
Antares dan Steve memutuskan untuk membantu si gadis, setelah mendengarkan detailnya yang panjang dan lebar. Pada saat yang sama, Antares mengkonfirmasi kebenaran cerita tersebut melalui Book of Truth. Jadi, dia memutuskan bahwa membatu gadis ini tidak akan berdampak buruk pada diri Antares untuk saat ini. Lagipula, mereka adalah orangnya yang baik.
"Ayah, aku membawa bantuan!" Teriak gadis tersebut dengan tangan melambai keras diudara.
"Emelyn!" Seorang pria paruh baya yang berdiri di paling belakang formasi. Dia memiliki badan besar dengan perut buncit. dalam perspektif Antares, otot di badannya cenderung lembek sementara neuron otaknya nampak sangat aktif. Matanya berkaca-kaca begitu ia melihat Steve yang nampak kuat. Dia nampak tidak terkejut dengan keberadaan Noir di samping Antares.
Semuanya terdiri dari 15 orang penjaga, dilihat dari armor kulit yang mereka kenakan. dan 10 pembantu. Nampaknya itu merupakan sebuah karavan yang hanya dijalankan oleh satu orang/keluarga tertentu. Lebih dari itu, ada beberapa mayat yang nampak mengenakan pakaian seadanya, mungkin mereka ialah bandit yang dikatakan si gadis sebelumnya. Juga ada beberapa gerobak yang ditarik kuda di sekitar.
"Oh, tuan petualangan, terimakasih atas pertolongan anda. Saya pasti akan memberikan imbalan yang sesuai dengan jasa anda."
Steve hanya mengangguk dengan muka serius. Dia segera mengambil busur dari punggungnya, menarik senarnya, kemudian melepaskan 5 anak panah magis yang langsung membunuh para monster tersebut dalam sekita.
"OOHHH!" Semua orang berseru secara tak sadar.
"Ayah!" Sang gadis yang bernama Emelyn tersebut segera berlari ke pelukan ayahnya, dan memeluknya erat-erat. Isak tangis sesekali terdengar dari mulutnya.
"Syukurlah kamu baik-baik saja, Emelyn. Kamu sudah melakukan pekerjaan yang bagus, terimakasih." Kata pria paruh baya tersebut sembari mengelus kepala Emelyn.
"Juga, sekali lagi saya ucapkan terimakasih tuan penyelamat. Kalau anda tidak membantu, mungkin kami akan berakhir menjadi santapan Moonlight Wolf tersebut." Kata sang pria, kemudian memerintahkan para pelayannya untuk mengumpulkan barang-barang yang ada.
Moonlight Wolf, monster tipe serigala level 21-23. Sangat cepat, dan bekerja dalam kelompok.
"Tidak perlu sungkan, kami hanya kebetulan berada di dekat sini. Tidak perlu sungkan sama sekali. Apa yang terjadi dengan para bandit?"
"Ah, sebagian besar dari mereka melarikan diri begitu para serigala mengalihkan perhatian kepada kami."
"Begitukah, aku mengerti. Ngomong-ngomong, apakah kalian juga ingin pergi ke kota Rimun?"
__ADS_1
"Benar, kami datang dari kota di barat untuk menjual barang-barang tertentu di Rimun. Bagaimanapun juga, akan perang tahunan akan dimulai sebentar lagi, jadi saya mencoba peruntungan disini. Ah, perkenalkan nama saya Bernard Gustav, dan ini putri saya Emelyn Gustav."
"Saya Steve Emmanuel, dan ini Antares Oliviera. Salam kenal pak Bernard."
"Oh, kulihat kalian fokus pada menjual senjata dan peralatan bertarung. Apakah itu untuk para milisi?" Antares akhirnya bertanya setelah melihat beberapa orang memindahkan box yang penuh logam besi dan kulit.
"Benar, itu salah satu barang yang kami juga. Selain itu kami juga menjual potion dan bahan pangan untuk khalayak umum. Ah, contohnya madu disebelah sana kami dapatkan dari desa Hage, yang diambil dari lebah liar. Rasanya sangat manis namun tidak membuat enek. Madu itu sangat digemari oleh para kamu kelas atas baik sebagai variasi selai, campuran teh, atau obat kecantikan." Kata Bernard sembari menunjuk kearah box yang berisi kendi-kendi besar yang tertutup rapat. "Jujur saja, saya sangat bersyukur karena madu tersebut tidak ikut hancur dalam serangan monster."
