
Hal pertama yang terbesit di kepala Antares ialah, // sekarang aku tahu apa yang dirasakan Alice in Wonderland.
Antares berjalan menerobos hutan fantasi dimana setiap helai rumput tumbuh setinggi bangunan 3 lantai. Bunga kecil yang biasanya tidak lebih dari mata kaki Antares, kini tumbuh menjadi monster yang sulit dikenali. Buah-buahan di pohon seperti apel dan jambu yang mungkin sedikit lebih besar dari kepalan tangan, kini memiliki ukuran sebesar kepala gajah Afrika.
Perubahan tersebut terjadi begitu mendadak, sampai Antares merasa menjadi peri peri tak berdaya yang tersesat di hutan besar. Beruntungnya, hanya spesies flora saja yang tumbuh raksasa. Sementara spesies fauna juga mengalami perubahan, namun tidak seradikal tersebut.
Tidak perlu waktu lama bagi Antares untuk sampai di tempat tujuan. Masih terlihat satu atau dua batu nisan di antara pohon raksasa selebar 11-12 meter. Seharusnya ada beberapa pohon yang tumbuh berdekatan di sana, namun saat ini hanya nampak 2-3 pohon saja. Entah karena yang lainnya mati, atau bergabung menjadi satu membentuk pohon raksasa.
Hehe, itu mengingatkanku pada tv show tertentu yang identik dengan kata "bergabung." // Antares tertawa kecil ketika adegan 3 atau lebih petarung dengan armor warna-warni terbesit di kepalanya.
Melihat kondisi makam yang agak berantakan, Antares memutuskan untuk membuat makam baru. Menggali makam untuk ratusan orang pada saat yang bersamaan cenderung gila untuk dilakukan. Oleh karena itu, dia memanggil Persona lagi berburu poin. Selain itu, Antares juga membuka toko untuk membeli item yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan tanah. Dan dia mendapatkannya dengan harga 10,000 poin. Tidak terlalu kuat, namun cukup berguna. For Elements, sebuah kalung dengan 3 warna tomoe, merah, kuning, dan biru.
Kalung tersebut muncul pada leher sosok sami-transparan yang keluar dari udara kosong. Keduanya melakukan kontak mata untuk beberapa saat, sebelum si persona mengangkat tangannya. Tidak lama kemudian liang sebesar 2*1 meter dengan kedalam 2 meter terbentuk bersama getaran kecil.
Kemudian Antares mengangkat tangannya, dan sosok manusia dalam balutan kain putih muncul satu demi satu. Perlahan turun menuju liang tersebut. Mereka adalah para penduduk yang Antares ambil dari altar pengorbanan. Setidaknya inilah yang bisa Antares lakukan untuk mereka. Dari kejauhan, mereka tidak begitu berbeda dari orang biasa yang terlelap dalam tidurnya. Tidak lupa, Antares memasuk 3 parasit kedalam tubuh individu tertentu yang cukup kuat dan berbakat. Dia memberikan tongkat kehidupan kepada salah satu anak. Baru setelahnya, persona menutup kembali lubang tersebut dan membuat nisan diatasnya.
Terimakasih, untuk semua yang telah kalian berikan padaku selama ini. // Antares berdoa dengan kedua tangan disatukan.
Kemudian dia kembali.
Dalam perjalanan tersebut Antares mengenang kembali ingatannya di kehidupan sebelumnya. Saat itu, dia hanyalah anak bodoh yang tidak mengetahui tentang dunia. Setiap hari dia akan duduk di ruang kelas untuk baca komik ataupun novel. Padahal teman-temannya tengah asik bermain bersama di sebelahnya, namun, seperti ada tirai tak terlihat yang memisahkan mereka. Sebenarnya, Antares merasa iri dengan para ekstrovert yang bisa bercengkrama tanpa mempedulikan dunia.
Ada sebuah series yang dimulai dengan sebuah pertanyaan, "Apakah kamu ingin menjadi protagonis?" Awalnya aku berfikir itu menggelikan. Itu karena tidak peduli jawaban anak itu, dia akan tetap menjadi protagonis. Namun seiring berjalannya cerita aku sadar, bahwa takdir, tidak ditentukan diawal cerita. Takdir ialah hasil dari sebuah pilihan. Karena itu aku, aku... // Antares tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaan tersebut.
Dia terus melangkah, sampai sebuah kata terbesit, "akan menjadi diriku sendiri. Aku ingin hidup dalam cerita yang tidak ingin aku sesali." walau aku tahu, tidak peduli seberapa keras kita berusaha, akan selalu ada hal yang kita sesali pada akhirnya. Itu pasti.
