
Aura merah menyala merembes keluar dari telur tersebut untuk beberapa saat sebelum kepala merah keluar dari dalamnya. Naga kecil tersebut membuka matanya, kemudian kedua anak itu terpaku dalam pandangan satu sama lain.
Aku terlihat cukup tampan... ahem, aku bisa melihat diriku sendiri. Rasanya aneh karena aku bisa melihat dua hal pada saat yang sama. // Antares menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Ketika dia melakukannya, hanya kepalanya saja yang bergerak sementara kepala naga tersebut tetap diam. Kemudian dia menggerakkan lengan dan ekor si naga kecil, dan anggota badan naga tersebut yang bergerak.
Aneh, tapi menarik. Bukankah itu berarti aku memiliki dua otak yang berbeda sekarang? // Antares mencoba menggerakkan cacing parasit yang ada dalam tubuh naga tersebut, dan keduanya tetap diam walau dia merasa ada sesuatu yang bergerak. Tidak lama kemudian sebuah tentakel keluar dari bahu naga kecil, melambai-lambai seperti rumput laut.
Lebih mudah digunakan daripada yang kuduga. Syukurlah, wahai tuhanku, terimakasih untuk segalanya. // Tuhan yang ia maksudkan bukanlah Ren Marik, melainkan [ ].
Saat ini, Antares masih melepaskan level 81 yang belum berubah sedikitpun sejak pertempurannya dengan Orge merah tersebut. Oleh karena itu, naga kecil tersebut seharusnya juga level 81 atau memiliki kekuatan setingkat itu, melalui perantara parasit. Tapi rupanya itu tidak terjadi, naga tersebut masih berada di level 1. Melihat status si naga kecil yang hanya 1 membuat Antares sedikit memiringkan kepalanya.
<< Perhatian, apakah anda ingin mengaktifkan efek spesial dari [Virtual Bug] >>
Yeah?
Begitu Antares mengiyakannya, dunia terasa berubah. Bintang-bintang di langit malam menjadi lebih terang dan gemerlap. Angin malam menjadi lebih sejuk, namun tidak membuat orang kedinginan. Dunia terasa lebih sunyi dimana setiap mahkluk terlelap dalam tidur, termasuk para binatang malam dan jiwa-jiwa yang gundah. Sementara pohon-pohon di hutan dan rerumputan di pinggiran kota tumbuh tumbuh dengan kecepatan yang terlihat jelas dipenuhinya oleh energi kehidupan.
Para entitas tingkat tinggi yang biasa dikenal sebagai Dewa-dewi bangun dari tahtanya. Setiap dari mereka mengangkat kepalanya ke langit ke arah sumber fluktuasi spiritual tersebut. Beberapa terlihat terkejut, beberapa nampak mengernyit, dan sisanya tersenyum lembut.
Satu kalimat terlepas dari bibir mereka.
"Darkness."
Authority dari kegelapan menyelimuti seluruh benua. Menyebabkan malam menyelimuti segalanya. Kedamaian, ketenangan, dan para binatang malam yang tertidur, semua fenomena tersebut hanya merujuk pada satu authority. Sementara aura kehidupan dan alam yang tumbuh dengan cepat tidak termasuk dalam portofolio-nya, itu bisa dideduksi sebagai magic item dengan mudah.
__ADS_1
Hari ini akan dikenal sebagai seribu satu malam yang akan dikenang dalam sejarah. Hari dimana malam menjadi lebih panjang, dan segala penyakit disembuhkan, termasuk penderita kanker stadium 4.
Sementara bocah yang menyebabkan semua itu, tengah asik bermain dengan naga berukiran kecil yang dipenuhi keagungan, aura kuno, dan kekuatan destruktif.
Dalam waktu 10 detik, seluruh peradaban kota, desa, bibir pantai, pegunungan beku, padang tundra dan padang pasir berubah menjadi hutan purba yang belum terjamah manusia dengan pohon-pohon tinggi, dan dahan yang menutupi langit. Hingga cahaya merasa sulit untuk menembusnya. Dan tidak ada yang menyadarinya kecuali entitas level 91 keatas. Sementara entitas level 81 keatas hanya terpengaruh selama beberapa saat saja, sebelum tersadar kembali.
