Asisten Tuan Daniel

Asisten Tuan Daniel
Part 50


__ADS_3

pagi menyingsing mentari nampak mulai menampakkan dirinya dengan malu-malu. Kicauan burung nampak menjadi alarm untuk keluarga kecil yang masih terlelap di balik selimut tebal.


Senin , menjadi pagi paling melelahkan bagi siapa saja yang memiliki jadwal padat .


Nanda , gadis bertubuh gembul kini tengah terengah mengejar lift yang hampir tertutup.


" Tunggu !" Teriaknya sembari memanjangkan tangannya berharap masih ada kesempatan untuk nya masuk .


" Hhhuuh haaahh , hhuuhhh hhaahh . Jantung ku ." Ucapnya terengah sembari memegangi dada yang terasa begitu cepat ritme jantung yang berdetak.


" Nanda?"


Panggil seseorang dari arah belakang . Dengan nafas masih tersenggal Nanda memposisikan tubuhnya lalu membalikkan badan dan mendapati siapa yang memanggilnya.


" Aaaa , kangeeennn !" Ucapnya riang lalu memeluk erat tubuh wanita cantik nan mungil yang membuatnya sedikit kuwalahan.


" tingki wingki dipsi Lala Po kamu kemana saja ? kau tau aku sanga merindukan mu !" Ucapnya cepat lalu diam seribu bahasa.


" Nandut kenapa lo jadi cerewet ? nahh sekarang kenapa Lo diem? " . tanya Lala lalu menengok kerah belakang , mengikuti gerak mata sahabatnya yang kini diam sembari tertunduk.


" Ya ampun !" Keluhnya lalu menepuk jidatnya pelan.

__ADS_1


" Udah Lo ga usah liatin dia ."


" Lo kan tau dia dingin." Bisiknya tepat di belakang telinga Nanda.


" Dingin-dingin gitu Lo juga klepek-klepek kan." Balas Nanda kini di selipi tawa kecil mereka.


" Sudah ngobrol nya ? sekarang sudah jam berapa kenapa masih di sini? Dan ingat ya jangan membuat istri ku lelah . Saya tidak mau terjadi sesuatu pada kandungannya !" Ucap Daniel dengan pelan namun begitu tegas di telinga Nanda.


" Hah ? kandungan! Bbb baik pak." Tutur Nanda terkejut .


Haru semakin meninggikan matahari , nampak Lala mulai jengah dengan apa yang ia lakukan . Duduk dengan beberapa hidangan khusus yang telah di pesan pria dingin yang menjadi panggilan karyawan wanita di beberapa bagian divisi , Termasuk divisi yang pernah Lala geluti sebelumnya.


" Ada apa sayang? apa Beby mau sesuatu? biar daddy pesan!" Ucap Daniel lalu menggeletak kan pulpen dari tangannya.


" Aku bosan ! bolehkah aku mengerjakan sesuatu? aku tidak suka seperti ini!" Protes Lala pada suaminya yang sedari tadi sibuk mengutak-atik pada layar monitor nya sedang dirinya hanya di perbolehkan duduk dengan pergerakan yang terbatas.


" Masuk lah di ruangan istirahat ku . Jika kau kesepian maka aku akan menemanimu! bagaimana?"


" Ccckkk . Bukan menemani ku ! justru kamu membuat ku kelelahan ! Izinkan aku mengerjakan sesuatu mas ! aku bosan !!'' Tuturnya lagi merengek bak anak kecil yang tidak di perbolehkan membeli permen .


Daniel mendekat , lalu berjongkok di hadapannya , mengusap lembut perut rata sang istri, bercengkrama sebentar seolah apa yang ada di dalam sana mendengar juga merespon semua ucapannya.

__ADS_1


" Dia masih terlalu kecil ! batu sebesar biji kacang hijau ."Ucap Lala dengan satu tangan mengusap kepala Daniel lembut dengan senyum di bibirnya.


" Tidak masalah jika dia masih terlalu kecil ! kalau begitu aku akan rajin menengok nya supaya dia lelah tumbuh dan keluar dari sini !"


Plllaakkk


" Mas !!!" Ucap Lala lagi saat tangannya terayun memukul lengan Daniel yang dengan mudahnya mengatakan hal seperti itu.


" Aku tidak salah kan ? justru aku membantunya agar cepat besar !" Kekeh Daniel tak mau kalah .


" Terserah kau saja mas ! Yang jelas aku bosan !" ucap Lala tak ingin meladeni pembicaraan suaminya.


" Yes ! aku anggap kau setuju dengan ide ku ! mari ?"


" Kemana?"


" Menjenguk Daniel junior."Ucap Daniel menggoda Lala dan menaikkan alisnya ke atas ke bawah .


" Mas ! "


_________

__ADS_1


__ADS_2