Mata anak itu bersinar untuk beberapa saat, bersama fluktuasi mana yang agak abnormal. Kemudian dia merasa hatinya jauh lebih tenang.
Antares sampai di depan rumahnya tidak lama kemudian. Dia sudah disambut oleh Steve dan backpack lengkap dengan panci dan wajan.
"Sudah selesai?" tanyanya dengan suara besar dan berat.
Antares memberikan anggukan kecil sebagai jawaban.
"Baiklah, ayo pergi kalau begitu."
Antares menoleh ke belakang, mengamati rumah kayu yang telah ia tempati untuk beberapa saat. Dia hanya tersenyum, kemudian mulai melangkahkan kakinya dibelakang Steve.
Sepanjang perjalanan tersebut, Steve akan menceritakan berbagai macam kisah yang sudah pernah ia ceritakan beberapa kali sebelumnya. Si kakek tersebut nampak tidak terganggu dengan anak kecil yang tetap diam dengan ekspresi pahit, dan terus bercerita. Sementara itu, perhatian Antares akan teralihkan oleh windows status yang terus bermunculan.
<< Selamat, Dire Boar King telah dikalahlan. mendapatkan 130 K exp. mendapatkan 3100 poin >>
<< Dire Boar King telah disimpan dalam inventory >>
__ADS_1
<< Selamat, Shadowy Night Jaguar telah dikalahkan. …… >>
<< Shadowy Night Jaguar telah disimpan dalam inventory >>
<< Selamat, Ancient Elephant telah dikalahkan. ……… >>
<< Ancient Elephant telah disimpan dalam inventory >>
<< Selamat, Mystic Forest Deer telah dikalahkan. ……… >>
<< Mystic Forest Deer telah disimpan dalam inventory >>
<< Selamat, Swamp Mons Catfish telah dikalahkan. …… >>
<< Swamp Mons Catfish telah disimpan dalam inventory >>
<< Selamat, anda telah mencapai level 50 !! >>
<< Selamat, Mirra telah mencapai level 41 !! >>
……… etc
Tidak peduli dilihat dari sisi manapun, aku merasa menjadi psiko yang gila membunuh saat ini. Maafkan aku, wahai [ ]. // Antares hanya bisa berdoa dalam hati tanpa menghentikan para bayangan dan naga kecilnya. Bagaimanapun juga, sensasi ketika naik level dan mendapatkan poin itu sangat, membuat ketagihan!
Perjalanan hari ini akan sangat panjang, bukan karena jaraknya yang jauh. Melainkan medan yang sulit dilalui. Jalanan setapak yang menghubungkan antara dua wilayah kini telah menghilang ditelan akar rumput dan pohon. Perjalanan yang semula mudah, kini bagaikan mendaki gunung yang terjal.
Nasib baiknya, ada cukup banyak makanan untuk dimakan. Dan peperangan tahunan antara kekaisaran timur dan Aramik mungkin tidak terjadi dalam waktu dekat. Bagi Antares sendiri, tidak ada yang benar-benar membuatnya mendesah. Karena tidak peduli dalam kondisi apapun, dia cukup kuat untuk tetap bertahan.
"Ngomong-ngomong berapa jarak antara Astera dan Rimun?" tanya Antares.
"3 hari perjalanan untuk beberapa hari sebelumnya. Untuk sekarang, aku tidak begitu yakin." Jawab Steve dengan muka serius.
"Mengapa kita tidak terbang?" Antares membayangkan dirinya terbang diatas punggung seekor naga.
"Tidak perlu, mari nikmati perjalanan ini. Lagian, tidak ada alasan untuk terburu-buru." Katanya.
"Baiklah."
Kemudian dua orang berbeda generasi tersebut saling mengobrol sepanjang perjalanan. Level mereka yang cukup tinggi untuk bergerak mendekati kecepatan cahaya, namun memilih untuk berjalan santai.
Berbicara soal kekuatan, Antares mendapatkan banyak skill baru dari memparasiti penduduk desa yang dia kuburkan tadi pagi. Untuk alasan itulah, dia mulai mengumpulkan semua mayat monster yang dia bunuh.
Lebih dari itu, Antares cukup bersemangat akan kehidupan di kota.
__ADS_1
Rimun, kami datang!
(bersambung...)
♦♦♦
<< Status;
Name : Mirra
Ras : Red Catastrophe Dragon
Umur : Sangat muda
Level : 41
Special Ability :
- Thermal Disaster
Active skill :
- Dragon Breathe
- Dragonic Magic
- Dimensional Severing
- Dragonic Aura
- Dragonic Fury
Passive skill :
- Dragon Vision
- Dragon Heart
- Daylight Enhancement
+ All Antares skill
>>
__ADS_1