
Hari sebentar lagi gelap. Crimson Vortex menemui dua anggota lain yang tengah melakukan pengintaian bersama Steve dan Antares. Tidak lupa, mereka juga membawa sedikit makanan untuk Noril dan Sigur. Setelah keduanya selesai makan, mereka kembali mengawasi gua yang menjadi sarang para goblin tersebut.
Antares belum menunjukan kemampuan apapun, termasuk tongkat kehidupan di storage yang merupakan item kelas Demigod, dan dia berharap untuk tidak pernah menggunakannya. Tidak, jika apa yang orang-orang itu katakan benar, maka tidak akan ada masalah jika Antares mengeluarkan item tersebut. Toh, dia masih bisa meminta bantuan Ren apabila musuh ada musuh kuat yang mendekat.
Jauh dibawah sana, satu atau dua goblin akan berlalu lalang setiap beberapa saat. Menunjukan sarang yang masih dipenuhi aktifitas kehidupan. Hiiro berceletuk ringan, "Kita beruntung karena para goblin itu tidak berpindah sarang, setelah Saga memperlihatkan kemampuannya."
Apa yang dilakukan Saga sebelumnya, merupakan variasi dari penggunaan talentnya. Biasanya dia akan menyelimuti seluruh pedangnya dengan [Light of Dawn] dan digunakan untuk serangan langsung yang mematikan. Itu sangat efektif apabila musuhnya hanya satu, dan bergerak lambat.
Sementara Saga hanya diam, Percival angkat bicara. "Jadi kita lakukan rencana A?"
Arthur terdiam sejenak, kemudian keluar dari persembunyiannya. "Ya, formasi A. Ayo pergi!"
Begitu Arthur memberikan tanda, Hiiro segera mengangkat busurnya dan menumbangkan dua goblin yang kebetulan melintas di depan gua. Anak panah yang terbuat dari energi magis melesat dengan cepat diudara, mengenai kepala para goblin dengan telak. Para Crimson Vortex melalui mayat goblin tersebut beberapa saat setelahnya. Dibelakang mereka, Steve dan Antares mengikuti dalam diam.
Bau darah yang menyebar keudara segera membangunkan kewaspadaan pada Goblin yang lain. Ketika mereka melihat kearah sumber bau, anak panah magis, pisau terbang, dan tebasan tajam menumbangkan mereka satu demi satu. Suara teriakan segera menggema dalam gua yang bersahutan satu sama lain. Membuat keadaan semakin kacau.
Para petualang sendiri merasa takjub dengan jumlah goblin yang masih sangat banyak, mengingat angka yang mati beberapa saat lalu juga tidak sedikit.
*Aargh!*
*Hiee!*
Ruang pertama... Seluruh goblin biasa terbunuh dalam hitungan detik.
Ruang kedua... Goblin Barbarian dibantai dalam satu serangan oleh Arthur.
Ruang ketiga... Arthia membekukan seluruh ruangan dengan sihir es
__ADS_1
Ruang keempat... Ren membakar semua monster dengan Firestorm.
Ruang keenam...
Ruang ketujuh...
Ruang ke kedalaman...
Ruang ke sembilan... Akhirnya mereka sampai di ruangan boss.
Pemandangan yang tidak asing segera terpantul di mata Crimson Vortex dan Steve. Dengan semua senjata diarahkan kepada mereka. Antares sendiri menyapu pandangannya keseluruhan ruangan. 100 level 11+, 30 level 21+, 17 25+, 10, 31+, 1 50+ angka-angka itu secara singkat terlintas dibenak Antares, kemudian dia menatap Orge subspesies yang duduk malas diatas tahta.
"Oh, kalian kembali lagi? Agak tak terduga. Jadi, apa kalian sudah siap menjadi makan malam anak buahku?" Katanya dengan seringai kejam menghiasi wajahnya.
Sebagai subspesies Orge, badannya hanya setinggi 2'4 meter. Menyerupai manusia berotot tebal dengan warna kulit abu terang. Dia memiliki sepasang tanduk di kepalanya yang menyerupai salah satu jenis spesies rusa, dipadukan dengan rambut berwarna putih gelap. Dia mengenakan celana dan semacam pelindung pinggul yang terbuat dari kulit binatang.
"Kami akan pulang dengan selamat, setelah mengeksekusi mu, penguasa goblin!" Arthur mengacungkan pedangnya.
Percival menghujamkan tombaknya ke tanah, menciptakan tombak cahaya yang mencuat dari tanah. Dibelakangnya, Noril melesat ke bersama Samantha memotong para Goblin yang berdiri di barisan depan dengan teknik mereka. Sementara Arthur dan Antares menghujani pasukan tersebut dengan AoE berelemen api dari udara. Tidak memperdulikan mereka, Saga langsung menerjang kearah Orge subspesies tersebut. Dengan bunyi (Bam!) yang besar, kepulan debu menyebar ke berbagai arah.
