
Tidak jauh dari perbatasan antara Kerajaan Aramik dan Kekaisaran Islyin, terdapat kota makmur dibawah teritori Duke Kremvrill. Terletak di antara hutan Astera diutara dan pegunungan Lorence di selatan, menjadikan Rimun sebagai satu-satunya penghubung antara Kerajaan dan Etreya. Sebagai satu-satunya hub, kota Rimun menjadi tempat singgah untuk para pedagang dan petualangan yang akan pergi antara Etreya dan wilayah lain di kerajaan.
Dibawah kepemimpinan Duke Leopold saat ini, Rimun menjadi salah satu sumber penghasilan terbesar bagi dukedom. Ratio pajak yang tinggi dan pelancong yang terus berdatangan memastikan kepingan emas selalu mengalir kedalam kantong keluarga Leopold.
Dikarenakan kebijakan Vermi Leopold yang hanya menguntungkan dirinya, Rimun menjadi salah satu kota yang dipenuhi dengan kriminal dan lintah darat.
Antares berdiri didepan benteng megah yang melindungi kota dari invasi binatang buas dan pasukan kekaisaran. Dengan tinggi mencapai 4 meter dan tebal yang sesuai, serta rumput dan tanaman rambat, memberikan kesan sebuah kota benteng yang tak tertembus. Pada faktanya, memang demikian. Dikatakan bahwa, dahulu Rimun menjadi benteng terakhir antara kerajaan dan kekaisaran, sebelum pihak Aramik menaklukkan Etreya.
Kemarin kota ini, dapat dilihat bahkan sebelum masuk kedalamnya. Dimana orang-orang dalam profesi yang berbeda-beda berbaris rapi di sisi kanan jalan menunggu giliran untuk masuk kedalam kota. Petani biasa, orang-orang mencurigakan yang membawa senjata, dan para saudagar yang membawa berbagai macam kereta dapat ditemukan dengan mudah. Namun yang paling mencolok ialah mereka yang mengenakan jubah dan pelindung warna-warni, pedang besar dan tongkat kayu yang mengenakan plat logam di lehernya. Mereka ialah petualangan yang berbasis di kota Rimun ini.
Jalanan di luar kota itu sendiri masih dipenuhi rumput segar dan dedaunan yang mulai menguning. Sementara hutan raksasa musim gugur yang rimbun memenuhi area di sekitarnya. Memberikan sebuah kota yang dikepung oleh raksasa kayu. Kesan tersebut cukup wajar, karena tinggi rata-rata pohon tersebut ialah 83 meter. Sementara itu, nampak beberapa pohon raksasa yang masih berdiri dalam kota dengan daun yang agak berguguran.
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya giliran karavan Gustav untuk diperiksa. Proses identifikasi itu sendiri sangat mudah, hanya perlu menempel tanganmu pada sebuah plat besi yang nampak seperti prosessor komputer. Kemudian petugas akan menganalisa data yang muncul. Tentu saja Steve tidak memiliki kartu identitas, karena benda semacam itu tidak diperlukan di desa terpelosok seperti Astera. Oleh karena itu, memberikannya Antares memberikan kartu palsu dengannya dengan sedikit kedutan dimatanya.
"Hngh! Akhirnya masuk juga!" Emelyn meregangkan badannya setelah melangkahkan kakinya kedalam kota. Perasaan tersebut bukan hanya dirasakan oleh Emelyn, namun hampir semua orang dalam rombongan karavan tersebut.
Antares juga bernafas lega setelah plat identitas palsu miliknya tidak ketahuan. Dia masih bisa merasakan nyeri di rahangnya karena tekanan saat diinterogasi.
"Kamu terlihat sangat lelah, nak Antares." Bernard berbasa-basi dengan senyuman selembut mungkin. Itu wajar saja, karena Antares memiliki level 21 yang setara dengan kesatria elit dari kerajaan diusia yang masih 11 tahun. Tentu saja Bernard ingin bersahabat baik dengan anak jenius semacam itu.
"Ya, aku sangat lelah untuk alasan yang tak diketahui." Antares hanya mengangguk dengan wajah lelah.
"Anak-anak memang harus banyak beristirahat. Baiklah kalau begitu, terima kasih untuk bantuan kalian sehingga kami dapat masuk ke kota Rimun dengan selamat." Steve berterimakasih kepada Bernard sembari mengusap kepala Antares.
"Tidak, tidak, seharusnya kami yang berterima kasih untuk bantuan anda sekalian. Kalau tidak, kami mungkin berada dalam perut para serigala saat ini, kakek Steve. Bahkan diusia senja, kemampuan anda masih luar biasa, hahaha. Kalau kalian membutuhkan sesuatu, anda bisa mencari saja di toko Gustav Micellaneous, ini kartu nama saya. Anda bisa menemukan alamat saya disini." kata Bernard dengan senyum mengembang. Dia memberikan sebuah kartu dari kertas putih dengan simbol G.
"Ya, aku mungkin akan segera mengunjungi tokomu nak Gustav hahaha. Ah ya, apa kamu tahu kira-kira dimana kami bisa menginap?"
