Another : Memory of Another World

Another : Memory of Another World
47. Penginapan Merak Hijau


__ADS_3

Kota Rimun dibagi menjadi 4 bagian. Berada di jantung kota ialah barak militer, yaitu tempat dimana segala macam institusi pemerintah berada. Sekaligus menjadi area pelatihan pasukan Duke Kremnvrill. Jika seseorang berjalan cukup dekat dengan tembok disana, maka akan terdengar teriakan dan yel-yel dari para prajurit yang berlatih. Pada waktu tertentu, area ini menjadi penampungan milisi yang datang dari berbagai penjuru kerajaan.


Di sisi Timur, terdapat sebuah distrik untuk orang berjubah emas yang dipenuhi bangunan megah dan luas. Serta seni estetik yang tinggi. Distrik ini selalu dijaga ketat oleh para penjaga, baik itu prajurit lokal, atau tentara pribadi. Walau ada beberapa orang berpakaian lusuh yang berlalu lalang sesekali, mereka bukanlah penduduk penduduk sebenarnya dari wilayah ini. Mengingat wilayah musuh yang berada di sebelah timur, tidak ada yang tahu mengapa para orang-orang besar tersebut memilih wilayah ini sebagai tempat tinggal.


Sementara di sisi barat, ialah area dimana penduduk berkerah putih dan kuning tinggal. Harga perumahan di distrik ini tidak terlalu mahal, sekitar 10-100 keping perak saja. Dari segi keamanan, penjaga sering berpatroli terutama saat malam. Namun keamanan utama datang dari para petualang yang memilih tinggal di daerah ini.


Sementara di sisi selatan, merupakan tempat dari mereka yang kurang beruntung. Dimana orang-orang yang bahkan merasa sulit untuk makan 2 kali sehari tinggal. Gang-gang kota dipenuhi dengan sampah dan menjadi sarang gelandangan. Menemukan anak jalanan di tempat ini, jauh lebih mudah dari pada menemukan penginapan. Karena kondisi sosial dan ekonomi yang serba berkekurangan, banyak orang yang beralih profesi menjadi penjahat kecil-kecilan.


Dengan Emas yang dimiliki oleh Antares, dia bisa tinggal di distrik timur tanpa perlu mengkhawatirkan keuangannya. Namun, seorang anak tak dikenal asal-usulnya, punya uang yang banyak, jelas akan menjadi perhatian banyak orang. Bagi Antares, berurusan dengan penjahat itu jauh lebih mudah daripada pejabat. Lagipula Antares memiliki kekuatan yang diperlukan untuk melakukannya.


Hal pertama yang terlintas di pikiran Antares ialah membeli rumah atau kontrakan untuk ditinggali dalam waktu lama. Namun untuk detailnya, dia akan memikirkannya setelah sampai di penginapan.


Tempat yang ia tuju, merupakan bangunan dengan simbol burung merak dengan ekor berwarna hijau yang sudah tidak jauh darinya.


Dari luar, bangunan tersebut nampak seperti bar 3 lantai yang diterangi cahaya lilin. Dindingnya terbuat dari batu bata merah dengan banyak jendela kayu. Karena hari yang sudah mulai malam, ada cukup banyak orang didalam penginapan. Tengah menikmati makan malam dan segelas beer, tertawa dan bernyanyi, hingga terdengar sampai dari jalan.


Setting yang sangat mudah ditemui dalam fantasi pertengahan eropa.


Begitu Antares melangkahkan kakinya kedalam penginapan, pemandangan bak pesta tersebut segera terpantul di matanya. Wajah orang yang ceria dan suasana kacau yang riuh, seperti menyentuh hati Antares yang mulai membeku. Membuat senyuman tipis terukir pada wajah anak tersebut.


"Selamat datang!" Sapa gadis muda yang tengah sibuk bolak-balik antara dapur dan konter. "Apakah anda ingin menginap atau hanya makan malam?"


"Kami ingin menginap." Jawab Steve dengan santai.


"Baiklah, 1 koin perak permalam untuk kamar menengah, dan 5 koin perak untuk kamar kelas atas. Makan pagi dan malam sudah termasuk didalamnya."


"Kalian punya kamar dengan 2 tempat tidur?"


"Ya, kami memilikinya."


Steve melirik kearah Antares untuk memastikan persetujuannya, dan mendapatkan anggukan kecil dari anak tersebut.


"Kalau begitu kami pesan untuk 7 hari.

__ADS_1


"Semuanya menjadi 7 keping perak, dengan 4 keping harus dibayar dimuka."


