
Hari terus berlalu 1 Minggu sudah waktu untuk mendapatkan jawaban , nampak Daniel Alex dan juga Andini tengah menunggu pria dengan janji jawaban serta Andini yang juga berperan penting.
Lala dengan cepat membereskan semua , berganti bagi dengan setelan yang cukup lama tidak ia gunakan , gaun mewah berwarna navi yang senada dengan setelan Daniel siap di kenakan.
" Ok . Semoga belum terlambat. " Ucapnya menyambar tas lalu keluar dengan sedikit tergesa.
Singkat waktu , Daniel menunggu tepat di depan lobby salah satu mall terbesar , bukan tidak ada alasan pergi masing-masing . Mengingat dia yang baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya , juga Alex serta Andini yang bekerja membuat nya harus merelakan sang istri pergi sendiri bersama sopir pribadi.
" apa aku terlambat ?" Tanya Lala lalu saling menautkan pipi.
" Tidak ! Kau terlihat sangat cantik ." Ucap Daniel memuji sang istri.
" Sudah . ini bukan waktunya untuk menggoda ku tuan Daniel ." Ucapnya lagi lalu menoel hidung mancung sang suami.
Sementara di lantai lima , Alex terus berusaha menenangkan Andini , mengusap lembut punggung tangannya sembari menyelipkan beberapa kata agar terasa rileks.
Senyumnya mulai terlihat santai , posisi duduknya pun terlihat tak begitu gelisah.
" Terima kasih kak ." Ucapnya tulus dengan mata yang setengah menyipit.
__ADS_1
" Sudah seharusnya sayang . Apa sudah lebih baik ? " Tanya Alex dengan perhatian . Andini mengangguk cepat lalu datang Daniel yang telah membawa Lala sahabatnya.
" Kak , La ." Ucap mereka berbarengan lalu saling memeluk .
" Maaf menunggu ."
" Tidak apa-apa sengaja kita datang lebih awal . Toh mereka juga belum datang. Ucap Andini yang di angguki Alex.
Jam terus berputar waktu yang sudah di atur akhirnya datang , pria paruh baya dengan wanita berpakaian glamor nampak semakin mendekat , langkahnya terasa semakin melambat menurut gadis manis yang kini tengah duduk persis di sisi Lala . Lala terus berusaha menenangkan , membuat sedikit lelucon agar tak begitu menegangkan.
" Maaf , apa saya terlambat ." Ucap Prayogo sedikit berbasa basi .
" Perkenalkan istri saya ." Ucapnya lagi lalu melirik ke arah anak gadisnya yang sudah cukup lama tidak bertemu.
" Pa , ma ." Ucap Andini dengan canggung .
Tak kalah canggung Prayogo seolah berada di pinggir jurang dengan anak yang berdiri tepat di bibir tanah tinggi yang siap terjatuh saat ia senggol dengan jari.
" Bagaimana kabar mu nak ?" Tanya Prayogo yang di dapati sedikit gaya tak suka dari Imelda.
__ADS_1
" Baik pa ." Ucapnya lalu dengan wajah sinis Imelda menyalami.
" Baik tanpa basa-basi , mari kita lanjutkan perbincangan kemarin." Ucap Alex begitu ia mendapat kode dari Daniel.
Sling melempar pandang , suasana terasa begitu menegangkan seolah ia di lamar eh pria yang tak ia kenal. Andini menggenggam erat tangan Lala , menghelakan nafas dalam-dalam lalu menyelipkan do'a sebelum ia membuka suara.
" Jika kamu tidak yakin , kamu bisa menolaknya nak ." Ucap Prayogo .
" Kau bisa memikirkan perasaan mu nak ,tapi kamu juga harus memikirkan bagaimana masih perusahaan papa mu ." Celetuk Imelda yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang suami.
" Aku tidak salah mas , ini memang kenyataannya , ini tujuan kita bukan ? Kemarin dia bisa menolak dan sekarang jangan sampai lagi ." Bisik Imelda tepat di samping telinga Prayogo yang dengan entah di sengaja atau tidak, namun masih bisa terdengar di telinga Andini juga semua yang berada di ruangan bergaya klasik dengan fasilitas yang mewah.
" Kamu bisa memikirkannya lagi jika kamu merasa ini tidak adil ." Ucap Daniel kini yang berseru , seolah menyadarkan sahabat sang istri untuk melanjutkan aksinya.
" Jika kamu menolaknya , pikirkan lagi dengan adik mu Andini ." Ucap Imelda seolah menjadi bibit runyam .
" Menurut Andini pa , jika Andini menerima perjodohan ini , intan harus menjadi pengganti Andini untuk di jodohkan dengan Pras ." Ucapnya dengan suara yakin.
Sedikit membuat semua tercengang , tak pernah ia bicarakan sebelumnya namun cukup membuat semua termasuk Alex sedikit terangkat sisi bibirnya. menutup mulut seolah ia sedang berfikir sekedar menutupi senyum yang tidak bisa ia tahan.
__ADS_1
____________