Another : Memory of Another World

Another : Memory of Another World
Ch. 60 Gadis Aneh


__ADS_3

Samantha dan Noril terus bergerak untuk mencari keberadaan Antares. Menggunakan kemampuan dan keahlian yang telah dilatih selama bertahun-tahun, mereka akhirnya menemukan jalan rahasia menuju ke lantai bawah tanah. Lokasinya rupanya berada di sebelah ruang untuk menuju ke basemen. Tidak terlalu tersembunyi, juga tidak terlalu mencolok. Ditempat yang mudah diabaikan tersebut, terdapat sebuah tangga kecil yang tersembunyi dibalik lantai kayu.


Keduanya sekali lagi memastikan keberadaan jebakan yang mungkin membahayakan mereka. Beruntungnya, hanya ada jebakan cairan asam beracun saja di tangga tersebut. Selama tidak ada yang mengaktifkan jebakannya, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Sampai di lantai dasar, mereka segera disambut oleh lorong yang dipenuhi ruang tertutup. Ukuran pintu kayu itu sendiri cukup tipis, sehingga cukup mencurigakan karena tidak ada suara yang terdengar.


"Aku akan memeriksa masuk." Noril mengirimkan pesan kepada Samantha melalui item berbentuk kalung di lehernya.


Samantha memberikan anggukan ringan, kemudian ia melompat ke langit-langit yang setidaknya setinggi 3 meteran tersebut.


Begitu Noril membuka pintu, dahinya segera mengerut dengan aroma amis dan besi menyengat yang menusuk hidung. Ditambah ruangan yang agak lembab serta aroma amoniak yang entah datang dari mana, ia terheran-heran untuk apa sebenarnya ruangan tersebut. Namun semua keanehannya itu segera menghilang begitu ia melihat kasur besar dan lentera magis di atas meja kecil.


Duduk di atas kasur tersebut ialah seorang gadis belia yang telanjang dipenuhi luka lebam. Sekilas cukup sulit untuk menemukan area yang tidak terluka pada badannya. Dalam ruangan yang redup tersebut, Ia memperlihatkan wajah yang hampir sulit dikenali dan memprihatinkan yang akan membuat anak-anak trauma dalam sekali tatap. Salah satu matanya membengkak dengan seperti akan meledak. Sementara mata yang lain tidak bisa dibuka sepenuhnya. Rambut hitamnya yang panjang, membuat sosoknya tambah menakutkan. Sementara itu, disisinya terdapat seorang pria gemuk tanpa busana yang tak sadarkan diri.


"Ah, kalian sudah sampai. Maaf, tunggu sebentar." Kata si gadis dengan suara serak, lirih, tapi anehnya sampai di telinga Noril. Mana segera bergerak dalam tubuh si gadis kemudian secara perlahan luka pada badannya mulai membaik dengan mengeluarkan efek asap putih.


"Kamu mengenalku?"


"Bisa dibilang begitu. Kamu seorang anak ketiga dari bangsawan yang jatuh akibat konspirasi perdana menteri. Ayahmu dieksekusi atas tuduhan palsu di istana kerajaan, sementara ibumu menj--"


"Stop! Bagiamana kamu bisa mengetahui semua informasi itu?!!"


Apa yang terjadi? bagaimana bisa seseorang mengetahui informasi pribadiku? apakah orang sehebat itu di guild assassin? ataukah itu dari para pencuri? Siapa gadis ini sebenarnya? // Pikiran Noril segera mengembara dengan liar.


"Jangan khawatirkan itu. Pertama, mengapa kamu tidak meminta Samantha masuk? Jangan khawatir, aku sudah menghabisi seluruh penjaga di lantai ini. Kecuali beberapa orang yang tengah bermain dengan Antares saat ini." Katanya lagi, tanpa menampilkan ekspresi apapun.


Noril menyipitkan matanya. Ia merasa sangat syok, tapi juga bingung. Ia tidak tahu harus memulai dari mana. Keberadaan Samantha yang merupakan Nightwatcher. Situasi Antares. Keadaan para penjaga. Semuanya! seolah ia mengetahui semuanya!


"Tidak, kita bisa berbicara setelah menyelamatkan anak itu. Apa yang kamu ketahui soal Nightwatcher?" katanya dengan ekspresi serius.


"Hanya beberapa orang yang bisa mengenali keberadaan Nightwatcher. Bahkan dengan bukti yang sangat jelas di depan mereka."

__ADS_1


"Benarkah?" Noril agak skeptis dengan kata-kata gadis tersebut.


