan dalam sehari cukup untuk bertahan selama beberapa tahun. Jadi yeah, aku bisa bermalas-malasan dirumah dalam waktu lama tanpa mengkhawatirkan apapun, tenggelam dalam dosa dan hasrat. Jika kalian tahu maksudku.


Tidak perlu waktu lama, aku sampai di tempat yang familiar. Aku segera melompat dari dahan pohon, tepat didepan pintu gua yang dipenuhi bau kotoran. Benar, Goblin sekali lagi menjamur di gua ini. Buku biru transparan segera mengapung di atas tanganku yang terangkat, memberikan serangkaian informasi yang mengalir langsung kedalam kepalaku. Setelah mengkonfirmasinya dari beberapa sudut berbeda, aku memutuskan masuk kedalam gua tersebut.


Mataku segera memindai lorong gua tersebut hampir secara instan, membuatku dapat melihat isi didalamnya dengan sangat jelas tanpa bantuan cahaya sedikitpun. Bebatuan keras yang menyusun sisi dining, serta stalakmit yang nampak tajam di langit-langit. Terdapat sekumpulan kelelawar buah yang hidup disana, mewarnai langit-langit gua dengan warna hitam. Pemandangan ini sekilas membuatku teringat dengan kisah monster yang hidup dari darah manusia. Aku tidak tahu apakah mereka ada di dunia, karena aku belum pernah mendengar kabar tentangnya. Aku juga tidak begitu tertarik dengan mereka, karena mereka akan mengingatkanku pada Ren.


"Manusia?!"


"Manusia? apa itu?"


"Apa mereka enak dimakan?"


Oh? nampaknya aku berpapasan dengan goblin yang hendak keluar mencari makanan. Mereka terdiri dari 10 individu yang identik satu sama lain. Dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, botak, kulit hijau, 130-135 cm, dan seperti terkena busung lapar. Jujur sama mereka terlihat seperti akan mati kapan saja.


"Makanan!"


"Aku lapar!"


Dan IQ mereka rendah. Aku mengarahkan jari telunjukku kepada mereka kemudian mengaktifkan salah satu skill yang kumiliki. Ujung jariku bersinar bersama dengan titik oranye yang berputar sekitarnya layaknya tornado. Kemudian sebuah serangan dilepaskan sembari aku berbisik, [Firestrom].

__ADS_1


Putaran awan panas melesat dalam gua layaknya gemuruh badai yang akan membakar apapun yang bersentuhan dengannya. Sementara itu mata badai tersebut diisi oleh plasma bersuhu tinggi yang mampu mengubah batu menjadi berlian dan menghancurkannya dalam tekanan. Benar, itu adalah serangan yang terlalu berlebih untuk menghadapi goblin biasa. Para kelelawar di langit-langit gua segera berterbangan karena merasa terusik dengan pancaran panas [Firestrom]. Sebagai hasilnya, goblin tersebut lenyap tak bersisa, tanpa suara sedikitpun. Hanya menyisakan lantai gua kemerahan yang mengeluarkan suhu panas.


Pengumuman segera berdering di telingaku saat layar HUD timbul satu per satu. Aku tidak menghiraukannya dan kembali melanjutkan perjalanan.


Suhu panas di lantai tidak begitu menggangguku, dikarenakan skill resistensi yang kumiliki. Bahkan jika itu tidak berhasil, rasa panas tersebut hanya akan menimbulkan sedikit ketidaknyamanan semata.


Goblin merupakan spesies yang dikenal perusak dan cepat berkembang. Bila ditemukan satu goblin di suatu daerah maka bisa dipastikan kalau ada goblin yang lain. Mereka seperti parasit yang bisa lahir dari induk apa saja, baik itu binatang buas, monster, ataupun manusia. Karena itu mereka jarang membunuh perempuan untuk dijadikan induk. Dengan kecerdasan Goblin yang rendah, jelas para induk tersebut tidak akan menerima pelayanan bak putri bangsawan. Mungkin 11-12 lah sama budak. Oleh sebab itu, banyak dari mereka yang mengalami trauma mental dan menjadi disabilitas.


Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan para perempuan dari desa Astera, dan mengingat kelompok Crimson Vortex pulang dengan tangan kosong, aku melihat dua kemungkinan. Mereka benar mati, atau kedua, mereka masih hidup tapi memilih untuk mati.


Proses kehamilan Goblin normal biasanya berlangsung selama 28-30 hari. Mereka akan memasuki masa remaja dalam 3 hari. Kemudian menjadi dewasa dewasa setelah 7 hari. Dan umur tertinggi mereka kurang lebih 20 tahunan. Benar, proses yang sangat cepat. Dalam daerah sekitar desa Astera, proses tersebut menjadi jauh lebih cepat lagi. Satu malam untuk masa kehamilan, 1 hari untuk pendewasaan, dan 20 tahun masa kehidupan. Belum lagi ditambah proses regenerasi luka yang cepat. Biarkan mereka selama sebulan, dan populasi goblin tersebut akan menyaingi negara tetangga.


Oleh sebab itu aku berada di sini hari ini.


"Penyusup!"


"Manusia!"


"Penyusup kecil!"


"... makanan!"

__ADS_1


Aku setidaknya 150an Goblin di ruangan tersebut kurang dari level 5. Udang bila dibandingkan denganku. Aku segera mengangkat tanganku, kemudian melepaskan mantra [Antares Magic Arrow].


<< Goblin berhasil dikalahkan, mendapatkan 3000 exp. 300 poin telah didapatkan. >>


Semuanya tumbang dalam sekejap, kemudian aku meninggalkan mayatnya begitu saja disana. Lagipula daging Goblin tidak terlalu enak, dan jumlahnya sedikit. Itu hanya tidak sepadan dengan usaha yang dilakukan.


Ngomong-ngomong soal pengulitan, aku menemukan item yang menarik di shop. Namanya Staff of Star, dan salah satu kemampuannya ialah [Fusion and Separation]. Itu menarik bukan. Ah, tidak lama lagi poin yang terkumpul sepertinya cukup untuk membeli staf tersebut.


Tentu saja, jika kita berbicara soal harta goblin, maka hampir mustahil menemukan sesuatu yang benar-benar berharga. Lagipula Goblin merupakan tipe pemulung dan pemungmpul. Dan di Astera yang dipenuhi monster, goblin berada di rantai makanan yang paling bawah.


Jika itu tempat lain, maka membuarkan mayat menumpuk begitu saja sudah lebih dari cukup alasan untuk kemunculan undead. Namun disini, tinggalkan beberapa saat dan para pembersih akan datang.


Jadi aku bisa meninggalkannya begitu saja tanpa membuang-buang waktu membersihkan. Aku berfokus untuk membersihkan goblin dalam area. Sayangnya, aku belum membeli World Map itu, jadi aku tidak begitu tahu keadaan dalam gua. Sementara indera indera persepsiku memberikan gambaran secara umum tentang para goblin dan beberapa spesies lain di bawah sana.


Hm, menariknya, aku merasakan aura unik yang familiar dari sini. Seseorang yang aku kenal. Gelombang mana yang dia pancarkan agak berbeda, namun gelombang jiwanya sangat identik. Sementara dia bersembunyi sepenuhnya dari [Detect Presence].


Aku penasaran siapa dia. Apakah dia bisa menembus [Presence Concealment] yang kuaktifkan? Hehehe, aku merasa bersemangat untuk suatu alasan.


Mengecek sekali lagi peralatan yang kumiliki serta efek skill apa saja yang tengah aktif, aku segera melanjutkan penjelajahan. Ruang pertama yang akan ku kunjungi tentu saja, benar itu saja, altar yang dipenuhi mayat dan darah.


Heh..

__ADS_1


(bersambung...)


♦♦♦


__ADS_2