
Sementara itu di tempat kerjanya, Carlos tengah bergulat diranjang dengan seorang gadis remaja yang cantik jelita. Dibawah tekanan dari pria paruh baya tersebut, si gadis bernafas dengan keras. Suaranya sangat merdu hingga mampu memikat para pria yang mendengarnya. Namun Carlos tampak tidak menikmati aktivitas tersebut, dalam kepalanya, kata anak bernama Antares itu terus terngiang.
Siapa sebenarnya anak itu? Mengapa aku bisa merasa sangat gelisah hanya dengan satu dua kalimat darinya? // Semakin ia memikirkannya semakin tebal kabut yang mengaburkan pandangannya. Carlos telah menggeluti dunia perdagangan manusia ini selama lebih dari 20 tahun, setelah jenuh dengan perang tak berkesudahan antara Kingdom dan Empire. Diawal karirnya, terdapat banyak kesalahan yang dilakukan hingga membuatnya harus meninggalkan markasnya untuk menyelamatkan diri. Mungkin karena aksi melarikan dirinya tersebut, dia menjadi lebih sensitif terhadap sesuatu yang tidak benar.
Carlos telah meneliti latar belakang dari anak tersebut. Selain kakek yang terlihat berbahaya itu, tidak ada lagi yang memiliki hubungan dekat dengannya. Ia juga tahu kalau mereka memiliki hubungan dekat dengan Gustav, tapi itu sebatas rekan perjalanan saja. Ia yakin, si Gustav tersebut tidak akan mau bermusuhan dengannya hanya karena anak kecil yang baru kenal kemarin sore.
Indera persepsinya mengatakan kalau ruangan itu, dan tempat di sekitarnya masih baik-baik saja. Akan tetapi, keamanan tersebut tidak bisa menenangkan kegelisahan yang bersarang di hatinya.
(tok tok tok)
Carlos mengernyitkan dahinya. Biasanya ia tidak akan bereaksi seperti itu, akan tetapi kegelisahannya membuatnya ingin mencurigai segalanya.
"Siapa?" Tanyanya dengan nada berat.
"Ini aku--"
Carlos langsung melempar wanita malang tersebut dari badannya. Ia melompat ke sisi pedangnya, menggenggamnya dengan erat.
"Oh, bukankah kamu terlalu waspada? kukuku."
"Suara itu, tidak ada satupun dari para bajingan itu memiliki suara seperti mu! Siapa kau sebenarnya?!" Ia mengaktifkan skill [Mana Burst] dan [Berserk Strength].
Pintu terbuka, memperlihatkan seorang anak kecil berambut kuning-emas dan mata biru yang mudah di jumpai di kota Rimun. Gadis tersebut datang berpakaian hitam putih layaknya pelayanan keluarga besar. Dengan senyuman yang tidak menghilang dari wajah cantiknya.
Apa keluarga bangsawan mengirimnya kemari? // Tanya Carlos dalam hati.
"Siapa kamu? Apa yang terjadi dengan pengawalku?" Carlos tidak terlalu berharap kepada pengawalnya. Namun, mereka masih cukup kuat untuk menghalangi seorang pelayan biasa. kedatangan si gadis tanpa pemberitahuan hanya menunjukkan sebaliknya.
"Aku tidak tahu apakah itu benar pertanyaan sungguh atau sekedar basa-basi. Jujur saja, aku tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui perbedaannya." Kata si gadis dengan senyum masam. "lebih dari itu, aku kemari untuk membunuhmu. perlu kamu tahu, satu-satunya alasan kamu mati hari ini adalah, kamu berurusan dengan orang yang salah."
"Sepertinya tidak ada lagi negoisasi disini." Carlos segera menyerang gadis tersebut tanpa berbasa-basi lagi. Melepaskan setiap kekuatan dari dalam tubuhnya. Angin meraung keras ketika Carlos merobeknya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Bahkan setelah bertahun-tahun yang berlalu, aku tidak menyangka akan dipojokan lagi. Sepertinya hidupku tidak akan pernah lepas dari pelarian. // Carlos tersenyum masam sembari mengayunkan pedangnya dengan gerakan diagonal dari kanan atas ke kiri bawah. "Haaaaaaa!!"
Dihadapan tekanan Carlos yang begitu kuat, ujung mata si gadis bahkan tidak berkedut. Ia mengayunkan lengannya dengan pedang yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
*kachawwww*
cipratan darah sampai ke ujung ruangan, menghiasi dinding kayu dengan warna merah dan bau amis. Sementara badan Carlos terjatuh terlebih dahulu di susul kepala dan potongan pedang sesaat kemudian.
