Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 21


__ADS_3

Terik matahari begitu menyengat bukan lagi terasa hangat panasnya seolah menembus ubun-ubun siapa saja yang berani terpapar secara langsung . Andini juga rekan divisi kini berusaha meneguk isi gelas untuk membasahi tenggorokan.


" Busett , ini matahari engga ada kerjaan lain lagi apa, manggang orang ini mah ." Ucap pria dengan kaca mata.


" Iya , kita di tempat ber AC aja masih kerasa panasnya gimana yang kerja di luar ya ." Ucap ayuq yang di angguki setuju oleh rekan-rekannya.


Cukup lama mereka menghabiskan tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan kini tiba waktu makan siang yang siap di serbu hampir seluruh karyawan juga karyawati di perusahaan DAM GROUP . Beberapa kali juga Andini harus berusaha sabar saat tiba-tiba barisannya di serobot karyawan lain .


" Wahh , ini mah harus nambah kantin ." Ucapnya asal begitu melihat lautan manusia memenuhi seluruh tempat .


" Gila , kita mundur aja lah dari pada kayak kemaren lagi ." Ucap Ayu pada teman-teman nya.


" Iya , atau kita makan di luar aja , sekalian kita cari udara ." Ucap pak Heru yang di angguki semua.


Dengan langkah yang berlawanan sekelompok dalam satu divisi berusaha keluar , dengan susah paya payah akhirnya mereka lolos lalu melangkah keluar menuju lantai bawah .


Bbrruukkk


" Auu ." Ucap Andini tak sengaja menabrak sesuatu dengan cukup keras . Di usapnya cepat kening nya sembari meringis.


Di lihatnya semua teman yang menundukkan kepalanya dengan wajah harap-harap cemas.


" Kenapa ?" Tanya Andini yang belum menyadari.


" Tu ." Ucap Ayu dengan gerak mulut.


" Apa sih ?" Tanya nya sekali lagi .


" Belakang kamu ." Ucap Doni dengan lirih.


" Apa sih kalian engga je ."

__ADS_1


Kata-katanya terpotong dengan wajah terkejut, matanya terbelalak lalu menunduk dengan seketika.


" Mmm mmaaff pak ." Ucapnya sembari merutuki kesalahannya. Tangannya menunjuk pelan kepalanya seolah tau ini salah .


" Bapak mau ngapain ?" tanya Andini dengan nada tak salah.


" Kamu kira saya mau ngapain ? "


" Makan pak ." Ucapnya sembari memamerkan deretan gigi yang rapi.


" Kalian mau kemana? kenapa tidak ikut makan ?" Tanya Alex tanpa beralih pandang dari Andini.


" Galak-galak gini tetap perhatikan ya ." Bisik ayu pada temannya.


" Sstt , diam kamu nanti kedengeran . Dia kan calon istrinya kamu lupa ." Ingatkan Heru pada teman satu timnya.


Melihat Andini yang bingung hendak menjawab apa lalu Alex sedikit menaikkan nada bicaranya menatap lurus pada gadis yang kini sedang meremas jari tangannya.


" Kalian mau kemana?" tanya Alex singkat namun penuh penekanan.


" Menabrak?".


" Em eh itu . Itu tidak sengaja pak , iya kan tidak sengaja ? iya kan pak Heru ? Doni iya kan ? Mungkin kemarin dia sedang terburu-buru jadi tidak sengaja menabrak ." Ucap Andini cepat takut Alex menanyakan satu persatu siapa yang berani menabraknya.


" Tapi kan !" Ucap Doni yang di hadiahi tatapan tak mengenakkan.


" Eh iya , mungkin dia tidak sengaja pak , jadi kita memutuskan untuk makan siang di luar saja ." Ucap Doni akhirnya ikut berbohong.


Hhuuufffhhh


Hela nafas Andini sedikit melonggar .

__ADS_1


" Baik saya anggap ini benar . Jadi kalian mau makan dimana? saya juga mau makan kalau kata kalian sangat ramai berarti saya juga tidak masuk bukan ?" Ucap Alex dengan jahil menggoda Andini.


" Hahh ." Dengan mulut terbuka Andini berucap ,berusaha mencerna ucapan atasan nya yang sekaligus menjadi kekasihnya itu.


" Aasiikk makan gratis ." Celetuk pria berkaca mata dengan nada senang.


Takkk


" Aduh pak ." Ucapnya dengan mengusap kepala.


Dengan sedikit tak enak hati akhirnya Andini juga rekannya menyetujui akan makan siang bersama , melewati jam istirahat yang seharusnya Andini gunakan bersama teman-teman nya kini harus sedikit menjaga obrolan takut-takut pria berpostur tinggi merasa terabaikan.


Rumah makan pinggiran sengaja menjadi pilihan Andini niat hati ingin mengerjai ternyata ia di buat terkejut dengan tingkah Alex yang seolah tak terganggu sedikitpun .


Rumah masakan Padang sederhana , ya pa pendingin AC yang sengaja menjadi pilihan Andini , bertepatan di pinggir jalan sedikit masuk kedalam gang menjadikan Meraka harus rela berjalan kaki walaupun hanya 10 meter.


" Gila Lo , ngakak calon suami makan di tempat ginian . Atasan Lo sendiri lagi." Ucap Doni menggelengkan kepalanya.


" Udah Lo diem aja , iya gak yu . kan sesekali dia juga ngerasain makan di pinggiran." Ucap Andini dengan menahan senyum.


" Tapi kenapa dia kayak biasa aja ya ? engga ngerasa risih gitu." Ucap ayu sedikit heran.


" Makan , nanti kita kehabisan jam istirahat ." Ingatkan pak Heru pada teman-teman nya.


Makan siang dengan tema berbeda membuat Andini keberanan namun tidak dengan Alex yang mungkin tanpa sepengetahuan Andini juga orang sekelilingnya dia sudah terbiasa dengan suasana seperti ini , justru ini membuatnya sedikit melepaskan penat juga membiasakan lidahnya lagi untuk mencicipi makanan khas dari negaranya dengan bumbu rempah yang kuat . Kegiatan menjadi seorang asisten yang sering bertemu beberapa orang penting membuat lidahnya sedikit bosan dengan menu makanan barat atau sejenisnya , jadi tak masalah bagi dirinya jika harus makan di dalam rumah dengan menu yang terpajang di dalam lemari kaca .


_________


Happy reading semua , semoga kalian suka.


Beri masukan jiga ada salah kata juga alur yang kurang di mengerti .

__ADS_1


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰


Salam manis dari Mama kecil 😘


__ADS_2