Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 30


__ADS_3

Kesibukan tak kalah juga pada beberapa wanita cantik yang kini tengah duduk di sebuah restauran dengan beberapa pelayan yang sibuk pula menyajikan hidangannya , bukan kesal atau takut tak bisa membayarnya hanya saja mereka sedikit merasa keanehan pada pelanggan wanita yang kini sibuk meminta pesanannya segera tiba dan berujung hanya untuk di cicipi saja.


" Emm ,,hey kakak ipar sebenarnya apa yang salah dengan semua makanan ini ?" Tanya Allena keheranan dengan tingkah laku Lala yang sangat-sangat tidak masuk akal.


Lala tak menjawab hanya mampu menggelengkan kepalanya pelan.


" Sebenarnya apa yang mau kau makan la ? Lihat meja kita sudah hampir penuh ." Ucap Nanda lagi sembari mengamati seluruh atas meja yang kini hampir menyeluruh tergeletak piring juga mangkuk yang masih terisi makanan


" Aku ,, aku juga tidak tau sepertinya aku sanga berselera. Tapi ternyata rasanya tidak sesuai dengan bayangan ku." Ucap Lala jujur dengan rasa sedikit bersalah.


" Ku mohon , kalian habiskan semua makanan ini ya ?" Ucapnya dengan ekspresi yang begitu menyedihkan.


" Apaaa !!" Teriak nyaring Allena juga Nanda sontak membuat mereka menjadi bahan sorotan.


" Len , kau saja yang makan , aku sudah sangat kenyang ." Ucap Nanda sembari meneguk ludahnya yang terasa berat.


" Enak saja , dia bilang kita bukan hanya aku." Ucap Allena tak ingin menderita sendiri.


Dengan wajah penuh ekspresi Lala menatap satu persatu sahabatnya yang kini menampilkan mimik tak kuasa untuk melahap semuanya.


" Aku mohonnn ." Ucapnya lagi kini dengan menempelkan kedua telapak tangannya .


Dengan sangat terpaksa Allena juga Nanda mengunyah makanan yang tersedia di atas meja , ya walaupun semua dengan porsi kecil namun jika harus menghabiskan seluruhnya mereka sangat-sangat kesusahan.


Dengan hati berbunga Lala nampak tersenyum bahagia menatap semua ekspresi dari wajah sahabat nya, sembari mengunyah cake dalam piring untuk membantu mereka menghabiskannya.


Cukup lama mereka duduk dalam restauran tersebut , 15 porsi makanan ringan juga berat kini sudah bersih , Allena tak kuasa berucap ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi akibat kekenyangan. Begitu juga dengan Nanda nampak mengelus perutnya yng kian membuncit akibat ulah Lala .

__ADS_1


" kalian tunggu disini dulu ya , aku mau ke toilet sebentar." Ucapnya tergesa.


Tanpa ucapan Allena juga Nanda hanya memberi kode pada jari mereka yang menandakan silahkan.


Sepeninggalan Lala Nanda kembali memposisikan tubuhnya, bersandar lebih nyaman untuk menurunkan semua isi dalam perutnya.


" Len , sebenarnya Lala kerasukan setan apa sih ?" Tanyanya dengan mata terpejam.


" Ahhh , aku tidak tau nda , tidak biasanya juga dia segila ini . Memesan semua makanan tapi kita yang di suruh menghabiskan ." Ucapnya tak kalah lemas.


" Aku rasa aku harus menelfon bang gio , aku tidak sanggup jalan sendirian." Ucapnya dengan jujur.


" Aku juga , aku harus menelfon kak Rey juga kak Daniel." Ucap Allena lalu sama-sama mereka merogoh tas lalu menggeser benda pipih di dalam tasnya.


" Ada bagusnya juga kak dini tidak bisa ikut." Ucapnya lagi sembari menempelkan handphone di telinganya.


Di dalam toilet Lala sibuk mengeluarkan semua isi dalam perutnya, semua makanan yang baru saja ia telah harus rela ia keluarkan lagi . Gejolak begitu terasa saat dirinya hendak keluar toilet.


Hhuueekkkk


Ucapnya lagi , dengan wajah penuh peluh, duduk ia di atas lantai toilet sembari mengarahkan mulutnya pada lubang closed.


Tokk


Tookkk


Ttoookkk

__ADS_1


" Nona , apa kau baik-baik saja ?" Kutuk wanita cleaning servis dengan nada khawatir.


" Apa nona membutuhkan sesuatu? ." Tanya nya lagi saat belum mendapatkan jawaban.


" Nona . Allena ." Panggil Reymon juga Daniel begitu ia sampai di tempat.


" Heii kak ." Ucapnya dengan lemas.


" Apa yang terjadi ? dimana istri ku?" Ucap Daniel melihat adiknya setengah lelah.


" Pak ,bapak tau ? istri bapak meracuni kita ." Ucap Nanda yang di angguki Allena.


" Kau tau tidak kak , kakak ipar memesan semua makanan tapi kita yang di suruh menghabiskan." Ucapnya menunjuk pada piring kosong di hadapannya.


" Lalu, kemana nyonya sekarang non?" Tanya Reymon pada Allena.


" entahlah , tadi Lala berpamitan mau ke toilet coba kak Daniel cek di dulu, sejak tadi kita menunggu tapi dia tidak kunjung datang ."Ucap Allena lagi lalu duduk dengan sedikit benar.


Tanpa berbasa-basi Daniel meluncur mencari keberadaan istri kecilnya. Sesampainya di depan toilet nampak Lala datang dengan tergopoh-gopoh sembari mengusap peluh yang masih tersisa di dahinya.


" Sayang ." Ucap Daniel khawatir dengan apa yang ia lihat .


" Heyy, kenapa sampai disini mas ? ini toilet wanita loh ." Ucap Lala terkejut lalu mendekat ke arah sang suami yang siap menyambut dalam pelukannya.


_________


Wah wah wahh , kenapa tu mbak Lala ! ada yang tau ?

__ADS_1


Dukung terus author dalam menulis ceritanya ya.


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰


__ADS_2