
Samantha dan Noril segera melesat menuju distrik timur dibawah cahaya rembulan. Skill persembunyian mereka diaktifkan saat keduanya melompat dari satu atap ke atap yang lain. Dengan level mereka, berlari dari distrik barat hingga selatan tidak memakan waktu lebih dari beberapa detik saja. Kemudian mereka akan bertengger di atas bangunan tertinggi seperti burung hantu. Mengawasi bangunan kumuh yang nampak dibangun begitu rapi.
"Dia berada di bawah sana." kata Noril setelah mengkonfirmasi keberadaan target menggunakan skillnya.
"Yeah, aku bisa merasakannya." Sahut Samantha.
Tidak ada suara yang terdengar disekitar mereka berdua, karena Samantha dan Noril berkomunikasi menggunakan telepati. Melalui item yang serupa, Samantha menghubungi kaptennya beserta seluruh anggota party.
"Aku akan pergi lebih dulu. Lagipula tidak banyak yang bisa merasakan keberadaan sosok astral." Begitu Noril berubah transparan, ia dikagetkan dengan kentalnya perasaan tengah diawasi.
"Meow~" Suara seekor kucing tiba-tiba terdengar dari belakang kedua assassin tersebut. Membuat Samantha dan Noril segera melompat dan menarik senjata mereka. Lalu mendarat di atap bangunan yang lain tanpa suara sedikitpun.
"Meow~" Itu adalah kucing kuning-coklat bertotol hitam yang menyerupai jaguar versi mini.
"Mungkinkah semacam peliharaan magis?" tanya Samantha kepada pihak yang lain.
"Siapa yang membiarkan peliharaan semahal itu berkeliaran dikota begitu saja?" Sahut Noril dengan pertanyaan lain. "Dan lagi, dia bisa mengetahui keberadaan kita dengan [Presence Concealment] aktif!"
Setelah memperlihatkan dirinya, kucing tersebut menghilang tepat didepan kedua mata assassin tersebut. Noril hanya bisa membelalakkan matanya dalam diam, tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Sementara itu, Samantha tidak begitu terkejut karena pengetahuannya tentang Night Watcher.
"Dia bisa menggunakan partial authority dari persembunyian." katanya pada Noril.
"Maksudmu otoritas dari dewa mimpi itu?" Noril bisa sedikit memahami kejadian diluar logika tersebut. "Jadi, kamu mengerti pesan yang ingin disampaikannya? atau dia hanya ingin menunjukan dirinya saja?"
"Aku tidak tahu." Samantha juga tercengang.
"Hei, ini aku, Antares. Noir memberitahuku kedatangan kalian, jadi bisakah kalian bergerak sedikit lebih cepat? Aku akan menjelaskan sisanya nanti." Suara anak-anak yang masih belum pecah sampai di pikiran kedua assassin.
__ADS_1
Noril dan Samantha saling bertukar pandang untuk sejenak. Kemudian, salah satu dari mereka menjawabnya.
"Dimengerti."
Keduanya mulai berfikir kalau kucing tadi bernama Noir. Dia mengawasi tempat ini atas perintah Antares. Jadi dia berniat melakukan sesuatu dengan tempat ini, namun kemudian Samantha dan Noril datang. Dalam kata lain, pesan dari pelayan itu, hanyalah cover untuk menutupi kekuatan dan tindakan Antares.
"Benar-benar anak yang menjengkelkan, tidak bisakah dia melakukannya lebih cepat?" gerutu Noril dengan kesal.
Samantha hanya tertawa kecil, "Nampaknya dia tipe yang mengkhawatirkan banyak hal."
Samantha dan Noril masuk kedalam bangunan kumuh tersebut melalui jendela setengah tertutup. Ada cukup banyak penjaga didalamnya, yang sekilas setara dengan petualangan rank perak sampai emas. Para penjaga tersebut tidak bisa merasakan keberadaan penyusup yang baru saja masuk. Lalu Noril dan Samantha memulai misi pembersihan tersebut.
Menggunakan [Astral Form], Noril membuat pedangnya semi transparan. Memotong urat leher, nadi, dan syaraf dibalik kulit leher mereka. Sementara itu, Samantha menyerap energi kehidupan mereka dengan cepat membuat mereka merasa lelah, kemudian terlelap untuk selama-lamanya. Tentu saja mereka memastikan kalau para penjaga tersebut tidak jatuh dan menimbulkan kegaduhan. Dalam waktu singkat, seluruh penjaga di lantai pertama telah di habisi tanpa setetes darah tumpah di lantai.
"Hmmmm, itu harusnya disini. Hati-hati jebakan."
