Another : Memory of Another World

Another : Memory of Another World
Ch. 6 Puncak moment krisis


__ADS_3

(telah direvisi)


Sejam berlalu begitu saja, dan kedua Goblin Warrior akhirnya tumbang.


Melihat anak kecil yang berdiri dengan wajah terangkat membuat hati semua orang berdebar kencang. Bahkan Steve tidak bisa mempercayainya, fakta kalau anak itu berhasil menghalau 3 Goblin Warrior sendirian. Bekas kekacauan disekitarnya, senjata berlumuran darah yang tergeletak begitu saja, dan mayat dari makhluk hijau yang terkapar dibawah cahaya rembulan. Untuk sesaat, semuanya berfikir tidak ada pemandangan yang lebih menakutkan dan lebih indah daripada pemandangan tersebut.


Perlu beberapa saat bagi semua orang untuk memproses informasi didepan mereka.


"Ha... dia menang... Yeaaaaaaaah !! Antares menaaang !!"


"Dia menaang!"


Kemudian raungan kebahagiaan dan kekaguman bergema merobek kekacauan medan pertempuran.


"Hehehe, walaupun aku sudah mengiranya, tapi tetap saja sulit untuk mempercayainya."


"Nampaknya didesa kita telah terlahir seorang monster!"


"Kita mungkin masih bisa melihat hari esok."


*Rooaaa-!!!*


Raungan ditengah kerumunan tersebut seperti menyiramkan air dingin ke kepala para penjaga. Rasa kebahagiaan mereka segera menguap, digantikan kewaspadaan maksimal dan ketakutan.


Momok yang meraung tersebut ialah Goblin Barbarian yang tetap diam sampai detik ini. Dia mengangkat kapaknya ke udara, kemudian mengarahkannya kearah penduduk. Segera, para Goblin menyerbu dengan beringas. Mereka tidak mempedulikan besi dingin ditangan para penjaga seperti orang kesurupan.


Antares melihat mereka dalam keadaan masih setengah sadar. Ketika dia hendak mengangkat pedangnya, teriak datang dari arah yang berlawanan.


"Serang mereka! Habisi semuanya! Jangan sisakan satupun!"


"Jangan biarkan mereka mendekati Antares!"


Mata Antares memantulkan para penduduk yang dipenuhi gelora perjuangan. Pemandangan tersebut seakan membangunkan seseorang yang tertidur dalam diri Antares, membuat senyuman tipis terukir diwajahnya. Benar, dia tidak bertarung sendirian.


Para penjaga yang menemukan kembali semangatnya, mengangkat tombak dan perisai mereka dengan kokoh. "Kami bangga karena berjuang di sini. Kami bangga untuk mati hari ini! Kami bangga untuk mengorbankan jiwa dan raga kami saat ini juga!" Semuanya meneriakkan kalimat tersebut dalam hati, seperti doa untuk keselamatan.


Anak panah menghujani garis belakang para Goblin mengenai kepala, badan, atau kaki mereka. Tentu saja itu banyak dari mereka yang tidak membunuh targetnya, namun itu sudah lebih dari cukup untuk mengurangi jumlah musuh yang datang.


"Sekaranglah saatnya mencoba talent ini! [Guardian]!" seorang penjaga mengangkat perisai bersinar biru


"Rasakanlah kekuatan baruku! [Cinder Flame] ditambahkan ke tombak." seorang penjaga mengangkat tombak dengan mata bersinar merah.


"Anjay, lihat kemana kamu menyerang, Oi!" penjaga lain mengenakan sepatu dan senjata yang bersinar hijau.


Formasi falangs memastikan tidak ada satupun goblin yang berhasil lolos dari mereka, memastikan setiap musuh mati di depan mereka.


Melihat orang-orang yang bertarung tersebut, seperti menekan saklar dalam badan Antares. Dia mulai berjalan, dilanjutkan dengan berlari kearah garis depan. Skill [Mana Burst] segera diaktifkan untuk memperkuat badannya. Ketika dia hampir mencapai garis depan, Antares melompat keudara.


"[Firestorm]!"


Lidah api besar yang meliuk menyerupai tornado segera terbentuk ditengah-tengah kerumunan monster. Ukurannya sangat besar hingga membuat semua orang mencengkeram kakinya ditanah agar tidak terhempas oleh gelombang angin panas. Cahaya rembulan tiba-tiba digantikan cahaya merah terang yang membakar mata. Dalam sekejap api tersebut menelan belasan Goblin, meninggalkan badan hitam yang hampir berubah menjadi abu setelah kepergiannya.


