Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 9


__ADS_3

Sura gemericik keran air dari arah kitchen dengan aroma masakan khas menyeruak menusuk indra penciuman pria yang tengah mengumpulkan nyawa yang tercecer di atas ranjang. Di rabanya meja kecil tepat di samping kepala berusaha menggapai sesuatu yang nampak terasa dingin. Ya ponsel hitam dengan layar gelap di gapai dengan mata sedikit memicing.


" Tumben jam segini udah bangun ." Tuturnya saat melihat jam yang dirasa masih cukup larut.


Di regangkan nya tubuh Alex merilekskan otot yang semalaman terlentang di atas ranjang . Berjalan ia menuju arah sumber suara .


Ceklek


Pintu kamar terbuka , sedikit menyilaukan memang saat cahaya redup menghiasi kamarnya Dani kini cahaya lampu terang seolah menerobos pupil dengan alis tebal.


Tuk tuk tukk


Suara pisau beradu pada papan khusus pemotong sayur .


" Hhmmm ." Ucapnya sembari mencium hasil masakannya.


" Sudah bangun ."


" Astagaa ." Tanya Alex tiba-tiba di belakang Andini sontak membuatnya terkejut.


" Kenapa bangun lebih awal ?" Tanya nya lagi saat belum mendapatkan jawaban.


" Aku kelaparan . Ehehee ." Jawab Andini sembari memamerkan hasil masakannya.


Alex tersenyum lalu mengusap hangat pucuk kepala Andini.


" Makan dulu atau mandi dulu ?" Tanya Andini.


" Kau sudah kapan bukan ?"


Andini mengangguk.


" Tapi , aku masih bisa menunggu ." Ucapnya lagi tak enak , suara kegaduhan di dapur membuat sang pemilik rumah terbangun.


" Ayo makan ."


Dengan semangat Andini mengangguk cepat sembari berlari kecil menuju meja dengan mangkuk berisi bubur ayam lengkap dengan daun bawang di atas nya.


Klunting


Dentingan sendok garpu saling beradu.

__ADS_1


" Kau tau . Aku merasa seperti suami yang di layani sang istri." Ucap Alex tiba-tiba.


Degg


Blusss


" Apa maksud kak Alex . Aduh wajah ku jangan sampai kak Alex tau ." Ucap Andini dalam hati.


" Eemmm. Kenapa ?" Tanya Andini berusaha sebiasa mungkin.


" Bagaimana kalau kita menikah ?"


Uuhhuukkkk


Dengan gerakan cepat Andini meneguk air dalam gelas ya hingga setengah .


" Aku baik-baik saja kak. ehehee ." ucap Andini cepat sembari tertawa garaing.


" Aku mengejutkan mu ?" Tanya Alex dengan merasa bersalah.


" Sedikit ." Ucapnya jujur .


" Aku sudah mengaturnya, jadi secepatnya kita akan menikah . Tidak mungkin kita seperti ini terus ." Ucap Alex begitu iya menghela nafas.


Andini nampak bingung, entah apa yang bisa ia katakan hanya mampu mengangguk dalam diam.


" Apa kau tidak merasa takut ?" Tanya Alex sedikit mencondongkan tubuhnya.


" Takutt ??"


" Ya takut ! Takut aku menerkam mu ." setengah berbisik Alex berucap seolah menekan kata menerkam.


Andini terperangah lebih lama , jalan pikirnya mungkin kini tengah berjalan entah kemana . Membayangkan sesuatu yang tidak semestinya di fikirkan.


" Memangnya Kakak berani .'' Ucap Andini berusaha menutupi .


" Kau mau aku membuktikannya ? Hmmm !!" Jawab Alex beranjak dari duduknya mendekat lebih ke arah wajah Andini . Senyum yang entah apa itu artinya membuat sang pemilik jiwa sedikit merasakan hawa dingin.


" Kkk kak ." Ucap Andini terbatah.


" Hhmmmm."

__ADS_1


" Ka kakak mau apa ?" Kini Andini merasa tersudut.


Tubuhnya di tidurkan di atas lengan dengan posisi ia masih terduduk di atas kursi. Tangan kanan yang masih memegang sendok .


Deg


Deggg


Ddeeggggg


Dddeeeggggg


Detak jantung Andini kini mulai terpacu dengan mata setengah tertutup.


" Memang apa yang mau aku lakukan ?" Tanya Alex dengan senyum jahil.


Andini terdiam dengan mata terbuka lebar . menyaksikan senyum kemenangan di wajah Alex dengan ekspresi yang.


" Ahahaaa. Kau kenapa sayang ? Hmmm ! Aku hanya ingin membersihkan bibir mu . Lihat kau makan masih seperti anak bayi .


Plakkk


Lengan kekar Alex di pukul dengan kuat . Andini beranjak dri duduknya membawa serta mangkuk bubur dengan sendok masih di tangannya.


" Sayang ." Teriak Alex.


Andini menoleh dengan wajah kesal.


" Hhumhh ." Ucap Andini mendengkus kesal .


Brakk


" Kamu marahh ? "


" Andini . Aku hanya bercanda ."


Alex mengutuk pintu beberapa kali namun sayang Andini tak menggubris , ia memilih menyelesaikan maknanya dan segera bersiap.


" Enak aja mau ngerjain aku . Hhuufff . Kenapa juga aku mikir yang enggak-enggak." Rutuknya pada diri sendiri.


__________

__ADS_1


__ADS_2