
" Pagi ."
Sapa pria yang kini tengah duduk dengan kaki saling bertumpu di atas kursi tamu dalam apartemen.
" Pagi kak ."
Ucap Andini dengan wajah yang terlihat lebih baik juga pakaian setelan kantornya.
" Mau di antar dulu ?" Tanya Alex lalu mendekat .
" Uummhh , tidak perlu . Lagi pula kakak sudah ada janji dengan pria posesif itu kan . "
Ihihiihihii
" Heh , pria yang kau bicarakan itu adalah atasan mu ." Ucap Alex sembari menyentil kening Andini pelan.
" Alexxxx !" Teriak Andini dengan kesal.
" Wahh . Kau galak sekali nona ." Ucapnya dengan gemas.
" Kakak ini kenapa sih senang sekali menyentil. lihat ini poni ku jadi berantakan ." Tutur Andini sembari mengelus rambut depannya.
" Iya iya maaf , kau menggemaskan sayang aku jadi tidak sabar lagi ." Ucap Alex menggoda.
" Kakak ." Teriak Andini yang membuat Alex cepat berlari menghindar .
" Aku pergi dulu. kamu tunggu Nanda atau teman mu saja kalau tidak berani ." Ucap Alex sedikit berteriak sembari melangkah seribu sebelum remote tv yang semula berada di atas meja melayang ke arahnya.
" Hhuufffftt . Tarik nafas hhuuffff ."
__ADS_1
" Sabar Andini . Untuk sayang ." Ucapnya lagi sembari tersenyum geli.
________
Hiruk pikuk suasana kota dengan cahaya matahari yang nampak mulai menghangatkan tubuh . Andini berjalan dengan suara hells yang bertumpu dengan keramik kantor pusat dengan logo DAM GROUP.
" Pagi pak ." Sapa nya dengan ramah pada petugas yang tengah berdiri dekat pintu kaca yang nampa megah.
" Pagi Mba Andini . Wahhh Mba Andini terlihat cerah sekali seperti hari ini . langit biru berhias awan putih juga cahaya matahari yang nampak sempurna ."
Plakk
" Bapak bisa aja ." Ucap Andini menepuk pundak security dengan balutan serba hitam yang tak lupa alat komunikasi dengan antena yang selalu di bawanya.
" Kok di tabok Mba ? kan memang benar! Pasti tadi pagi abis di rayu pak Alex ya ." Ucapnya lagi menggoda .
" Sudah ah pak . pagi-pagi kita sudah bergosip ."
" Ehehee . mbak Dini mukanya merah ." Ucap pak security yang di balas decakan khas dengan wajah merona.
________
Pagi masih menjadi waktu paling di minati sejumlah orang untuk mendapatkan makanan secara instan . Begitu juga dengan pasangan yang satu ini nampak Lala tengah bergelut di meja kitchen nya sembari menunggu sang suami keluar untuk sarapan. Baju serta beberapa perlengkapannya untuk kekantor pun sudah ia siapkan sebelum turun dari lantai dua di mana letak kamar mereka .
" Hemmm !! Menu apa yang istri ku siapkan pagi ini hmmm ?" Ucap Daniel sembari merangkul pinggang Lala dari belakang.
" Mas .. Kamu mengejutkan ku ." Ucap Lala menahan geli.
" Aku suka saat kamu terkejut ."
__ADS_1
" Kenapa?"
" Wajah mu terlihat semakin se** ." Ucap Daniel perbisik tepat di belakang telinga Lala.
" Daa Niel ." Ucap Lala berjeda lalu membalikkan badannya , masih dengan tangan gerakan meminta di lepaskan.
Cupp
" Ahh ."
satu ******* tiba-tiba keluar dari mulut kecilnya saat tepat lehernya di kecup dengan sangat lembut.
Senyum sumbringah khas pria dengan menahan sesuatu terukir jelas pada wajah Daniel.
" Aku suka suara itu sayang ." Ucapnya lagi lalu memajukan wajahnya , bibir tebal dengan aroma mint menempal tepat pada bibir mungil milk sang istri. Di lumayan pelan , dengan gerakan sangat lembut seolah mampu menyihir Lala melupakan kegiatannya di pagi harinya.
Matanya terpejam mulai menikmati alur yang Daniel berikan .
Suara decakan demi decakan memenuhi ruangan dengan berhias lemari yang menyimpan semua barang-barang perawatan masak.
Detikan jarum jam dinding seolah menjadi pengiring kegiatan yang entah dari mana mampu melupakan waktu.
" Da Niel ." Ucap Lala lagi dengan suara parau.
" Ya . Panggil nama ku sayang ." Ucap Daniel memimpin permainannya.
Ssttttt
Eemmhhhhhh
__ADS_1
__________