"Wow... luar bi-- (smack) Ow!"

__ADS_1


"Jangan melamun sekarang! Jangan berhenti menyerang! Fokus pada musuh didepan kalian!" Steve meraung layaknya binatang buas. "Sekarang bukan saatnya untuk menahan diri, lepaskan semuanya. [Wind Chasing Arrow]!"


"Aye sir!"


Steve melepaskan anak panah yang diperkuat mana dan element angin. Terbang menembus udara dan mengenai targetnya dalam sekejap mata. Melubanginya kemudian menusuk ke tanah atau mengenai Goblin lain dibelakangnya.


Setiap penjaga di garis depan harus melawan 2-3 goblin di saat bersamaan. Mereka harus berpisah dari regu bertahan karena kurangnya tombak. Menjadikan diri mereka sebagai tameng bergerak. Pada kondisi ini, mereka akan memilih berkelompok antara 2 orang atau lebih guna menambah kesempatan bertahan hidup. Mereka akan menghadapi Goblin yang jumlahnya dua kali lebih banyak sembari menjaga punggung satu sama lain.


Diantara mereka Antares sendiri bergerak kesana kemari tanpa mengenal lelah. Memotong kepala goblin setiap kali mengayunkan pedangnya dengan teknik seefisien mungkin. Beruntung ia bertempur dimalam hari, karena output [Mana Burst] jauh lebih sedikit daripada tingkat regenerasinya. Jadi dia bisa terus mempertahankan pertarungan berkecepatan tinggi layaknya capung diudara. Satu demi satu Goblin tumbang menbuat banyak darah berterbangan di udara. Tubuhnya akan bergerak sesuai sensasi dan perintah dari alam bawah sadarnya. Jika manusia biasa mengalami apa yang Antares lalui saat ini, tubuh mereka tidak bertahan lebih dari 60 menit. Tulang mereka akan retak dan ototnya sobek karena dipaksa bergerak melebihi kapasitasnya. Sementara anak tersebut telah bertarung selama 3 jam nonstop.


"Steve, bukankah lebih baik untuk membiarkan Antares beristirahat? Dia terlalu memaksakan dirinya!" teriak salah satu penjaga digaris belakang


"Tidak, tidak perlu. Biarkan dia menikmati dirinya untuk sekarang. Aku bertaruh dia tidak bisa mendengar suara kita saat ini, itu lah yang sering terjadi kepada orang yang hendak menerobos batasnya. Tetap saja, jangan lepaskan pandangan kalian darinya." Sahut Steve sembari melepaskan anak panas magisnya.


"Baik!"


Dengan cepat gerombolan Goblin menurun menjadi 100 individu lebih sedikit. Moral para penjaga yang tinggi membuat para Goblin gemetar. Begitu mereka berpaling untuk melihat rekannya, maka tombak para penjaga sudah melubangi dadanya. Melihat bawahannya berkurang semakin cepat seiring waktu, Goblin Barbarian akhirnya menginjakkan kakinya di area pertempuran.


*RAaaaaa!*


"Akhirnya datang juga, tapi tetap saja, sial...!" Steve menggerutu. "Pasukan mundur!"


Sang kakek segera menarik mundur para penjaga, menggunakan formasi pertahanan total. Semua orang mematuhi perintah tersebut tanpa banyak berfikir, menyisakan anak kecil setinggi 140 cm yang dipenuhi oleh darah. Dimana seluruh bajunya telah berubah warna menjadi merah-kehitaman. Wajahnya sudah nampak pucat dengan nafas tersengal.


"Eru, ambil kendali! Aku akan membantu Antares menghadapi monster itu! Kau fokus saja dengan sisanya!"


"Oke!"


Steve segera melompat ke medan pertempuran. Tidak lupa, dia juga menghabisi para Goblin di jalan dengan ayunan busurnya. Ayunan mengalir kanan, ayunan horizontal kiri, gerakan menyapu kanan, upper cut, dilanjutkan dengan tendangan kencang. Goblin yang malang diterbangkan di barisan belang, kemudian mendarat di batang pohon besar yang meremukkan seluruh tulang punggung dan rusuknya. Ketika Steve sampai di garda depan, Goblin Barbarian sudah menghujamkan kapaknya ke posisi Antares.