Steve mengeluarkan beberapa koin dari kantong dan menaruhnya di meja. Untuk sesaat, Antares merasa ada seseorang yang mengawasi mereka diantara kerumunan konsumen. Anak itu melirik ke suatu sudut tanpa menemukan orang yang mencurigakan, setelah itu dia hanya memutar matanya.


"Baik, atas nama siapa?" Gadis tersebut mengeluarkan sebuah buku dan pensil, menuliskan nama Steve kedalamnya. Kemudian dia mengeluarkan kunci dengan nomer tertentu dari laci konter. "Saya ucapkan, selamat datang di penginapan merak hijau, semoga hari anda menyenangkan."


"Terimakasih. Apa kami sudah bisa mendapatkan makan malam hari ini?"


"Benar, anda bisa memilih menu terlebih dahulu. Apabila anda ingin memesan makanan khusus di bagian paling atas, maka anda harus membayar biaya tambahan."


"Baiklah, pesan Steak Daging Beruang, Salad, dan roti putih. Untuk minumannya, susu hangat dicampur madu dan satu gelas Lati Proof."


"Baik, itu berarti anda harus membayar 5 koin perak. Apakah anda ingin makan disini atau dikamar?"


"Disini aja." Kata anak kecil yang diam sedari tadi tersebut. Kemudian kakek itu berkata, "Seperti katanya."


"Mohon tunggu sebentar lagi."


Steve tidak berbicara lagi dan segera mencari meja yang kosong, diikuti anak yang rupawan dibelakangnya. Tatapan mata yang sedikit tidak enak segera membanjiri Antares begitu dia berjalan melalui mereka. Tatapan dari orang-orang yang menginginkan sesuatu, juga mereka yang melihat sebuah kesempatan.


Kedua orang itu akhirnya menemukan meja kosong yang agak mojok. Steve meletakan kantong berisi uang itu diatas meja, sembari melihat anak yang duduk di sampingnya. "Tempat yang ramai." katanya dengan nada yang agak misterius.


"Benar, walau tidak ada kenalan kita di tempat ini. Aku penasaran apa yang tengah dilakukan Crimson Vortex saat ini."


"Kita bisa mencari tahu besok, selagi pergi mensurvei area dan pergi ke asosiasi dagang."


"Mhmm."


Makanan mereka datang beberapa saat kemudian. Aroma daging yang sedikit tidak biasa bercampur rempah-rempah yang tebal seperti menyapa hidung Antares dengan lembut. Tidak lupa aroma susu-madu yang masih hangat dan sayuran segar.


"Silahkan dinikmati."


"Terimakasih, nona muda."

__ADS_1


Steve langsung melahap daging di piringnya setelah menelan seteguk Lati Proof. Sementara Antares menguping pembicaraan orang-orang sembari memasukan potongan daging.


"Apa kau sudah dengar? Mata-mata dari kekaisaran ditangkap penjaga kemarin! dan di tangkap di distrik timur!"


"Eh, apakah itu berarti ada pengkhianat diantara para bangsawan?"


"Hm, mungkin saja ia ikut pedagang besar yang datang dari Etreya."


"Itu benar juga..."


Antares hanya mengangguk ketika mendengarkan... Di sisi lain...……


"Hey, aku dengar ada gadis baru di rumah bordil! Aku tebak dia sangat cantik!"


"Benarkah? mau kesana setelah ini?"


Ujung mulut Antares sedikit berkedut saat mendengar pembicaraan itu………


"Argh! sebenarnya apa yang terjadi beberapa hari ini? Awalnya kota tiba-tiba berubah menjadi hutan belantara! Sekarang banyak monster yang berkeliaran sampai ke batas kota!"


"Aku dengar itu berhubung dengan dewa tertentu yang tidak boleh disebutkan namanya."


"Hush! jangan katakan itu keras-keras, para biarawan dari kuil itu tidak akan memenggalmu jika mereka mendengar apa yang kamu katakan."


Antares hanya mengernyitkan saja. kemudian dia beralih ke pembicaraan lain.


"Kamu yakin soal itu? Aku lihat dia bukan orang tua yang mudah ditangani!" katanya dengan suara rendah.


"Awasi saja untuk sekarang! Biarkan boss yang bertindak nanti."


"Mhmm, itu ide yang bagus."


Tidak peduli dari sisi manapun, mereka seperti tengah melakukan transaksi gelap.

__ADS_1


(bersambung...)


♦♦♦


__ADS_2