Samantha hanya diam ketika dia mengikuti Noril berjalan menuju ke basemen. Noril dan Samantha mengaktifkan skill yang berfungsi untuk mendeteksi jebakan, dan mereka menemukan cukup banyak jebakan kecil namun mematikan tersembunyi dibalik dinding dan langit-langit.
Sampai di basemen, mereka menemukan banyak sekali kotak kayu berukuran besar.
Setelah memastikan tidak ada jebakan aneh, Samantha segera membuka salah satu kotak. Matanya terbelalak begitu ia melihat isi dalam kotak tersebut. Terdapat seorang gadis remaja didalamnya, dalam kondisi terikat dan mulut disumpal, juga telanjang.
Gadis tersebut tampak bersih dan terlelap dengan pulas. Seolah tidak mempedulikan apapun didunia ini.
Melihat kondisi gadis tersebut, seketika itu juga darah Samantha mendidih. Wajah seseorang tiba-tiba saja terbersit dalam benaknya. Suara renyah terdengar dari kayu yang berada di tangannya. "Para Bajingan Bangsat itu...!!!"
Emosinya sedikit mereda ketika Noril menyentuh pundaknya. "Kita akan menghabisi mereka. Bersabarlah sedikit lagi."
__ADS_1
"Maaf, aku tidak bisa mengendalikan diriku untuk sesaat." Samantha mengambil nafas panjang, memfokuskan perhatiannya dengan tekad yang baru.
Noril berkata apa-apa lagi. Dia mengetahui rasa sakit yang diderita Samantha lebih dari dari siapapun. Tapi, dia tidak berniat untuk menghiburnya.
Sayangnya, ruangan tersebut hanya berisi kotak-kotak tersebut. Sekilas, mereka mengetahui kalau hampir semua kotak tersebut berisi mahkluk hidup. Samantha hendak menyelamatkan mereka, namun ia mengurungkan niatnya. Setidaknya untuk saat ini.
Ketika mereka hendak kembali, terdengar suara langkah kaki yang bergema dari tangga. Kedua assassin segera bersembunyi dibalik kotak meski skill persembunyian mereka masih aktif. Tak lama kemudian, mereka segera menunjukan dirinya. Sepasang penjaga yang setara petualangan Orichalcum.
Tidak begitu mengherankan kalau organisasi seperti Serigala Hitam memiliki petualangan rank Orichalcum didalamnya. Mereka juga tidak akan terkejut jika melihat petarung sekelas Adamantine, karena reputasi mereka yang mampu mengendalikan dunia bawah kerajaan. Lagipula, itu tidak akan mengubah apapun, dihadapan seorang petualang kelas Heroic dan Night Watcher.
"Aku dengar kita mendapatkan barang baru yang sangat bagus malam ini." Kata salah satu pria sembari menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. Dia sedikit terkejut ketika melihat salah satu kotak masih terbuka.
"Siapa yang membiarkan kotak tetap terbuka? Walaupun mereka bekerja setengah mabuk, tapi bukankah ini terlalu ceroboh?" kata pria yang lain, berjalan mendekati kota yang terbuka tersebut. Dan menutupnya tanpa mengedipkan mata. "Ah, aju sudah melihatnya. Bahkan kalau dia laki-laki, aku tetap ingin mencobanya."
"Benarkah? seorang bocah? apa dia sebagus itu hingga pria garis keras sepertimu tertarik padanya?" tanya pria yang lain.
"Yeah, dia sebagus itu. Mungkin saja dia memiliki kelamin ganda atau bagaimana, aku juga tidak tahu. Tapi dia memiliki tato berbentuk berlian yang mengitari lehernya. Jujur saja aku merasa pernah melihat tato tersebut, tapi tidak bisa mengingatnya sedikitpun." Kata salah satu si penjaga sembari berjalan ke kotak lain, mengeceknya satu persatu.
"Mungkin saja itu hanya imajinasimu? kalau kamu tidak ingat berarti tidak terlalu penting."
"Hahaha, itu bisa saja."
"Begitukah? terimakasih untuk infonya." Noril berbisik dari belakang salah satu penjaga. Salah satu tangannya membungkam mulut si penjaga, sementara tangan yang lain menusuk lehernya dengan sebilah belati. Si pria tersebut mengeluarkan suara aneh sebelum kesadarannya menghilang.
"Kerja bagus." Ia menoleh ke arah Samantha yang juga berhasil melumpuhkan penjaga yang lain. "Sayangnya kita tidak bisa mengetahui dimana jalan rahasia itu."
"Nampaknya skill kita menjadi sedikit usang." Samantha tertawa kecil.
__ADS_1
(bersambung...)
♦♦♦