Antares menghindari serangan tersebut dengan gerakan epic memutar badannya, membiarkan kapak tersebut mengalir jatuh tepat di depan wajahnya. Lalu ia melompat sesaat kemudian. Karena kekuatan yang besar, si kapak sampai tenggelam ke tanah. Kemudian tanah di sekitarnya meledak, menerbangkan bongkahan tanah secepat peluru. Namun semua projektil tersebut dapat di tangkis dengan mudah oleh Antares.


Skill dari Air Rider?! // Wajah Steve semakin mengeras.


Tepat pada saat bersamaan pilar api badai menyeruak dari atas tanah. Itu nampak tak masuk akal bagaimana kobaran api dapat menahan lontaran tanah, namun ketika bersentuhan dengan pilar api badai, peluru tanah tersebut langsung menguap jadi abu. Kemudian pilar tersebut berputar menjadi beliung yang terus membesar dan melahap apapun didepannya.


Si goblin mengaktifkan skillnya, lalu memotong tornado api tersebut beberapa kali. Tornado api tersebut terbelah dengan potongan yang jelas. Namun itu tidak menghilang begitu saja. Si goblin segera melihat ke arah kepala kapaknya, dan dia terkejut karena salah satu mata kapaknya telah berubah merah dan sedikit menetes ke tanah.


Api Magis tipe Special? Sejak kapan bocah itu dapat menggunakan teknik semacam ini?! // Syok dengan perkembangan Antares bukan berarti Steve melupakan tugas untuk mengalahkan sang Goblin. Sementara sang Goblin dapat menghalau 3 anak panah yang datang kepadanya dalam keadaan sama-sama syok.


Bukan hal yang aneh kalau skill Goblin Barbarian tidak berbuah manis, pasalnya hal tersebut sering terjadi dalam kedalam hutan. Namun ia tidak menyangka akan bertemu lawan setangguh dirinya didesa kecil semacam ini. Lebih dari itu, dia telah melihat pertempuran panjang antara para Goblin Warrior dan pejuang muda tersebut. Skill berpedangnya mengesankan, reaksinya juga mengesankan, namun hanya itu. Kekuatan yang ditunjukannya tidak seberapa. Sang Goblin Barbarian merasa keberuntungan mulai meninggalkan dirinya saat itu juga. Dan untuk itu, dia merasa agak marah.


"[Summer Rain]!" // Steve segera melepaskan skill lainnya. Formasi sihir terbentuk didepan busurnya, ketika melewatinya, anak panah seolah berpisah satu sama lain menjadi 4 semuanya terbuat dari angin murni.


Sang Goblin Barbarian dapat menghalau dengan satu ayunan besar. Otaknya dengan cepat menentukan tingkat bahaya dari dua musuh didepannya. Yang satu anak kecil berkekuatan besar dan satunya lagi orang tua berpengalaman. Dengan raungan tajam, dia menerjang kearah si tua Steve dengan mata merah menyala. Ia berfikir untuk menghabisi manusia yang paling lemah terlebih dahulu.


Ayunan diagonal kiri, upper cut, kemudian ayunan mengalir besar dari kiri.


Steve menghindar dengan melompat ke belakang pada setiap ayunan. Keringat dingin mulai membasahi tangannya sebagai reaksi alami. // Dia langsung menggunakan berseker mode!


Ketika sang Barbarian hendak menerjang dengan kombonya, Antares muncul dibelakang Goblin layaknya hantu. Ujung mata si Goblin sedikit berkedut merasakan kehadiran si bocah yang tiba-tiba. Kemudian dia segera mengayunkan kapaknya guna menghalaunya. (Klang !) Kedua senjata bertemu di udara, menciptakan gelombang kejut yang menakutkan.


Bahkan level 21 merupakan puncak dari potensi manusia, benturan antara dua kekuatan yang setara akan menghasilkan gelombang kejut layaknya granat tangan.

__ADS_1


Steve segera melepaskan anak panah lain yang dilapisi [Mana Burst]. Akan tetapi seperti yang diharapkan dari persepsi berseker, sang Goblin dapat menghindarinya semudah mengerakkan kepala.