"tidak ada lagi plot untukmu, jadi menghilanglah untuk selamanya." Bisik si gadis ke udara yang tiba-tiba sunyi.
Ia segera berbalik, untuk segera pergi dari. Tapi sebelum itu, ia menoleh kebelakang dan melemparkan cacing bertentakel transparan kearah kasur. kemudian dia pergi tanpa sepatah katapun.
Cacing tersebut segera merayap je dalam tubuh gadis lain yang tengah terkapar tak sadarkan diri. Kemudian menyusup kedalam badannya. Si gadis pun membuka matanya sesaat setelahnya. Melihat mayat Carlos dengan dingin kemudian menghilang dari ruangan tersebut.
Mayat tersebut akan terus berada di sana sampai salah seseorang datang keruangan tersebut. Namun orang tersebut tidak akan datang dalam waktu dekat. Ketika dia datang, mungkin mayat Carlos hanya menyisakan tulang putih dan potongan kulit busuk saja.
Disisi lain...
"Akhirnya datang juga." Sapa Saga yang pertama menyadari keberadaan duo assassin tersebut.
Noril dan Samantha segera menonaktifkan skill persembunyian mereka, memperlihatkan sepasang individu berpakaian hitam yang membawa seorang anak tanpa busana yang tak sadarkan diri.
"Benar-benar Antares." ujar Arthur dengan wajah masam.
"Aku sudah mengeceknya sebagai pertolongan pertama, dan tidak ada luka yang fatal. Ia mungkin mengalami trauma berat. dan untuk saat ini, obat perangsang itu menguasai badannya."
"Dia cukup beruntung kurasa. Thalia, tolong sembuhkan dia. Kalau perlu hapus trauma tentang kejadian ini dari otaknya." Percival tidak menyembunyikan senyumannya sedikitpun.
Namun jawaban yang tidak terduga datang dari orang yang tak terduga pula.
"Tidak perlu..." Antares bersuara dengan lirih. Memperlihatkan kondisinya yang masih setengah sadar. "Aku hanya... perlu tidur sebentar..."
__ADS_1
"Antares!"
"Cepat baringkan dia di kasur!"
Samantha segera meletakkan Antares keatas kasur besar yang empuk. Dibawah kekhawatiran semua orang, anak tersebut hanya terbaring lemah dengan nafas yang masih tidak karuan.
"Hei, anak tangguh kamu masih bersama kami?" Arthur menyapanya dengan halus, sementara Arthia memberikan kode keoada Thalia.
"Aku baik-baik saja..." Ia mencoba untuk tersenyum. "Makasih... karena... udah membantuku..."
"Jangan pikirkan itu, dan tidurlah." Arthia merapalkan mantra tidur kepada Abtares. Tidak lama kemudian, anak tersebut sudah terlelap sepenuhnya.
"Bagaimana?"
Thalia menggelengkan kepalanya. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tidak ada racun, tidak ada memar, tidak ada inflamasi. hanya obat yang sedikit mengacaukan pikirannya."
"tidak ada inflamasi?" Samantha agak terkejut. "tapi dia masih dalam xxxxxx saat kami mengambilnya.
Gadis tersebut tidak bisa mendeskripsikan peristiwa tersebut dengan jelas. Tapi semua orang dapat memahaminya.
"Mungkin dia memiliki skill tipe regenerasi. mungkin karena skill itulah tidak ditemukan racun dan memar pada tubuhnya." Noril menyuarakan pendapatnya.
"Dahlah, apapun itu. kita bisa menanyainya besok. untuk sekarang, biarkan dia beristirahat." Arthur menutup diskusi tersebut ketika acara baru saja dibuka.
Kemudian mereka memilih untuk beristirahat, lagipula semua anggota Red Vortex masih kelelahan setelah menjalankan misi. Para wanita akan tidur di kamar Antares berada, sementara para pria menggunakan tempat lain. Selain karena ukuran ruangannya yang memang berbeda, ada seorang healer di kelompok wanita.
Disisi lain, para anak kecil dan gadis remaja yang menjadi wadah avatar Antares tengah mengawasi kota Rimun dari atas dinding kota, sebelum akhirnya menghilang dalam kegelapan malam.
(bersambung)
♦♦♦
__ADS_1