"Penginapan yang cocok untuk kalian ya, mhmm, mungkin kalian bisa mencoba Merak Hijau di distrik barat, harganya lumayan terjangkau untuk pendatang baru dan keamanan disana juga cukup baik. Ah benar, ini sebagai token rasa terimakasih saya untuk bantuan anda Kakek, tolong terimalah."
"Baiklah... sebenarnya kamu tidak perlu melakukannya sampai sejauh ini."
"Ah tidak, ini sudah menjadi keingina saya. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih." Bernard sedikit membungkukan badannya diikuti oleh putri dan para pelayannya. Juga para penjaga yang disewa olehnya.
"Kalau begitu kami akan permisi terlebih dahulu."
"Hati-hati dijalan, nak Gustav."
"Sampai jumpa lagi, Antares." Emelyn melambaikan tangannya kepada Antares dengan senyum lebar. Yang dijawab dengan anggukan pelan oleh si remaja tersebut.
"Kita dapat beberapa emas, begitu saja."
"Apa yang kamu pikirkan kakek?"
"Apapun yang ada dipikiranmu, itu salah. Ayo pergi. Kamu sudah terlihat sangat lelah. selain itu, hari juga sudah semakin sore."
"Mhmm." Antares tidak memiliki banyak energi untuk bahkan untuk sekedar mengucapkan beberapa kalimat.
Kedua orang tersebut segera menyusuri jalanan berlumut kota lama menuju ke arah barat. Keduanya tahu dimana letak distrik barat tersebut setelah obrolan panjang lebar dalam perjalanan. Bahkan jika Antares sedikit lupa detail-detail tertentu, dia bisa bertanya kepada Buku Kebenaran.
Bangunan dalam kota Rimun dibuat dari tanah merah yang dibakar dan potongan balok batu sebagai pondasi. Gaya konstruksinya menyerupai eropa abad pertengahan sebelum memasuki era uap dan mesin. Lumut dan rumput tumbuh subur diberbagai sisi dan sudut, hingga atap rumah. beberapa bangunan terlihat seperti setengah ditinggalkan karena adanya akar yang merambat di tembok bangunan.
Tentu saja, semua itu ialah efek dari apotheosis Mirra si naga merah. Jadi semua ini ialah salah Antares.
Keadaan tersebut seakan lebih diperparah dengan keberadaan gelandangan yang duduk tertunduk diberbagai sudut kota. Hanya dalam hitungan detik, Antares bisa melihat keberadaan para gelandangan tersebut meski keduanya melalui jalan utama kota Rimun. Menjadikan kota ini mirip kota setengah mati yang mulai ditinggalkan oleh penduduknya.
__ADS_1
Dan hanya dalam hitungan detik, Antares bisa merasakan tatapan tak menyenangkan yang berasal dari sudut dan lorong bangunan. Mengawasi mereka sebagaimana predator mengawasi mangsanya. Antares hanya tersenyum geli, menantikan kedatangan mereka. Perasaan itu, untuk suatu alasan membuatnya sedikit bersemangat.
Kehidupan kota tidak akan membosankan // Wajah Antares tidak banyak mengalami perubahan, tetapi senyuman jahat mewarnai hatinya.
"Apa yang kamu pikirkan?" Steve merasakan aura yang tidak biasa datang dari anak disebelahnya. Dia juga merasakan tatapan tak menyenangkan yang menyambut semenjak kedatangan mereka. Tentu saja dia ingat kalau anak itu jauh lebih kuat dari dirinya, namun, Steve tetap mengkhawatirkan keselamatan Antares.
"Tidak ada, hanya memikirkan beberapa hal sepele."
Dan begitulah, kehidupan Antares di kota Rimun dimulai.
(bersambung...)
♦♦♦
Name : Antares Oliviera
Ras : Manusia
Umur : 11 tahun
Julukan : • Innocent Monster • Night Watcher • Guardian of Astera Village • Hero • Goblin Slayer • Shadowless Assassin • King Slayer • God Slayer • Limit Breaker • The One who Create Miracle
Job :
- Fighter lv 10
+ Guardian lv 3
+ Weapon Master lv 10
+ Monster Hunter lv 10
- (belum tersedia...)
level : 50
poin : 8,801,044
Special Ability :
- the World Memory
+ 12 card
- Variabell Collapse
Active skill :
- Mana Burst
- Firestorm
- Hell Flame
- Wind of Decay
__ADS_1
- Mode : Night Watcher
- Virtual Bug
- Death Strike
Art :
- Way of Cut
- Heart Break
- Shield of Faith
- Persona
- Antares Magic Arrow
Passive skill :
- Dragon Eyes
- Thought Acceleration
- Mind Eyes
- Detect Presence
- Dark Vision
- Natural Body
Item :
- Normal Sword
- Staff of Life
- Book of Truth
- Source water bottle
- Sword of Silverdawn
- For Element
- Identity Plate
- Amulet of Curse Protection
- Magic Book for Beginner
- *Uncountable monster corpe
Pet :
__ADS_1
- Mirra, Red Dragon
- Noir, Blue Tounge Wild Cat.