Antares melompat ke belakang, mengambil kuda-kuda, kemudian menerjang ke Barbarian dengan pedang merah-oranye. Semua orang mengenai skill tersebut, kemapuan yang hampir seluruh pejuang miliki [Mana Burst]. Sang Goblin juga mengaktifkan miliknya, dan sekali lagi keduanya saling beradu kekuatan. Antares segera mengendurkan momentumnya, membiarkan serangan si Goblin mencapai tanah, kemudian dia menyayat tangan sang Barbarian. Luka yang dihasilkan tidak seberapa, kemudian api menyala berkobar dari bekas sayatan tersebut.


Si Goblin mendecak lidahnya dengan kesal, pertama karena anak itu berhasil melukainya, disisi lain, anak panah tengah terbang kearahnya. Sang Barbarian mengambil langkah lebar ke samping sembari mengangkat kepaknya ke belakang punggung. (klang) Anak panah tersebut memiliki momentum yang cukup kuat, kemudian ditambah skill sang Barbarian sendiri, kini serangannya menjadi dua kali lebih cepat.


Reaksi Antares masih cukup cepat untuk memblokir serangan tersebut, namun dia masih dihempaskan beberapa meter ke belakang.


Sial! Aku tidak ingin menggunakannya karena tidak terlalu berpengaruh pada pertempuran ini, meraunglah [Dragon Blood]! // Energi kuno segera menyembur keluar dari badan Steve. Kekuatannya kini setara dengan ranger level 11. Membuatnya cukup memenuhi syarat untuk bertarung dengan Goblin Barbarian. Kemudian dia langsung melepaskan rentetan anak panah dengan gila.


Sang Goblin Barbarian cukup terkejut dengan peningkatan tersebut, namun dia masih bisa menghindari dan menghalau anak panah tersebut. Sang Goblin langsung menerjang kepada Steve, kemudian menghujamkan kapaknya.


Steve menghindar ayunan kapak tersebut sedikit bersusah payah. Kemudian dia melepaskan anak panah dari busurnya dengan segenap kemampuan. Namun Si Goblin dapat menghalaunya dengan mudah.


Ketika sang Barbarian hendak menyerang, ujung mulut kedua orang tersebut berkedut. Sontak keduanya menjauh saru sama lain dengan terburu-buru. Sekejap kemudian pilar api menyembur dari bawah tanah keduanya. Suhunya sangat panas hingga mereka merasa terbakar meski tidak menyentuhnya secara langsung. Tornado api tersebut terus membesar sampai beberapa saat, sebelum menghilang tanpa bekas sedikitpun.


Kamu ingin membunuhku bocah! // Steve tidak bisa menahan teriakannya.


Antares segera menerjang kepada si Goblin sementara Steve melepaskan beberapa anak panah. Sang Goblin menggertak giginya, kemudian kapaknya diselimuti mana yang menyala.


Antares sedikit mengurangi momentumnya sesuai instingnya. Anak itu bisa mendengar suara dari belakangnya, namun dia tidak bisa memahaminya dengan jelas.


Sang Goblin menekuk lututnya, kemudian menerjang kearah Antares sekuat tenaga.


"Rassyvielk !"


Kapak diayunkan dengan kuat seperti orang gila. Antares menghindar dengan lompatan akrobatik malas keudara. Dari ujung matanya dia bisa melihat gelombang energi terbang dalam bentuk bulan sabit. Serangan tersebut tidak sampai disana. Mengikuti daya yang dihasilkan, Sang Goblin melakukan putaran penuh kemudian melepaskan serangan diagonal kebawah. Antares tidak sempat untuk menghindarinya diudara, dia hanya bisa meminimalisir damage yang akan diderita menggunakan pedangnya. Dengan suara nyaring dan kilauan cahaya Antares terhempas lagi. Kali ini, dengan luka baru dibadannya.


(to be Continue)


♦♦♦


tinggi Goblin Warrior \= 130 cm


tinggi Goblin Barbarian : 160 cm


sejauh ini Goblin Barbarian telah menggunakan 4 skill [Mana Burst] [Ground Breaker] [Rage of the Warrior] [Swell and Down]


Goblin Barbarian :


Hp : 88% (burn efek)


Mp : 45%


Steve the Huntsman :


Hp : 95%


Mp : 32%


Antares Oliviera :


Hp : 44%

__ADS_1


Mp : 65%


__ADS_2