"Krucoiekaiak!"
"Kriesokieve!"
Setelah kekacauan berakhir, para petualang tersebut membentuk lubang besar tepat ditengah-tengah pasukan goblin tersebut. Sementara Saga akan berduel dengan si Orge.
"[Summon : Guardians of Faith]." Tahlia mengaktifkan sihirnya dengan wajah yang taat, sementara mana yang keluar dari badannya berkumpul menjadi satu diudara. Kemudian mahkluk menyerupai manusia yang terbuat dari angin segera tercipta. Itu adalah Greater Spirit dari jenis Angin. Selanjutnya Thalia menggunakan mantra [Bless] untuk meningkatkan kemampuan semua orang
__ADS_1
"[Bless of Fairy Court]!" Arthia juga mengaktifkan sihirnya untuk memperkuat semua orang jauh lebih kuat lagi.
"Oh, kalau begitu aku juga tidak tinggal diam, [Persona]!" Antares menciptakan 3 sosok humanoid yang terbuat dari gumpalan mana yang menyerupai dirinya sendiri. Masing-masing dari mereka ialah Saga, Arthur, dan Percival yang telah dia copy sebelumnya. Meski Antares bisa mempercayai Saga, namun tidak dengan anggota yang lain. Jadi dia harus menyembunyikan hampir keseluruhan kemampuannya dan hanya menampilkan yang sudah mereka ketahui. Itu berarti dia hanya bisa menggunakan Firestorm dan teknik berpedang, karena dia membawa pedang.
"Hei, kamu bisa melakukan sesuatu semacam itu? Bukankah itu agak menakutkan?!" Hiiro tersentak melihat gumpalan cahaya tersebut. Dia akan jauh lebih ketakutan jika tahu kalau mereka adalah replika dari rekan-rekannya.
"Ah, aku hanya bisa membuat 4 bayangan. Jadi jangan terlalu berharap." Kata Antares tanpa menoleh ke belakang.
"Kau selalu saja mengejutkan kami, bocah!" Steve hanya menyeringai melihat peningkatan kemampuan anak itu.
"Baiklah ayo lakukan, [Cleave of Salvation]!" Percival mengalirkan mana dalam bentuk cahaya kedalam tombaknya kemudian mengayunkannya dalam gerakan mengalir/horizontal. Raungan demi raungan goblin terdengar setelah mereka terpotong oleh gelombang cahaya. Sebuah teknik variasi dari talentnya, [Light of Salvation].
Arthur juga sama, dia mengaktifkan talentnya [Prometheus] dan memberikan kerusakan fatal kepada para Goblin.
Begitupun dengan Antares dan ketiga bayangannya. Dia hanya menggunakan [Firestorm] + [Mana Burst] dan gerakan secepat kilat hingga meninggalkan bekas menyerupai jaring laba-laba.
Dalam pertarungan melawan mahkluk hidup, [Touch of Undead] milik Samantha dan [Astral Form] Noril merupakan senjata yang paling mematikan. Dimana setiap serangan dari Samantha akan menguras banyak sekali energi kehidupan dari lawannya. Jika perbedaan level antara keduanya mencapai 10 poin lebih, maka Samantha bisa membunuhnya dalam satu serangan meski hanya dengan goresan kecil saja. Dan energi yang diserap akan digunakan olehnya, menyembuhkan dirinya secara setiap kali serangannya mendarat.
Noril sendiri berubah seperti hantu yang tidak bisa disentuh. Dia bisa bergerak bebas ditengah pasukan musuh seperti ikan di lautan. Senjata sihir tidak efektif melawannya, termasuk juga skill. Hanya sihir tipe khusus dan skill dikelas Demigod saja yang mampu melukainya. Saat ini, orang terkuat yang memiliki kemampuan melukainya tengah berduel satu lawan satu dengan Saga. Jadi, Noril berubah dari pria yang pendiam menjadi malaikat maut yang mencabut nyawa layaknya memotong rumput.
Ah, senjata utama Samantha dan Noril adalah jenis pisau.
Steve yang merupakan anggota paling lemah dibuat kesulitan dengan level para goblin level tinggi. Jadi dia harus tetap didalam ditengah formasi dan membantu dari sana. Apabila serangan biasa anggota lain mampu memotong lengan goblin Warrior, maka Steve hanya memberikan luka ringan. Itu adalah perbedaan nyata antara level 21+ dan dibawahnya.
Dan tidak lupa, Sigur. [Rage Enhancement] dari kelas Barbarian dan talent [Strom Herald] membuatnya tidak lebih dari mesin pembunuh. Hampir tidak ada perbedaan apakah dia seorang dewa perang yang turun ke bumi atau siluman yang haus akan darah.
Dengan begitu, pertempuran melawan pasukan Goblin resmi dimulai.
__ADS_1
(Bersambung...)
♦♦♦