Ketika matahari menyinari benua tersebut, 72 jam telah berlalu.
Antares keluar dari rumahnya dipenuhi energi. Naga kecil bersisik merah melayang-layang di sekitarnya dengan ceria, kemudian mendarat di pundak si anak. Keduanya mengeluarkan aura level 45 yang tidak terlalu kuat, level asli Antares. Beberapa individu tertentu bisa merasakannya, namun selain itu nampak disembunyikan dengan baik. Tidak ada matahari, tidak ada langit biru, hanya hutan rimbun yang belum terjamah peradaban. Tidak lama kemudian seorang kakek tua keluar dari pintu, dia mengucek matanya beberapa kali, lalu...
"Geddeee!" adalah reaksi pertama yang diekspresikan oleh Steve. "Apa yang terjadi?! Kita dimana?"
"Heeeh, percaya atau tidak, kita sudah tidur selama 3 hari 3 malam. Mungkin seorang berhasil naik ke tingkat dewa atau semacamnya, aku juga tidak tahu." Kata Antares dengan enteng.
Secara keseluruhan, tingkat semua monster di hutan Astera naik dengan pesat, dari mulanya level 11, kini rata-rata berada di 31an. Itu karena energi kehidupan dan energi bintang yang membuat semua binatang buas bermutasi dan evolusi. Sisi positifnya, jumlah mereka tidak benar-benar berkembang pesat. Selain itu, tempat ini menjadi farm yang sempurna untuk Antares.
Pada faktanya, peningkatan tingkat bahaya tersebut terjadi di semua tempat di benua tersebut.
"Darimana kamu tahu?" Tanya Steve keheranan. Sebelum sebuah ide terbersit di kepalanya dengan ungkapan, "ah."
Dia pasti sedang memikirkan Ren saat ini. Hm, sudah seminggu dia tidak mengunjungiku, apakah Ren mendapatkan mainan baru di luar sana? Ceh, entah kenapa aku merasa agak kesal. // Antares melirik kakek tersebut dengan wajah dingin.
"Jadi, kita pergi atau bagaimana?"
__ADS_1
"Baiklah, sebelum itu mari sarapan lebih dulu. Aku merasa ingin makan daging hari ini!" Steve memasuk kedalam rumah dengan tawa keras.
Kita sudah makan daging setiap hari…… // Antares tidak bisa berkata-kata. "Hei, anak baik, kamu mau bermain atau sarapan lebih dulu? Tidak? Baiklah, baik-baik dijalan."
Antares mengelus dagu dari naga tersebut dengan lembut, membuatnya mendengkur geli. Setelah itu naga tersebut terbang meninggalkan mereka.
Pada dasarnya jiwa naga tersebut sudah sepenuhnya tidak ada. Dimakan oleh parasit Antares, dan dikendalikan olehnya. Jadi Antares tidak perlu berinteraksi semacam itu, karena keduanya merupakan individu yang sama.
Si naga kecil itu sendiri bisa menggunakan item yang dimiliki Antares karena mereka mengakses sistem yang sama. Namun untuk saat ini, perlengkapan si naga kecil hanya cincin transformasi yang dia pakai di tanduknya.
Sang naga melesat dengan cepat, meninggalkan garis merah di belakangnya. Dia juga mengaktifkan [Presence Concealment] dan [Mana Burst] untuk berjaga-jaga. Kemudian perburuanpun di mulai.
"Ah, hari yang indah." Antares berdiri disana sampai garis merah itu menghilang sepenuhnya. Kemudian dia masuk kedalam rumah. Berjalan melewati dapur dan langsung menuju ke kamar mandi. Dia membuka bajunya secara perlahan, sebelum tangan yang agak dingin merambat dari belakang punggungnya.
"Mengapa kita tidak bersenang-senang sejenak? Masih ada banyak waktu untuk dihabiskan." Suara lembut berbisik di telinganya membuat badan Antares terasa lemas, dan suhu tubuhnya naik seketika.
Sensasi yang tidak biasa seperti aliran listrik yang merambat dari punggung Antares, menyebar ke seluruh badannya.
"Ren…"
"Kenapa? Kamu merindukanku? hehe."
"Stupid……."
__ADS_1
(bersambung...)
♦♦♦