"Begitukah? Kebiasaan para kaum kelas atas memang aneh." Steve berkomentar ringan.
"Tidak juga, bagaimanapun juga penampilan adalah segalanya bagi mereka. Anda tahu, nilai utama mereka adalah nama baik serta kehormatan. Kemarilah, anda bisa memilih satu atau dua barang sebagai tanda terimakasih dan persahabatan dari saya. Anda juga bisa memilih salah satu nak Antares." Katanya dengan senyuman hangat.
Itu mengingatkanku pada obat kecantikan yang sering beredar di dunia modern. Tidak peduli jaman manapun, manusia tidak tidak berubah. Selain itu, bukankah dia pembicaraan yang baik? Persahabatan katanya? heh hehehe. // Antares mengekor dibelakang kedua orang tua tersebut dengan wajah stoic mungkin.
Kami melihat berbagai macam barang. Mulai dari gandum dan kentang, hingga kain dan armor kulit. Perhiasan dan emas, juga berbagai aneka ragam lainnya. Semuanya bisa dibeli dalam shop dalam rentang 1-3 poin saja, dalam kata lain kurang dari 3000 keping emas. Lagipula shop menyediakan barang kualitas terbaik dengan harga premium.
Ada beberapa tapi tidak semenarik itu. // Antares mengambil sebuah gelang tangan berwarna merah dengan desain yang unik. Ini hanyalah item biasa, namun cukup mahal karena terbuat dari kulit monster kelas atas. Namun tidak semahal itu hingga seseorang akan merasa rugi ketika Antares mengambilnya. Sementara itu, Steve mengambil sebuah barel besar berisi minuman keras.
"Sekali lagi, terimakasih untuk pertolongan anda, kakek Steve. Oh ya, mengapa kita tidak pergi ke Rimun bersama-sama? Lagipula kita sudah dekat dengan kota tersebut."
"Hm, tentu saja. Semakin banyak orang akan semakin menyenangkan."
Kemudian kedua orang tersebut tertawa keras untuk beberapa saat.
Antares hanya menggelengkan kepalanya, kemudian duduk dibawah pohon sembari menunggu rombongan karavan tersebut menyelesaikan persiapannya. Noir juga merebahkan badannya di samping si anak, membiarkan Antares mengelus kepalanya.
"Apakah kamu lelah, Antares?" seorang gadis bertanya dengan suara yang lembut.
__ADS_1
"Tidak juga, tidak juga, kamu sedang bebas Emelyn?"
"Boleh aku duduk?" Emelyn menunggu persetujuan Antares sebelum dia duduk di sebelah anak itu. "Kamu tahu, aku tidak begitu berbakat dalam berniaga. Jadi, aku hanya ikut untuk memenuhi permintaan ayahku saja."
"Apakah itu hal yang bisa kamu ceritakan begitu saja? Tapi, aku percaya kamu lebih berani daripada diriku."
"Ahaha, apa yang kamu katakan. Aku yakin setiap orang yang membawa pedang di pinggangnya, dan seekor monster berjalan di sebelahnya bisa dibilang sebagai pemberani. Apakah kamu juga seorang petualang?"
"Tidak, aku justru berniat membuka restoran di kota. Lagipula, aku memiliki orang tua yang harus selalu diawasi."
Emelyn melihat Antares melirik ke arah tertentu dan si gadis segera mengerti maksudnya.
"Benarkah? Aku akan menantikan masakanmu dimasa depan. Apa kamu sudah memiliki ijin dari Guild Perdagangan?"
"Belum, aku bahkan belum pernah kekota. Kau tahu, aku selalu menghabiskan waktuku di desa."
"Apakah desamu juga ikut lenyap bersama event 1001 malam? Kau tahu, awalnya kami melalui jalan ini dengan lancar sampai malam tiba. Begitu bangun, area di sekitar kami sudah menjadi hutan rimba! Aku sangat ketakutan saat itu! Kupikir kami masuk kearea terlarang tanpa sengaja!" Emelyn nampak sangat bersemangat
Yeah, aku sangat tahu bagaimana rasanya. Juga siapa penyebab dibaliknya. // Sudut mulut Antares berkedut dengan hebat.
"Lalu bagaimana kalian bisa mengecek posisi kalian saat ini?"
"Ah, tim petualangan yang kami sewa memiliki Cleric didalamnya, yang mendapatkan wahyu dari dewi Cahaya."
"Begitukah…" Cleric, ha…
(bersambung…)
__ADS_1
♦♦♦