Tidak perlu waktu lama sampai gadis tersebut pulih sepenuhnya. Kecantikannya yang telah menghilang kini kembali lagi, dan lekuk tubuhnya yang ideal. Kecantikan yang membawa petaka pada kehidupannya.


"Kamu tertarik?"


"Tidak makasih."


Si gadis membuka lemari kecil di samping tempat tidur, mengeluarkan satu set seragam pelayan hitam putih yang masih baru dan bersih. Kemudian dia mengenakannya begitu saja.


"Sayangnya tidak ada sepatu disini, atau ada ya?" Dia membuka seluruh laci, dan menemukan banyak sekali obat dan mainan dewasa. Kemudian di laci paling bawah, ia akhirnya menemukan set stoking putih dan sepatu. "Baiklah, ayo pergi."


Kehadiran gadis tersebut dan keadaan disekitarnya, membuat pemandangan yang sangat kontras.


"Kamu tahu dimana Antares?"


"Ya, dia ada di salah satu kamar ini. Buka saja satu persatu."


"Belum pernah?" Gadis tersebut tertawa kecil.


Noril ingin memanggil Samantha, tapi ia sangat terkejut melihat pintu ruangan tersebut terbuka satu demi satu. Gadis belia hingga wanita muda keluar dari ruangan tersebut dengan ekspresi rileks, yang mana sangat tidak cocok dengan kondisi lingkungan disekitarnya. Ada juga anak laki-laki yang dibawa untuk memenuhi hasrat pria dengan fetish aneh atau wanita S.


Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini hanya lelucon belaka? // Noril hanya diam terpaku.


Sementara itu, Samantha yang melihat Noril keluar dengan seorang pelayan dengan santainya memilih untuk keluar dari persembunyiannya. Ia juga sangat terkejut melihat pemandangan tersebut.


"Err, apa kamu tahu apa yang terjadi disini?" Tanya Samantha kepada gadis pelayan yang ada si samping Noril.


"Ah jangan tanyakan itu! Aku tidak mau menjawabnya. Benar, aku terlalu malu untuk mengatakannya." Kata si gadis dengan nada ceria, seolah bertemu kenalan lama.


Samantha segera melirik kearah Noril hanya untuk mendapat jawaban dengan tatapannya.

__ADS_1


"Dahlah, ayo pergi. Nah jika kamu bertemu dengan Antares dimasa depan, mungkin kamu akan menyesal karena menyelamatkannya hari ini." Kata gadis tersebut.


"Ah, capeknya! Walau aku gak merasa capek sih." Kata gadis yang lain.


"Fufufu, mungkin sekarang kita bisa mencoba melakukan itu, nightime skinship." Celetuk gadis yang lain.


"Itu akan menarik dilakukan, hehehe." Sahut gadis yang lain dibarengi dengan tawa kecil yang bergema dalam ruangan tersebut.


Tawa bernada rendah tersebut bergema sepanjang lorong seperti bisikan jahat yang sampai di telinga Samantha dan Noril. Membuat seluruh bulu kuduk mereka berdiri tidak nyaman.


"Menakutkan!" bisik Samantha pada Noril. Yang mendapat anggukan keras sebagai jawaban.


"Baiklah ayo pergi."


"Kalau begitu kami akan mengambil setiap barang berharga di tempat ini. Haruskah aku membunuh si Carlos itu saat ini juga?"


"Kurasa tidak kan, aku berfikir untuk mengutuknya dengan kesialan dan nasib buruk, hehehe."


"Ayo perlihatkan wujud malaikat kematian yang sebenarnya padanya, agar dia tidak bisa tidur nyenyak dimalam hari."


"Ditambah kutukan untuk selalu mendapatkan mimpi buruk. Juga 3 macam diabetes."


"Setelah itu, kita bisa makan-makan, yey!"


"Jangan khawatirkan mereka. Pada dasarnya kami memang sekuat itu. Tapi, nah ads beberapa hal yang perlu diluruskan. Jadi ayo pergi." Kata si gadis pertama yang Noril temui.


Carlos? Maksudmu si komandan Carlos yang itu? Kalau tidak salah dia mungkin setara monster rank 6 atau bahkan 7. Yang membuatnya menjadi salah satu petarung terkuat di Kerajaan. Bagaimana bisa mereka menganggapnya sebagai lawan seenteng itu? // Noril dan Samantha tidak habis pikir.


Namun, mereka berniat untuk tetap diam untuk saat ini. Melihat alur yang terjadi selanjutnya.


(bersambung)

__ADS_1


♦♦♦


__ADS_2